Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
43.ANDK


__ADS_3

Hari demi hari telah di lalui Wulan dan Ibrahim, kini 1 minggu kemudian sebelum Ibrahim akan bertugas ke NATUNA atas surat perintah dari pusat.


Wulan yang sibuk bekerja itu, dapat notifikasi pesan dari Ibrahim.


"Lan, hari ini kamu pulang jam berapa ?"Tanya Ibrahim.


"Pukul 19.00WIB, kenapa ?"Tanya Wulan.


"Kamu bawa baju gantikan ?"Tanya Ibrahim.


"Iya aku selalu bawa kok."Kata Ku.


"Nanti aku ajak kamu nonton di bioskop bareng sama teman-teman dan atasan aku."Ucap Ibrahim.


"Mau nonton apa emangnya?"Tanya Wulan heran.


"Pasukan garuda sayang."Kata Ibrahim.


"Oh yasudah mas."Jawab Wulan.


"Dari situ kamu bisa belajar bagaimana menjadi pacar Abdinegara yang baik."Ucap Ibrahim.


"Iya mas, sudah ya kau mau shalat dulu."Kata Ku.


"Iya shalat yang rajin ya, terus kamu nonton film DOTS nya jangan lupa."Ucap Ibrahim.


"Iya sudah aku tonton kok."Kata Wulan.


"Oke, yasudah sanah shalat."Kata Ibrahim.


Wulan memaruh ponselnya dan menuju ke mushalah. Sesampainya di mushalah Wulan melihat Hani sedang shalat juga. Wulan mendekati Hani.


"Teh!"Bisik Wulan.


"Astagfirulohalazim, kamu bikin kaget aku saja!"Kata Hani terkejut.


"Hehehe maaf."Ucap Wulan tersenyum.


"Sudah shalatnya?"Tanya Hani.


"Sudah kok. Baru selesai"Kata Wulan.


"Mau bareng tidak menuju tokonya?'Tanya Hani.


"Iya bareng."Kata Wulan.


Mereka kembali ke toko bersama. Setelah sampai di toko mereka pun kembali bekerja. Waktu berjalan dengan cepat dan sampailah Wulan untuk pulang ke rumahnya. Tibalah ponsel Wulan berdering.


Kring...Kring...Kring...


"Aku sudah sampai nih di depan toko kamu!"Ucap Ibrahim.


Wulan yang sedang make up di bawah toko itu dan langusung berdiri melihat ke arah depan toko.


"Mas!"Teriak Wulan.


"Oh jadi kamu di bawa toko, pantas saja aku tidak lihat dari tadi. Aku sudah keliling mall ini tidak lihat kamu."Ucap Ibrahim.


"Oh iya maaf tadi aku habis pakai make up dulu."Ucap Wulan.


"Jadi sudah siap nih?"Tanya Ibrahim.


"Sudah mas."Ucap Wulan tersenyum.


"Koh, aku izin bawa Wulan pulang ya."Kata Ibrahim pamit kepada Kokoh.


"Iya hati-hati ya."Jawab Kokoh.


"Koh, aku permisi dahulu ya."Jawab Wulan.


Mereka pergi menuju bioskop. Di tengah perjalanan Ibrahim mengisi bensin di pom dan menyuruh Wulan hapus make up yang berlebihan.


"Kamu sanah ke toilet dahulu, bersihkan itu alis kamu jelek kalau pakai alis seperti itu. Kamu hanya perlu pakai lipstick dan eyeliner saja sudah cukup di wajah kamu yang imut itu."Kata Ibrahim kesal.


"Memangnya aku terlihat aneh kalau pakai alis ya?"Tanya Wulan heran.


"Iya, tidak cocok sama muka kamu yang kecil itu."Ucap Ibrahim.


Wulan hanya menganguk dan menuju toilet untuk hapus make upnya. Kini Wulan sudah sampai di toilet dan bercermin sambil melihat mukanya.


