
Setelah lama menunggu, akhirnya Leo masuk bersama mereka bertiga dengan izin dari pihak baron. Bangsawan Baron Nate pun menyetujui keberadaan mereka yang hanya bersifat sementara. Sebenarnya bukan karena alasan, Baron Nate harus menjadi penanggung jawab pihak Duke saat tamu datang dari luar.
Jadi orang pertama yang menerima tamu Duke adalah Baron Nate sebelum para tamu pergi ke istana Duke. Hanya saja, ada beberapa isu di sini dimana keberadaan Leo, atau mungkin identitasnya, masih simpang siur dan dipertanyakan.
Apalagi setelah mendapatkan kabar dari Leo sendiri bahwa dia menuju ke sini sebelum waktu yang ditentukan karena ada masalah dengan Stealth Brigade. Maka dari itu, Leo disambut hangat oleh Baron Nate, yang mana Baron Nate juga tampak sedikit waspada dengan sosok yang ada di depannya.
Setidaknya Leo, Iris dan Melina harus menunggu dua hari lagi untuk mendapatkan informasi. Dan selama itu, apabila Leo, Iris dan juga Melina ketahuan sebuah gerak-gerik yang begitu mencurigakan, baron Nate dan para bawahannya tidak akan segan untuk melawan mereka bertiga apapun yang terjadi.
“Jadi, kalian bertiga ada masalah dengan anggota Stealth Brigade.” Tanya seorang bangsawan dengan rambut kuning yang tidak lain adalah baron Nate.
“Benar tuan. Seperti yang Anda lihat saat kami datang ke sini kami benar-benar payah. Bahkan ada beberapa luka yang ada pada kedua bawahanku.” Leo mencoba menjelaskan apa adanya.
Memang, tampilan mereka bertiga jadi lebih baik. Berbeda dengan saat mereka baru saja datang di gerbang yang mana tubuh mereka seolah terkena debu dan keringat. Sehingga di kediaman baron, mereka mengurus diri terlebih dahulu akan berkesan lebih baik saat bertatap muka dengan seorang bangsawan.
“Tapi, bagaimana bisa? Bukankah jika dari kota Little Pear menuju Duchy melewati selatan, mengapa justru melewati kota Floppa?” Ucap baron Nate dengan wajah penuh pertanyaan.
“Itulah. Kami juga tidak tahu karena kami sendiri juga dijebak. Di sisi lain, kami bisa datang ke sini karena sihir teleportasi milik Raven yang sedikit kami paksa untuk melakukannya.” Ungkap Leo.
Nate Baron menghela napas. Dia bisa melihat sosok pria di hadapannya bahwa dia adalah sosok yang tidak bisa diremehkan. Kemampuan dan kecerdasannya kemungkinan bisa berpotensi untuk menjadi seseorang yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Apalagi dengan wanita yang Leo sebuat bawahan, alias Iris sendiri memiliki level 6 yang mana jauh lebih tinggi dibandingkan Leo itu sendiri.
Itu cukup membuktikan bahwa meski Leo berada di level 5 sekalipun, Leo mungkin bisa melawan seseorang yang berada di atasnya sedikit. Apalagi setelah dia mendengar cerita bahwa Leo berusaha untuk mendesak Raven agar menteleportasikan dirinya ke tempat seperti ini.
Itu mengartikan bahwa Leo bukanlah orang biasa. Bahkan Raven sendiri mau bertemu dengan Leo yang menjadikan Raven sendiri seolah mengakui potensi Leo. Jadi, Baron sedikit percaya bahwa sosok yang ada di hadapannya adalah Leodric Frosch yang merupakan tamu undangan dari seorang Duke selatan alias Duke Luther.
__ADS_1
“Masuk akal juga tuan. Emm selain itu, aku bisa memberikan sedikit bocoran, ah tidak, aku hanya sekedar berspekulasi tentang sesuatu.” Baron Nate duduk di sebelah Leo sambil menjelaskan.
Meski keadaan pada malam hari sekalipun. Kondisi Baron Nate sama sekali tidak begitu keberatan. Bahkan dia sudah terbiasa seperti ini jika harus ditugaskan untuk menerima tamu duke di malam hari seperti ini.
