Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Shadow Hunter


__ADS_3

“Kenapa kau memanggilku, Luvria?” Raven mengerutkan dahinya


Memandang seorang wanita berambut panjang. Wajahnya sedikit ada kerutan yang menandakan bahwa dia sebenarnya adalah seorang wanita berumur. Hanya saja, meskipun dia adalah seorang wanita yang sudah berumur, namun wajahnya tidak meninggalkan sebuah kesan yang begitu cantik bagaikan ratu.


Luvria dengan sedikit malas, dia berkata. “Kau tahu tentang keberadaan sosok Shadow Hunter? Dia bahkan hampir membunuh seluruh kelompokku yang ditugaskan untuk menculik anak-anak.”


“Shadow Hunter ya. Apakah mungkin bawahanku banyak yang hilang akibat Shadow Hunter?” Raven kembali bertanya. Baik kepada dirinya sendiri atau mungkin kepada dua orang di hadapannya.


“Apakah ini ulah anak yang bernama Leo itu? Kita tahu setelah dua bulan yang lalu, aku hampir dikalahkan olehnya meskipun levelku lebih tinggi darinya.”


“Kau masih dendam dengan Leo, Guy Blackwell?” Raven menatap Guy sekilas.


“Sialan! Kau yang menyuruhku untuk meratakan Little Pear. Akan tetapi kau juga hampir membunuhku karena sosok Leo itu. Dia benar-benar anak yang tidak bisa diremehkan!” Guy memberikan sebuah komentar.


“Leodric Frosch ya. Ya, dia adalah sosok yang terkenal di kota Little Pear akhir-akhir ini. Namun, bukankah kalian berpikiran bahwa sangat menarik saat anak itu bergabung dengan Stealth Brigade?” Ujar Luvria.


Pernyataan Luvria sedikit membuat terkejut Raven. Terutama Guy yang juga memberikan sebuah kesan kaget saat mendengar ide gila dari seorang Luvria. Sehingga, Guy sendiri langsung angkat suara.


“Hei, jangan berpikiran bodoh! Bukankah aku baru saja berspekulasi bahwa Leo adalah seorang Shadow Hunter yang kalian maksud? Lantas mengapa kau seolah ingin merekrut anak itu ke Stealth Brigade!”


“Kau benar, hanya saja kurang tepat. Lagipula aku tidak memiliki hak untuk menambahkan atau mengeluarkan seseorang. Orang yang memiliki wewenang adalah tuan Harold. Bahkan dia juga mengizinkanmu untuk menggunakan kekuatan bukan?” Luvria membalas ucapan Guy sambil menyeduh teh di atas sebuah meja.


“Guy, bagaimana pandanganmu tentang organisasi ini? apakah menurutmu kita adalah seorang pembunuh? emm tidak salah, hanya saja kita membutuhkan sebuah kebebasan untuk melakukan sesuatu. Apa yang dilakukan oleh Leo adalah sesuatu yang main hakim sendiri, seolah dia memiliki dendam dengan yang namanya sebuah penjahat atau pembunuh.” Raven juga mendukung ucapan dari Luvria. “Jika Leo terus melakukan hal seperti itu, kepercayaan masyarakat kepada instansi pemerintahan akan menurun, maka dari itu Leo tidak menutup kemungkinan akan dianggap sebagai seorang pemberontak karena aksi sepihak.”

__ADS_1


“Bagaimana itu bisa terjadi?”


“Politik, seperti itulah. Apakah kau tidak mendengarku?” Raven menuangkan secangkir teh sebelum dia menyeruputnya dan melanjutkan ucapannya. “Jika Shadow Hunter terus ada dan membunuh para pembunuh dan penjahat, kepercayaan masyarakat yang sebelumnya berada di instansi pemerintahan kerajaan, duke, maupun kota, semakin menurun karena dianggap tidak becus untuk mengurus apa yang namanya sebuah penjahat dan pembunuh. Sebaliknya, masyarakat akan memuja Shadow Hunter tersebut.”


“Jika terus dibiarkan, pihak bangsawan tidak akan tinggal diam dan berusaha untuk menyingkirkan Shadow Hunter yang telah mengambil kepercayaan masyarakat. Entah apa yang dilakukan oleh bangsawan nantinya, seperti tuduhan palsu, sebuah fitnah dan pencemaran nama baik lainnya dengan alasan aksi sepihak.” Ucap Luvria menambahkan apa yang Raven katakan.


“Dan apa yang kusuruh lakukan kepadamu untuk meratakan Little Pear dengan kemampuan entitas mastery, itu hanya sekedar sebuah pengalihan. Lebih tepatnya aku ingin melihat bagaimana cara Leo bertarung setelah aku mendengar bahwa Leo tinggal di hutan Esves. Dan seperti yang kita lihat, dia tidak bisa diremehkan bukan?” Ungkap Raven.


