Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
99. Kebenaran


__ADS_3

Setelah Wulan mendapatkan sinyal, ia update di sosial media untuk kasih kabar kepada teman-temannya. Namun ternyata di lihat oleh Ari.


Setelah Ari tau Wulan sedang ada di Palembang, Kemudian Ari menelpon Wulan.


"Teteh ada di palembang?"Tanya Ari.


"Iya."Kata Ku.


"Ada acara apa teh?"Tanya Ari.


"Pernikahan mama."Ucap Ku.


"Yaallah selamat ya buat mama teteh, maaf Ari tidak tau.


"Tak apa."Ucap Ku.


"Main atuh ke rumah, silahturahmi sama mama."Ucap Ari.


"Iya insyaallah main ke sanah."Kata Ku.


"Nanti kalau main kita keliling kota Palembang."Ujar Ari.


Wulan hanya menganguk saja, kini Wulan kembali istirahat.


Beberapa hari kemudian Wulan dan Ari berkeliling kota Palembang karena sudah janjian, Ari jemput Wulan di rumah neneknya.


Wulan sedang menunggu di depan teras.


"Mau kemana kamu kak?"Tanya Mama.


"Mau keluar beli makan sama Ari sebentar ma."Kata Ku.


"Yasudah hati-hati ya."Ucap Mama.


Wulan hanya menganguk saja, kini Ari sudah sampai di depan rumah nenek Wulan.


"Tante aku izin buat ajak Wulan untuk berkeliling kota Palembang."Ujar Ari.


"Iya hati-hati di jalan, jangan pulang malam ya."Kata Mama.


"Iya tante."Ucap Ari.


"Ma, aku sama Ari izin berangkat dahulu ya."Kata Ku.


Wulan dan Ari bergegas meninggalkan rumah, kini mereka berkeliling Palembang.


Wulan melihat pemandangan di kota Palembang, mereka telah sampai di salah satu jajan kuliner di Palembang.


Wulan dan Ari duduk untuk memesan makanan, kali ini ia memesan pempek khas kota itu. Suasana di sanah nampak cangung dan bingung, kini Wulan beranikan diri untuk bertanya.


"A sibuk apa aja?"Tanya Ku sambil memotong pempek untuk mencairkan suasana.


"Aku sibuk kerja teh."Ucap Ari makan.


"Oh bagus dong, kerja di mana?"Tanya Wulan.


"Di pt Abadi."Ujar Ari.


"Sudah lama kerja di sanah?"Tanya Wulan.


"Sudah hampir 3 tahun."Kata Ari.


"Oh lumayan lama ya."Kata Ku.


"Iya, kalau teteh sibuk apa?"Tanya Ari.


"Aku sibuk kerja sambil kuliah."Kata Ku.


"Wah hebat ya teh, kuliah dan kerja dimana?"Tanya Ari.


"Terimakasih, kerja di samsung dan kuliah di Jakarta."Kata Ku.


Mereka berdua sedang asyik ngobrol, sampai hari sudah semakin senja.


"A ayo pulang, nanti di marahin sama mama."Kata Ku.


"Sabar teh, kita naik perahu dahulu ya kalau malam buat foto di sinih bagus."Ucap Ari.


"Serius A?"Tanya Wulan antusias dengan muka senang.


"Iya."Kata Ari.


"Baiklah kita foto dahulu."Ucap Wulan tersenyum.


Kini senja pun tiba, Wulan dan Ari menyewa sebuah perahu nelayan untuk di naiki mereka berdua. Mereka mendayung bersama-sama sampai di tengah danau.


Wulan melihat kanan dan kirinya membuat mata Wulan kagum akan keindahan di sanah karena memang benar suasana malam sangat indah untuk di abadikan dengan camera, Ari melihat raut wajah Wulan bahagia.


"Teh, mau di fotoin tidak di sinih?"Tanya Ari.


"Serius mau fotoin?"Tanya Wulan antusias.


"Iya."Kata Ari tersenyum.


