
“Satu tahun?” Leo mengerutkan dahinya. Satu tahun menurutnya itu akan sangat lumayan untuk kehidupannya. Dan bisa menghemat pengeluaran yang banyak, hingga bisa memikirkan pengeluaran yang lainnya dengan begitu mudah.
Lagipula, siapa yang tidak ingin menolak keberuntungan seperti itu? Leo jelas mengangguk dan setuju. Lagipula semenjak tadi dia ingin sekali untuk mencari penginapan yang murah, tapi detik ini dia disodorkan secara gratis. Jelas-jelas hanya orang bodoh yang tidak ingin menerima rasa terimakasih itu hanya karena sungkan dan tidak mengharapkan kebaikan.
“Tolong ikuti aku tuan, tempat tersebut sama sekali tidak jauh dari tempat ini.” Kata wanita tersebut.
“Pimpin jalan.”
“Tentu saja.” Balasnya.
Leo mengekor kemana perginya wanita tersebut, sedangkan anak kecil tadi, dia benar-benar sangat senang karena Leo berhasil menyelamatkan ibunya. Sehingga, bisa dibilang anak kecil tersebut ingin sekali dekat dengan Leo karena merasa aman.
“Maaf, mengapa kamu tadi meminta bantuanku? Mengapa tidak pada orang lain.” Leo sedikit berekspresi saat menatap anak kecil tersebut.
Anak kecil itu hanya malu, tapi dia segera merespon apa yang Leo katakan. “Sebenarnya Lala sudah meminta bantuan kepada orang lain yang lebih dekat dari rumah tersebut, tapi orang tersebut sama sekali tidak memperdulikan Lala.
Kemudian Lala meminta bantuan orang lain lagi, tapi Lala diusir karena dianggap mengacau pekerjaannya.” Kata anak tersebut dengan raut wajah yang begitu sedih.
‘Namanya lala? Dan, aku mengerti mengapa dia meminta bantuanku dengan perasaan takut.’
Leo mengangguk mengerti, tampaknya dunia memang begitu kejam. Seketika dia mengingat ucapan pak tua Gin bahwa ketika dunia kejam, maka Leo bisa merubahnya dengan jalannya sendiri. Hanya saja, Leo masih tidak mengerti, bagaimana caranya mengubah dunia yang kejam tersebut? masalahnya orang-orang yang tidak memiliki jiwa sosial sungguh banyak, tidak mungkin Leo harus menceramahinya satu per satu.
Melupakan hal tersebut, Leo yakin dengan jelas bahwa jika tidak ada dirinya, Lala tidak tahu harus meminta bantuan kepada siapa jika orang-orang memiliki sikap yang ‘sama’ hal tersebut akan membuat ibu Lala tidak bisa diselamatkan dan Lala akan diselimuti oleh rasa hancur yang begitu luar biasa.
Jika tidak ada benteng, jelas Lala akan berubah brutal. Benteng yang dimaksud adalah sosok yang mengkondisikannya, sama halnya seperti pak tua Gin yang mengkondisikan Leo untuk melatih semua kemampuannya. Mungkin jika tidak ada, Leo yang dipenuhi oleh amarah, akan diselimuti oleh kemampuannya dan tidak terkontrol.
__ADS_1
Biasanya penjahat lahir seperti itu.
Ada pak tua Gin saja, Leo memiliki sifat yang berubah, dia benar-benar memiliki kebencian yang luar biasa pada seorang pembunuh, terutama pembunuh berantai. Dan dia memiliki dendam yang luar biasa pada orang yang membunuh ibunya.
Hal itu akan terjadi pada Lala jika dihitung dalam kemungkinan besar. Dia akan tumbuh dan memiliki kebencian yang besar. Ditambah, sosial yang tidak mendukungnya, Lala tidak hanya memiliki kebencian kepada pembunuh, melainkan juga pada orang lain dan menganggap orang lain sampah.
Leo tidak ingin hal itu terjadi.
Hampir lima belas menit kemudian, mereka bertiga akhirnya tiba di sebuah penginapan bertingkat yang tidak terlalu ramai.
Sebenarnya Leo tidak ingin mencari penginapan lebih tepatnya, melainkan sebuah penyewaan rumah. Karena penginapan akan dihitung harian, sedangkan penyewaan rumah akan dihitung secara bulanan. Apalagi masalah biaya sewa, jelas lebih murah penyewaan rumah.
