
Berbulan-bulan kemudian.
Desa Grief Haven menjadi lebih maju dibandingkan dengan sebelumnya. Bahkan apabila dibandingkan dengan desa Caprae sekalipun, desa Griefhaven memiliki penduduk yang lebih bahagia dan makmur.
Mungkin jika bukan karena dasar jurang Misery yang tumbuh bunga Lily matahari dengan begitu subur, membuat desa ini memiliki pendapatan yang sangat baik. Apalagi Leo juga banyak mempekerjakan mereka, mulai dari memasarkan bunga ini di luar kota.
Bahkan produk bunga Lily matahari sudah mulai terdengar oleh pihak Southeast Ducchy alias pihak duke selatan. Sehingga, membuat ekstrasi bunga Lily terkenal di wilayah selatan negara kerajaan Mazzary.
Setiap minggunya, Leo selalu mengirimkan sekitar 150 botol yang berisikan ramuan tingkat tinggi tersebut. Ditambah dengan harganya yang murah, yaitu 7 koin perak alis tidak sampai 1 koin emas, membuat beberapa pihak tersenyum senang apabila dibandingkan dengan ramuan penyembuhan tingkat tinggi lainnya.
Leo melihat sebuah perkamen dan mencoba untuk membacanya. Dia sebenarnya sedikit malas karena entah kenapa tiba-tiba menjadi seorang pemimpin desa benar-benar sangat rumit daripada yang ia kira.
Jika bukan karena Iris yang sudah terbiasa dengan perkamen ataupun dokumen-dokumen, Leo sendiri pasti akan merasa sangat kesulitan untuk membaca atau memahami isi tersebut.
“Dengan adanya desa Grief Haven, ini membuat keadaan wilayah Viscount barat benar-benar sangat maju ya. Bahkan Viscount barat sendiri benar-benar sangat senang karena ekonomi terbesar di pegang oleh desa Grievhaven dan juga Ciradar.” Tanya Leo setelah membaca tumpukan perkamen itu.
“Benar tuan, bahkan setelah dibangunnya sebuah jalan yang menghubungkan antara kota dan juga desa, membuat banyak pedagang yang menuju ke sini. Kemudian, kita juga mengambil pajak dari beberapa petualang yang mengambil quest yang berhubungan dengan hutan monster.” Iris berkata menjelaskan.
“Aku tidak menyangka bahwa penduduk desa Griefhaven benar-benar sangat makmur sekarang. Dibandingkan dengan desa Caprae, yang mana banyak orang miskin.” Elric sedikit memuji Leo.
“Ah, ini berkat bantuan Hime. Aku serius! Beberapa bulan yang lalu aku juga membuatkan rumah yang cukup besar agar dia bisa fokus. Ditambah, dengan beberapa penduduk desa yang memiliki minat dengan alkimia, membuat pekerjaan Hime bisa sedikit terbantu.” Leo menyentuh dagunya.
Memang, beberapa akhir ini Hime menjadi lebih bersemangat setelah dia mendapatkan barang-barang alkimia termasuk fasilitas yang begitu memadai. Sehingga dia seakan tidak memiliki sebuah waktu istirahat yang cukup dan membuat dia sering sakit.
__ADS_1
Untungnya, tidak banyak dari penduduk Grief Haven, terutama anak-anak muda tertarik dengan apa yang namanya Alkimia, sehingga tanpa ragu, Hime seolah menjadi master bagi mereka untuk mempelajari kemampuan Alkemis agar mereka bisa membantu Hime.
Perkembangan Yuuki dan juga Araka, mereka benar-benar menjadi sebuah saudara yang sangat cocok dalam bertarung. Apalagi perkembangan ilmu racun yang dimiliki oleh Yuuki membuat kombinasi mereka begitu efektif dalam bertarung.
Akhir-akhir ini juga, Yuuki dan Araka dibawah pelatihan Shin. Sehingga Yuuki dan Araka bisa menjadi bagian dari keamanan bagi Shin. Hitung-hitung sebagai latihan bagi mereka berdua.
Di umur ke 17 ini, Leo sedikit merasakan sebuah beban untuk mengurus sebuah desa. Meskipun begitu, Levelnya menjadi level 5 ‘Akhir’ dan satu tingkat lagi dia akan masuk level 6.
“Eh, tunggu, dari berbagai laporan, hanya kota Floppa di timur Little Pear yang mana ramuan Lily tidak terjual.” Leo mengerutkan dahinya saat dia membaca kertas tersebut. Dia sedikit penasaran, mengapa kota Floppa atau mungkin rakyatnya sama sekali tidak membeli ramuan penyembuhan Lily matahari?
