
Dan seharusnya juga, kekuatan Leo bukanlah apa-apa di depan Voldegod bagi dia sendiri. Level Leo masih berada di bawah Voldegod yang seharusnya membuat Voldegod sendiri bisa lebih unggul dan mencapai kemenangan. Namun nyatanya, dia tidak bisa menerima bahwa Leo seri, tidak, bahkan lebih unggul dibandingkan dengan dirinya.
Leo terus melancarkan tebasan berpedangnya. Dia menunjukkan kepada Voldegod tentang bagaimana cara menggunakan pedang dengan baik. Ya, seolah begitu. Hingga membuat Voldegod harus terus menerus dipukul mundur walaupun kekuatan api dari pedangnya terus berkobar.
Kekuatan seperti itu menjadi tidak berguna bagi Leo, meski api menjadi kekuatan utama pada pedang Voldegod, tapi apabila kecepatan dalam memainkan pedang terlihat lambat, maka api itu hanya terlihat seperti hawa panas yang tidak terlalu membahayakan.
Kemudian, pertarungan mereka berdua membuat para budak dari Voldegod tidak berani untuk mendekat. Apalagi Melina yang hanya terdiam menyaksikan tuan dan Leo bertarung hebat yang membuat pohon disekitar mengalami sebuah keguncangan. Meski, Melina sendiri juga menyadari dan terkejut bahwa Leo mengalami peningkatan secara tiba-tiba yang sangat tidak masuk akal.
“Sampah sepertimu, aku harus membunuhnya! Kau menggunakan budak untuk merugikan orang lain. Jelas tidak bisa dimaafkan.” Tegas Leo dengan memberikan sebuah serangan terakhir dengan mengayunkan pedangnya.
Voldegod mengangkat pedangnya tinggi untuk menahan ayunan pedang milik Leo. Namun kenyataannya, pedang berapi milik Voldegod langsung patah yang membuat dia begitu terbelalak sebelum pedang Leo memotong kepalanya.
Dia sepertinya tidak menyerah. Hampir beberapa inchi pedang hendak membelah kepalanya, sebuah kobaran api keluar dari tanah dan menyembur keluar ke arah bawah Leo.
Tentu saja, Leo yang menyadarinya, dia langsung melompat ke belakang untuk menghindar. Apabila tidak, mungkin dia akan hangus seketika terkena sebuah semburan api yang merupakan sihir dari Voldegod.
Voldegod menghela napas, dia sangat lega bahwa dia masih hidup walaupun itu tadi sangat membahayakan. Lalu dia juga melirik ke arah budaknya yang sama sekali tidak berguna seolah menganggap pertarungan tuannya adalah sebuah tontonan saja.
Saat dia menatap ke depan, seekor harimau bayang melompat ke arahnya seolah sedang menerkam mangsa. Voldegod yang terkejut, dia mengulurkan kepalan tangannya yang dilapisi oleh api yang berkobar untuk menghancurkan harimau bayang. Lagipula hanya sekedar harimau bayang yang sangat mudah untuk dihancurkan.
__ADS_1
“Bodoh!” Leo menatap sinis Voldegod sebelum dia bergerak ke arah belakang Voldegod.
Bersamaan itu pula, tangan Voldegod justru mengalami kesakitan yang begitu luar biasa. Dia tidak menyangka bahwa tubuh harimau bayang itu benar-benar sangat keras yang membuat dia kesulitan untuk berbicara.
Dua serangan sekaligus membuat Voldegod sebenarnya tidak bisa menghindar. Itu jelas, harimau yang melompat ke arahnya membuat dia langsung ambruk. Dan bersamaan dengan itu pula, satu siluet pedang dan juga pedang asli Leo menebas secara berlawanan, sehingga membelah tubuh Voldegod menjadi tiga.
“Sebuah kesalahan besar karena telah membunuhku. Aku pastikan, tidak ada ampunan dari tu .....”
Voldegod yang membuat tubuhnya terbelah menjadi tiga, kesadarannya mulai menghilang. Sebenarnya dia memberikan kata-kata terakhir, tapi kata-kata itu terlalu lemah yang membuat Leo tidak bisa mendengarnya. Akan tetapi, siapa yang peduli demikian? Leo melihat mayat Voldegod tergeletak dengan mengenaskan dan hanya bisa menghela napas dengan lega.
Dengan begini, dia bisa mengurangi orang yang bertindak sesuka hati, bertindak yang membuat orang-orang merasa dirugikan.