“Beberapa alasan, ini sangat menguntungkan bagi desa Griefhaven, yaitu kerja sama dan menjadikan desa itu sebagai pemasok utama ramuan Lily. Apalagi kemungkinan Duke Luther akan memberikan harga yang cukup fantastis. Disisi lain, keberadaan Akademi sihir Arkanum juga pasti akan meminta desa Griefhaven untuk mengirim beberapa potion ke akademi tersebut untuk menjadi barang sihir.” Sambungnya.
Leo termenung, jelas ini akan menjadi sebuah bisnis yang begitu besar.
“Ah ya benar, aku tahu. Akademi sihir Arkanum juga masih menjadi akademi paling besar di antara 4 akademi di kerajaan Mazzarry ini. Jadi, demi mempertahankan ketenarannya, mereka akan berusaha untuk terus membuat akademi tersebut jadi lebih baik. apalagi posisi potion bunga Lily yang sangat langka. ” Iris angkat bicara.
“Eh?” Leo mengerutkan dahinya. Dia baru teringat bahwa iris adalah seseorang mantan siswi akademi. Dan yang pastinya dia seharusnya tahu tentang akademi sihir Arkanum yang menjadi tempat Iris terlebih dahulu.
“Anda benar. Tapi ini hanya dugaanku. Dan di sisi lain pula, ini akan menjadi sebuah permasalahan yang besar dan konflik dengan kota Floppa. Kota di timur Little Pear. Karena bukan lagi desa, tapi musuh Griefhaven adalah sebuah kota.” Kata baron Nate.
Dengan hilangnya Hime yang seolah menjadi harta bagi Leo, jelas desa Griefhaven sendiri akan mengalami sebuah kerugian yang begitu besar. Sumber daya manusia adalah Hime itu sendiri, jika Leo kehilangannya maka Leo pasti akan kalang kabut.
“Sudahlah, kalian bisa beristirahat. Pelayan akan mengantarkan kalian di kamar masing-masing. Atau mungkin kalian bisa tidur ....”
“Ya tuan, sediakan satu kamar tidur sa ....”
“Tidak, dua kamar tidur sudah cukup. Aku akan tidur sendiri.” Ucap Leo memotong ucapan Melina.
“Yaah.”
__ADS_1
.......
Leo berada di kamar tamu. Dia mencoba untuk merebahkan dirinya dan tidur dengan tenang tanpa ada gangguan apapun. Hanya saja, saat dia mencoba untuk memejamkan matanya, Melina tiba-tiba masuk yang membuat Leo sendiri terkejut dan terbangun.
Di sisi lain, tanpa izin apapun Melina langsung masuk. Raut wajahnya terlihat benar-benar sangat buruk seolah dia ingin mengatakan sesuatu. Dan yang benar saja, dia berkata, “Tuan, izinkan aku bersamamu! Iris benar-benar sangat mengganggu.”
“Melina!”
Namun saat itu juga, Iris juga masuk kamar tamu milik Leo dengan wajah yang cukup cemberut. Sama seperti Melina, dia benar-benar memberikan sebuah seribu satu alasan. “Tidak! Melina yang sangat mengganggu tuan. Jadi, biarkan aku tidur dengan Anda!”
“Cih!”
“Diam kamu ja*ang. Aku yang selalu bersama dengan tuan Leo. Bahkan saat tuan Leo mengambil identitas sebagai Shadow Hunter sekalipun, aku yang membantunya!”
“Eh, tunggu!” Melina membuka matanya lebar-lebar. Dia cukup terkejut saat Iris berkata demikian. Bahkan, saat menatap Leo sekalipun, Leo terdiam dan tidak menyanggah apa yang dikatakan oleh Iris. “Jadi apa yang dikatakan Raven benar bahwa Anda adalah Shadow Hunter?”
“Hahaha, kau terdiam sekarang. Tuan memang Shadow Hunter, dan aku yang membantunya untuk membunuh para anak buah Raven dan Luvria.”
“Tuan tidak adil!” Melina berkata dengan sedikit menggigit bibirnya bawahnya.
“Ah sudahlah lupakan itu. Baiklah, kamu bisa tidur di sini. Tapi ingat! Jangan sampai melampaui batas. Dan Iris, bisakah kamu kembali ke kamarmu sendiri?” Leo menatap malas mereka semua.
Iris mengangguk dengan sangat terpaksa. Tapi dia sama sekali tidak bisa membantah apa yang Leo ucapkan. Sehingga, dia keluar dari kamar Leo dengan sangat berat. Padahal, dia sendiri ingin sekali sama seperti Melina.
__ADS_1