"Boleh, jika tidak merepotkan."Ujar Wulan.


Kini Wulan berfose bak model di sosial media, beberapa foto telah di ambil oleh Ari untuk Wulan. Kemudian mereka berdua tidak lupa untuk berfoto bersama untuk di jadikan kenang-kenangan.


Setelah mereka berdua foto, kini Wulan melihat hasil dari camera tersebut. Nampak kagum Wulan melihat foto dirinya dan bersama Ari.


"Masyaallah bagus sekali A hasilnya."Kata Ku tersenyum melihat foto itu.


"Iya teh, masih banyak sebenarnya tempat yang bagus. Tapi sayang sudah malam sekali teteh harus pulang, jika teteh masih lama di Palembang besok aku antar lagi tempat yang bagus."Ucap Ari.


"Iya sayang sekali, besok aku sudah kembali ke Bekasi A."Kata Ku.


"Yasudah tidak apa-apa."Ucap Ari.


Kini mereka harus kembali ke rumah, namun pada saat Wulan hendak akan turun dari perahu ia terpeleset.


"Aduh!!!"Teriak Wulan.


"Teteh tidak apa-apa?"Tanya Ari khawatir sambil membantu Wulan.


"Iya tidak apa-apa A, terimakasih sudah bantu."Kata Ku tersenyum.


Sampailah mereka berdua di parkiran motor, Wulan dan Ari menuju ke rumah Wulan.


Beberapa menit kemudian Ari mendapat telpon dari sang pacar karena seharian Ari tidak kasih kabar, perdebatan antara Ari dan sang pacar semakin panas.


Wulan yang mendengar obrolan mereka di telpon merasa tidak enak sama Ari.


"Maaf A habis berantem ya?"Tanya Wulan.


"Bukan teh, tadi dia tanya kenapa tidak ada kabarnya."Ucap Ari.


"Oh, memangnya tadi tidak kasih tau sama dia?"Tanya Wulan heran.

__ADS_1


"Tidak teh, tenang saja ini bukan kesalahan teteh."Ucap Ari melihat wajah Wulan melas.


"Oh syukur lah, aku jadi tidak enak."Kata Ku tersenyum.


"Tidak kok teh, yasudah ayo nanti ke buru malam pulangnya."Ucap Ari.


Kini mereka menuju rumah Wulan, beberapa menit kemudian Wulan telah sampai di rumah.


"Terimakasih banyak A."Kata Ku.


"Iya sama-sama."Ucap Ari.


"Mau mampir dahulu tidak ketemu sama mama?"Tanya Wulan.


"Nanti saja lain kali, sampaikan saja salam sama Mama."Ucap Ari.


"Iya nanti di salamin, hati-hati di jalan."Kata Ku.


Kini Ari menuju ke rumahnya, Wulan masuk ke dalam rumahnya. Kemudian di tanyalah oleh saudara Wulan.


"Itu tadi siapa kak yang antar kamu?"Tanya Paman.


"Teman SD dahulu, dia sekarang rumahnya di Palembang."Kata Ku.


"Oh seperti itu, yaudah sanah masuk ke dalam istirahat besok kamu akan pulang ke bekasi."Ucap Paman.


Wulan hanya menganguk dan menuju ke dalam kamarnya, sampailah Wulan di dalam kamarnya ia merebahkan badannta di atas kasur dan membuka pesan yang masuk. Wulan membalas satu persatu pesan hingga tertidur.


Pagu hari Wulan dan keluarganya pamit untuk pulang ke Bekasi karena harus bekerja dan kembali ke sekolah.


"Kita pamit dahulu ya Gede Tino, sehat-sehat terus ya di Palembang."Kata Ku memeluk.


"Hati-Hati di jalan ya kak, semoga kerja dan kuliahnya lancar serta dapat pasangan hidup yang jauh lebih baik."Ucap Gede Tino.


"Iyo terimokasih."Kata Ku.