Dengan adanya kematian tuan mereka, segel budak otomatis akan terlepas. Mereka sudah bukan budak lagi dan menjadi orang biasa. Meski demikian, biasanya orang yang melepaskan segel budak dari orang lain seperti membelinya, jelas ada sebuah kesempatan emas untuk membuat segel budak kembali dan memanfaatkan mereka. Tapi, Leo sama sekali tidak begitu tertarik tentang itu semuanya.
Hanya saja, ada sedikit paksaan dari mata mereka. Meskipun baru saja terlepas, mereka ingin Leo membuat segel dan perjanjian budak agar mereka sendiri bisa dimanfaatkan dan lebih berguna. Setidaknya itu merupakan rasa terimakasih dari mereka telah melepaskan dari tirani jahat selama bertahun-tahun dan sedikit berharap bahwa tuannya kali ini atau Leo bisa memberikannya kehidupan yang lebih baik.
Melina kala itu langsung bertekuk lutut, berbicara seolah mewakili puluhan budak, dia berkata, “Leodric, tidak, maksudku tuan, kami bersedia bahwa Anda menjadi tuan baru kami. Silahkan buat segel perjanjian budak, dan kami akan melayani Anda.”
“Tidak.” Leo menelan mentah-mentah. Dia sama sekali tidak tertarik untuk memiliki hampir puluhan budak seperti mereka. Jelas ini akan membuat tujuan Leo bisa terhambat. “Aku tidak bisa menjamin hidup kalian lebih baik daripada hidup di bawah Voldegod. Lebih baik kalian mengambil harta milik Voldegod yang tersisa.”
__ADS_1
“Aku akui kau kuat bocah! Tapi jelas kau masih terlihat seperti anak-anak.” Ray yang ada dalam diri Leo berbicara. “Ini adalah sebuah kesempatan emas, kau bisa memanfaatkan mereka agar kau bisa tumbuh lebih kuat. Kehidupan mereka menjadi buruk karena ada kekangan berlebihan dari tuan mereka sebelumnya, sepertinya. Jadi kau tidak perlu mengekang mereka dan hanya sekedar untuk memanfaatkan mereka untuk mengembangkan sebuah bisnis.”
“Sebagai misalnya, di dasar jurang saja bukankah sangat banyak tumbuhan Lily Sunflower? Tumbuhan itu tergolong langka, jika kau memiliki kemampuan Alkimia, kau bisa mengekstrak sari Lily Sunflower dan menjualnya. Kau tahu? Tumbuhan itu bisa menyembuhkan luka luar maupun dalam dengan sangat mudah. Meski langka, bukankah sangat efektif apabila dibudidayakan?” Sambung Ray.
Leo menyentuh dagunya sendiri, memang apa yang dikatakan oleh Ray benar. Apalagi jika dia memiliki banyak bawahan, maka dia bisa memanfaatkan para bawahannya untuk menyebar ke seluruh dunia. Dan masalah memanfaatkan Bunga Lily matahari, Leo sedikit kesulitan, masalahnya dia bukanlah seorang Alkemis atau bahkan mungkin memiliki seorang Alkemis.
“Baiklah, aku akan mengambil aset milik Voldegod. Rumah, budak, dan hartanya kini adalah milikku.” Leo setuju dan berkata kepada Melina setelah dia berpikir dua kali. Namun, setelah ini dia tidak akan memperkejarkan mereka langsung, hanya sekedar mengambil aset Voldegod, dan Leo sendiri masih bingung bagaimana cara memanfaatkan mereka. Setidaknya Leo mengambilnya terlebih dahulu sebelum kesempatan itu menghilang.
Melina yang mendengar itu, dia langsung senang. Nyatanya kini Leo sudah menepati janjinya dalam sehari yaitu melepaskan perbudakan dari Voldegod. Namun, Melina juga tidak tanggung untuk menyerahkan jiwa raganya kepada Leo. Bukan hanya Melina, semua budak yang ada di tempat ini juga sangat senang.
Leo mengulurkan tangannya ke depan, seketika sebuah Array tercipta dengan pola sihir yang cukup rumit. Satu persatu mantan budak Voldegod berdiri dan berbaris yang mana diawali dengan Melina yang tersenyum dan menyentuh sisi lain Array tersebut untuk mengikatnya dalam sebuah segel dan perjanjian perbudakan.
Disusul oleh 15 budak lainnya yang melakukan hal yang sama dengan Melina.
Namun, setelah itu Leo merasa tubuhnya benar-benar sangat lemas. Bahkan, dia langsung memuntahkan seteguk darah setelah dia melakukan segel perbudakan dengan mereka semua.
"Tuan!"
"Aku tidak apa-apa."
__ADS_1
"Melakukan segel perbudakan sebanyak ini pasti mengurangi mana yang cukup banyak tuan. Anda harus istirahat." Ucap Melina menjelaskan.