Ada Negara Diantara Kita

Ada Negara Diantara Kita
53.ANDK


__ADS_3

Tibalah mereka mengikuti Dika dan Diki bersama kedua wanita.


"Coba lihat mereka sedang duduk di sanah."Kata Umi sambil menunjuk ke arah mereka.


"Ini tidak bisa di biarin, ayo kita turun."Ucap Dina emosi.


"Tahan dong amarah kalian, lebih baik kita perhatikan saja dahulu. Mereka sedang apa di sanah, kalau kita langsung menyerang ke sanah malahan kita dianggap seperti wanita bodoh yang tidak punya etika."Ucap Wulan yang menenangkan kedua temannya itu.


"Baiklah kita tunggu dari sinih saja, sambil kita lihat apa yang mereka mau ucapkan."Kata Umi.


Mereka semua menunggu di dalam mobil, tanpa keluar mobil.


Di sebuah taman kota.


Dika dan Diki duduk bersama kedua wanita itu yang sedang menangis.


"Kalian mau apa datang ke kosan Ku?"Tanya Diki.


"Kita cuman mau main aja kok."Kata Bella.


"Tidak mungkin kalian hanya mau main saja, dengan menyelinap seperti itu. Pasti ada maksud lain."Ucap Diki.


"Sabar dong abang, tidak boleh emosi."Kata Bella.


"Lalau kalian mau apa!!!"Ucap Diki emosi.


"Kita mau tanya kenapa kalian membuat sebuah game waktu di cirebon lalu?"Tanya Bella.


"Game apa ?"Tanya Diki heran.


Bella menceritakan semuanya kepada Diki dan Dika waktu mereka di marahin oleh Ibrahim pada saat itu.


"Jadi kalian yang menampar Wulan?"Tanya Dika terkejut.


"Iya, memangnya kenapa?"Tanya Indri.


"Iya jelas salah lah, sudah tau itu di depan pacarnya malahan kalian tampar."Ujar Dika.


"Yasudah aku minta pertangung jawabkan kalian."Kata Mereka bersamaan.


"Tanggung jawab apa ?"Tanya Dika dan Diki heran.


"Ini semua akibat salah kalian membuat permainan seperti itu dan membuat aku jadi putus sama Ibrahim."Ucap Indri.


"Maaf mba, ini bukan salah kami berdua. Memang ini murni kesalahan mba karena sudah menampar wanita yang ia cintai dan sayangi."Ujar Dika.


"Tidak bisa gitu dong, pokoknya tetap saja salah kalian. Membuat aku jadi putus sama dia."Pungkas Indri kesal.


"Lalu kalian menangis di kosan saya kenapa ?"Tanya Diki heran.


Indri hanya terdiam saja tidak bisa menjawab apa pun.


"Yasudah kalian pulang saja sanah."Kata Diki.


"Tidak mau, kami mau di sinih."Ucap Indri sambil menyender bahu di Diki.


Di mobil


Wulan, Umi dan Dina sedang melihat mereka lalu mereka melihat adegan Indri menyender di bahu Diki Dina turun dari mobilnya.


"Ini tidak bisa di biarkan lagi."Batin Dina emosi sambil mengegam kedua tanggannya.


Brugh... suara pintu mobil di tutup.


Dina keluar dari mobil menuju ke Diki.


"Loh Dina mau apa ke sanah?"Tanya Wulan.


"Ayo kita turun dan lihat."Ujar Umi.


Wulan hanya menganguk dan mereka menuju kearah Dika dan Diki.


"Abang!!!"Teriak Dina dari kejauhan.


Dina lalu mengahampiri mereka dan menampar kepada Indri.


Plak...


"Aaaauuuhhh!!!"Teriak Indri kesakitan sambil pegang pipi.


Diki yang melihat wanitanya emosi dan marah, langsung bangun dan mendekati Dina.


"Sabar sayang, ini tidak seperti apa yang kamu lihat."Ucap Diki panik.


"Lalu seperti apa bang ???"Tanya Dina emosi.


"Duduk dulu di sanah ya, biar aku jelasin sama kamu."Kata Diki sambil bawa Dina ke bangku sanah.


Diki dan Dina pergi ke arah sanah, lalu datanglah Wulan dan Umi di lokasi kejadian.


"Loh."Ucap Wulan terkejut ternyata yang dilihat adalah Indri wanita yang waktu itu menamparnya.


Indri yang melihat Wulan langsung banggun dari tempat duduknya itu langsung mau menampar ke arah Wulan, dan dihentikan oleh Umi di samping Wulan itu.


"Mau ngapain kamu menampar teman aku?"Tanya Umi menangis tanggan Indri.


"Lepasin tanggan aku!!"Teriak Indri.


"Aku tidak akan lepasin tanggan kamu, sebelum kamu jawab dulu."Ujar Umi menaikan dahinya dengan nada tinggi.


