
Ibrahim sedang dalam perjalanan menuju ke kosan.
"Semoga saja kamu suka pemberian kado dari aku."Gumam Ku.
Namun di tengah perjalanan suara ponsel Ibrahim berbunyi.
Kring...Kring...Kring
Ibrahim mengecek ponselnya ternyata pangilan dari sang ibu.
"Ada apa sama ibu ya, tidak seperti biasanya telpon."Kata Ku melihat layar ponsel.
"Aku angkat saja lah."Ucap Ku.
Akhirnya Ibrahim mengangkat telpon.
"Assalamuallaikum bu."
"Waallaikumsalam mas, lagi dimana?"
"Lagi di jalan ma, ada apa?"
"Bisa pulang tidak, ada hal penting yang mau ibu bicarakan?"
"Tidak biasanya Ibu menelpon ku seperti ini."Batin Ibrahim.
"Oh iya bisa bu, nanti aku pulang ya."Kata Ku.
"Baiklah ibu tunggu di rumah."
Pangilan pun berakhir, Ibrahim melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke kosan.
Di puskesmas Ayu sedang bekerja, pikiran Ayu sedang kacau karena Ibrahim tidak ada kabar selama 2 hari.
"Kemana Ibrahim tidak ada kabarnya selama 2 hari?"Tanya Ayu di dalam hati.
"Apa dia sedang sibuk?" Atau dia sedang ada tugas di luar kota?"Tanya Ayu di dalam hati gelisah tidak menentu.
Ayu mengecek ponselnya tidak ada pesan masuk dari Ibrahim, namun ada pesan masuk dari sang ibu untuk segera pulang cepat karena ada hal penting yang mau di ucapkan.
"Aneh tidak seperti biasanya Ibu suruh aku pulang."Ucap Ayu setelah membaca pesan sang ibu.
Ayu membalas pesan ibunya.
"Baik bu, nanti aku pulang cepat."
Ayu kembali menaruh ponselnya dan melanjutkan pekerjaannya.
Di rumah Ibrahim sudah ada ibu dari Ayu dan juga ibunya sedang asyik membicarakan perjodohan anak mereka berdua.
"Gimana jeng apakah Ibrahim mau di jodohkan sama Ayu?"Tanya Ibu Ayu penasaran.
"Tadi saya sudah bilang sama dia, tapi saya tidak tau juga itu anak mau apa tidak jeng. Soalnya itu anak agak susah kalau di bujuk, semoga saja dia mau."Kata Ku harap-harap cemas.
"Iya kita tunggu saja kabar baiknya gimana."Ucap Ibu Ayu.
"Lalu bagaimana sama Ayu jeng, apakah dia mau kita jodohkan?"Tanya Ibu Ibrahim penasaran.
"Ayu itu anak yang penurut sama orang tua, dia anak yang sangat berbakti kepada kami. Otomatis dia mau lah."Ucap Ibu Ayu.
"Alhamdulillah kalau gitu jeng."Ucap Ibu Ibrahim.
Mereka berdua sedang asyik ngobrol satu sama lain.
"Yasudah jeng, saya pamit dahulu nanti saya habis magrib ke sinih lagi bersama Ayu."Ucap Ibu Ayu.
"Iya jeng, salam sama Ayu."Ucap Ibu sambil cipika cipiki.
Ibu Ayu pulang ke rumahnya untuk bersiap-siap membawa Ayu.
Waktu tidak terasa semakin sore hari matahari sudah di ufuk timur dan senja sudah mulai muncul.
"Aduh lama sekali ayu pulangnya."Ucap Ibu Ayu gelisah.
Bapak Ayu menghampiri sang Istri.
"Ibu kenapa dari tadi bapak perhatikan mondar dan mandir terus?"Tanya Bapak heran.
"Ini si Ayu belum pulang juga pak, ibu jadi khawatir."Ucap Ibu gelisah.
"Sabar bu mungkin sebentar lagi pulang."Kata Bapak yang tenang.
"Coba bapak telpon anak mu itu."Kata Ibu Ayu panik.
"Baiklah bapak akan telpon Ayu."Ucap Bapak.
Bapak mengeluarkan ponsel dan langsung menghubungi Ayu.
Kring...Kring...Kring...
Namun tidak diangkat oleh Ayu.
"Gimana pak diangkat tidak?"Tanya Ibu gelisah.
"Tidak bu, mungkin sedang sibuk."Kata Bapak.
"Aduh anak itu kemana sih?"Tanya Ibu.
