
Sesampai nya Ibrahim di kapal.
"Gimana tadi sudah ketemu sama pacar nya ?" Tanya Diki.
"Belum ketemu, Tapi tadi aku sudah ketemu sama pak Ustadz yang temanin pacar aku menunggu aku di sanah. Beliau menceritakan semua nya kepada aku bahwa sedari tadi pacar aku menunggu aku dan sangat khawatir sama aku."Ucap Ibrahim merasa bersalah.
"Terus pacar kamu kemana ?" Apa sudah pulang ?" Tanya Dika yang penasaran setelah mendengar temannya.
"Aku tidak tau dia kemana sekarang, Kemungkinan dia sudah ada di rumah. Soalnya tadi aku telpon nomor nya mati." Ucap Ibrahim sedih dan khawatir.
"Yasudah kita sebagai teman hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu dan semoga pacar kamu tidak kenapa-napa ya." Ucap Dika dan Diki bersamaan.
"Aamiin." Jawab Ibrahim.
"Maaf kan mas ya sayang sudah mengecewakan kamu dan sudah bikin kamu nunggu lama." Batin Ibrahim.
"Woy kok melamun sih." Ucap Dika yang mengagetkan teman nya.
"Kamu masih mikir pacar kamu itu ?" Tanya Diki.
"Iya, Tadi pas aku tau dari pak Ustadz jadi semakin kagum saja aku sama dia." Ucap Ibrahim tersenyum.
"Oh iya nama pacar kamu siapa sih kalau kita boleh tau?" Tanya Dika dan Diki yang penasaran.
"Nama nya Wulandari." Jawab Ibrahim.
"Nama yang bagus ya." Jawab Dika dan Diki bersamaan.
"Iya seperti orang nya." Jawab Ibrahim tersenyum.
"Semakin penasaran kita buat ketemu." Jawab Dika dan Diki untuk mencoba mengoda Ibrahim agar setuju buat ketemu.
"Baik lah nanti aku coba buat ajak dia buat ketemu ya sebelum kita ke NATUNA kalian akan bertemu sama dia dan ingat jangan sampai suka loh ya." Ucap Ibrahim mengancam teman-teman nya.
"Iya iya kita janji tidak akan suka kok. Lagi pula kita sudah punya pasangan masing-masing ngapain juga harus merebut punya kamu." Ucap Dika dan Diki.
"Oke."Jawab Ibrahim.
Mereka akhirnya berjaga bersama.
Pagi Hari pukul 07.00 WIB Ibrahim pun mengirim pesan kepada Wulan.
"Lan maafkan aku ya kemarin tidak menepati janji kamu, Soal nya kemarin aku ketiduran. Jadi mohon maafin aku ya. Aku janji deh lain kali aku akan tepati janji aku sama kamu jadi kamu jangan marah ya sama aku. Pleasee..." Ucap Ibrahim meminta maaf dengan memelas.
Namun Wulan hanya membaca notif saja di ponsel nya tanpa membuka dan membalas nya.
Wulan melanjutkan pekerjaan nya.
Di sisi lain Ibrahim heran kenapa pacarnya tidak membalas pesannya, Biasa nya kalau dia kirim pesan dengan cepat dia membalas pesannya itu. Namun kali ini di baca pun tidak.
"Yaallah aku harus gimana lagi coba supaya kamu maafin aku." Batin Ibrahim gelisah.
3 hari kemudian
Ibrahim masih membujuk Wulan supaya mau memaafkannya namun sama Wulan hanya membaca notif saja tanpa membuka pesan nya sama sekali. Lalu Ibrahim kesal karena sudah 100 kali kirim pesan buat minta maaf namun tidak ada jawaban dari Wulan sama sekali dan langsung Ibrahim menelpon Wulan.
Kring...Kring...Kring
"Hallo ada apa sih mas ?" Tanya Wulan dengan nada kesal suara bisik.
" Akhir nya kamu angkat juga. Ada sesuatu aku mau ngomong sama kamu penting." Ucap Ibrahim.
