Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Telah sampai


__ADS_3

Tengah malam, di gerbang kota Floppa. Hime dan juga Luvria berdiri di depan kerumunan orang-orang yang sedang mengantri untuk masuk ke dalam gerbang kota. Keadaan seperti ini memang sudah sangat wajar karena setiap masuk di sebuah kota memang diwajibkan untuk menunjukkan lencana.


Sekali lagi itu adalah hal yang wajar. Pihak kota pastinya tidak akan membiarkan penyusup masuk ke dalam kota dengan begitu mudah. Maka dari itu diberlakukan dengan pengecekan lencana oleh beberapa prajurit pada orang-orang yang masuk ke dalam suatu kota.


Apalagi setelah maraknya informasi tentang Stealth Brigade yang menurut mereka adalah organisasi penjahat padahal faktanya mereka adalah seorang penjahat dalam penjahat, walaupun cara mereka tetaplah salah.


Kondisi seperti ini jelas membuat hati Hime berdebar kencang. Memang bahwa tidak ada yang mengerti bahwa di dekat orang-orang adalah sosok Luvria. Sosok yang mereka kenal dengan anggota Stealth Brigade. Namun, Luvria bertindak benar-benar sangat tenang dan bahkan membelai rambut Hime dengan sedikit lembut.


“Tenanglah, jangan khawatir. Kita pasti akan bisa masuk ke dalam kota.”


“Ja-jangan katakan ibu akan menggunakan jalur keke ...” Ucap Hime dengan perasaan yang sedikit takut.


Pernyataan Hime membuat Luvria memotong ucapannya. Namun bersamaan dengan itu pula, dia mengeluarkan sebuah lencana yang bertuliskan bahwa itu adalah Ivy.


“Aku mempunyainya. Tidak, sebenarnya ini adalah lencana milikmu saat dirimu lahir. Namun, kau diculik saat umurmu 8 bulan. Jadi, sebagai sebuah kenang-kenangan aku tetap menggunakannya dan memakai identitas ini untuk masuk ke sebuah kota. Jadi, jangan khawatir.”


“Ivy Ni??” Hime mengerutkan dahinya saat melihat lencana tersebut. Namun dari ekspresi wajahnya dia benar-benar menunjukkan bahwa dia bertanya-tanya tentang nama keluarga yang tergores sesuatu.


“Nightshade. Dulunya kita ini sebenarnya merupakan anggota keluarga cabang di kekaisaran Black Moon. Dan ayahmu sendiri juga anggota keluarga Nightshade. Tapi, dia adalah orang paling bajingan dalam hidupku setelah orang tua asuh yang menculik dan memperlakukanmu secara buruk. Maka dari itu, aku tadi hampir meluap emosiku saat dirimu ternyata dijadikan budak oleh anak yang bernama Leo tadi karena statusmu. Tapi siapa yang berpikir bahwa dia adalah seorang pureblood pula.” Ungkap Luvria dengan tatapan sedih.


Namun saat itu juga, Luvria menyadari ada sesuatu yang janggal. Dia berpikir, sangat jarang saat serang pureblood tidak tinggal di kekaisaran dengan menyandang gelar pureblood selain dirinya dan putrinya karena alasan tertentu. “Tunggu sebentar, jangan-jangan Leo adalah cucu ....”


“Nona! Giliran kalian berdua untuk menunjukkan lencana kalian.”

__ADS_1


Tidak terasa saat mereka mengantri dan membahas lencana. Kini saatnya mereka untuk masuk dan menunjukkan lencana terlebih dahulu. Kemudian, Hime tersenyum dan mengangguk sambil memberikan sebuah lencana miliknya yang menunjukkan identitas Hime itu sendiri.


Begitupun dengan Luvria, namun dia hanya menunjukkan lencana yang bertuliskan Ivy atau sebenarnya seharusnya itu adalah milik Hime. Namun, itu guna untuk menutup identitas Luvria yang sebenarnya.


“Emm, kalian benar-benar sangat mirip. Selamat datang di kota Floppa.”


“Kami memang seorang ibu dan anak.”


.....


Di gerbang kota South Duchy.


Meski kota sekalipun, tapi kota inilah yang menjadi pusat pemerintahan duke Selatan atau lebih tepatnya duke Luther. Memang, jelas bahwa apabila kota menjadi pusat pemerintahan setidaknya duke, itu pasti akan membuat walikota yang memimpin kota ini benar-benar tersenyum karena menjadi kota paling kaya.


Leo, Iris dan juga Melina saat ini terengah-engah di depan gerbang kota. Orang-orang juga seolah memandang aneh dari kemunculan  dari Leo, Iris dan juga Melina yang tampak begitu lemas.


Sebenarnya ini hanyalah efek teleportasi dari Raven. Ya, Leo menyadarinya sendiri. Semakin jauh teleportasi yang diberikan oleh Raven, maka seolah itu akan benar-benar melemahkan syaraf yang ada karena itu adalah akibat dari perpindahan ruang secara mendadak dengan jarak yang cukup jauh.


