Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Masa lalu Shin


__ADS_3

“Kenapa, kenapa kamu hidup sialan! Aku bahkan tidak tahu siapa ayahmu sebenarnya!” Seorang wanita dengan penuh amarah, dia menendang anak laki-laki yang kemungkinan berusia 10 tahun.


Anak laki-laki itu terlihat menyedihkan, wajah dan sekujur tubuhnya dipenuhi oleh luka yang kemungkinan tidak akan sembuh dalam kurun waktu sehari atau dua hari. Anak itu berbaring, di bawah pintu dengan memeluk kakinya, melihat seorang ibu yang mungkin seperti seorang iblis yang sama sekali tidak memiliki rasa kasih sayang bagaikan ibu pada umumnya.


Ibu dari anak laki-laki itu, dia begitu marah, hanya saja wajahnya penuh dengan air mata. Entah itu air mata penyesalan, atau yang lainnya, Shin sama sekali tidak tahu yang sebenarnya. Apa yang dia tahu, ibunya adalah La*ur, hingga dia bisa mendengar kata-kata yang tidak begitu mengenakkan.


Memang, dia sama sekali tidak tahu siapa ayahnya. Dia tidak tahu pelanggan ibunya yang mana yang merupakan ayahnya. Tapi yang pasti, itu membuat ibu Shin memiliki penyesalan yang begitu luar biasa karena telah melahirkan Shin itu sendiri.


Shin juga sudah memiliki kebencian yang mendalam. Dalam hatinya, sebenarnya dia memilih menjadi seorang anak anjing daripada anak la*ur yang tidak menganggap keberadaannya. Setidaknya anjing masih memiliki insting untuk menjaga anaknya sampai anak anjing itu tumbuh besar.


Shin dengan memeluk kakinya, dia mengusap air matanya. Dia kemudian bangkit dan menatap ibunya yang pergi membelakanginya seolah sudah tidak peduli lagi dengannya.


“Jadi, kau menderita karena keberadaanku, bu?” Shin mulai berdiri tegak, dia menatap datar ibunya yang kemudian berhenti dan kembali menatap Shin setelah Shin berkata demikian.


Wajah ibu Shin berubah menjadi begitu jelek. Dia cukup terkejut karena Shin mulai berani berkata seperti itu. Dan hal itu, membuat dia juga semakin membenci anaknya.


“Aku akan menghapus penderitaanmu sekarang juga!” Tiba-tiba, Shin mengulurkan kedua tangannya ke depan. Seketika, sepuluh jaring laba-laba keluar dari semua jarinya dan melesat ke arah ibu Shin dan mengikatnya dengan begitu erat. “Akan ku bunuh kau!”


Ibu Shin merasa tercekik, tubuhnya tidak bisa bergerak dengan perlahan luka sayatan muncul karena jaring laba-laba itu semakin ditarik oleh Shin sehingga juga semakin erat.


Bukannya marah dan berteriak, mata ibu Shin terbuka lebar, dia tersenyum cerah di depan anaknya. Dia tidak mengeluarkan amarah sama sekali. Dia, dia justru senang dan berkata. “A-akhirnya, sayang, maafkan ibu. Hanya sekedar meminta maaf, tapi ibu tidak menyesal melakukan ini kepadamu. Aku harap kamu juga tidak menyesal telah membunuh ibu. Terima .....”

__ADS_1


Belum selesai ibu Shin berbicara, jaring laba-laba itu telah memotong seluruh tubuh ibu Shin. Shin sebenarnya terkejut dengan apa yang baru saja ibunya katakan. Seketika saat itu juga hatinya berubah, keinginan untuk membunuh ibunya memudar. Hanya saja, dia tidak bisa mengontrol atribut sihirnya.


“Tidak! Ibu, apa maksudmu!” Shin berteriak kencang, dia menyesal tentang apa yang baru saja dia lakukan kepada ibunya jika ternyata ibunya memperlakukan buruk kepada dirinya karena ada maksud terselubung.


Jelas, Shin berlari ke arah ibunya dengan jasad yang tak utuh. Air matanya begitu deras dan tangannya bergetar di atas genangan darah. Penuh penyesalan, dia benar-benar menjadi anak yang begitu buruk.


“Apa, apa yang ku lakukan! Ibu, tolong, kembalilah! Tidak, tidak! Ibu, maafkan aku!”


