
“Hanya sekedar perayaan ulang tahun kota Little Pear yang akan terjadi 3 hari lagi. Emm, nantinya walikota akan berdiri di tengah alun-alun dan melepaskan merpati sayap perak, jenis merpati spirit yang dicari banyak orang. Tapi yang jelas, di alun-alun akan ada parade, dan orang-orang bebas mendirikan stand untuk membuat bazar. Jelas, itu tidak akan aman, dan prajurit kota juga tidak bisa bekerja secara maksimal.” Iris mencoba menjelaskan.
Tepat! Pikiran Leo tiba-tiba meledak, bukan meledak karena dia merasa pusing, akan tetapi dia tiba-tiba mendapatkan sebuah ide yang cukup cemerlang. Apalagi, 2 hari lagi merupakan potion pertamanya jadi.
Tidak, dia tidak berpikiran untuk membuat stand untuk menjual potionnya. Langkah seperti ini, Leo sangat yakin bahwa itu bukanlah ide cemerlang. Mungkin banyak orang yang tidak akan percaya bahwa apa yang dia jual adalah potion extraksi Lily matahari. Apalagi keberadaan Lily matahari benar-benar sangat langka.
Apa yang diperlukan adalah, praktek lapangan secara langsung! Yaa, jika bisa, dia bisa menunjukkannya di hadapan walikota secara langsung. Itulah langkah awal dia bisa memiliki hubungan dengan seorang bangsawan. Dengan begitu, dia bisa menggali seluruh dunia gelap yang dirahasiakan oleh para bangsawan itu sendiri.
“Yaa, aku menerimanya!” Leo berkata dengan penuh semangat.
“Tapi, ini lebih seperti persaingan. Banyak petualang yang juga mengambil quest ini. Apalagi kebanyakan adalah petualang dengan kelompok.”
“Yaa, selama tidak ada konsekuensi saat tidak menyelesaikan quest tersebut.” Leo angkat bicara.
Iris mengangguk “Aku paham, atau begini saja. Tiga hari lagi aku akan cuti tuan Leodric, jadi, aku akan menemanimu atau lebih tepatnya akan membentuk kelompok petualang denganmu. Yaa, aku adalah seorang Mage dengan puluhan teknik dalam atributku. Jadi, aku akan berguna untukmu.”
Mage, Leo merasa tidak salah dengar. Seseorang dengan bakat External Mage merupakan sosok yang sangat tekun untuk melatih atribut sihirnya. Seseorang bisa disebut mage, apabila dia bisa mengembangkan atribut sihirnya menjadi puluhan bahkan ratusan teknik. Bahkan seorang Mage juga bisa menguasai berbagai type serangan, meskipun mereka lebih dominan dengan jarak menengah.
Tidak hanya teknik dari atribut mereka, seorang mage benar-benar bisa menguasai sihir dasar non atribut. Atau sihir yang dapat dipelajari seperti sihir dasar elemental, sihir perubahan dan sihir lainnya yang kemungkinan bisa dipelajari oleh orang lain.
Selain itu, dibandingkan dengan Sowrdsman yang memiliki senjata pedang, dan Archer adalah panahan, seorang mage hanya mengandalkan tangan kosong. Atau untuk memperkuat magis mereka, mereka biasanya menggunakan tongkat sihir. Dan kebanyakan adalah siswa akademi.
__ADS_1
“Aku sangat berterimakasih nona Iris. Tapi rasanya itu tidak perlu. Aku bisa melakukannya secara sendirian.”
Iris menghela napas mendengar keputusan Leodric, sehingga, dia berkata dengan sedikit kecewa. “Anda benar-benar bersikeras untuk menjadi seorang petualang solo. Yaa, kapan-kapan saja aku akan membentuk tim denganmu, seperti menuju luar kota untuk menyelesaikan misi.”
Jika dipikir-pikir, gelang tag milik Iris sendiri berwarna emas, yang mengartikan bahwa dia berada di rank gold sebagai seorang anggota guild petualang. Jauh di atas Leo yang rank petualangnya masih bronze atau perunggu. Hanya saja, level milik Iris kurang lebih sama dengan Leo. Yaitu Iris berada di level 5 ‘Akhir’ sedangkan Leo berada di awal.