"Apa aku jelek kalau tampil seperti ini?"Gumam Wulan sambil menghapus alisnya.


Setelah Wulan selesai dari menghapus make upnya. Setelah selesai Wulan langsung kembali menuju Ibrahim.


"Nah kalau kaya ginih jauh lebih cantik dan lebih fresh cocok sama muka kamu yang kecil seperti itu."Ucap Ibrahim.


"Serius mas?"Tanya Wulan.


"Iya ngapain aku bohong."Jawab Ibrahim.


"Padahal aku cuman mau untuk tampil beda sama kamu kok."Ucap Wulan sedih.


"Kamu tampil apa adanya dan natural aku lebih suka sayang."Jawab Ibrahim sambil mengelus kepalanya.


"Terimakasih ya mas."Ucap Wulan tersenyum.


"Yasudaj ayo kita berangkat!"Ucap Ibrahim sambil pegang tanggan Wulan dan memakainya helm.


Wulan hanya menganguk dan naik motor, mereka pun berjalan menuju salah satu mall di daerah jakarta. Kini tibalah mereka sampai di mall tersebut dan mereka menuju ke dalam mall, dilihatlah sudah banyak segerombolan keluarga Tentara berserta keluarga mereka dan pasang mereka untuk menonton bareng. Kini mereka semua masuk ke dalam bioskop untuk menonton. Wulan dan Ibrahim kebagian bangku paling tengah pas di depan layar bioskop.


"Mau beli popcorn atau minuman tidak?"Tanya Ibrahim.


"Terserah kamu."Ucap Wulan.


"Jangan buat jawaban terserah yang pusing aku harus berbuat apa."Ucap Ibrahim mengerutkan dahinya.


"Masa kaya gitu saja kamu nanya sih mas."Gumam Wulan melirik Ibrahim.


"Yasudah aku beli saja!"Ucap Ibrahim sambil beli pop cornnya.


Kini filmnya telah di mulai, mereka asyik menonton filmnya sambil memakan dan minum yang tadi mereka pesan.


"Dari sorotan mata kamu tadi di penjualan Pop corn itu kamu kaya menyuruh aku belinya."Bisik Ibrahim di telingga Wulan.


"Jangan berisik mas, aku lagi focus nonton."Ucap Wulan.


"Kamu selalu focus kalau sudah nonton sesuatu."Kata Ibrahim.


"Iya , biar aku bisa menjadi pacar yang baik dan juga biar bisa tau menghadapi pelakor gimana nanti kalau kamu jauh dari aku."Rajuk Wulan menaikan alisnya.


"Hahaha aku tidak akan selingkuh dari kamu kok."Ucap Ibrahim mengacak rambut Wulan.


"Selingkuh atau tidaknya hanya kamu dan tuhan yang tau mas."Ucap Wulan tersenyum.


"Hahaha, kamu jadi antisipasi ya gara-gara perempuan itu."Ucap Ibrahim tersenyum sambil kembali nonton.


"Iisshh, antisipasi itu perlu lah mas."Ucap Wulan kesal.


"Hahaha iya iya, aku ngalah sama kamu deh."Kata Ibrahim tersenyum.


Mereka menonton film dengan khitmatnya dan beberapa saat kemudian suara ponsel Ibrahim berbunyi dan Ibrahim menuju ke toilet.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sinih ya, aku mau ke toilet dahulu mau angkat telpon dari komandan."Ucap Ibrahim mengecup kening Wulan.


"Oh yasudah sanah mas, jangan lama ya."Ucap Wulan.


"Iya."Ucap Ibrahim.


Ibrahim menuruni tangga dan menuju ke toilet. Sampailah Ibrahim di toilet.


"Iya hallo, ada apa Rahayu?"Tanya Ibrahim.


"Kamu jadi tidak aku antar berobatnya?"Tanya Rahayu.


"Tidak jadi, aku sudah berobat tadi di klinik dekat kapal. Maaf ya lupa kasih tau sama kamu."Ucap Ibrahim.