"Nanti ya mas telpon nya. Aku sedang mau ujian ini sebentar lagi dosen mau masuk ke dalam kelas. Nanti Wulan telpon kamu lagi pas jam istirahat." Ucap Wulan.
"Baik lah aku tunggu loh." Jawab Ibrahim.
"Iya." Ucap Wulan.
Lalu Wulan mematikan ponsel nya takut ketahuan dosen nya dan langsung mengerjakan soal nya.
Di sisi lain di kediaman Ibrahim.
"Terimakasih yaallah akhir nya Wulan mau berbicara sama aku juga." Ucap Ibrahim.
"Cie sudah akur ini cerita nya sama pacar nya setelah 3 hari tidak di balas pesan nya ?" Tanya Dika dan Diki meledek Ibrahim.
"Iya dong semoga ya dia mau memaafkan aku." Ucap Ibrahim.
"Aamiin." Jawab Dika dan Diki bersamaan.
"Terus kapan ini kita kumpul bersama lagi ?" Tanya Dika yang mengoda Ibrahim untuk di perkenalkan.
"Nanti kalau situasi nya sudah membaik nya, Soalnya type pacar aku yang ini paling dingin dan cuek dan misterius aku jadi ragu sama dia." Ucap Ibrahim.
__ADS_1
"Loh Ragu kenapa ?" Tanya Dika dan Diki kaget.
"Soal nya dia lumayan cantik dan teman-teman nya hampir 80% pria semua jadi aku takut kalau dia berpaling." Ucap Ibrahim
"Tenang saja Bro, Kalau emang berjodoh tidak akan berpaling kok." Jawab Diki
"Betul itu yang di ucap kan oleh Diki. Jadi sebelum jalur kuning melengkung masih bisa di tikung." Jawab Dika
"Semangat." Ucap Dika dan Diki menyemangati teman nya.
"Iya." Jawab Ibrahim.
Tak lama kemudian mereka turun dari jaga nya dan kembali ke kosan nya itu.
Setelah sampai di kosan nya Ibrahim mengecek ponsel nya bahwa ternyata Wulan belum juga kasih kabar kepada Ibrahim.
"Apa kamu masih sibuk pooh sampai lupa kasih kabar sama aku ?" Atau kamu masih mengerjakan soal nya pooh ?" Atau kamu masih marah sama aku pooh?" Gumam Ibrahim di dalam hati.
"Dddooorrr kok kamu malah melamun?" Tanya Dika yang mengagetkan Ibrahim.
"Iya pacar aku belum kasih kabar juga sampai saat ini." Jawab Ibrahim.
"Yasudah telpon lah dari pada penasaran seperti itu." Jawab temannya.
"Aku takut menganggu soalnya tadi pagi dia sedang ujian di kampus nya." Jawab Ibrahim.
"Yasudah nanti saja agak malaman mungkin nanti dia tidak terlalu sibuk jadi kamu bisa menghubungi dia." Ucap Diki.
"Oh iya pacar kamu si Rahayu itu gimana kelanjutan nya ?" Tanya Dika.
"Aku kurang yakin sama dia karena aku di jodohkan oleh ibuku saja, Terus juga aku belum ada perasaan sama sekali sama dia dan aku kurang yakin sama orang kesehatan yang pacar nya pasti lebih dari 1." Ucap Ibrahim.
"Iya sama kaya kamu toh." Ucap Teman-teman nya yang meledek Ibrahim.
"Kalian ini masih saja menguji aku." Ucap Ibrahim.
"Jadi penasaran sama Wulan yang mana sih yang buat teman kita jadi galau seperti ini." Ucap Dika heran.
"Ada foto nya tidak sih aku pengen lihat ?" Tanya Diki.
" Ada kok tenang saja." Ucap Ibrahim.
Ibrahim kasih lihat foto Wulan kepada teman-teman nya.
"Masyaallah cantik banget ini mah bro. Aku juga mau itu kalau kamu putus sama dia kasih sama aku saja aku yakin aku bisa bahagiakan dia." Ucap Diki.