Pikiran Leo memang seperti itu, akan tetapi dia bersikukuh untuk tidak menjadikan Iris sebagai kelompoknya. Leo jauh lebih enak untuk melakukannya sendiri. Apalagi dia memiliki Melina dan kini ditambah Hime yang cukup membantu bagi dirinya sendiri.
“Meski begitu, emm aku mengundangmu untuk makan malam tuan Leodric. Anda bisa menuju ke sebuah kedai mewah yang ada di selatan alun-alun kota. Aku akan menunggumu di sana jika kamu setuju undanganku.” Iris berkata dengan berani secara terus terang.
Leo mengangguk, sambil berkata, “Baiklah, aku akan memenuhi undanganmu nona Iris. Lagipula malam ini aku tidak memiliki kesibukan apa-apa.”
Kemudian, Leo hendak kembali ke penginapannya untuk melepaskan penat. Setidaknya dia ingin tidur siang setelah dia mengurus semuanya pagi tadi.
Sehingga, saat dia kembali ke penginapan, dia terlebih dahulu untuk makan di lantai bawah. Barulah dia naik ke atas untuk kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas kasur.
“Huuh hari yang melelahkan. Tapi ini tidak sebanding dengan bolak-balik naik turun gunung. Padahal baru bebeberapa hari, tapi aku rindu sekali dengan pak tua sialan itu.”
.......
“Apakah ini sudah malam? Tidurku benar-benar nyenyak.” Leo menguap kantuk di atas tempat tidurnya. Matanya perlahan terbuka dan keadaan disekitar sudah gelap yang menandakan bahwa hari sudah malam.
__ADS_1
Dia malas untuk bangun dan berniat untuk melanjutkan tidurnya. Hanya saja, matanya tiba-tiba terbuka lebar dan langsung berdiri setelah dia mengingat sesuatu. “Sial, aku lupa undangannya!”
Dengan begitu panik, keadaan kamar juga gelap karena tidak ada penerangan, Leo langsung melompat melalui jendela kamarnya dan mendarat dengan selamat di permukaan tanah. Kemudian, dia berlari ke arah timur untuk menuju alun-alun kota, karena undangan Iris juga bertempat di situ.
Jaraknya mungkin tidak terlalu jauh, tetapi apabila berjalan dengan santai, maka akan membutuhkan waktu yang begitu lama. Sehingga Leo langsung berlari dan menciptakan sebuah entitas bayangan miliknya untuk mempercepat sebuah langkah.
Untungnya keadaan masih sangat ramai yang mengartikan bahwa ini masih belum larut malam.
Sesampainya di kedai yang cukup mewah dengan furniture yang lebih condong ke abad pertengahan, yang bertempat di selatan alun-alun kota Little pear, Leo melihat seorang wanita cantik dengan rambut biru terurai menatap jendela dengan bosan. Pakaian yang berbeda dari ketika dia bekerja membuat Leo berpikir, bahwa tampaknya dia membuat sebuah kesalahan, yaitu menggunakan pakaian yang sama seperti tadi pagi.
Iris dengan secangkir minumannya, dia menyandarkan kepalanya di tangannya. Menatap keramaian alun-alun yang akan dipersiapkan untuk festival dengan sangat malas. Terlebih, dia hampir setengah jam duduk di situ.
Sebagai seorang pria, jelas Leo tampaknya membuat sebuah kesalahan yang begitu fatal. Sehingga, dia langsung menghampiri meja tersebut . “Maafkan aku nona Iris, aku sedikit terlambat karena ada beberapa masalah. Boleh aku duduk?”
Iris yang mendengar suara Femillier, dia menatap ke depan. Pupil matanya membesar saat Leo yang dia tunggu-tunggu akhirnya datang memenuhi undangan makan malamnya. “Tuan Leodric, silahkan duduk. Kebetulan sekali, aku sebenarnya juga baru datang.”
Jelas penuh kebohongan. Tapi Leo tidak mempermasalahkannya. Dia langsung duduk berhadapan dengan Iris tanpa ada rasa canggung di antara mereka berdua. Ini terlihat, sangat formal!
“Jadi ternyata memang benar bahwa Festival itu akan dimulai tiga hari lagi. Meskipun malam begini, banyak orang yang mempersiapkan stand mereka sendiri-sendiri.” Leo memulai pembicaraan.
__ADS_1