"Yasudah lain kali bilang ya, semoga cepat sembuh ya mas."Ucap Rahayu.


"Iya terimakasih, sudah dulu ya aku mau istirahat lagi sebelum nanti malam mau piket."Ucap Ibrahim.


"Yasudah sanah tidur, jangan kebanyakan main ponsel terus."Ucap Rahayu.


"Iya."Ucap Ibrahim.


Di dalam bioskop Wulan mengeluarkan ponselnya untuk kasih kabar ke Mama kalau hari ini dia pulang sangat larut malam.


"Assalamuallaaikum Ma, hari ini aku pulang malam karena mau temanin Ibrahim ke rumah atasannya."Ucap Wulan.


"Waalaikumsalam, Iya hati-hati ya kak. Jangan pulang terlalu malam banget dan sebelum jam 00.00 WIB sudah harus sampai di rumah."Ucap Mama.


"Baik Ma."Kata Wulan.


Wulan menaruh ponselnya ke dalam tas dan menonton kembali. Beberapa saat kemudian, Ibrahim menuju ke dalam bioskop dan menemui Wulan lagi.


"Sudah selesai telponnya?"Tanya Wulan.


"Sudah."Jawab Ibrahim.


"Apa kata komandan kamu?"Tanya Wulan penasaran.


"Aku di suruh piket nanti malam habis dari nonton ini."Jawab Ibrahim tersenyum.


"Oh."Jawab Wulan.


Ibrahim hanya diam dan melihat muka Wulan.


"Alhamdulillah kalau kamu percaya."Batin Ibrahim.


"Kenapa lihat muka aku seperti itu?"Tanya Wulan heran.


"Kamu hari ini cantik sekali."Ucap Ibrahim tersenyum.


"Lebay, kamu tidak ada yang di sembunyiin dari aku kan mas ?"Tanya Wulan melirik.


"Tidak ada kok."Ucap Ibrahim memeluk Wulan.


"Iiissshhh, lepasin mas aku tidak bisa napas dan lagi pula malu tau di depan umum seperti ini di lihatin banyak orang."Ucap Wulan.


"Iya iya maaf."Ucap Ibrahim melepaskan Wulan dari pelukannya.


Setengah dari film itu mereka hendak nonton tiba-tiba ponsel Ibrahim berbunyi kali ini Ibrahim mengangkatnya di samping Wulan agar tidak curiga lagi.


Dddrrrttt...Ddddrrrrttt...Dddrrrrttt...


"Itu ponsel kamu bunyi mas."Ucap Wulan sambil makan pop cornnya.


"Iya aku angkat dahulu ya."Kata Ibrahim.


"Iya."Ucap Wulan.


Ibrahim mengangkat telponnya. Setelah selesai telpon Ibrahim dan Wulan pulang ke rumah.


"Yah, tapi belum habis filmnya."Ucap Wulan sedih.


"Yasudah kamu nonton saja di sinih ya nanti aku kaish ongkosnya buat kamu pulang gimana?"Tanya Ibrahim.


"Eh jangan mas, aku pulang saja sama kamu kok. Lagi pula ini sudah sangat malam."Ucap Wulan.


"Terimakasih ya, kamu sudah negertiin aku."Ucap Ibrahim sambil kecup kening Wulan.


"Tunggu mas, aku rapihin tas dahulu."Ucap Wulan.


"Sudah?"Tanya Ibrahim.


Wulan hanya menganguk saja.


"Ayo kita pulang!"Ucap Ibrahim mengandeng tanggan Wulan.


"Ayo mas!"Ucap Wulan.


Mereka menuju parkiran dan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Wulan.


"Mas, mau mampir?"Tanya Wulan.


"Tidak Lan, lain kali aja ya. Soalnya aku buru-buru mau ke kapal."Ucap Ibrahim.


"Oh yasudah, hati-hati di jalan."Kata Wulan.