"Hhhuuushhh kalian ini ngomong apa sih. Siapa juga yang mau putus sama dia. Tapi sayang ibu aku tidak suka sama dia." Ucap Ibrahim menundukan kepala nya.
"Loh kenapa ?" Ucap mereka bersamaan dan terkejut.
"Aku juga tidak tau pasti nya apa sih. Yang jelas aku di suruh jauhi dia saja." Ucap Ibrahim.
"Kamu gimana sih yang nama nya seorang pria itu harus memperjuangkan wanita yang ia cintai lah. Masa cewe cantik dan polos seperti ini kamu sia-sia in sih. Ayo bangkit dong masa ia kamu mau saja di jodohin sama Rahayu yang seperti itu penampilan nya." Ucap Dika bersemangat.
"Iya kalau kata aku lebih baik Wulan saja kelihatan nya di gadis baik-baik dan sholeha dan bisa jadi ibu yang baik buat masa depan kamu."Ucap Diki.
"Betul itu apa yang di ucapkan oleh Diki. Kita sebagai prajurit harus berjuang dahulu sebelum. menyerah." Ucap Dika semangat.
"Iya aku juga lagi sedang berjuang kok."Ucap Ibrahim.
"Tunjukin kepada keluarga kamu kalau Wulan juga pantas buat kamu." Jawab Dika dan Diki bersamaan.
Di sisi Lain Wulan yang sedang sibuk dengan rutinitas nya sampai lupa kasih kabar kepada Ibrahim.
Pukul 21.30 WIB di rumah Wulan.
"Apa aku salah ya sudah cuek sama kamu mas ?" Apa aku salah sudah memperlakukan kamu seperti itu ?"
"Aku harus berbuat gimana supaya kamu sadar sama apa yang kamu janjikan itu harus di tepati. Jika emang tidak bisa menepati jangan memberikan janji." Batin Wulan.
"Ah sudah lah lebih baik aku tidur saja." Ucap Wulan.
Tiba-Tiba ponsel Wulan berbunyi dan di lihat ternyata pangilan video call dari Ibrahim.
Kring...Kring...Kring...
"Assalamuallaikum Pooh gimana kabar kamu ?" Tanya Ibrahim.
"Waalaikumsalam kabar aku alhamdulillah baik kang pop corn." Ucap Wulan.
"Yaallah jawaban nya masih ketus saja seperti nya kamu masih belum bisa maafin aku ya." Ucap Ibrahim mengoda Wulan.
"Aku sudah maafin kamu kok sebelum kamu minta maaf sama aku kang pop corn." Ucap Wulan tersenyum.
__ADS_1
"Kamu kalau lagi senyum semakin cantik saja pooh." Ucap Ibrahim mengoda Wulan.
"Iiissshhh kamu malam-malam ngombal saja."Jawab Wulan yang kesal.
"Iya habis kamu aku sudah minta maaf dari 3 hari yang lalu tidak menjawab dan hanya baca notif pesan dari aku saja." Jawab Ibrahim yang membujuk Wulan.
"Aku itu lagi sibuk buat persiapan ujian di kampus jadi maaf tidak membalas nya, Aku harap kamu mengerti sama kondisi aku." Jawab Wulan.
"Aku kira kamu masih marah sama aku pooh, Soalnya tidak seperti biasa nya kamu membalas pesan aku lama dan berhari-hari seperti itu bikin aku panik dan khawatir saja." Ucap Ibrahim.
"Yakin kamu khawatir sama aku ?" Tanya Wulan penasaran.
"Iya dong aku khawatir sama kamu." Jawab Ibrahim.
"Terus kalau kamu khawatir sama aku kemana kamu yang kata nya janji sama aku mau jemput dan kasih hadiah, Terus aku tunggu sampai jam 21.00 WIB kamu tidak datang buat jemput aku ?" Tanya Wulan dengan nada tinggi.
"Itu aku ketiduran pooh sayang, Kamu jangan marah lagi dong." Ucap Ibrahim
"Alasan klasik ketiduran segala." Ucap Wulan kesal.
"Yaampun pooh kamu masih belum percaya sama aku ?" Ucap Ibrahim kesal.