Hari sudah semakin gelap matahari berganti oleh bintang-bintang di atas langit, kini Ayu pulang ke rumahnya.
Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk.
"Assalamuallaikum bu."Kata Ku.
"Waaallaikumsalam."Ucap Ibu dan bapak bersamaan.
"Loh ibu sama bapak mau kemana sudah rapih?"Tanya Ayu penasaran melihat kedua orang tuanya sudah rapih.
"Mau ke rumah Ibrahim."Ucap Adik Ayu.
Ayu yang mendengar celetukan sang adik itu, langsung berpikir sejenak.
"Mau apa mereka ke ruamh Ibrahim?"Tanya Ayu di dalam hati.
Kini Ibu Ayu mendekati Ayu untuk bersiap-siap karena mau ke rumah Ibrahim.
"mba kamu kenapa malah melamun?"Tanya Ibu.
"Kita benaran mau ke rumah Ibrhaim?"Tanya Ayu tegas.
"Iya mba, sudah sanah siap-siap."Ucap Ibu.
"Mau apa tapi ke sanah bu?"Tanya Ayu penasaran.
"Nanti saja di tanyanya mba, sudah sanah cepat nanti kemalaman."Ucap Ibu membawa anak gadisnya menuju ke dalam kamarnya.
Beberapa menit kemudian Ayu sudah ganti pakaiannya mengunakan stelan kebaya dan di balut dengan hijab nan cantik Ayu mengenakannya.
"Masyaallah anak gadis bapak sudah dewasa dan cantik."Ucap Bapak kagum.
__ADS_1
"Ah bapak bikin Ayu malu saja."Kata Ku tersenyum.
"Iya betul sayang kamu cantik mengenakan ini."Ucap Bapak memeluk anak gadisnya.
"Terimakasih ya pak."Kata Ku tersenyum bahagia.
"Iya sama-sama sayang."Kata Bapak.
Mereka semua telah siap dan segera menuju ke rumah Ibrahim.
"Ayo semuanya kita ke rumah Ibrahim."Ucap Ibu merangkul Ayu.
"Tapi bu sebenarnya mau ada apa sih?"Tanya Ayu penasaran.
"Nanti saja ibu jelasinnya di sanah."Ucap Ibu.
Ayu hanya menganguk saja sambil berpikir di dalam hati yang banyak pertanyaan itu.
Kini mereka semua telah sampai di rumah Ibrahim, di sambut oleh ibu Ibrahim dan kakaknya.
"Mari silahkan masuk jeng."Kata Ibu.
"Terimakasih jeng."Ucap Ibu Ayu.
"Masyaallah Ayu cantik sekali jeng."Ucap Ibu.
"Terimakasih tante."Ucap Ayu tersenyum.
"Sama-Sama sayang."Ucap Ibu.
Kini mereka semua duduk di sofa sambil menunggu Ibrahim tiba.
Ibrahim telah sampai di kosan dan segera bersiap-siap untuk menuju ke rumahnya.
Diki mendekati Ibrahim.
"Mau kemana kamu?"Tanya Diki heran melihat temannya yang sudah rapih.
"Mau pulang ke rumah Ibu, tadi katanya ada hal penting yang mau di ucapkan."Ucap ku.
"Oh gitu."Ucap Diki.
"Yasudah aku pamit dahulu."Ujar Ku.
Kini Ibrahim pergi meninggalkan Diki dan menuju ke rumahnya, sampailah Ibrahim di rumahnya di lihat di sanah sudah ada Ibunya bersama Ayu dan juga Ibu Ayu.
Ibrahim yang kaget akan kedatangan mereka.
"Ada apa dengan ini semua?"Tanya Ibrahim di dalam hati.
"Seperti ada hal penting yang mau diucapkan."Gumam Ku.
Ibrahim yang masuk ke dalam rumah dan melihat seisi rumah sudag banyak tamu, ia bingung dan heran kenapa dan acara apa itu.
Kakak memangil Ibrahim.
"Adik!!"Teriak kaka menghampiri Ibrahim.
"Iya."Ucap Ibrahim.
Ibrahim menghampiri kakaknya dan bertanya kepada beliau.
"Ada apa ini kak?"Tanya Ibrahim sambil berbisik kepada kakaknya.
"Kamu lebih baik mandi dan bersiap-siap sanah."Ucap Kakak.
"Tapi untuk apa kak?"Tanya Ibrahim penasaran.
Ibrahim masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian yang telah di sediakan oleh sang ibu di dalam kamarnya.
