Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Atribut "Kaisar Awan"


__ADS_3

Memang Leo masih bisa menahan diri. Akan tetapi yang terpicu saat ini adalah Melina. Meskipun Leo sudah menahannya, Melina langsung menarik belatinya dan bergerak dengan cepat ke arah orang tersebut. Bahkan di mendorong dada dan membenturkan ke arah dinding dalam posisi belati yang hampir menyentuh leher anak saudagar itu.


Tidak tinggal diam, anak saudagar tersebut menggertakkan giginya. Lawannya yang merupakan wanita yang tidak bisa diremehkan. Tapi ini menyangkut harga diri, sehingga dia mengangkat kakinya dan berusaha untuk menendang Melina.


Melina mundur ke belakang, tetapi sebelah angin keluar dari tangan orang tersebut dan bergerak ke arah Melina.


Leo yang juga tidak tinggal diam, seekor harimau bayang dengan ukuran yang besar bergerak di depan Melina. Sehingga bilah angin itu tertahan dan menyebabkan harimau itu terbelah.


Proses regenerasi yang cepat, harimau itu langsung bergerak ke arah anak saudagar itu.


Tapi sebelum itu, Iris dengan kecepatan kilat, dia sudah bergerak di samping dia dan melumpuhkannya menggunakan sebuah gelombang kejut yang mana berasal dari elemen petir yang dia miliki. Barulah dia bergerak kembali ke belakang dan melihat anak saudagar itu berteriak kesakitan saat harimau bayang milik Leo mencabiknya.


Leo tidak berusaha membunuhnya. Hanya sekedar memberikan luka saja dan tidak lebih. Karena dia tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih dengan membunuh seseorang di depan umum, apalagi poisisnya adalah seorang anak saudagar kaya.


Keributan benar-benar terjadi di tempat ini. Beberapa orang memilih untuk lari keluar dan berteriak tentang kerusuhan yang terjadi di dalam kedai.


“Apa yang kau lakukan!” Teriak salah satu orang. “Tuan Morgath tidak akan memaafkanmu karena telah melukai tuan muda!”


“Apa yang aku lakukan? Kalian melindungi orang yang memiliki harta?” Leo berkata dengan dingin sambil mengeluarkan aura yang cukup mengintimidasi mereka.


“Iris.” Ucapnya sambil menatap Iris.

__ADS_1


Iris mengangguk. Kemudian dia berjalan ke arah anak saudagar yang terluka berat dengan darah yang bercucuran. Kemudian, dia mengeluarkan sebotol cairan berwarna biru dari tas kecil miliknya.


Orang-orang mungkin tadinya mencemooh Leo dan memberikan sebuah ancaman yang tidak-tidak, mereka seketika terdiam. Tapi saat ini mereka tidak hanya terdiam, melainkan juga terkejut saat melihat cairan yang ada di tangan Iris.


Apalagi saat Iris bergerak dan meminumkan ramuan itu kepada anak saudagar. Luka yang diperbuat akibat cabikan hewan bayang Leo perlahan pulih. Kemudian, Iris menjatuhkan botol kaca itu hingga pecah dan mengikuti kemana perginya Leo dan Melina yang keluar dari kedai.


“Itu, itu ramuan bunga lily!” kata salah satu dari mereka.


Perkataan tersebut jelas membuat semua orang di kedai langsung terkejut. Pertikaian yang berat dengan beberapa kecaman yang diberikan oleh Leo kini berubah menjadi rasa kaget saat menyadari bahwa orang itu membawa bunga Lily yang berasal dari kota Little Pear.


Masalahnya itu adalah obat langka dengan bahan dasar langka pula. Seolah ini menjadi perburuan dengan harga yang fantastis setelah hampir setengah tahun beritanya tersebar. Kemudian, ada seorang pria tua yang tidak sengaja melihat hal itu, dia bergerak dan berlari ke arah Leo tidak peduli bagaimana kondisi fisiknya yang renta.


“Tuan, itu memang ramuan bunga Lily yang melegenda itu?! Tuan, jika Anda memilikinya, maka aku akan membeli berapapun harganya!”