Bella langsung mendekati Indri temannya itu.


"Lepasin tanggan teman aku."Ucap Bella emosi.


"Tidak akan aku lepaskan, sebelum kalian jujur."Kata Umi emosi.


"Baiklah aku akan jujur."Kata Indri.


"Oke sekarang kamu bisa berbicara."Ucap Umi sambil kasih duduk Indri dan masih dalam memegang tanggannya.


Indri menceritakan semuanya kepada mereka. Lalu Indri banggun dari duduknya.


"Ini semua salah dia!!!"Ucap Indri emosi dan menunjuk ke arah Wulan.


"Salah aku apa?"Tanya Wulan heran.


"Iya, kamu sudah hadir di antara kami. Jadi membuat kami harus putus."Kata Indri emosi.


"Loh, harusnya kamu sadar lah mba. Sejak awal Ibrahim tidak akan pernah memilih kamu."Kata Ku.


"Yang harusnya sadar itu kamu."Ucap Indri sambil menunjuk tanggannya ke arah Wulan.


"Loh aku harus sadar seperti apa mba?"Tanya Wulan heran.


"Iya kamu itu hanyalah seorang SPG, jelas jauhlah dari aku kemana-mana."Kata Indri membanggan dirinya.


"Memangnya kenapa kalau aku SPG?"Tanya Ku emosi.


"Tidak cocok bersanding dengan Ibrahim yang Abdinegara."Kata Indri meledek Wulan.


"Memangnya kamu cocok sama Ibrahim?"Tanya Wulan emosi sudah di ubun-ubun.


"Iya jelaslah, aku cantik bla bla bla."Kata Indri membanggakan diri.


Wulan yang emosi lalu mereka beradu mulut sambil tampar Indri. Mereka berdua berantem di sanah.


Lalu di pisahkan oleh Umi dan Bella.


"Sabar mba, tidak perlu emosi lah. Masih bisa berbicara dengan kepala dinggin."Ucap Umi sambil menarik Wulan.


"Kamu enak masih bisa berbicara seperti itu, tapi kalian tidak pernah merasakan apa yang di rasakan oleh teman saya."Kata Bella menarik Indri.

__ADS_1


"Maksud kamu apa?"Tanya Umi menaikan dahinya dan mendekati Umi.


"Sudah...Sudah jangan ribut lagi, lagi pula ini sudah berlalu. Kamu juga sudah menampar aku waktu itu dan kamu juga sudah mendapatkan balasan pada saat itu."Ucap Wulan.


"Lebih baik kalian pergi sanah, sebelum aku emosi."Kata Umi sudah mengegam tanggannya.


"Awas kamu ya akan aku balas lagi."Kata Indri emosi sambil menarik tanggan Bella meninggalkan mereka.


Indri dan Bella meninggalkan mereka di sanah.


"IIIhhh sebel aku sama mereka berdua."Ucap Wulan sambil emosi dan mengempal kedua tanggannya.


"Minum dulu biar reda emsosinya."Ucap Umi kasih air minum.


"Terimakasih mba."Kata Ku.


Wulan meminumnya, tibalah Dika, Diki, Dina datang kepada mereka.


"Kalian masih ada di sinih?"Tanya Dika.


"Kemana kedua wanita ini?"Tanya Dina emosi.


"Sudah pulang, habis berantem sama Wulan."Kata Umi.


Dina mendekati Wulan dan duduk di samping Wulan yang sedang minum.


"Kamu tidak apa-apa?"Tanya Dina sambil melihat wajah Wulan.


"Aku tidak apa-apa mba."Kata Ku tersenyum.


"Bener tidak apa-apa?"Tanya Dina memperhatikan Wulan.


"Iya mba, aku tidak apa-apa."Ucap Ku tersenyum.


"Yasudah ayo kita pulang saja, hari sudah sudah gelap."Kata Umi.


Mereka berempat akhirnya kembali untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Aku pulang duluan ya."Ucap Ku.


"Hati-Hati di jalan."Kata Mereka bersamaan.


Wulan meninggalkan mereka dan kembali ke rumahnya. Di sepanjang perjalanan Wulan masih memikirkan kejadian tadi sambil menghelaikan nafasnya.


"Astagfirullohalazim jangan sampai aku ketemu sama dia lagi."Batin Ku menghelaikan nafas panjang sambil melamun.


Kini Wulan tiba di rumahnya.


Tok...Tok...Tok suara pintu di ketuk.


"Assalamuallaikum Ma."Ucap Wulan dari pintu.


"Waalaikumsalam, kenapa sama muka kamu di tekuk seperti itu?"Tanya Mama heran.


"Tidak apa-apa Ma, aku ke kamar dahulu."Ujar Wulan.


Wulan meninggalkan Mama di bawah dan kembali ke dalam kamarnya. Sampailah Wulan di kamarnya.


