Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
92. ANDK


__ADS_3

Hari demi hari Wulan sibuk dengan bekerja seperti biasanya, kini Wulan mendapat telpon dari atasannya.


Kring...Kring...Kring... suara ponsel berbunyi.


"Hallo bang."


"Lan, abang mau kasih kabar baik buat kamu."


"Kabar apa bang?"


"Selamat cuti kamu telah di acc oleh kantor, besok kamu bisa cuti."


"Serius bang?"


"Iya serius, nanti sore abang ke toko kamu kasih surat cutinya."


"Oke bang, Wulan tunggu di toko."


"Siap."


"Terimakasih bang."


"Sama-Sama."


Wulan yang senang dan bahagia mendapat kabar bahwa cutinya di acc, Wulan langsung memesan tiket untuk berlibur ke rumah neneknya di Yogyakarta.


"Aku harus memesan tiket ini untuk besok."Ucap Ku tersenyum.


Wulan melihat-melihat jadwal keberangkatan besok, setelah selesai Wulan memesan ia kembali bekerja.


Hani yang melihat Wulan sedang bahagia dan menghampiri Wulan.


"Cie kayanya sedang bahagia?"Tanya Hani.


"Iya teh, aku di acc untuk cuti."Kata Ku tersenyum.


"Asyik dong liburan."Kata Hani.


"Hehehe iya teh, teteh mau nitip pesan apa?"Tanya Wulan mengangkat satu alisnya.


"Seriusan?"Tanya Hani antusias.


"Iya teteh."Kata Ku.


"Baiklah, nanti aku catet ya dan kirim ke kamu."Ujar Hani.


"Oke teh, nanti kalau udah transfer ya."Kata Ku.


"Rencana kamu cuti berapa hari?"Tanya Hani.


"Besok aku sudah berangkat teh."Ucap Wulan.


"Cepat sekali kamu berangkatnya, terus sudah bilang sama kokoh belum?"Tanya Hani.


"Aku sudah bilang dari jauh hari sama kokoh, cuman kalau berangkat besok aku belum bilang lagi. Karena aku aja baru di kasih kabar oleh atasan aku tadi."Kata Ku.


"Yasudah nanti kamu bilang sama kokoh aja lagi."Ucap Hani.


"Iya teh."Kata Ku.


Wulan dan Hani sedang bercakap-cakap untuk Wulan cuti besok, kemudian datang lah Fauzan ke toko.


"Asyik ya yang lagi ngobrol."Ujar Fauzan.


Wulan langsung menoleh ke sumber suara.


"Hehehe maaf bang."Kata Ku tersenyum.


"Rencana kamu kapan mau berangkat?"Tanya Fauzan.


"Aku sudah pesan tiketnya, aku berangkat pukul 06.15 WIB."Kata Ku.


"Pagi sekali Lan, emangnya kamu mau liburan kemana?"Tanya Fauzan.


"Mau ke rumah uti di Jogja bang."Pungkas Wulan.


"Wah asyik dong, nitip oleh-oleh ya."Ucap Fauzan.


"Iya bang boleh, tinggal kirim pesan saja sama Wulan."Kata Ku.


Kemudian Fauzan kasih surat cuti kepada Wulan.


"Lan ini surat cutinya, kamu tulis dulu ya. Kalau sudah di isi kasih ke abang lagi, biar besok abang kasih ke kantor."Ucap Fauzan.


"Wah terimakasih banyak bang."Kata Ku.


Wulan kemudian menulis surat cuti, setelah selesai Wulan kasih kepada Fauzan.


"Bang ini sudah selesai aku tulis."Kata Ku.


"Yasudah kalau begitu abang pulang dahulu ya, selamat berlibur ya Lan semoga kamu di sanah bisa tenangin pikiran."Ucap Fauzan.


"Aaamiin, terimakasih bang."Kata Ku.


Kini Wulan kembali bekerja dan Fauzan pulang ke rumah, tidak terasa waktu semakin cepat berlalu kini Wulan dan Hani bergegas untuk pulang ke rumah.


Wulan izin kepada kokoh dan teman-teman lainnya karena besok ia akan cuti selama 4 hari, Wulan menghampiri kokoh.


"Kokoh, aku mau izin besok aku cuti selama 4 hari jadi besok aku tidak datang ke toko ya."Ucap Ku.


"Asyik dong liburan?"Tanya Kokoh mengoda Wulan.


"Hehehe iya koh, jika ada hal penting kokoh bisa kirim pesan sama aku."Kata Ku.


"Mau liburan kemana kamu?"Tanya Kokoh.


"Pulang kampung koh ke Jogja ke rumah nenek."Ucap Wulan.


"Iya kokoh izinin kamu."Kata Kokoh.