“Anda terlalu jauh tuan. Wilayah Viscount timur kota Little Pear rata-rata juga enggan membeli ramuan penyembuhan bunga Lily.” Elric menjelaskan.
Iris yang mendengar itu, dia menyentuh dagunya. Sejatinya dia mengerti mengapa wilayah Viscount timur dan juga kota Floppa seolah tidak membeli potion milik desa Griefhaven . Memang wilayah tersebut berbatasan, tapi ada beberapa alasan yang cukup mencolok.
Itu mungkin cukup masuk akal mengapa kota Floppa menolak untuk membeli ramuan bunga lily meskipun mereka cukup terkejut saat mendapatkan sebuah barang langka sekalipun. Hanya saja, di sisi lain mereka juga memiliki beberapa ramuan tersendiri meskipun tidak setinggi ramuan Lily. Sehingga mereka menggunakan produk mereka sendiri.
Alasan yang jelas untuk kota Floppa. Tapi mengapa dengan wilayah Viscount timur? Itu karena tuan muda anak dari walikota kota Floppa, dia menikah dengan seorang putri dari viscount timur kota Little Pear.
Sehingga, hubungan pernikahan itu yang membuat wilayah bagian timur Little Pear seolah terjalin erat dengan kota Floppa. Bahkan Iris yakin walikota Floppa sedikit memberikan sebuah ancaman kepada wilayah timur little pear jika memiliki hubungan alkimia dengan wilayah Griefhaven.
“Maka dari itu, anda harus berhati-hati tuan. Apalagi kondisi Stealth Brigade yang akhir-akhir ini sama sekali tidak menunjukkan pergerakan. Bahkan tindak kejahatan yang minim.” Elric memperingatkan.
“Ya itu karena Shadow Hunter, benar kan Iris? Tapi benar juga, aku sedikit takut tentang manipulatif Raven nantinya.” Leo menatap Iris saat dia menjawab pertanyaan
__ADS_1
Iris tersenyum dan mengangguk. Dia tahu, akhir-akhir ini tindak kejahatan benar-benar sangat minim karena adanya Shadow Hunter. Lebih tepatnya, dengan adanya Leo yang seolah bekerja di balik bayangan untuk menyingkirkan pembunuh membuahkan hasil. Kota Little Pear, terutama wilayah barat benar-benar aman dibuatnnya.
Meski masih tidak ada yang tahu termasuk bawahannya terkecuali Iris sendiri. Sehingga keberadaan Shadow Hunter masih menjadi sebuah misteri. Hanya saja, Leo sendiri juga masih tidak tahu bahwa 3 anggota Stealth Brigade mengetahui siapa itu Shadow Hunter, lebih tepatnya mereka memilih untuk diam saja.
“Sudah cukup untuk pertemuan dan laporan kalian. Aku sudah cukup tenang.” Ucap Leo sambil menutup perkamen itu dengan menggunakan sebuah kulit hewan.
Mereka berdua mengangguk, begitupun dengan Leo yang langsung berdiri dan keluar dari mansion miliknya.
Pemandangan desa Griefhaven benar-benar sangat bagus. Kondisi yang sebelumnya hanyalah sebuah tanah dan hutan, kini berubah menjadi pedesaan dan juga setapak. Anak-anak berlari di depan mansion milik Leo dengan riang. Bahkan tak ada kesedihan atau mungkin rasa ketidak puasan dari mereka.
Hanya saja, setelah Leo keluar dari mansionnya. Anak-anak langsung berhenti bermain dan bergerak ke arah Leo dengan sangat senang.
“Tuan Leo!”
“Ah, bukankah sudah ku bilang untuk memanggilku kakak saja? Aku terlalu tua jika dipanggil tuan.” Ucap Leo kepada mereka.
“Kami sama sekali tidak peduli tuan.” Mereka berkata dengan bangga.
Leo menghela napas, sedangkan Melina hanya tertawa dengan lirih. Mau bagaimana lagi, Leo terus memperingatkan anak-anak untuk tidak memanggilnya dengan sebutan tuan. Melainkan kakak saja agar terlihat lebih akrab. Lagipula mereka masih anak-anak.
Dan saat itu juga, Melina dan Shin tiba-tiba muncul. Hanya saja, mereka membawa seorang asing dengan pakaian lebih formal. Lebih tepatnya dia seperti bagian dari bangsawan itu sendiri.
“Tuan, maafkan kami karena membawa orang asing masuk. Hanya saja, dia adalah utusan dari duke Luther.”
__ADS_1