Kini mereka berpamitan kepada sanak saudara untuk pulang ke Bekasi, setelah berpamitan mereka berangkat menuju ke bandara Sultan Hasanuddin.


Beberapa menit kemudian mereka telah sampai, Wulan serta keluarganya sedang menunggu jadwal keberangkatan pesawat yang telah ia pesan.


Sambil menunggu Wulan membuat story di sosial medianya, setelah selesai Wulan memasukan kembali ponselnya di dalam saku.


Kini mereka semua masuk ke dalam pesawat menuju ke Jakarta, Kini Wulan dan keluarganya telah sampai di bandara Soekarno Hatta.


Wulan memesan taksi untuk mengantarkan mereka kembali ke rumah, setelah itu mereka masuk ke dalam taksi untuk menuju ke rumah. Beberapa menit kemudian Wulan dan keluarganya sampai di rumah.


Wulan dan keluarganya membawa masing-masing koper menuju ke kamarnya, setelah sampai di kamarnya Wulan menaruh semua koper dan oleh-oleh ia bawa dan di taruh di samping kasur.


Wulan kembali beristirahat, beberapa menit kemudian Wulan tertidur dengan lelap.


Sore hari Wulan terbangun dari istirahatnya ia membuka ponsel untuk mengecek dan mencari lowongan kerja di internet.


Wulan nampak kesal ia mencari namun belum ada, Wulan masih terus mencari-cari. Beberapa menit kemudian Wulan sudah mendapatkan pekerjaan.


"Alhamdulillah sudah aku kirim lowongannya, besok tinggal nunggu hasilnya."Kata Wulan.


Kini Wulan melihat sekitar rumah nampak sepi dan sunyi, Wulan hendak minum namun ada suara bell berbunyi.


Wulan buru-buru keluar untuk melihat siapa yang bertamu malam hari, setelah di buka rumahnya ternyata adalah Diki.


"Loh kak ada apa malam-malam main ke sinih?"Tanya Wulan terkejut.


"Maaf kalau kami menngangu."Jawab Dina dan Diki.


"Ayo masuk."Kata Ku.


"Mau minum apa kak?"Tanya Wulan.


"Tidak usah repot-repot."Jawab Mereka.


"Tidak kok, tunggu di sinih saja aku ambilkan sebentar."Kata Ku.


Beberapa menit kemudian Wulan kembali dengan membawa 2 gelas air minum dan sedikit cemilan.


"Silahkan di minum."Kata Ku.


Mereka berdua meminumnya.


"Oh iya kalian berdua ke sinih ada apa ya?"Tanya Wulan.


"Kamu hari ini sibuk tidak?"Tanya Dina.


"Tidak kak, aku baru saja sampai di rumah."Kata Ku.


"Kamu ikut kita mau tidak?"Tanya Diki.


"Memangnya mau kemana?"Tanya Wulan heran.


"Sudah ikut saja, nanti juga akan tau."Ucap Dina.


"Yasudah aku siap-siap dahulu."Kata Ku.


"Iya sanah, jangan lama ya."Ujar Dina.


Wulan hanya menganguk saja, Wulan bersiap-siap menuju ke kamarnya.


Di ruang tamu Diki dan Dina sedang gelisah karena tadi Ibrahim sedang berantem bersama Novi, mereka berdua mau kasih lihat kepada Wulan kalau ternyata pacarnya itu tidak sebaik yang ia kira.


"Semoga rencana kita berhasil ya kak."Ucap Dina.


"Aamiin de."Kata Diki.


"Aku tidak tega melihat Wulan terus-terusan di bohongi oleh pacarnya."Ujar Dina.


"Iya."Ucap Diki.


"Hadeuh Wulan lama banget lagi."Kata Dina khawatir.


Beberapa menit kemudian Wulan datang, Wulan nampak cantik mengenakan baju lengan panjang dan rok panjang serta di balut dengan hijab.


"Ayo sudah siap?"Tanya Dina.


"Tunggu sebentar, aku izin dahulu sama Mama."Kata Ku.