"Terimakasih banyak ya koh."Ucap Wulan.


Kokoh hanya tersenyum saja, kini Wulan berpamitan kepada semua teman-teman di sanah. Setelah selesai Wulan kembali ke rumahnya.


Beberapa menit kemudian Wulan telah sampai di rumahnya, Wulan bergegas untuk masuk menuju ke kamarnya.


Wulan mempersiapkan untuk besok berangkat pagi-pagi, Wulan memilah milih baju, celana, rok, sepatu, tas, dll yang ia kenakan selama berana di rumah Uti.


Wulan mengeluarkan semua isi lemarinya dan di taruh di atas kasur.


"Hadeuh aku besok harus bawa baju yang mana saja ya?"Tanya Wulan sambil bingung.


Wulan memilih beberapa baju untuk di coba sambil berhadapan di cermin.


"Yang kanan atau yang kiri ya?"Tanya Wulan bingung.


Wulan sedang asyik memilih beberapa baju, pintu kamar Wulan di ketuk oleh seseorang.

__ADS_1


"Masuk!!!"Teriak Wulan.


Masuklah sang ibu ke dalam kamar, melihat kamar anaknya sangat berantakan karena banyak baju.


"Loh kenapa semua baju di keluarkan?"Tanya Mama heran.


"Oh itu besok aku mau jalan-jalan dari samsung, cuman aku bingung mau bawa baju yang mana saja."Ucap Wulan.


"Berapa hari kamu jalan-jalan?"Tanya Mama.


"4 hari ma."Ucap Ku.


"Mau Mama pilihin beberapa baju yang kamu pakai?"Tanya Mama.


"Iya boleh."Kata Ku.


Mama memilih beberapa baju untuk anaknya, Wulan merapihkan beberapa yang tidak ia bawa dan memasukannya kembali ke dalam lemari. Kini persiapan Wulan untuk pergi besok telah selesai.


"Terimakasih ma, sudah mau bantu aku pilih beberapa baju."Kata Ku.


"Iya, besok kamu berangkat jam berapa?"Tanya Mama.


"Jam 04.30 Wib."Kata Ku.


"Loh memangnya kamu mau kemana dan naik apa?"Tanya Mama.


Wulan berpikir sejenak dan menghelaikan nafas.


"Aku tidak akan bilang sejujurnya kalau mau ke rumah uti, nanti yang ada mama tidak akan izinkan."Batin Wulan.


Kemudian Wulan mendapat ide cemerlang.


"Mau ke Jogja ma, naik kereta."Kata Ku.


"Yasudah hati-hati di jalan, terus kalau bisa kamu mampir ke rumah uti ya. Kasihan mereka sudah tua tidak di tengok-tengok."Ucap Mama.


"Iya ma."Kata Ku.


"Yasudah lebih baik kamu istirahat, besok mau berangkat pagi."Ujar Mama.


Wulan hanya menganguk saja, kemudian mama keluar dari kamar Wulan.


"Aku harus memasang alarm dahulu, takut kesiangan."Ucap Wulan.


Wulan mengambil ponselnya untuk memasang alarm di ponsel, Setelah selesai memasang alarm di ponselnya, kini Wulan tertidur dengan lelap.


Pagi hari alarm ponsel Wulan berbunyi, Wulan sergera mandi serta shalat subuh. Setelah selsai Wulan bersiap-siap ia kini berpamitan kepada sang ibu dan kedua adiknya.


"Mama aku berangkat dahulu ya."Kata Ku.


"Iya Hati-hati di jalan."Ujar Mama.


"Titip mama di rumah ya, jangan nakal kalian berdua di rumah."Kata Ku kepada kedua adik.


"Iya."Jawab mereka bersamaan.


"Kakak ini tadi mama sudah siapkan untuk bekal kamu di jalan, nanti di makan ya."Ucap Mama.


"Iya Ma, terimakasih."Ucap Ku tersenyum.


"Iya, yasudah sanah berangkat nanti terlambat."Ujar Mama.


Wulan akhirnya berangkat menuju stasion, beberapa menit kemudian Wulan sampai di stasion ia sedang menunggu kereta yang membawanya.


Di stasiun Pasar Senen Wulan sedang menunggu itu, sambil menunggu Wulan memakan roti yang telah di buatkan oleh sang ibu.


Beberapa menit kemudian kereta telah datang, Wulan masuk ke dalam kereta sambil melihat kanan dan kiri nomor bangku.


Setelah ia mengirim pesan kepada semuanya Wulan kembali menutup ponselnya, Wulan melihat ke arah jendela melihat pemandangan hamparan sawah milik petani di sanah yang membuat sejuk di mata.


"Subhannallah bagus sekali pemandangannya."Ujar Ku.