Wulan langsung menaruh tasnya sambil merebahkan badannya di atas kasur sambil melamun.


"Sejak saat di NATUNA, Dia tidak ada kabarnya sama sekali."Batin Ku curiga.


"Kemana dia ya?" Tidak ada kabarnya sama sekali."Gumam Wulan.


Wulan akhirnya membersihkan dirinya dan setelah selesai dari membersihkan diri, Wulan langsung menghubungi Ibrahim.


"Hallo mas."Kata Ku.


"Iya Hallo, ada apa ?"Tanya Ibrahim.


"Kamu lagi sibuk ya di sanah?"Tanya Wulan.


"Tidak kok, habis shalat tadi di masjid."Kata Ibrahim sambil mengirim pesannya sedang shalat.


"Alhamdulillah sehat, kenapa kamu kangen ya?"Tanya Ibrahim meledek Wulan.


"Iya jelas kangen lah mas."Kata Wulan.


"Memangnya kamu tidak kangen sama aku mas ?"Tanya Wulan.


"Iya sama aku kangen juga sama kamu."Kata Ibrahim tersenyum.


"Terus kamu kapan pulang mas?"Tanya Wulan.


"Insyaallah akhir bulan desember aku sudah sampai di Priuk."Kata Ibrahim.


"Masih lama dong mas."Ucap Ku melas.


"Jangan sedih kaya gitu lah, kita masih bisa berbicara lewat ponsel dan kirim pesan seperti sekarang."Kata Ibrahim.


"Iya mas, tapi kamu selalu sibuk."Ujar Wulan.


"Iya maafkan aku sayang yang jarang hubungi kamu, aku tidak bisa seperti lelaki lain yang selalu ada buat wanitanya di setiap waktu dan setiap saat. Terus aku juga tidak bisa romantis seperti kebanyakan lelaki lain."Kata Ibrahim.


"Iya aku tau mas, aku tidak mengiginkan itu dari kamu. Yang aku inginkan kamu selalu kasih kabar sama aku walaupun jarang."Ucap Ku.


"Iya sayang, insyaallah kalau ada waktu aku kasih kabar sama kamu."Ujar Ibrahim.


"Sudah jangan sedih lagi ya, aku mau ke kapal dahulu nanti aku akan main gitar buat kamu supaya tidak sedih lagi."Ucap Ibrahim.


"Serius mas ???"Tanya Ku bahagia.


"Iya sayang."Kata Ibrahim.


"Aku tunggu ya mas."Kata Ku bahgia.


"Nah gitu dong semanggat."Kata Ibrahim.


"Yasudah mas nanti lagi telponnya, aku mau shalat dahulu. Assalamuallaikum."Kata Ku tersenyum.


"Iya sayang, Waallaikumsalam."Ucap Ibrahim tersenyum.


Telpon mati dan Wulan bergegas untuk shalat.


Tok...Tok...Tok pintu di ketuk.


"Kakak, di pangil sama Mama buat makan!!"Teriak Tian di balik pintu.


"Iya sebentar, nanti aku nyusul ke sanah."Ucap Ku.


Setelah selesai shalat, Wulan langsung menuju ke meja makan. Mereka akhirnya makan malam bersama. Setelah selesai Wulan membantu Mamanya, Wulan kembali ke dalam kamarnya.


Di kamar Wulan


Wulan langsung cek ponselnya takut ada pesan dari Ibrahim, namun lagi-lagi tidak ada pangilan ataupun pesan masuk di ponselnya.


"Mungkin dia lagi sibuk."Batin Wulan.


Wulan menaruh ponselnya dan mengerjakan tugas kuliahnya, sambil mendengarkan musik di laptopnya.


Wulan sedang asyik mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik itu tanpa mengecek ponsel sama sekali.


Kini Wulan selesai dari tugasnya, ia merapihkan laptopnya untuk segera tidur karena hari sudah sangat malam. Wulan pun tertidur dengan lelap tanpa tahu bahwa ada pangilan masuk di ponselnya.


Di NATUNA


"Kemana anak itu ya?"Gumam Ibrahim bertanya.


"Aku telpon tidak di angkat."Batin Ibrahim cemas.


"Apa ia sudah tidur ya?"Gumam Ibrahim.

__ADS_1


Ibrahim mematikan ponselnya dan menuju ke arah temannya itu. Lalu Ibrahim main gitar bersama teman-temannya itu.


Seketika Ibrahim mengigat kembali kalau Wulan suka sekali kalau Ibrahim main gitar sambil bernyanyi walaupun suaranya fals.


Ibrahim mengambil ponselnya untuk bikin Video itu.


Ponsel sudah siap di depan Ibrahim dan Gitar sudah siap di pangku Ibrahim, kemudian Ibrahim memulai video sambil memainkan gitarnya.