Akan tetapi Leo mencoba untuk tetap tegar. Tampaknya dalam kondisi malam hari seperti ini, akses keluar masuk dari wilayah South Duchy sangat ramai. Banyak orang yang keluar, ataupun masuk yang membuat Leo kemungkinan akan mengalami sebuah antrian yang begitu panjang.


Sedikit menyesal, karena Leo sendiri merasa bahwa menaiki kereta kuda milik Duke seharusnya lebih baik dari ini. Karena tamu kehormatan sendiri seolah mendapatkan akses khusus tanpa pengecekan lencana pribadi seseorang. Namun, mau bagaimana lagi? Semuanya sudah terjadi.


Terpaksa Leo, Iris dan Melina mengantri untuk pengecekan. Hal tersebut guna untuk menghindari hal yang tidak-tidak dan sangat membahayakan seseorang.

__ADS_1


Melina yang merasakan hal itu, sebenarnya dia berdecak begitu kesal dan juga menghela napas. Dia sama memiliki pemikiran dengan Leo bahwa seharusnya dia bersama dengan kereta kuda asli milik Duke daripada harus menerima sebuah jebakan yang diberikan oleh Raven itu sendiri.


Namun, beberapa menit menunggu. Pada akhirnya giliran mereka untuk melakukan pengecekan. Seperti pada umumnya, Leo mengeluarkan sebuah lencana miliknya yang memiliki sebuah identitas mengenai dirinya sendiri.


“Tunggu sebentar.” Ucap salah satu penjaga yang seketika terbelalak dengan mata terbuka lebar saat melihat lencana milik Leo itu sendiri. Bahkan, penjaga itu menatap Leo dengan cukup serius dan merasa penuh keterkejutan.


“Tuan Leodric Frosch dari kota Little Pear? Bukankah Anda merupakan tamu undangan duke Luther? Tidak, ini sama sekali tidak masuk akal! Bahkan tiga hari yang lalu pihak Duke berangkat dan seharusnya Anda datang 3 hari kemudian!” Sambung penjaga tersebut yang membuat beberapa orang penjaga lainnya yang tengah sibuk langsung menghampiri.


“Jangan-jangan kau palsu?! Jangan coba-coba untuk menyamar menjadi orang lain!” Kata penjaga lain dengan tatapan yang penuh curiga.


Leo tetap tenang, bahkan dia menghela napas terlebih dahulu sebelum meluruskan kesalahpahaman yang menurutnya benar-benar sangat aneh seperti ini.


‘Raven sialan.’


“Maafkan aku tuan. Tapi ini ada beberapa kesalahpahaman. Sebelumnya ada sebuah peristiwa dimana kelompok Stealth Brigade menjebak kami. Bahkan sebelum kereta Duke telah sampai, ada kereta kuda yang mengatasnamakan Duke datang dan menjemput kami. Rupanya, di perbatasan antara kota Little Pear dan Floppa, kamu diturunkan dan diserang habis-habisan oleh bawahan Raven.” Iris menjelaskan secara terus terang.


Jelas bahwa itu tidak ada sebuah tambahan atau pengurangan dari fakta yang sebenarnya. Iris menjelaskan apa adanya bahwa ini ada gangguan dari Stealth Brigade. Meski dia sama sekali tidak menceritakan tentang hubungan Leo dan juga Raven yang baru saja dibentuk begitu saja.


“Tunggu, apa!” Beberapa orang penjaga cukup terkejut saat mendengar pengakuan dari wanita yang ada di dekat Leo. Mereka benar-benar hampir muntah darah dan hampir tidak percaya bahwa semua ini ada hubungannya dengan Stealth Brigade.


Meski cerita bawahan Leo atau Iris benar-benar sangat masuk akal, melihat kondisi mereka juga seolah baru saja mendapati sebuah pertarungan seperti tubuh mereka yang acak-acakan dan terlihat sangat buruk membuat mereka ragu bahwa Leo memang benar adalah seorang tamu undangan.


“Baiklah tuan, akan tetapi, guna menghindari sesuatu yang tidak-tidak, bisakah Anda bekerja sama dengan kami terlebih dahulu. Sebelum beberapa orang atau mungkin tuan tristan datang dua hari lagi, Anda akan kami awasi terlebih dahulu. Lebih tepatnya, kami akan meminta persetujuan tuan baron terlebih dahulu dan akan menampung kalian. Bagaimana?” tanya salah satu penjaga.

__ADS_1


Leo mengangguk. Demi kenyamanan bersama dan bisa meluruskan permasalah ini tanpa mencari masalah yang lain, dia sama sekali tidak keberatan. Jadi, Leo tanpa memberikan alasan apapun kecuali dia setuju. 


__ADS_2