Raven mengakui seperti itu dan tidak jujur lebih awal, itu karena dia tahu bahwa Guy akan ogah-ogahan untuk menerima permintaan darinya. Bagaimana tidak? dengan membawa ratusan goblin, Guy akan merasa sangat bodoh saat dia harus mengerahkan sebanyak itu hanya untuk satu orang.


Sehingga, agar ada sebuah pertarungan panas, Raven memberikan sebuah pernyataan pada Guy bahwa ini adalah untuk meratakan kota. Karena Raven tahu bahwa meratakan kota dengan goblin adalah hal yang begitu percuma. Meski dia sebelumnya tahu bahwa Guy sempat menolak untuk meratakan kota, tetapi Raven percaya bahwa ini pasti tidak sesulit menyuruh Guy untuk melawan Leo dengan menggunakan ratusan goblin.


Mendengar bahwa Raven mengakui bahwa sebenarnya tujuannya kala itu bukanlah untuk meratakan kota, melainkan untuk mengetes kemampuan Leo, itu sempat membuat Guy marah di detik-detik ini. Hanya saja, dia baru teringat dan menyadari bahwa ini jauh lebih baik dari meratakan kota.


“Aku pikir kamu akan menolak dengan keras.” Jawab Raven.


“Sebenarnya itu lebih baik daripada meratakan kota.”


“Ah, jadi hanya sebuah kesalahpahaman. Baik, maafkan aku Guy.”


Namun, saat itu juga, suara gemuruh benar-benar muncul. Mereka yang sebelumnya berada di dalam sebuah ruangan dengan dinding keras, seketika hancur ketika seorang monster berwarna merah yang tidak lain adalah Hellfire yang berusaha untuk masuk.


Hanya saja, posisinya langsung ambruk dan kehabisan mana setelah semalam dia bertarung dan kini kembali pada pagi hari. Untung saja, dia saat perjalanan menuju ke tempat ini, dia sempat pingsan dan tidak ada satu orangpun yang melihatnya. Karena posisinya yang begitu dalam.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, Luvria merogoh sakunya, memperlihatkan sebuah batu magis berwarna merah yang kemudian ditempatkan pada dahi Hellfire.


Binding Chain, atau artefak tersebut seketika mengeluarkan sebuah rantai yang kemudian mengikat tubuh Hellfire dengan sangat erat. Bahkan ukurannya semakin mengecil seiring dengan rantai yang terus mengikat.


Semakin mengecil monster tersebut, namun hanya akan mentok pada tubuh manusia, sebelum berubah menjadi perempuan dengan tubuh setengah telanjang dan rantai terikat. Wajahnya terlihat begitu pucat dengan tubuh yang mengenaskan, apalagi kaki dan tangannya yang seolah mengalami proses regenerasi yang begitu lama sehingga menghasilkan sebuah bagian tubuh yang mungil.


Perlahan, wanita itu tersadar. Luvria menarik Binding Chain dan melepaskan rantai yang digunakan untuk menyegel kembali roh mutan milik wanita tersebut.  Kemudian, dengan penuh penasaran, Luvria bertanya.


“Apa yang terjadi padamu, Lyra?”


“Aku hampir dibunuh nona. Dia benar-benar sangat kuat. Itu bermula saat aku menerima sebuah quest dari seseorang untuk meratakan desa Caprae. Hanya saja, seorang pria berambut putih datang dan hampir membunuhku.”


“Leodric?” Sahut Guy dengan penasaran. Rambut putih, sangat kuat? Siapa lagi jika bukan Leo? Guy benar-benar sangat yakin 1000% persen bahwa itu adalah Leo.


“Sepertinya, bahkan objek nomer 3 ku harus babak belur dibuatnya? Kita tidak bisa meremehkannya dengan mudah. Di sisi lain, dia kuat dan aku ingin merekrutnya, hanya saja, statusnya sebagai seorang Shadow Hunter, membuat kita bisa saja tersingkirkan karena targetnya adalah seorang kelompok kriminal, penjahat, pembunuh seperti kita. Apa yang harus kita lakukan?” Luvria bertanya kepada yang lainnya.


“Lyra, siapa klien atau orang yang membayarmu? Kita akan memanfaatkan dia. Yang pertama, jika rencana ini gagal kita akan berusaha untuk menarik Leo ke kelompok ini karena aku juga tertarik dengannya. Di sisi lain, jika ini berhasil, maka kita akan menyingkirkannya sebagai sebuah tujuan utama.” Raven mengangkat tangannya dan sedikit tersenyum.


“Eh, tuan, itu sangat kebetulan. Orang itu benar-benar mengaku bahwa sebelumnya memang memiliki masalah dengan mantan kepala prajurit tersebut atau klienku.” Kata Lyra dengan wajah yang begitu menyedihkan.


Mendengar hal itu, Raven tersenyum menyeringai.


 

__ADS_1


__ADS_2