Wulan sedang asyik melihat pemandangan, tidak terasa waktu semakin berlalu. Wulan kini telah sampai di stasiun Lempuyangan tempat dimana ia berhenti.


Wulan turun dari kereta api dan membawa barang bawaannya, kini Wulan menghubungi pakdenya untuk menjemput ia di stasiun.


Wulan mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Pakdenya.


"Assalamuallaukum Pakde, ini aku Wulan mau kasih kabar kalau aku sudah di stasiun lempuyangan. Kira-Kira Pakde bisa jemput aku tidak sekarang di stasiun?"


"Waaallaikumsalam Lan, apa kamu sudah di stasiun Lempuyangan?" Kenapa tidak kasih tau Pakde dari jauh-jauh hari?" Iya nanti Pakde jemput ya, kamu tunggu saja di sanah dan Pakde akan bilang sama Eyang Uti kamu kalau kamu datang."Ucap Pakde panik.


"Iya maaf pakde aku tidak kasih tau, soalnya mendadak. Ia aku tunggu kok, aku datangnya sendiri Pakde."Ucap Ku.


"Apa kamu datang hanya seorang diri?"Lalu Ibumu dan Adikmu tidak ikut?"Tanya Pakde heran.


"Mama sama Adik tidak ikut, karena adik masih sekolah belum bisa libur."Kata Ku.


"Yasudah tunggu saja ya, sebentar saya mau siap-siap dahulu dan mau kasih tau kabar ini kepada Uti."Ujar Pakde.


"Iya Pakde."Kata Ku.


Kemudian telpon Wulan mati, ia sedang menunggu Pakde untuk menjemputnya.


Beberapa menit kemudian Pakde telah sampai di stasiun, Pakde mencari Wulan ke sanah dan ke sinih.


"Itu anak tunggu dimana ya?"Tanya Pakde.


Kemudian Wulan menelpon Pakde karena sudah lama ia menunggu tidak ada tanda kehadiran akan menjemputnya.


Pakde melihat ponselnya.


"Wah pas sekali itu anak telpon."Ujar Pakde.


Pakde mengangkat telpon.


"Hallo Ndo, kamu tunggu dimana?" Tanya Pakde.


"Aku tunggu di depan stasiun pakde, di dekat toko roti."Ucap Wulan.


"Oh di sanah, yasudah saya ke sanah."Kata Pakde.


Kini Wulan dan Pakde telah bertemu, mereka langsung menuju ke rumah uti.


Di perjalanan Wulan dan Pakde sedang asyik berbincang-bincang.


"Kamu kok kalau mau pulang kampung tidak kasih kabar dahulu?"Tanya Pakde.


"Iya maaf pakde, aku rencana mau kasih kejutan kepada kalian semua."Ucap Ku.


"Ada-Ada aja kamu ini."Ujar Pakde.


Wulan melihat ke kanan dan kiri pemandangan sekitar Jogja, membuat mata Wulan kagum akan kota itu.


"Pakde waktu aku ke sinih dahulu tidak seperti ini ya?"Tanya Wulan.


"Yo sudah berubah toh, kamu ke sinih waktu masih kecil dan sekarang sudah dewasa banyak sekali bangunan yang berubah."Ucap Pakde.

__ADS_1


"Iya iya, aku jarang pulang jadi tidak tau."Kata Ku.


"Iya makanya kamu sering-sering pulang, nanti pakde kasih tau mana saja tempat wisata yang bagus di sinih."Ujar Pakde.


"Seriusan mau antar Wulan mengelilingi Jogja?"Tanya Wulan antusias.


"Iya serius."Ucap Pakde tersenyum.


"Wah terimakasih banyak pakde."Kata Ku tersenyum.


"Nanti kalau ada waktu dan kamu liburannya lama di sinih pakde akan antar kamu."Ucap Pakde.


"Aku di sinih cuman 4 hari saja pakde."Kata Ku.


"Kenapa tidak seminggu saja?"Tanta Pakde.


"Tidak bisa pakde, aku cuman di kasih izin cuti 4 hari sama offday jadi selebihnya aku tidak bisa izin lagi."Ucap Ku.


"Yowis ora opo-opo."Ujar Pakde.


Mereka berdua sedang asyik ngobrol tidak terasa telah sampai di rumah eyang uti, Wulan di sambut oleh Nenek dan Kakeknya. Mereka berdua nampak senang melihat kedatangan sang cucu karena sudah lama tidak pulang.


Wulan berlari memeluk Neneknya.


"Uti!!!"Teriak Wulan sambil memeluknya.


Sang nenek melihat kelakuan cucunya masih sama ketika ia bersekolah di sanah, ia langsung tersenyum.


"Kamu ke sinih sama siapa?"Tanya Akung.


