Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Masa lalu Luvria


__ADS_3

“Raven?”


“Tentu saja.”


Kali ini bukan Guy yang menjawabnya, melainkan seseorang. Seseorang yang berdiri tidak jauh di dekat Leo. Yang mana kabut yang menjebak Melina menghilang, memperlihatkan seorang pria berumur 25 tahunan dengan sebilah pedang yang membuat Melina tidak bisa bergerak. Dia adalah Raven.


Keduanya, baik Raven ataupun Leo, mereka baru saja melihat satu sama lain. Harapan masing-masing dari mereka untuk bertemu kali ini terkabul.


Guy harus mundur sejenak untuk memberi Leo ruang. Sedangkan Leo, dia menatap wajah Raven sekaligus menghindari kontak matanya secara langsung atau dia akan mendapatkan sesuatu yang tidak dia inginkan.


Selain itu, Iris yang berusaha untuk keluar dari jeratan akar, tiba-tiba berdirilah seorang wanita paruh baya, dengan rambut hijau muda dan juga wajah yang begitu elegan meskipun ada sebuah keriput yang menghiasi wanita itu. Selain itu, Leo membuka matanya lebar-lebar saat memandang wanita paruh baya itu dengan begitu seksama.


“Dia sangat mirip dengan ....”


“Kau terjebak! Bersyukurlah karena yang turun tangan untuk melawanmu adalah anggota Stealth Brigade. Dan seharusnya kamu tahu, dia Raven, dan itu adalah nona Luvria.” Guy kembali memasukkan pedangnya ke dalam sebuah selongsong. Wajahnya tersenyum puas dan sangat menggelikan saat melihat wajah panik Leo.


“Kau benar-benar sangat menarik. Aku memiliki kamu beberapa opsi.” Ujar Raven.


“Kamu akan kami promosikan menjadi anggota Stealth Brigade jika kamu mau dan itu adalah keharusan. Kemudian, jika kamu menolak, kamu harus bertarung mati-matian dengan Guy, dan nyawa mereka berdua tidak akan selamat.” Sambungnya.


“Selain itu, apakah kamu sempat berpikir, bahwa ternyata kamu benar-benar sangat bodoh yaitu melepaskan alkemismu kepada Viscount timur? Emm, jika bukan karena Darian yang mencoba untuk membodohi viscount, ini tidak akan berhasil.” Ucap Guy dengan penuh bangga.

__ADS_1


“Ah, aku tidak menyangka bahwa kamu benar-benar sangat bodoh. Apakah kamu sempat berpikir bahwa, alkemismu mendapatkan masalah yang begitu besar?” Raven juga mencoba memanas-manasi keadaan Leo yang sedang terpojok.


Di sisi lain, Iris dan juga Melina benar-benar sangat terkejut saat menyadari demikian. Apalagi posisi mereka dengan Hime juga sangatlah jauh, selain itu, lawan mereka adalah Stealth Brigade yang membuat mereka sebenarnya juga dalam berbahaya.


Persetan dengan itu semua, Leo menatap mata Luvria, lebih tepatnya dia melakukan kontak mata dengan Luvria karena benar-benar begitu penasaran dengan masa lalunya.


Kemudian, setelah melihat semua kejadian itu, Leo menundukkan kepalanya dan sedikit memejamkan matanya sebentar, sebelum dia berkata, “Nona Luvria, masa lalumu benar-benar sangat kelam. Aku sekarang mengerti mengapa dirimu menculik anak-anak.”


“Apa maksudmu!” Protes Luvria sambil menggertakkan giginya. Wajahnya begitu murka saat seseorang membicarakan bagian sensitif dalam dirinya lebih tepatnya dia tidak ingin seseorang membahas masa lalu kelam dirinya.


“Ivy, itu nama putrimu kan? kau kehilangan putrimu saat dia berumur 8 bulan. Ya, itu adalah penculikan! Ayah Ivy juga kasar, tak peduli kepada kalian berdua sebelumnya, bahkan kalian sempat bercerai. Sehingga kau benar-benar hampir gila diperbuatnya.” Ucap Leo.


Luvria terdiam, siapa yang menyangkal keberadaan Leo mampu membaca masa lalu kelamnya? Padahal dia sendiri belum pernah membicarakan masa lalunya kepada siapapun karena itu adalah bagian paling rahasia dari dirinya.