"Yasudah sanah."Ucap Dina.


Wulan menuju ke kamar mamanya dan memnita izin untuk keluar sebentar, mama keluar rumah.


"Kami izin membawa Wulan keluar rumah dahulu ya tante."Jawab Mereka.


"Hati-Hati di jalan kalian, pulangnya jangan malam-malm."Ucap Mama.


"Iya ma."Kata Ku.


Kini mereka semua menuju ke lokasi, Wulan masih bingung dan heran kenapa kedua temannya secara tiba-tiba membawa Wulan keluar. Di sepanjang perjalanan Wulan beranikan diri untuk bertanya.


"Sebenarnya kita mau kemana?"Tanya Wulan.

__ADS_1


"Nanti juga kamu akan tau, sekarang lebih baik kamu persiapin hati kamu."Ucap Dina.


"Maksudnya apa?"Tanya Wulan semakin bingung.


Dina tidak menjawab pertanyaan Wulan, kini mereka telah sampai dimana Ibrahim dan Novi sedang ribut.


Dina, Diki dan Wulan turun dari mobil mereka melangkahkan kaki mereka menuju ke arah Ibrahim. Sontak membuat Wulan terkejut dan mata tercengang.


"Mas!!!"Teriak Wulan dari ke jauhan.


Ibrahim sedang mencium kening Novi itu akibat ribut dan telah berdamai dnegan Novi, namun Ibrahim menoleh sumber suara yang ia kenal.


Seketika Ibrahim terkejut melihat Wulan sudah ada di depan mata, Ibrahim melepaskan pelukannya dari badan Novi dan menuju ke arah Wulan.


Wulan yang melihat adegan itu membuat air mata jatub di pipi.


"Kamu kenapa bisa ada di sinih?"Tanya Ibrahim.


"Siapa wanita itu?"Tanya Wulan dengan nada tinggi.


"Aku bisa jelasin semuanya, ini tidak seperti apa yang kamu lihat."Ucap Ibrahim.


"Lalu seperti apa tadi mas?"Tanya Wulan kesal.


Kemudian Ibrahim memeluk Wulan.


"Lepasin pelukan kamu sekarang."Kata Ku emosi.


"Aku tidak mau lepasin sebelum kamu mau jelasin semua penjelasaan aku."Ucap Ibrahim.


"Jelasin apa lagi mas?" Semuanya nampak jelas di mata aku."Kata Wulan kesal.


Wulan memberontak dan berlari menuju ke pangkalan ojek.


"Wulan tunggu dulu!!!"Teriak Ibrahim.


Wulan mengabaikan ucapan Ibrahim, ia terus berlari dan menaiki ojek untuk kembali ke rumah dengan air mata di pipi. Ibrahim mengejar Wulan dari belakang berharap Wulan akan mendengar penjelasan darinya.


Kini Wulan telah sampai di rumah, Wulan berlari masuk ke dalam rumah dan mengunci pintunya. Ibrahim telah sampai di rumah Wulan.


Ibrahim menuju ke depan pintu Wulan.


"Wulan dengarin penjelasan aku dahulu!!!"Teriak Ibrahim mengedor pintu rumah.


"Tidak ada lagi yang perlu di jelasin lagi mas, semua nampak jelas."Kata Ku menghapus air mata.


"Lan, aku mohon maafkan semua kesalahan aku. Biarkan aku bicara sama kamu dan menjelaskannya."Ucap Ibrahim melas.


"Apa lagi yang harus di bicarakan mas?"Tanya Wulan kesal dan sedih.


"Iya makanya kamu keluar dahulu dan buka pintunya."Ucap Ibrahim.


"Tidak perlu mas, kamu telah ingkar janji dan mengkhiyanati aku."Pungkas Wulan.


"Iya aku tau aku salah, maka dari itu aku ke sinih mau minta maaf atas semuamya."Ujar Ibrahim.


"Bagus deh kalau kamu sudah sadar sama apa kesalahan kamu."Kata Ku.