"Aku selalu percaya sama semua ucapan kamu." Jawab Wulan.
"Terus kenapa nada bicara kamu seperti itu sama aku kalau kamu percaya ?" Ucap Ibrahim mulai dengan nada tinggi.
"Sudah lah mas, Aku capek mau istirahat dulu seharian aktivitas. Kamu lebih baik istirahat saja sanah ya tenangin pikiran kamu lagi pula juga ini sudah larut malam tidak baik di dengar oleh teman-teman kamu." Ucap Wulan.
"Tapi pooh aku belum selesai berbicara sama kamu."Ucap Ibrahim.
"Yasudah mas besok lagi kita sambung telpon nya karena sudah malam." Ucap Wulan.
"Baik lah , Karena besok kamu libur gimana kalau kita makan sekalian kamu aku kenalin sama teman-teman aku. Kamu mau ya please..." Ucap Ibrahim.
"Baik lah aku mau mas. Tapi kali ini kamu tidak bohong kan?" Tanya Wulan.
"Insyaallah besok aku jemput kamu di rumah kamu ya." Ucap Ibrahim.
"Baik lah aku tunggu di rumah mas. Assalamuallaikum." Ucap Wulan.
"Selamat malam dan selamat beristirahat ya pooh dan mimpi indah. Terus maafin aku ya." Jawab Ibrahim.
"Selamat malam juga mas.Iya aku sudah maafin kamu kok." Ucap Wulan.
" I Love You pooh." Ucap Ibrahim.
"Love you too kang pop corn." Ucap Wulan.
Akhir nya Wulan pun tertidur dengan lelap.
Di kamar kosan Ibrahim.
"Cie yang sudah baikan sama pacar nya." Jawab kedua teman nya yang sedang mengoda Ibrahim.
"Iya dong, Paling susah buat dia maafin karena banyak curiga nya dia sama aku." Ucap Ibrahim.
"Gimana tidak mau curiga orang kamu selingkuhi dia dan buat dia kecewa tidak menepati janji." Ucap Diki.
"Bro aku iri sama kamu punya pacar cantik kaya gitu masih saja di selingkuhi toh. Kurang apa dia sudah anak kuliah, kerja di kelurahan, terus dia kerja part time lagi. Sekarang cari cewe mandiri dan pekerja keras itu susah tau." Ucap Dika.
"Iya iya aku sadar kok sekarang." Ucap Ibrahim.
"Iya bagus itu bro akhir nya kamu sadar juga." Jawab Dika.
"Sudah sudah lebih baik kita istirahat saja." Ucap Diki.
Akhir nya mereka tertidur dengan lelap.
"Lan aku minta maaf ya sudah buat kamu kecewa dan sudah selingkuh sama kamu di belakang kamu. Padahal aku sudah banyak mendengar banyak tentang kebaikan kamu dari orang lain tapi aku sendiri masih belum bisa yakinin ibu aku buat bisa nerima kamu di sisi aku. Aku jadi bingung Lan harus gimana sama situasi ini." Gumam Ibrahim
"Sebaik nya aku tidur saja dari pada memikir kan hal belum pasti dan belum terjadi." Batin Ibrahim.
Tidak lama kemudian Ibrahim tertidur di samping teman-teman nya sambil melihat ponselnya sama apa yang sedang terjadi sebelum dan sesudah nya sebelum mata nya mengantuk.
"Pooh mau kah kamu tunggu aku 2 tahun lagi aku janji akan menikahi kamu." Batin Ibrahim sambil melihat foto Wulan di ponselnya.
NOTE :
1.Pooh itu sebutan sayang Ibrahim kepada Wulan ketika sedang bertengkar atau marah karena ketika Wulan marah mirip sekali dengan boneka beruang madu kuning membawa madu.
2.Kang Pop Corn sebutan sayang Wulan kepada Ibrahim ketika bertengkar atau marah karena menurut Wulan kalau Ibrahim marah dan memakai pakaian seragam tentara nya sama percis seperti penjual Pop Corn di bioskop.
Bersambung,,,
__ADS_1