Ibrahim yang heran dan penuh dengan banyak pertanyaan akan hal ini.
"Maksud nya apa aku di suruh pakai baju kemeja batik?"Tanya Ibrahim mengambil baju.
"Apa jangan-jangan ibu mau aku bertunangan atau lamaran ya?"Tanya Ibrahim.
"Aaahhh, bagaimana nanti aku jelasin kepada Wulan!?"Ucap Ibrahim kesal sambil mengacak rambutnya.
Namun kakak yang sedari tadi memperhatikan sang adik belum keluar juga dari kamarnya, ia menuju ke kamar sang adik untuk mengecek kondisi adiknya.
Tok...Tok...Tok suara pintu di ketuk.
"Mas, boleh kaka masuk?"Tanya Kakak.
"Iya masuk saja."Ucap Ku.
Kakak masuk ke dalam kamar Ibrahim.
"Mas kamu pasti kaget kan ada acara seperti ini?"Tanya Kakak sambil menepuk bahu adik.
"Iya, memangnya mau ada acara apa?"Tanya Ibrahim heran.
"Kamu mau kami nikahkan sama Ayu, tapi kita adakan acara tunangan saja dahulu. Setelah selesai acara nikah kantor kamu baru kita nikah."Ucap Kakak.
"Apa bertunangan???"Ucap Ibrahim kaget.
"Iya, tapi lebih jelasnya kamu bisa tanya sama ibu saja."Ucap Kakak.
Ibrahim menganguk dan langsung ke ruang tamu untuk menemui Ibu, sampailah Ibrahim di ruang tamu muka penuh emosi dan amarah.
Rasa tidak percaya sang ibu mau menjodohkan aku sama Ayu, hati penuh dengan banyak pertanyaan dan juga amarah yang sudah memuncak.
Ibrahim sampai di ruang tamu.
"Ibu!!!"Teriak Ibrahim.
"Ada apa ini?"Pungkasnya.
Ibu menghampiri Ibrahim.
"Sabar mas, duduk dahulu."Ucap Ibu memegang tanggan Ibrahim.
Ibrahim patuh kepada sang ibu, lalu Ibrahim duduk, ibu menjelaskan kepada Ibrahim.
"Jadi ginih nak, beliau meminta kita menjodohkan kamu kepada putrinya."Ucap Ibu.
"Tapi bu, ibu tau kan kalau aku kerjanya apa?" terus tidak bisa nikah secara tiba-tiba banyak hal yang mesti di urus."Pungkas Ku.
"Iya ibu tau nak, maka dari itu ibu dan orang tua Ayu datang ke sinih untuk memulai obrolan. Karena menikah itu adalah ibadah."Ucap Ibu.
"Tapi bu, aku tidak suka sama Ayu."Pungkas Ku kesal dan emosi.
"Nak rasa cinta dan suka itu akan datang dengan sendirinya setelah kalian bersama."Kata Ibu.
Namun Ibrahim tidak menjawab apa pun, lalu ponsel Ibrahim berbunyi tanda pangilan masuk.
Ibrahim melihat ponselnya dan langsung izin untuk mengangkat telpon.
"Mohon maaf semua, aku izin mau angkat telpon dahulu."Ucap Ku pergi.
__ADS_1
Ibrahim keluar dan berdiri di depan pintu pagar.
"Hallo."
"Kamu dimana?"
"Siap salah komandan, izin masih di rumah."
"Kamu hari ini ada tugas, segera ke kapal."
"Siap komandan."
"Saya tunggu 15 menit dari sekarang jika tidak kamu mendapat hukuman."
"Siap."
Ayu yang curiga kenapa Ibrahim angkat telponnya sampai jauh.
"Kira-Kira yang telpon siapa ya?'Tanya Ayu di dalam hati.
"Kenapa angkatnya jauh sekali?'Gumam Ayu.
Ayu yang sedari tadi tidak menjawab pertanyaan dari orang tuanya hanya focus melihat Ibrahim pergi gitu saja, ibu Ayu menepuk bahu anaknya.
"Gimana ndo, kamu mau kan nikah sama mas Ibrahim?"Tanya Ibu.
"Aku sih manut wae bu, sing penting baik dan sholeh."Kata Ku.
"Alhamdulillah kalau kamu mau."Ucap mereka bersamaan.
Beberapa menit kemudian Ibrahim masuk ke dalam rumah, ia berpamitan kepada semua yang berada di rumah untuk segera kembali bertugas.
"Mohon maaf semua saya izin pamit untuk bertugas."Ucap Ku.
