
Hari demi hari telah di lalui oleh Wulan dan Ibrahim, kini waktu tersisa buat bersama hanya 3 hari sebelum berangkat Ke NATUNA.
Pagi Hari.
Wulan yang hendak buat berangkat ke tempat kerja. Di lihat jam sudah sangat siang, Wulan langsung mandi dan bergegas buat berangkat kerja.
"Astagfirullohalazim aku terlambat."Gumam Wulan.
Wulan menuju dapur dimana ibu sedang menyiapkan sarapan pagi.
Di dapur, Wulan langsung berpamitan kepada Mama untuk berangkat.
"Ma, aku berangkat dahulu ya!"Teriak Wulan sambil cipika cipiki Mama.
Mama yang diam saja lihat kelakuan anak gadisnya berlari sambil pamitan seperti itu.
"Iya hati-hati di jalan."Ucap Mama.
Wulan pergi meningalkan rumah dan menuju ke tempat kerja, kini tibalah Wulan di depan tempat kerja.
Di tempat kerja.
"Selamat pagi semua!!!"Sapa Wulan.
"Pagi."Jawab Ika.
"Pagi."Jawab Hani.
"Pagi."Jawab Diding
"Pagi."Jawab Dede dan Mei bersamaan.
Wulan menaruh tasnya di etalase dan kembali bekerja. Hari semakin siang mereka sibuk bekerja tidak lupa untuk makan siang.
"Lan, kamu mau nitip pesan makan tidak?"Tanya Hani.
"Memang kamu mau beli makan sama siapa teh?"Tanya Wulan.
"Sama panci rombeng."Ucap Hani.
"Sialan mumun, pangil aku seenak jidat aja."Kata Mei dengan suara yang nyaring.
"Oh, yasudah deh aku nitip teh."Ucap Ku.
"Mau pesan apa?"Tanya Hani.
"Kamu memang mau beli apa teh?"Tanya Wulan.
"Bakso."Ucap Hani.
"Yasudah aku pesan itu saja."Kata Wulan sambil kasih uangnya.
Hani dan Mei pergi membeli makan. Wulan yang berjaga sama Dede berdua karena mba Ika lagi shalat dan Aa Diding lagi makan.
"Kak Dede!"Teriak Wulan.
"Iya apa."Kata Dede.
"Kamu sudah update film korea yang terbaru belum?"Tanya Wulan.
"Memangnya sudah keluar episode yang baru?"Tanya Dede.
"Udah ih, aku sudah dapat update tannya dari Kak Melda."Ucap Ku tersenyum.
"Widih, anak itu mencuri start aku saja."Kata Dede.
"Kamu mau tidak kak?"Kata Wulan.
"Boleh deh, kamu kirim ke aku ya Lan."Ucap Dede.
"Oke kak, aku kirim ya."Ucap Wulan sambil buka ponsel dan mengirim ke Dede.
Beberapa menit kemudian kiriman video korea telah sampai di Dede.
"Sudah ya kak."Ucap Wulan.
"Iya sudah sampai kok, terimakasih ya."Ucap Dede tersenyum.
"Sama-Sama kak, lumayankan kita irit kuota kalau download itu makan waktu dan kuota juga."Ucap Wulan menaikan alisnya.
"Betul itu, lebih baik cari gratisan saja jika ada."Ucap Dede tertawa.
Mereka asyik ketawa dan ketiwi di dalam toko.
"Kalian ini malah ketawa saja, bukannya tarik customer yang lewat biar jualan lagi!"Ucap Diding kesal.
"Iya maaf Aa, lagi pula tidak ada orang yang lewat."Ucap Wulan.
"Mana coba orang yang lewat?"Tanya Dede.
"Kalian pangil saja kek orang toko supaya mampir."Kata Diding.
Wulan dan Dede melirik bersamaan ke arah Diding.
"Sudah sanah jaga lagi, aku mau cuci tanggan dulu."Ucap Diding.
Wulan dan Dede hanya menganguk saja. Datanglah Koh Aven bersamaa anaknya yang rusuh.
"Tante!!!Teriak Elin dari parkiran dan berlari ke arah Dede dan Wulan.
"Hai ompong."Ucap Wulan dan Dede bersamaan.
"Aku baru beli mainan baru."Ucap Elin sambil kasih lihat Dede dan Wulan.
"Ih bagus ya mainannya."Ucap Dede dan Wulan.