Sekarang dia mengerti, dia tidak tahu ibunya harus melampiaskan rasa sakit dalam hatinya kepada siapa. Di sisi lain ibunya juga tidak tahan tentang penderitaan putranya karena mendapat hinaan sosial tentang status dirinya saat ini.


Sehingga, ibu Shin melakukan perbuatan tercela, dia seolah ingin menyakiti Shin agar Shin tumbuh kebencian kepada ibunya. Karena selama ini, Shin tidak ingin menjauhi ibunya sendiri, meskipun mendapat hinaan sosial. Sehingga, cara paling efektif adalah memberi rasa sakit kepada Shin, berharap Shin menjauhi dirinya.


Selama hidupnya, dia tidak bisa menemukan siapa ayahnya sebenarnya. Hingga kemudian, dia bertemu dengan Voldegod yang mengerti situasi Shin. Voldegod kemudian menjanjikan untuk bertemu dengan ayahnya, asalkan, Shin mau menjadi budaknya.


Tapi kenyataannya, Voldegod hanya memberikan sebuah harapan palsu yang membuat Shin kecewa. Shin juga tidak bisa menolak karena terikat segel perbudakan.


......


Usai mendengar cerita itu, Leo menutup sebagian wajahnya. Dia tidak tahan lagi tentang bagaimana masa lalu Shin yang cukup membuatnya tersentuh.


Di sisi lain, Ray juga mendengar itu semua. Kemudian, dia angkat bicara kepada Leo. “Kau tahu? Fakta mengapa Voldegod dianggap pembohong dan tidak memenuhi janjinya untuk mencari siapa sebenarnya ayah Shin?”

__ADS_1


“Apa memangnya?”


“Voldegod sama sekali tidak mengingkari janjinya. Bukankah dia menjanjikan Shin bertemu ayahnya setelah segel perbudakan? Mengapa aku berkata Voldegod tidak mengingkari janjinya, karena faktanya, Voldegod sendiri adalah ayah Shin. Aku bisa melihat kesamaan mereka melalui lord of eye.” Ungkap Ray.


Leo benar-benar cukup terkejut dengan ucapan Ray baru saja. Tampaknya Shin sampai saat ini masih belum menyadari bahwa Voldegod adalah ayahnya. Ya, Leo sedikit menyesal untuk membunuh Voldegod secara langsung. Tahu begitu, dia ingin Shin yang mengakhirinya.


Tetapi Leo tidak memberitahukan itu kepada Shin langsung. Biarkan itu menjadi rahasia, dan biarkan Shin yang mengetahuinya sendiri. Asalkan, Leo pura-pura tidak tahu bahwa Voldegod adalah ayah dari Shin.


“Shin, jadilah bawahanku paling setia. Aku ingin kamu menjadi sosok yang menjaga mansion ini secara pribadi. Semua keamanan, penjagaan harta, aku menyerahkannya kepadamu karena aku mungkin jarang kembali ke mansion ini. Lindungi Melina, Lindungi Hime, lindungi semua yang ada di sini. Semua sekarang adalah keluargamu.” Leo sedikit tersenyum untuk memberi hiburan kepada Shin.


Meski Shin lebih tua darinya. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa tuannya saat ini adalah Leo. Shin menggenggam tangannya erat-erat setelah menemukan sosok tuan yang sangat mengagumkan seperti ini. “Yaa! Saya siap melakukan tugas dari Anda tuan!”


“Tuan! Potionnya, aku berhasil membuat potionnya setelah 48 jam tuan! Aku sudah mendapatkan potion ekstraksi bunga lily matahari!”


Seketika, Hime dengan penuh semangat dan napas terengah-engah, dia masuk ke dalam ruangan Leo untuk memberitahu sebuah kabar yang sangat mengejutkan.


Leo benar-benar tertarik, kemudian dia meminta Shin untuk pergi yang kemudian dirinya sendiri pergi ke ruangan alkimia untuk melihat hasil setelah berhari-hari.


Sesampainya di ruangan tersebut, Leo benar-benar sangat tertegun, saat melihat 9 wadah kaca dengan cairan biru di dalamnya terlihat sangat indah. Sebuah potion tingkat tinggi akhirnya tercipta dengan begitu sempurna.


“Aku bahkan berpikiran ini tidak akan berhasil. Tapi ternyata? Ini sangat menakjubkan. Yaa, kita akan membawanya besok!” 

__ADS_1


__ADS_2