"Loh mas tapi kita belum berbicara apa pun."Kata Ibu.
"Nanti lagi aja bu, aku harus pergi sekarang."Ucap ku.
Ibrahim pergi meninggalkan rumah dan kembali ke kapal.
Di rumah Ibrahim acara semakin ricuh.
"Mohon maaf semua, memang seperti itu Ibrahim tidak bisa meninggalkan tugasnya."Ucap Ibu.
"Lalu bagaimana ini jeng?"Tanya Ibu Ayu.
"Nanti lagi kita obrolkan."Ucap Ibu.
"Baiklah bu, kami sekeluarga pamit."Ucap Bapak Ayu kesal.
"Tapi pak, ibu belum selesai berbicara."Kata Ibu.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, ayo kita pulang bu."Pungkas bapak emosi.
"Mohon maaf sebesar-besarnya atas perlakuan anak saya tadi, saya harap Ayu dan sekeluarga mengerti."Ucap Ibu malu.
Mereka semua hanya menganguk dan pergi meninggalkan rumah Ibrahim.
"Sabar bu, memang seperti itu kalau tentara. Karena negara nomor 1 dan istrinya di duakan setelah tugas negara."Ucap Kakak.
"Ah sudahlah, yang penting dia mau dahulu."Ucap Ibu.
Kini Ibrahim sudah sampai di kosannya, ia langsung masuk ke dalam kamar dan mengambil seragamnya.
Dengan secepat kilat ia berlari menuju kapal, namun pas di kapal ia terlambat 15 menit.
Ibrahim langsung masuk di barisan dan memberi hormat dengan postur tubuh tegapnya.
"Izin komandan, saya hadir."Pungkas Ibrahim.
"Kamu kenapa terlambat?"Tanya Komandan.
"Siap salah, Izin saya tadi habis dari rumah menjenguk bapak serang sakit."Ucap Ibrahim.
"Apakah betul itu ?"Tanya Komandan.
"Siap, betul komandan."Pungkas Ibrahim dengan suara lantangnya.
"Kami sekarang push up 15 kali."Kata Komandan.
"Siap."Ucap Ibrahim.
Ibrahim menerima hukuman dengan push up 15 kali.
"Setelah selesai kamu ke ruangan saya."Ujar Komandan.
Ibrahim langsung berdiri tegap dan langsung menjawab.
"Siap laksanakan."Pungkasnya.
Kini Ibrahim kembali push up.
Di mall Wulan sedang bekerja, namun hatinya tiba-tiba gelisah dan seperti ada yang menganjal.
"Kenapa hati ku seperti ini?"Tanya Wulan di dalam hati.
"Lebih baik aku shalat saja deh."Ujar Ku.
Wulan meminta izin kepada Hani untuk shalat.
"Teh, aku shalat dahuly ya."Ucap Wulan.
"Oh iya neng, doain ya semoga kita jualan banyak."Ujar Hani.
Wulan hanya menganguk saja dan Wulan melangkahkan kaki menuju mushallah, kini Wulan tiba di mushallah dan ia hendak mengambil air wudhu namun tiba-tiba cincin pemberian Ibrahim terjatuh di lantai.
"Astagfirullohalazim kenapa bisa terlepas dari jari manis?'Tanya Wulan dan mengambil cincin itu.
Wulan kembali untuk melaksanakan shalat, karena hatinya semakin tidak karuan.
Setelah selesai shalat Wulan memanjatkan doa semoga tidak terjadi apa pun baik ia dan Ibrahim.
"Aneh kenapa masih sama hatiku gelisah tidak karuan."Batin Wulan.
"Ah sudah lah, semoga saja tidak kenapa-kenapa."Ucap Wulan.
Kini Wulan kembali ke toko untuk bekerja lagi, sampailah Wulan di toko, ia masih memegang cincin yang tadi terjatuh di mushallah dan masih memikirkan kenapa hatinya gelisah.
Hani yang melihat Wulan yang sedang gelisah itu menghampiri Wulan.
"You kenapa melamun?"Tanya Hani heran melihat Wulan.
"Hati aku habis shalat masih gelisah teh."Ucap Wulan.
"Gelisah kenapa?"Tanya Hani penasaran.
"Aku juga tidak tau teh."Kata Ku heran.
"Yasudah semoga saja tidak kenapa-kenapa ya."Ucap Hani memeluk Wulan.
__ADS_1
Wulan hanya menganguk saja, kini mereka kembali bekerja.
Bersambung,,,