"Duo kurcaci, kalian jaga berdua?"Tanya Koh Aven.
"Berempat koh, Aa Diding lagi cuci tanggan dan mba Ika lagi shalat."Ucap Dede.
Koh Aven hanya menganguk saja. Dan hari sudah semakin sore ponsel Wulan berbunyi tanda pesan masuk.
"Lan, kamu hari ini masuk apa ?"Tanya Ibrahim.
"Pagi."Ucap Wulan.
"Kita kondangan yuk ke teman aku masa kecil, hari ini dia menikah."Ucap Ibrahim.
"Jam berapa mas?"Tanya Wulan.
"Habis isa aja."Ucap Ibrahim.
"Oke berarti aku pulang dulu ke rumah ganti baju, soalnya tidak bawa salin dan kamu kasih taunya mendadak."Ucap Wulan.
"Oke nanti aku jemput kamu di tempat kerja."Ucap Ibrahim.
"Iya mas."Ucap Wulan.
Wulan menaruh ponselnya ke dalam saku dan kembali bekerja. Setelah selesai bekerja Wulan melihat jam dan saatnya untuk Wulan dan Dede pulang ke rumah.
"Kak, mau pulang bareng tidak ke parkirannya?"Tanya Wulan.
"Loh, memangnya kamu bawa motor?"Tanya Dede.
"Tidak kak, aku di jemput di sanah."Jawab Wulan tersenyum.
"Oh, yaudah ayo bareng."Jawab Dede.
Mereka berdua pamitan kepada Kokoh dan semua orang yang ada di toko. Sesampainya mereka di parkiran.
"Kamu sudah di jemput belum Lan?"Tanya Dede.
"Sepertinya belum kak."Ucap Wulan sambil melihat ke arah sekitar.
"Kamu sendiri tidak apa-apa Lan nunggunya?"Tanya Dede.
"Tidak apa-apa kok kak."Kata Wulan tersenyum.
"Yasudah aku duluan ya Lan."Ucap Dede sambil cipika dan cipiki.
"Iya kak, hati-hati di jalan."Jawab Wulan membalas cipika dan cipiki.
Dede hanya menganguk dan pergi untuk pulang.
Tin...Tin...Tin... suara klakson motor Dede yang pergi.
__ADS_1
Wulan langsung menghubungi Ibrahim.
"Mas, kamu dimana?"Tanya Wulan.
"Lagi di jalan, 5 menit lagi sampai."Ucap Ibrahim.
"Oke."Kata Wulan.
Wulan mematikan ponselnya dan menunggu Ibrahim. 5 menit kemudian Ibrahim sampai di parkiran.
Tin...Tin...Tin... suara motor Ibrahim.
Wulan langsung berlari ke arah tersebut. Wulan sampai di depan motornya. Mereka langsung menuju ke rumah. Di jalan yang macet banyak kendaraan dan mereka menyelip kontener dan mobil losbak, namun dari arah samping kiri mereka di sengol oleh mobil losbak yang tidak mau ngalah. Kini motor mereka oleng dan mereka jatuh ke tanah.
"Aaaauuuhhh!"Teriak Wulan ketindian motor besar Ibrahim.
"Kamu tunggu di sinih ya, aku mau kejar mobil itu."Ucap Ibrahim mengangkat motornya.
"Tapi mas...."Ucap Wulan.
Ibrahim meningalkan Wulan dan mengejar mobil itu. Wulan di tolong oleh warga setempat.
"Mba tidak apa-apa?"Tanya Warga.
"Mba ini minum dulu."Kata Ibu-ibu kasih botol minuman.
"Terimakasih ya bu."Ucap Wulan.
"Mba apa ada yang terluka?"Tanya Warga.
"Tidak ada kok pak."Ucap Wulan tersenyum.
"Yakin tidak apa-apa?"Tanya Warga.
"Iya pak."Jawab Wulan.
Ibrahim yang mengejar mobil itu dan dia langsung marah-marah. Dan mereka menumui Wulan.
"Kamu lihat itu pacar saya jatuh!!!"Ucap Ibrahim kesal.
"Saya dan suami saya minta maaf ya mba, kami tidak sengaja menyengol mba."Ucap Ibu-ibu tua yang melas.
"Iya bu."Ucap Wulan tersenyum sambil menahan sedikit sakit.