Keputusasaan itu membuat dia seolah menjadi wanita gila. Menculik anak-anak adalah jalan pintasnya. Dia hanya ingin orang tua lainnya merasakan apa yang dia rasakan sehingga membuat alasan mengapa Luvria menculik anak-anak dan melakukan sebuah penelitian.


Mendengar penjelasan dari Leo, Luvria kembali menggertakkan giginya. Kemudian dia menjawab, “Tapi aku selalu mengembalikan anak-anak tersebut kepada orang tuanya! Aku hanya tidak ingin anak-anak yang tidak memiliki atribut tertindas begitu saja oleh anak-anak yang memiliki atribut. Itu adalah alasanku mengapa aku membuat sebuah penelitian dan percobaan.”


“Tapi nyatanya aku memiliki anak asuh yang juga kehilangan orang tuanya saat anak buahmu menculik anak asuhku. Dan itu juga alasan yang tidak masuk akal, karena anak asuh yang sempat kau culik memiliki atribut yang baik juga.”


“Tidak bodoh! Aku selalu menegaskan kepada bawahanku untuk tidak membunuh orang tuanya! Itu adalah kesalahan terbesar hanya karena mereka ingin pujian dan kekuatan lebih! Aku ....” Luvria tertunduk, dia mengangkat tangannya dengan begitu bergetar karena selama ini dia mengambil sebuah kesimpulan yang salah. Namun, setelah itu dia masih berkata.

__ADS_1


“Jika anak itu menjadi yatim piatu, akulah yang bertanggung jawab. Kau seharusnya tahu Hellfire! Dia juga ya ....”


“Tapi dia juga tertekan bodoh! Dia tidak ingin menjadi objek percobaan.”


“Aku hanya ingin bertanggung jawab apa yang kuperbuat. Aku tahu bahwa Hellfire meratakan desamu karena dia butuh makan, anak-anak di tempatku atau lebih tepatnya yang mengikuti diriku adalah yatim dan piatu, tapi kami sama sekali tidak memiliki harta yang lebih jika bukan karena bantuan Raven dan juga Guy, bahkan Kael yang mendekam di penjara sekalipun!”


Leo menghela napas. Itu adalah alasan yang masuk akal. Hanya saja, bukan itu yang ingin dia bahas sebenarnya. Melainkan anak Luvria, atau sosok yang bernama Ivy itu sendiri.


“Apakah kau percaya bahwa Ivy masih hidup?” Kata Leo dengan nada yang sedikit lirih.


“Apa maksudmu?” Luvria bertanya dengan wajah yang begitu merah. Merah karena dia menahan emosi yang meluap, air matanya seolah tumpah hendak membasahi pipinya sendiri. Bahkan setelah mendengar penjelasan dari Leo, dia ingin mencincang Leo habis.


Leo kemudian menatap Raven yang selama ini masih diam seolah menikmati drama ini. Kemudian, Leo berkata dengan serius kepada Raven. “Kau Raven? Bisakah aku memanggilmu Raven?”


“Tentu.”


“Opsi mu tadi, aku sama sekali tidak memilih satupun. Melainkan, aku menciptakan opsi sendiri  yang mungkin bisa kalian terima.” Jawab Leo mengangkat jari tangannya. Wajahnya begitu serius saat membicarakan ini.


“Aku bahkan tahu bagaimana fisik putri Luvria, yaitu Ivy. Dia sangat persis dengan nona Luvria, yaitu rambut hijau, pupil mata hijau, bahkan atribut sihirnya. Maksudku, dia adalah ....”


“Ya, dia adalah alkemis kami, Hime! Orang yang kalian jebak di viscount timur sangat mirip dengan nona Luvria. Aku mengerti sekarang.  Nona Luvria yang terjebak sekarang.” Iris tersenyum lebar saat dia mengerti bahwa orang yang dijebak di viscount timur adalah Hime, yang tidak lain adalah putri Luvria yaitu Ivy.

__ADS_1


Leo tersenyum, baru kali ini dia tersenyum. Apa yang diucapkan oleh Iris adalah kebenaran bahwa Ivy adalah Hime. Alias putri Luvria adalah Hime itu sendiri. Kali ini Leo benar-benar sangat bangga karena tidak perlu khawatir dengan Hime karena suatu hal, yaitu Luvria tidak akan membiarkan putrinya sendiri terbunuh karena siasat Raven.


__ADS_2