
Hari sebenarnya sudah mulai malam. Leo memiliki niatan untuk kembali ke markas guild petualang dan kembali ke rumahnya untuk melepaskan penat. Meski sebenarnya dia bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak yaitu kediaman Voldegod, tapi Leo menyerahkan kepada 15 budak miliknya untuk menjaganya terlebih dahulu.
Kediaman tersebut akan menjadi tempat tinggal sementara untuk mereka. Sedangkan Leo, dia akan kembali ke penginapannya hanya untuk menghargai hadiah terima kasih dari ibu Lala. Jelas, setelah dia menerimanya, tidak mungkin Leo seolah tidak menghargainya, itu akan membuat kecewa mereka.
Di sisi lain, kini ada wanita keras kepala yang mendadak membuat Leo sedikit jengkel. Melina meringkus dan bersikeras untuk mengikuti kemanapun Leodric dengan alasan menjaganya. Pasalnya, Leo tidak akan tahu bahwa ada orang yang berhubungan dengan Voldegod tiba-tiba datang dan membalaskan dendam Voldegod.
Meski itu tidak masuk akal, pada akhirnya Leo tetap mengajaknya. Hanya saja, ini memiliki alasan agar Melina tidak berteriak menangis. Walaupun pada dasarnya dia hanya terlihat sedih. Kemudian, perlu digaris bawahi bahwa Melina akan tinggal di penginapan terpisah dengan membayarnya sendiri menggunakan harta milik Voldegod.
Lagipula harta Voldegod seolah tidak pernah habis. Itu telah menjadi aset Leo yang menjadikan bahwa harta Leo saat ini bukan hanya 17 koin emas, tapi ratusan, bahkan ada beberapa koin platina yang membuat Leo sebenarnya meneteskan air liur. Belum lagi dia juga akan mendapat beberapa keping perak setelah dia menyelesaikan sebuah quest dari guild petualang.
“Ingat, kau akan menemaniku saja Melina. Kau jangan terlalu percaya diri.”
“Dimengerti tuan. Selain itu, mengapa Anda menuju markas guild petualang?” Tanya Melina penasaran.
“Emm? Menurutmu aku melawan kelompokmu dengan kemauanku sendiri? Sebenarnya ini karena quest, tapi karena ada hubungannya dengan tindak kejahatan, aku mengambilnya. Karena mungkin orang-orang seperti kalian mengerti dunia gelap yang tidak diketahui oleh orang lain.” Jawan Leo.
Melina tidak bisa menjawab lagi, dia sekarang mengerti bahwa Leo merupakan anggota guild petualang kota Little Pear. Kemudian, Melina menunggu di luar karena dia bukanlah anggota Guild. Dan itu merupakan sebuah larangan untuk masuk ke dalam sebuah markas.
Meski begitu, Melina cukup tertarik untuk bergabung dengan guild. Setidaknya dia tidak ingin membuat tuannya merupakan seorang petualang solo yang tidak memiliki satupun rekan.
.....
__ADS_1
“Nona Iris aku ingin mengambil gaji karena telah menyelesaikan quest. Semua data tersebut berada di gelang tag ini sehingga tidak ada alasan bahwa aku berbohong.” Ucap Leo sambil menyerahkan gelang tag berwarna coklatnya kepada wanita yang ada di hadapannya.
Wanita itu tiba-tiba mendadak terkejut. Jelas dia mengingat bahwa kemarin pagi pria di hadapannya hanyalah seseorang dengan level ‘3’ tapi apa yang sekarang dia lihat bahwa pria tersebut sudah berada di level 5. Hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa dicerna oleh akal pikiran.
Sehingga, wanita itu menganggap bahwa dia salah orang. Lagipula ada banyak orang yang datang kepadanya untuk mengambil quest dan melapor, sehingga dia tidak bisa mengingatnya satu-satu. Namun, setelah menganalisis data gelang tag milik Leo menggunakan sihir non bakat miliknya, dia kembali terkejut.
Wanita itu sebelumnya hampir tidak akan percaya bahwa Leo dengan level 3 menyelesaikan quest untuk membunuh para penjahat. Bahkan dia hampir tertawa karena paksaan Leo untuk mengambil quest yang berhubungan dengan pembunuhan.
Kemudian dia menyarankan quest yaitu menyelesaikan preman yang berada di jalan penghubung antara desa Ciradar dan kota Little Pear karena itu tergolong mudah. Hanya saja sebenarnya seharusnya itu sangat sulit bagi Leo karena jumlah para preman yang sangat menonjol.