Ibrahim hanya menganguk dan suara ponselnya berbunyi lagi, namun sama Ibrahim tidak di angkat dan Ibrahim pergi begitu aja. Wulan masuk ke dalam Rumahnya.


Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk.


"Assalamuallaikum ma!"Teriak Wulan.


"Waalaikumsalam kak."Ucap Mama.


"Ma, aku ke kamar dulu ya."Jawab Wulan.


"Yasudah sanah kak, habis itu tidur ya sayang."Kata Mama.


"Siap bu bos."Jawab Wulan yang hormat kepada Mamanya.


Wulan menuju kamarnya dan sampailah Wulan di kamarnya, Wulan menaruh tas dan ponselnya di atas kasur dan segera mandi. Setelah selesai mandi Wulan rebahaan di atas kasurnya sambil melamun.


"Apa iya kamu begitu sibuknya mas?"Gumam Wulan tanda tanya.


"Terus kenapa kamu harus jawab telpon sembunyi-sembunyi begitu."Batin Wulan.


"Apa benar kamu tidak selingkuh dari aku?"Batin Wulan gelisah.


Wulan gelisah dan berguling kesanah dan kesinih sambil kesal.


"Aaahhh!"Teriak Wulan di atas bantalnya dan memukul gulingnya.


"Kamu bodoh Lan, kalau harus percaya sama orang seperti itu."Rajut Wulan memukul gulingnya kesal.


Wulan melihat ke arah jam ternyata sudah sangat malam dan Wulan tidak bisa tidur, Wulan mengambil ponselnya dan menghubungi Ibrahim namun pas di hubungi ternyata dia telah melakukan pangilan lain.


"Malam kaya ginih pangilan dari siapa?"Batin Wulan mengerutkan dahinya.


"Apa dari atasannya?"Gumam Wulan bertanda tanya.


"Apa semalam ini harus nelponnya?"Batin Wulan kesal.

__ADS_1


Wulan berpikir sejenak dan Wulan mencoba melihat sampai berapa lama pengilan itu terhenti. Ternyata setelah di perhatikan mereka menelpon hampir 2 jam lamanya.


"Apa mereka menelpon sudah 2 jam lamanya malam-malam beginih."Batin Wulan kesal.


"Tidak mungkinkan atasan menelpon malam sampai 2 jam."Batin Wulan berpikir.


"Apa Ibrahim kena omelan dari atasannya."Ucap Wulan berpikir.


"Aku harus berbuat apa sekarang?"Batin Wulan tanda tanya.


"Lebih baik, aku tidur saja lah. Semakin di pikirkan semakin pusing saja."Kata Wulan menghelaikan nafasnya.


Wulan akhirnya tertidur dengan lelah dan pulas. Waktu tidak terasa sudah pagi. Wulan masih tertidur di atas kasur karena hari ini dia libur bekerja dan malas buat berangkat kuliah karena banyak pikiran. Namun ponsel Wulan berdering.


Kring...Kring...Kring...


"Akhirnya di angkat juga."Ucap Maria.


"Ada apa nelpon di pagi hari?"Tanya Wulan dengan nada pucat.


"Kamu sakit Lan?"Tanya Maria dengan panik.


"Tidak kok, kecilkan suaramu berisik tau di telingga aku."Ucap Wulan.


"Iya maaf, habis kamu lama angkat telponnya."Ucap Maria.


"Ada Apa kamu nelpon?"Tanya Wulan sekali lagi.


"Kamu tidak berangkat kuliah?"Tanya Maria.


"Aku sedang malas kuliah hari ini Maria."Ucap Wulan dengan lemas.


"Tumben tidak seperti biasanya."Ucap Maria.


"Hhhhmmm."Ucap Wulan menghelaikan nafas.


"Pokoknya harus datang ke kampus, ada sesuatu yang harus aku omongin sama kamu."Kata Maria.


"Soal apa Mar?"Tanya Wulan penasaran.


"Kamu datang aja dulu ke sinih."Ucap Maria.