Tapi karena gratis selama satu tahun, Leo tidak bisa menolak. Apalagi akses menuju guild petualang tidak terlalu jauh, mungkin membutuhkan waktu selama sepuluh menit untuk sampai.
“Maaf, kami hanya bisa memberi Anda selama satu tahun tuan.” Kata wanita tersebut yang kemudian masuk ke dalam penginapan tersebut. “Silahkan masuk tuan.”
“Anda bisa tinggal di kamar yang berada di lantai 2 tuan.” Kata ibu Lala dengan ramah.
Mereka berdua kemudian naik ke lantai dua untuk masuk ke dalam kamar yang akan Leo tempati.
“Ini tuan kamar Anda. Ini merupakan yang terbaik karena sedikit jauh dengan kamar penginapan yang lainnya. Secara, Anda pasti tidak tinggal sehari atau dua hari. Maaf jika Anda tidak nyaman karena sebenarnya yang Anda cari adalah rumah, bukan penginapan. Tapi hanya ini yang saya bisa sebagai ucapan terimakasih.” Lagi-lagi wanita itu berkata demikian sambil membungkukkan setengah badannya.
“Lala juga mengucapkan banyak terimakasih untuk kakak. Kapan-kapan Lala akan membalas kebaikan kakak.” Lala dengan imutnya, dia juga membungkukkan setengah badannya kepada Leo.
“Tidak masalah. Seharusnya aku yang mengucapkan banyak terimakasih.” Balas Leo.
__ADS_1
Mereka berdua, akhirnya tidak ingin mengganggu ketenangan Leo. Sehingga memilih untuk pergi meninggalkan Leo sendirian di kamar tersebut.
Leo menghela napas, kemudian dia merebahkan tubuhnya di atas kasar. Tubuhnya cukup lelah karena satu hari penuh dia lakukan hanya untuk bertarung dan membunuh. Apalagi, kondisi mana nya berada dalam garis habis. Dan jika dia gunakan untuk bertarung lagi, jelas dia tidak akan mampu.
Sehingga, dia memilih untuk tidur untuk mengisi energi fisik serta mana nya kembali.
.....
Kemudian pada malam hari, Leo sebenarnya ingin mengambil quest tersebut, atau lebih tepatnya segera menyelesaikan. Karena menurut informasi, preman-preman tersebut bergerak pada malam hari.
Leo sebenarnya ingin melatih salah satu teknik. Salah satu teknik yang benar-benar sangat sulit dia pelajari. Yaitu bergabung dengan bayangan orang lain. Hal tersebut dia lakukan agar sangat mudah untuk mengikuti orang lain.
Tapi, karena objek latihannya, atau pak tua Gin tidak ada, maka Leo harus praktek secara langsung. Karena biasanya, pak tua Gin akan mempersilahkan Leo untuk bergabung dengan bayangannya. Hanya saja, ada beberapa masalah yang membuat Leo harus mengasahnya secara terus menerus.
Leo keluar dari kamarnya, kondisi benar-benar sepi dalam keadaan malam hari. Tetapi itu sekitar penginapan. Sedangkan ketika dia berada di luar, keadaan juga tidak terlalu sepi dan terlalu ramai.
Hanya alun-alun kota Little Pear yang ramai ketika malam hari.
Melihat orang yang lewat di depannya, Leo menyentuh kedua telapak tangannya.
“Shadow Sneak Ability.”
Seketika Leo berubah menjadi unsur bayangan, dan bergabung pada bayangan orang yang menjadi target Leo.
Mengandalkan lampu obor yang dipasang di setiap rumah, orang tersebut tentu saja memiliki sebuah bayangan. Dan, di dalam bayangan tersebut, terdapat Leo yang menggunakan kemampuan menyelinap sehingga dia akan ikut kemanapun bayangan orang itu pergi.
__ADS_1
Sayangnya masalahnya hanyalah satu. Beberapa detik kemudian, Leo keluar dari bayangan orang tersebut secara tiba-tiba. Lebih tepatnya, kemampuan menyelinap Leo dengan bergabung menjadi bayangan orang lain tidak bisa bertahan dengan lama.
“Ah sudahlah, sebaiknya menyelesaikan quest.” Kata Leo dengan malas sambil mengambil sebuah obor yang menempel pada dinding rumah.