Dan kini wanita itu hampir tidak mempercayainya. Data terlampir bahwa quest telah selesai. Gelang tag tidak akan bisa dimanipulasi meski oleh orang berbakat sekalipun. Sehingga, wanita itu langsung menunduk dan memberikan gelang tagnya kembali kepada Leo.
“Quest ini diselesaikan, bayaran anda adalah dua koin perak. Aku harap Anda tidak protes karena terlalu murah. Bukankah ini sudah tertera di quest sebelumnya?”
Leo mengambil gelang rank tag dan dua keping perak. Menurutnya ini sama sekali bukan masalah. Dia mungkin menganggap bahwa ini adalah sesuatu yang murah, namun ada yang lebih berharga yaitu sebuah informasi yang dia dapat, dan sebuah kekuatan mengerikan, atau lebih tepatnya dia baru saja mendapatkan atribut sihir baru.
Meski informasi yang tidak seberapa, akhirnya dia juga mengerti bahwa ada sebuah informasi yang masuk ke dalam kategori gelap. Yaitu pembunuh yang membunuh keluarganya adalah organisasi Verva. Namun organisasi tersebut menghilang bertahun-tahun yang lalu.
Mengapa disebut kategori gelap? Sepertinya Leo mengerti bahwa organisasi Verva Orde tidak banyak orang yang tahu karena Melina yang lebih tua darinya saja sama baru mengetahuinya baru-baru ini. Sehingga, ada beberapa kemungkinan bahwa organisasi tersebut merupakan kategori organisasi yang hanya terkenal di kalangan bangsawan. Dan merupakan sebuah kiriman.
Dan yang aneh, orang tua Leo sama sekali tidak memiliki hubungan dengan para bangsawan, atau bahkan memiliki masalah dengan mereka. Meski begitu, ini akan menjadi bagian yang menarik bagi Leo, karena dia akan mencoba untuk mencari informasi melalui bangsawan.
__ADS_1
“Tapi tidak akan secepat itu. Mendekati bangsawan untuk menggali informasi dari mereka tidak mudah. Setidaknya aku harus berteman dengan seorang bangsawan yang lebih tua dariku? Agar mereka tahu tentang kelompok organisasi Verva.” Batin Leo dengan berpikir panjang.
Masalahnya, mendekati bangsawan bukanlah sesuatu hal yang sangat mudah bagaikan membalikkan telapak tangan. Perbedaan status menjadikan para rakyat jelata tidak bisa berteman dengan seorang bangsawan. Seolah menyebutkan bahwa rakyat jelata tidak memiliki hak untuk berteman dengan bangsawan.
Jika terus dipaksakan, maka akan menjadi sebuah kerugian dari kedua belah pihak yaitu rakyat jelata dan bangsawan yang saling berteman. Mereka akan menjadi bahan pembicaraan bagi bangsawan lain karena seharusnya lingkaran pertemanan bangsawan adalah bangsawan pula.
Tapi itu tidak semuanya, apabila anak raja berteman dengan rakyat jelata, para bangsawan bawah tidak akan berani untuk membicarakan anak raja tersebut. Walaupun faktanya, kebanyakan anak raja juga tidak ingin bermain dengan rakyat jelata. Dan tidak sedikit juga para anak raja dan duke, serta para bangsawan ke bawah lainnya tidak malu untuk bermain dengan rakyat jelata.
“Anda tidak ingin mengambil quest lagi tuan?” Tanya Iris tersebut.
Leo belum tertarik untuk melihat papan informasi. Kemudian dia berkata, “Besok saja, aku ingin istirahat terlebih dahulu.”
“Baiklah tuan, terima kasih telah berkontribusi di guild Little Pear untuk hari ini.”
Pada akhirnya Leo kembali ke penginapan dengan membawa Melina. Dan Leo juga menegaskan kepada Melina bahwa dia harus memesan kamar sendiri. Jadi ini akan menghindari sesuatu yang tidak-tidak.
Namun, saat dia baru saja sampai di penginapan, keadaan benar-benar sangat ramai. Sebuah kerumunan membuat Leo dan Melina tertarik untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya?
Leo berusaha mendesak keramaian. Dia cukup terkejut saat ada banyak orang yang mencoba menenangkan ibu Lala yang tampak menangis tersedu-sedu.
“A-apa yang terjadi?”
__ADS_1