"Aku sedang malas ke sanah Maria, udah ucapin saja lewat ponsel ya."Kata Wulan.


"Ayo lah ke kampus, masa kamu tega melihat aku sama tasya berdua saja di kampus tidak ada teman ngobrolnya."Ucap Maria bujuk Wulan.


"Maaf kali ini aku tidak bisa, lain kali saja aku ke kampusnya dan kamu juga sudah ada Tasya kan di sanah."Ucap Wulan.


"Ah kamu tidak seru."Ucap Maria kesal.


Namun beberapa saat kemudian Tasya teriak.


"Itu Tasya kenapa Mar?"Tanya Wulan.


"Makanya kamu ke kampus ya, aku tunggu loh."Ucap Maria.


"Baiklah, aku ngalah deh. Tunggu ya aku siap-siap dahulu."Kata Wulan.


"Oke aku tunggu."Ucap Maria.


Telpon akhirnya berhenti dan Wulan bersiap-siap untuk berangkat menuju ke kampusnya.


"Ada apa dengan Tasya tadi ya?"Batin Wulan tanda tanya.


Setelah Wulan selesai dari persiapan dan Wulan berangkat menuju kampusnya.


"Mau kemana kamu sudah cantik?"Tanya Mama melihat dari atas sampai bawah.


"Mau ke kampus Ma."Ucap Wulan tersenyum.


"Yasudah sanah berangkat."Kata Mama.


"Iya, aku permisi dahulu ya Ma. Assalamuallaikum."Ucap Wulan.


"Waalaikumsalam kak, hati-hati di jalan."Ucap Mama.


Wulan hanya menganguk dan akhirnya Wulan berangkat.


Di kampus.


"Kenapa kamu tadi teriak?"Tanya Maria kepada Tasya.


"Itu loh BTS ganteng-ganteng banget."Ucap Tasya.


"Aku kira kenapa, tapi terimakasih loh berkat kamu akhirnya Wulan mau ke kampus juga."Ucap Maria sambil peluk Tasya.


"Memangnya kenapa dia tidak mau masuk ke kampus?"Tanya Tasya.


"Malas katanya."Ucap Maria.


Wulan tiba di kampus dan mencari teman-temanya.


"Dimana mereka ya?"Batin Wulan sambil melihat ke arah sekitar kampus.


Wulan ambil ponselnya dan langsungmenelpon Maria.


Kring...Kring...Kring...


"Hallo Maria, dimana?"Tanya Wulan melas.


"Sinih di kantin."Kata Maria.


Wulan menuju ke arah kantin dan tidak mematikan ponselnya, sampailah Wulan di kantin dan bertemu dengan temannya.


"Akhirnya kamu sampai juga."Kata Maria sambil cipika cipiki Wulan.


"Iya berkat Tasya yang teriak!"Ucap Wulan melirik Tasya.


"Hahaha maaf maaf, kamu sudah di kibuli oleh Maria tau."Ucap Tasya tertawa jahat.


"Apa???"Teriak Wulan.


"Jadi aku ke sinih di kibulin sama Maria!"Ucap Wulan kesal.


"Hahaha maaf maaf Lan, habisnya tidak seru kalau cuman berdua saja di kampus."Ucap Maria.


"Maria!"Teriak Wulan mengepal tanggan.


Maria hanya tersenyum saja.


"Sudah..Sudah, Kamu mau pesan apa ?"Tanya Tasya.


"Hhhhmmm, es coklat saja Tasya."Kata Wulan emosi.


"Jadi kamu suruh aku ke sinih hanya bosan di kampus berdua saja?"Tanya Wulan.


"Hehehe iya."Ucap Maria.


Pesanan tiba dan mereka minuman sambil mengobrol dan bell kampus berbunyi.


Ting...Tong...Ting...Tong...

__ADS_1


Mereka semua berlari menuju ke dalam kelas sebelum dosen sampai. Mereka sampai di dalam kelas.


Bersambung,,,


__ADS_2