"Aku ke sinih ada sesuatu hal penting yang harus aku bicarakan sama kamu."Ucap Ibrahim.


"Hal penting apa?"Tanya Wulan.


"Iya makanya buka dahulu pintunya."Ucap Ibrahim.


Wulan kemudian luluh dan membukakan pintu rumahnya, Wulan mempersilahkan Ibrahim masuk.


"Silahkan duduk mas."Kata Ku.


Kemudian Ibrahim duduk.


"To The Point saja mas, ada hal penting apa yang kamu ingin katakan?"Tanya Wulan penasaran.


"Sebelumnya aku minta maaf sama kamu, aku telah banyak melakukan kebohongan di belakang kamu dan aku juga."Kata Ibrahim terbata-bata.


"Aku juga apa?"Tanya Wulan.


Ibrahim mengeluarkan surat undangan dari dalam tasnya, Wulan nampak bingung dan heran.


"Ini buat kamu."Ucap Ibrahim.


"Surat undangan?"Tanya Wulan terkejut.


"Jadi kamu akan menikah mas?"Tanya Wulan terkejut dan menutup mulutnya setelah ia baca cover depan undangan itu.


"Masud kamu apa semua ini mas?"Setelah kamu menghilang beberapa bulan tidak ada kabar dan sejak kejadian ribut dahulu itu, lalu kamu memutuskan untuk menikah dengan wanita lain?" Dimana hati nurani kamu mas yang selama ini aku masih sangat amat sabar dalam menanti kamu dan memaafkan semua kesalaham kamu."Ucap Wulan dengan air mata basah di pipi.


Ibrahim menghapus air mata Wulan dan bersujud di kaki Wulan.


"Maafkan aku Pooh, aku terpaksa melakukan ini semua. Aku tau kamu amat sakit dan menderita melihat semua kejadian ini."Ucap Ibrahim.


"Cukup mas, sekarang kamu pergi dari rumah aku."Ucap Wulan dengan nada tinggi.


"Pooh maafkan aku."Ucap Ibrahim bersujud di kaki Wulan.


"Aku bilang pergi dari sinih!!!"Teriak Wulan dan menujuk ke arah keluar.


"Pooh maafkan aku."Kata Ibrahim melas.


"Kamu tidak punya telingga ya?" Aku bilang pergi dari sinih!!"Teriak Wulan.


Kemudian di dengar oleh sang ibu anaknya berteriak.


"Ada apa ini kak?" Kenapa kamu teriak?"Tanya Mama bingung.


"Mama, tolong usir laki-laki ini aku tak sudi bertemu sama dia!!"Ucap Wulan.


"Loh memangnya ada apa kak?"Tanya Mama.


Wulan kasih undangan kepada mama dan meninggalkan mereka di ruang tamu, Wulan menuju ke kamarnya.


Bbbbrrrruuugggghhhh suara pintu di banting Wulan.


Wulan menangis tersendu-sendu di dalam kamarnya, ia berusaha kuat dan tegar di depan Ibrahim.


Mama melihat tingkah laku anaknya yang kesal dan kecewa serta tau kalau anaknya sangat sayang kepada Ibrahim, ia tidak tega dan mengusir Ibrahim.


"Sudah cukup puas kamu meliha anak saya seperti itu?"Tanya Mama.


"Maafkan saya Tante."Ucap Ibrahim.


"Semua sudah terlambat, lebih baik kamu pergi dari sinih dan jangan pernah bertemu dengan anak saya lagi."Ucap Mama.


Ibrahim melangkahkan kaki dari rumah Wulan untuk kembali ke taman menjemput Novi.


Di dalam kamar Wulan membanting semua pemberian Ibrahim dan merobek semua foto-foto ia dan Ibrahim, ia juga menghapus semua foto di dalam ponselnya dan menghapus nomor Ibrahim.


Wulan menangis tiada henti sampai matanya membengkak.

__ADS_1


__ADS_2