"Kamu bilang sama aku, di bagian mana kamu sakit?"Tanya Ibrahim dengan nada tinggi.
"Sudah mas, aku tidak apa-apa kok."Ucap Wulan.
"Serius kamu tidak apa-apa?"Tanya Ibrahim mengerutkan dahinya.
"Iya mas."Ucap Wulan tersenyum.
"Yasudah kalau mba tidak apa-apa kami permisi dahulu ya."Ucap Ibu.
"Iya bu, lain kali hati-hati bawa mobilnya."Ucap Wulan.
"Bapak, dan Mba saya permisi dahulu ya."Ucap Bapak Tua yang menabrak Wulan.
Ibrahim dan Wulan hanya menganguk dan mereka semua pergi meningalkan Wulan dan Ibrahim berdua saja.
"Yakin kamu tidak apa-apa?"Tanya Ibrahim heran.
"Yakin mas."Ucap Wulan sambil menahan sakit.
"Kok aku lihat kamu lagi menahan sakit ya?"Tanya Ibrahim melihat Wulan dengan tatapan curiga.
"Sudahlah mas, aku tidak apa-apa kok."Ucap Wulan.
"Mumpung itu orang belum jauh sayang masih bisa kekejar kalau kamu ada yang terluka."Ucap Ibrahim menahan emosi.
"Iya mas, aku tidak apa-apa".Ucap Wulan.
"Yasudah, ayo kita lanjutin perjalanan lagi."Ucap Ibrahim sambil memapahkan jalan Wulan.
"Ayo mas."Jawab Wulan tersenyum.
Mereka melanjutkan perjalanan kembali. Kini mereka sampai di salah satu sate padamg.
"Kita mampir makan di sinih dahulu ya."Ucap Ibrahim.
"Oke mas."Jawab Wulan.
"Tapi mas, aku tidak apa-apa."Ucap Wulan.
"Udah di luruskan saja."Ucap Ibrahim dengan nada tinggi.
"Baiklah."Ucap Wulan.
Wulan meluruskan kakinya itu. Dan dilihatlah kakinya biru dan bengkak.
"Itu apa yang aku bilang, kamu pasti kesakitan. Dari tadi di motor aku mendengar suara kesakitan dari kamu, cuman aku diam saja nanti baru aku pastikan."Ucap Ibrahim.
"Hehehe iya mas baru kerasa sakitnya."Ucap Wulan.
"Kenapa tadi tidak bilang pas di lokasi kejadian."Ucap Ibrahim dengan nada tinggi.
"Tadi tidak sakit mas."Ucap Wulan melas.
"Tutup lagi celana kamu, tidak baik itu aurat di buka."Ucap Ibrahim.
"Baik mas."Ucap Ibrahim.
Beberapa saat kemudian sate padangnya sudah jadi dan mereka kembali untuk pulang ke rumah.
"Kali ini kita ke rumah ibu ku saja, biar aku obatin kamu di sanah dan kamu tidak boleh menolak."Ucap Ibrahim kesal.
"Iya mas, aku ikut saja."Ucap Wulan.
Mereka pun melanjutkan perjalanan dan sampai lah di rumah ibu Ibrahim. Ibrahim dan Wulan turun dari motor.
"Hati-Hati turunnya."Ucap Ibrahim sambil pegang tanggan Wulan.
"Iya mas, terimakasih."Ucap Wulan.
Mereka berdua masuk ke dalam rumah. Sesampainnya di depan pintu rumah. Ibrahim membawa Wulan ke kursi dan segera dudukan Wulan di kursi.
"Kamu tunggu di sinih dahulu ya, aku mau ambil kotak obat."Ucap Ibrahim panik.
"Iya mas."Ucap Wulan.
"Rio!!!Teriak Ibrahim.
"Iya bang, ada apa?"Tanya Rio yang lagi menonton Tv.
"Kamu tolong buatkan teh hangat manis ya buat temanku."Ucap Ibrahim.
"Iya bang."Ucap Rio.
Ibrahim mencari kotak obat dan Rio membuatkan teh hangat manis buat Wulan. Wulan mengirim pesan ke Mamanya karena hari ini dia pulang agak malam.
"Assalamuallaikum ma, hari ini aku pulang agak malam ya soalnya aku mau kondangan dahulu sama Ibrahim."Ucap Wulan.
"Iya jangan malam-malam pulangnya."Ucap Mama.