"Sendiri kung."Kata Ku.


"Loh ibumu dan adikmu tidak ikut?"Tanya Uti.


"Tidak Uti, mereka belum bisa libur karena masih pada sekolah. Aku ke sinih karena aku bisa ambil cuti ku di tempat kerja."Kata Ku.


"Yowis, kita ngobrolnya di dalam saja."Kata Akung.


Wulan dan Uti masuk ke dalam rumah, barang-barang Wulan di bawa oleh pakdenya serta ponakannya.


"Mau minum apa kamu?"Tanya Uti.


"Tidak usah repot-repot Uti, nanti aku ambil sendiri di dapur."Kata Ku.


"Kamu tumben berani sendirian ke sinih?"Tanya Akung.


"Hehehe iya akung, aku sekarang sudah besar jadi harus berani."Kata Ku.


"Lalu bagaimana kuliah dan bekerja kamu?"Tanya Uti.


"Alhamdulilalh semuanya lancar."Kata Ku.


"Sering-Sering main ke sinih, sering-sering jenguk kami yang sudah tua ini. Karena kami tidak bisa ke Bekasi karena sudah renta dan tau."Ucap Akung.


"Iya insyaallah akung, jika ada waktu aku akan mampir untuk main. Yang penting akung sama uti sehat-sehat di sinih."Kata Ku tersenyum.


"Aamiin, kapan kamu mau bawa calon ke sinih?"Tanya Mereka bersamaan.


"Doain saja secepatnya."Kata Ku.


"Iya kita selalu doakan yang terbaik buat kamu."Ucap Mereka.


Mereka sedang asyik ngobrol kemudian kedatangan teman SMP Wulan.


Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk.


"Assalamuallaikum pakde."Ucap Firman.


Kemudian akung menoleh ke sumber suara dan menghampirinya.


"Eh kamu kirain siapa, ada apa?"Tanya Akung.


"Aku mau pinjam Tang dan Obeng ada?"Tanya Firman.


"Ada, tunggu sebentar."Ucap Akung.


Firman melihat ke dalam rumahnya ternyata sedang ada tamu, kemudian akung mengambil Tang dan Obeng untuk di kasih.


"Pakde lagi ada tamu ya?"Tanya Firman.


"Oh iya, itu Wulan ia baru sampai."Kata Akung.


"Apa itu Wulan yang dulu sekolah bareng sama aku?"Tanya Firman penasaran.


"Iya, mau ketemu sama dia?"Tanya Akung.


"Boleh, kalau di izinkan masuk?"Tanya Firman.


"Iya silahkan saja kalian bertemu dan ngobrol bersama."Ucap Akung.


Akhirnya Akung dan Firman masuk ke dalam rumah dan menghampiri Wulan yang sedang bercakap-cakap bersama Uti.


Wulan dan Uti terkejut yang di bawa masuk oleh Akung ternyata adalah teman sekolah dulu.


"Lan kamu masih kenal sama teman masa kecil kamu waktu di SMP?"Tanya Akung.


"Siapa?"Tanya Wulan bingung.


"Aku Lan, Firman yang sering usilin kamu dan jahili kamu."Ucap Firman.


Kemudian Wulan mengigat kembali, namun semakin di ingat semakin pusing kepala Wulan.


"Yaallah kenapa dengan kepala aku ini."Batin Wulan.


Akung, Uti dan Firman melihat Wulan sedang kesakitan dan bertanya kepada Wulan.


"Lan kamu baik-baik saja?"Tanya Uti.


"Lan kamu sakit?"Tanya Firman.


Kemudian Wulan memejamkan mata dan menarik napas.


"Iya aku baik-baik saja."Kata Ku.


"Yasudah lebih baik kamu istirahat saja di kamar, kamarnya sudah uti bersihkan tadi. Kasihan kamu mungkin capek baru saja datang."Ucap Uti membawa cucunya ke dalam kamar.


"Baik Uti."Kata Ku.


"Maaf ya Firman aku harus masuk ke dalam kamar dahulu, nanti lain waktu kita kembali ngobrol dan aku sudah ingat kamu."Kata Ku berbohong.


"Yasudah Lan, kamu istirahat saja."Ucap Firman.


"Pakde dan Bude aku pamit pulang dahulu."Kata Firman.


Wulan masuk ke dalam kamar bersama Uti, sedangkan Firman dan Akung menuju pintu keluar rumah.


NOTE :

__ADS_1


Eyang Uti adalah sebutan untuk Ibu dari keluarga Ayah/Ibu dalam bahasa Jawa.


Sedangkan, Eyang Akung adalah sebutan untuk Ayah dari keluarga Ayah/Ibu dalam bahasa Jawa.


__ADS_2