Kali ini ia memainkan lagu berjudul menunggu kamu.


 


ku selalu mencoba


untuk menguatkan hati


dari kamu yang belum juga kembali


ada satu keyakinan


yang membuatku bertahan


penantian ini kan terbayar pasti.


lihat aku sayang


yang sudah berjuang


menunggumu datang


menjemputmu pulang.


ingat slalu sayang


hati ku kau genggam


aku tak kan pergi


menunggu kamu di sini.


jika bukan kepadamu


aku tidak tau lagi


pada siapa rindu ini kan ku beri


pada siapa rindu ini kan ku beri.


lihat aku sayang


yang sudah berjuang


menunggumu datang


menjemputmu pulang


ingat slalu sayang


hati ku kau genggam


aku tak kan pergi


menunggu kamu di sini


lihat aku sayang


yang sudah berjuang


menunggumu datang


menjemputmu pulang


ingat slalu sayang


hati ku kau genggam


aku tak kan pergi


aku tak kan pergi


menunggu kamu di sini.


Setelah memainkan gitarnya dan bikin Video itu. Ibrahim menaruh ponselnya kembali.


Lalu teman Ibrahim mendekatkan diri kepada Ibrahim.


"So sweet banget kamu."Kata Temannya.


"Oh ini buat pacar aku, dia yang minta jadi aku buatkan untuknya."Ujar Ibrahim


"Yasudah kita ngopi bareng yuk di sanah."Ucap Temannya mengajak Ibrahim.


Ibrahim menganguk dan menaruh gitarnya, kemudian mereka menuju temapat dimana teman-temannya kumpul itu.


Ibrahim dan teman-temannya ngopi bareng sambil berjaga di sanah sampai tiba matahari kelihatan dan teriknya membuat hari semakin cerah.


Suara ponsel Ibrahim bergetar tanda panggilan masuk dari Mamanya. Ibrahim mengangkat telponnya itu


"Assaalamuallaikum Ma, ada apa?"Tanya Ibrahim heran.


Namun Mamanya hanya diam saja sambil suara bekas nangis didengarnya.


"Loh kenapa Ma, seperti sedang nangis?"Tanya Ibrahim.


"Waalaikumsalam mas, kamu sekarang sedang dimana?"Tanya Mama.


"Aku lagi di NATUNA Ma, ada apa sama bapak?"Tanya Ibrahim.


Mama menghelaikan nafas panjang sebelum kasih tau kesehatan bapaknya, kalau ternyata bapaknya sudah meninggal dunia.


"Mas pulang ya ke bekasi sekarang, bisa tidak ?"Tanya Mama.


"Memangnya kenapa Ma?"Tanya Ibrahim heran.


"Bapak kamu mas..."Ucap Mama terbata-bata.


"Iya kenapa sama bapak ma?"Tanya Ibrahim cemas.


"Bapak kamu sudah meninggal mas."Ucap Mama menangis sendu.


"Innalillahiwainalillahirojiun, bapak."Kata Ibrahim menangis.


"Sabar mas , bapak sekarang sudah tidak sakit lagi dan ikhlaskan bapak mas."Kata Mama.


"Ma, aku coba bilang sama atasan aku dahulu. Bisa pulang atau tidak ya."Kata Ibrahim.


"Iya mas, jika tidak bisa pulang tidak apa mas. Biar bapak bisa di kuburkan sekarang, karena tidak boleh kalau harus di tunda lama."Ucap Mama.


"Iya Ma, kuburkan saja bapak. Tidak perlu tunggu aku pulang."Kata Ibrahim sambil menangis.


"Yang kuat ya mas di sanah, jangan terlalu di pikirkan dan jaga kesehatan kamu. Itu ucap terakhir dari bapak buat kamu."Ucap Mama menangis.


Ibrahim hanya menganguk dan tidak lama kemudian telpon pun mati, Ibrahim lalu menuju ke kantor atasannya untuk meminta segera di pulangkan karena ayahnya sedang meninggal dunia.


Wulan bermimpi dan dalam mimpinya adalah ia harus kehilangan RED untuk selama-lamanya.


Di dalam mimpi Wulan menangis sangat kencang dan sedu seakan nyata buat Wulan.


"RED, ayo dong banggun janggan mati. Pleasee..."Ucap Ku sedih sambil mengoyakan badan RED.


"RED bangun buka matanya, nanti aku bisa kena semprot pemilik kamu kalau mati."Ujar Ku menangis sambil panik.

__ADS_1


"RED ayo dong kicaukan suara kamu, aku mohon bantu aku untuk merawat kamu sampai pemilik mamu kembali...."Kata Ku menitikan air mata seakan tidak berhenti.


Di hari ini Wulan bermimpi sangat buruk tentang kematian RED, dan di sambut oleh meninggalnya ayah Ibrahim.


__ADS_2