Wulan manaruh ponselnya dan melihat-lihat rumah Ibrahim.
"Ternyata rumahnya bagus juga ya, pantas saja aku tidak melihat adiknya kemarin tinggal dimana."Gumam Wulan.
Tidak lama kemudian adiknya Ibrahim membawa secangkir teh hangat buat Wulan.
"Mba, ini tehnya di minum dahulu."Ucap Rio sambil kasih teh manis hangat.
"Terimakasih ya."Ucap Wulan tersenyum.
Rio hanya menganguk dan pergi menungalkan Wulan. Setelah itu Ibrahim kembali membawa kotak obat.
"Luruskan kaki kamu di bangku!"Ucap Ibrahim.
Wulan hanya menganguk dan menaikan pangkal ujung celana levis di pergelangan kakinya. Ibrahim mengobatin kaki Wulan.
"Aaaauuuu!!!"Teriak Wulan.
"Sabar sedikit, memang agak sakit tapi setelah itu tidak akan lagi."Ucap Ibrahim.
"Pelan-pelan mas."Ucap Wulan.
__ADS_1
"Ini udah pelan kok."Ucap Ibrahim.
"Aaaauuuu....Aaauuuu....Sakit mas!!!"Teriak Wulan kesakitan.
"Iya iya ini sudah kok."Ucap ibrahim.
"Terimakasih ya mas."Ucap Wulan tersenyum.
"Iya, lain kali kalau sakit bilang sakit ya. Jangan suka di pendam sendiri."Kata Ibrahim.
"Baiklah mas."Ucap Wulan.
"Yasudah minum itu teh manisnya, biar ada tenaganya."Kata Ibrahim.
Wulan hanya menganguk dan meminumnya. Ibrahim pergi keluar rumah.
"Mas!!!"Teriak Wulan sambil bangun dari bangku.
"Ada apa?"Tanya Ibrahim.
"Mau kemana?"Tanya Wulan.
"Mau keluar dahulu sebentar."Jawab Ibrahim.
"Mau ngapain?"Tanya Wulan penasaran.
"Kamu tunggu di sinih saja ya, aku ada urusan sebentar."Kata Ibrahim.
"Oh... Baiklah."Ucap Wulan.
Ibrahim pergi meninggalkan Wulan di dalam rumah. Beberapa menit kemudian Ibrahim datang.
"Gimana kaki kamu masih sakit?"Tanya Ibrahim.
"Sudah agak mendingan."Ucap Wulan.
"Kamu jadi mau ikut atau mau pulang?"Tanya Ibrahim.
"Ikut saja deh, sudah sampai di sinih."Ucap Wulan.
"Baiklah."Ucap Ibrahim.
Ibrahim membawakan sendal jepit buat Wulan pakai karena kalau pakai Heels itu rasa kakinya tambah parah.
"Pakai ini sendal!"Ucap Ibrahim sambil memakaikan kepada Wulan.
"Terimakasih mas."Ucap Wulan.
"Sudah aku duga ini anak pasti mau ikut, gimana kau jelasin kepada rahayu ya?"Gumam Ibrahim bertanya dalam hati.
"Nanti saja deh itu aku pikirkan, aku lebih baik urus ini saja."Batin Ibrahim.
"Mas, Ayo ih malah melamun!!"Ucap Wulan.
"Oh iya."Ucap Ibrahim.
Mereka menuju ke kondangan. Sesampainya di tempat kondangan tiba-tiba suara telpon berbunyi. Ibrahim izin kepada Wulan buat angkat telpon.
Kring...Kring...Kring...
"Aku izin buat angkat telpon dahulu ya."Ucap Ibrahim.
"Telpon dari siapa mas?"Tanya Wulan.
"Atasan aku."Ucap Ibrahim.
"Oh yaudah mas sanah, aku tunggu di alfamart saja."Kata Ku sambil menujuk ke arah alfamart.
"Iya kamu tunggu di sanah saja."Kata Ibrahim sambil mengecup kening Wulan.
Ibrahim melangkahkan kaki sambil menuju ke arah tempat sepi.
"Loh kok jawab telpon aja sampai jauh sekali arahnya."Gumam Wulan.
"Apa aku harus ikuti atau tidak ya."Batin Wulan.
"Aku ikuti saja ya, dari pada penasaran."Gumam Wulan.