“Ya ini masalah kondisi tubuhku yang menua. Beberapa organ dalam yang hancur. Aku mencari beberapa obat untuk menyembuhkan organ dalam, tetapi itu tidak ada kecuali di kekaisaran Dark Moon. Apalagi di kota Floppa sekalipun, ramuan penyembuh itu sama sekali tidak ada.”


Tapi, Leo tersentak saat menatap mata pak tua itu. Memang tidak ada kisah buruk yang membuat Leo kembali mengutuk kemampuannya. Tetapi, pak tua itu benar-benar sangat hebat! Memang terlihat tidak mencolok dan seolah tidak memiliki level apapun. Akan tetapi, pak tua itu sebenarnya berada di level 7! Ya, bahkan dia menyamai raja di kerajaan ini sepertinya atau mungkin lebih?


Kondisi pak tua itu terkikis dengan adanya sebuah penyakit dalam. Organ dalamnya seperti jantung yang melemah membuat seharusnya pak tua itu benar-benar ajaib saat masih hidup. Terlebih, kemampuan untuk menekan levelnya yang nyaris tidak ada, membuat Leo sendiri tunduk.


“Lihat! Dialah yang hampir membunuh tuan muda! serang dia dan bahwa ke tuan Morgath!”

__ADS_1


Leo melirik, ada sekitar tiga orang dengan membawa masing-masing senjata pedang berukuran besar. Wajah mereka cukup serius.


Iris dan Melina langsung berdiri di depan Leo dan juga pak tua. Memandang serius mereka bertiga dan bersiap untuk melindungi Leo bagaimanapun caranya.


Lagi-lagi ajang kerusuhan itu menjadi sebuah pusat perhatian. Bahkan membuat Leo menggelengkan kepala karena entah kenapa dia akan mendapatkan masalah yang cukup serius.


Akan tetapi, dia mempunyai sebuah ide. Ide paling gila menurutnya. Sehingga dia menggapai tas Iris dan mengambil satu botol ramuan bunga Lily itu ke arah pak tua. Namun, sebelum memberikannya, Leo sempat berkata.


“Kau benar-benar sangat hebat, tuan eee? Aku berharap Atribut kaisar awan milikmu bisa sedikit membantuku.”


Mata pria itu sedikit berbinar saat mendengar apa yang Leodric baru saja katakan. Kaisar awan, bukanla sebuah julukan kebangsawan, tapi memang atribut dia adalah sebuah kaisar awan yang mana dapat mengendalikan entitas suhu, kelembapan, udara dingin, bahkan bisa mengeluarkan hujan kapan saja dia mau. Jika dia mau, sebenarnya pria itu bisa menjadi sosok terkuat di kerajaan ini. Hanya saja, ini masalah penyakit.


Terlebih, kemampuan kaisar awan, semakin menggumpal awan tersebut, semakin beringas juga cara bertarung orang yang memiliki atribut itu. Tampaknya dia bisa melihat bahwa sosok di hadapannya adalah sosok yang tidak bisa diremehkan.


Leo langsung melemparkan ramuan tersebut. Dan pria itu langsung meminumnya hingga tumpah di bibirnya. Merasakan rasa antara pahit dan manis dengan aura yang menyengat. Bahkan, dia merasakan sebuah luka bakar yang mana itu justru membuat luka dalamnya perlahan sembuh.


Dan saat itu juga, Iris dan Melina yang bergerak di saat ketiga orang asing itu bergerak. Namun, pria tua itu tiba-tiba bergerak ke depan Iris dan Melina dan memutar tongkatnya.


Tubuhnya kembali bugar dan langsung menunjukkan sebuah kemampuan bela diri yang selama ini dia sembunyikan dari publik. Apalagi saat pak tua itu bergerak dan menunjukkan kemampuan bertarungnya hanya mengandalkan tongkat, sedangkan musuhnya menggunakan sebuah pedang berukuran besar.


“Hahaha, aku tidak pernah merasakan kebahagian seperti ini. Aku kembali! Aku kembali merasakan rasanya nikmat bertarung!” 

__ADS_1


Pak tua itu terus memainkan tongkatnya. Serta pergerakan yang lincah jelas sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia adalah seorang pria tua. Bahkan dari serangan berpedang dari ketiga orang itu, pak tua tersebut bisa menghindarinya dengan gesit.


__ADS_2