Wulan mengikuti Ibrahim dari belakang. Sampailah Wulan di tempat Ibrahim telpon dan mengupingnya.
"Mas, gimana kamu jadi kondangan bareng tidak sama aku?"Tanya Rahayu kesal.
"Aku kondangannya nanti malam saja habis dari turun jaga di kapal."Jawab Ibrahim.
"Iiissshhh, kamu gimana sih mas seharian tidak ada kabarnya. Bilang dong kalau kamu kondangannya malam jadi aku tidak harus nunggu kamu dan aku bisa bareng sama ibuku."Ucap Rahayu kesal.
"Iya maaf ya."Ucap Ibrahim.
"Sudahlah mas, aku mengerti kok."Jawab Rahayu.
Wulan yang sedari tadi menguping dan kaget sambil menutup mulutnya dan berlari menuju alfamart dimana ia menunggu Ibrahim sambil merasakan kaki yang sakit.
"Astagfirullohalazim mas, jadi kamu selingkuh lagi."Gumam Wulan.
"Eh tunggu, tadi aku mendengar nama Rahayu. Tapi siapa Rahayu itu spertinya aku pernah mendengarnya tapi dimana ya?"Batin Wulan bertanya.
Wulan sampai di alfamart dan menunggu Ibrahim.Ibrahim sampai di tempat Wulan menunggu.
"Ayo Lan!"Ajak Ibrahim sambil mengandeng tanggan Wulan.
"Tunggu mas, aku tidak apa-apa kondangan pakai baju kaya ginih?"Tanya Wulan.
"Kamu ganti baju di rumah kakak ku saja."Ucap Ibrahim.
"Tapi aku tidak bawa baju salinnya."Ucap Wulan.
"Sudah di siapkan oleh kakak ku."Ucap Ibrahim.
Wulan hanya menganguk dan mereka menuju ke rumah kakak Ibrahim. Sampailah mereka di rumah kakak Ibrahim.
"Assalamuallaikum!"Sapa mereka bersamaan.
"Waalaikumsalam, ayo masuk!"Ajak kakak Ibrahim.
"Terimakasih kak."Ucap Wulan.
Ibrahim dan Wulan masuk ke dalam rumah.
"Lan, ini baju yang sudah aku belikan buat kamu."Ucap Kakak Ibrahim.
"Iya terimakasih kak."Ucap Wulan.
"Yasudah kamu ganti baju ya."Jawab kakak.
Wulan hanya menganguk dan menganti pakaian di kamar mandi.
"Kamu gimana sih malah mengajak mereka berdua, kalau ketahuan salah satu gimana coba?"Tanya Kakak sambil memarahi Ibrahim.
"Itu dia kak, tadi Rahayu telpon aku cuman aku bilang aku kondangannya malam dan dia marah."Ucap Ibrahim.
"Kamu jangan kaya gitu lah mas, sebagai laki-laki harus bisa menentukan mana yang terbaik buat di jadikan pendamping, kasihan sama kedua mereka. Aku tidak tega melihat Wulan yang berhati malaikat harus tersakiti."Ucap Kakak.
"Iya kak, aku juga tidak tega. Tenang saja kak aku bisa atasinya kok."Ucap Ibrahim.
"Terserah kamu mas, aku cuman bisa bilangin dan berdoa yang terbaik buat kalian."Ucap Kakak.
"Terimakasih kak."Ucap Ibrahim.
Beberapa menit kemudian Wulan selesai dari berganti pakaian dan menuju ke arah Ibrahim.
"Masyaallah cantik sekali calon ade iparku ini."Ucap Kakak sambil melihat ke arah Wulan.
"Terimakasih kak, tapi kak terlalu memuji Wulan."Ucap Wulan tersenyum.
"Tidak kok Lan, kamu memang cantik."Ucap Ibrahim tersenyum.
"Yasudah kalian kondangan sanah, nanti terlambat loh."Ucap Kakak.
"Gimana kalau kita kondangan bareng saja."Ucap Wulan.
"Aku sudah kondangan tadi siang."Ucap Kakak.
"Oh..."Ucap Wulan melas.
"Sudah jangan di tekuk gitu mukanya, nanti cantiknya hilang kok."Ucap Ibrahim.
__ADS_1
"Yasudah kami berangkat dahulu ya kak."Ucap Ibrahim dan Wulan.
Kakak hanya menganguk dan mereka segera pergi ke lokasi tempat kondangan.