Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Raja Skeleton


__ADS_3

Tampaknya kekuatan dari raja Skeleton tersebut mampu membuat Leo terdorong ke belakang. Namun, ini bukan ketika dia berada di kediaman Voldegod, dimana dia memaksa untuk menyelinap dalam kondisi kehabisan mana. Dia kali ini dalam kondisi prima, meskipun tangan kirinya cedera, tetap saja mananya berlimpah.


Namun, apa yang dia pikirkan, mengapa skeleton tersebut tidak membunuhnya saat dia terbaring lemas selama satu malam? Jelas itu akan membuat mana Leo akan kembali. Jawabannya, sebenarnya Leo tidak pulas selama satu malam, melainkan kondisi jurang inilah yang kental akan energi mana.


Sehingga, Leo mampu menyerapnya dan bisa membuat dia kembali prima karena persediaan mana yang sangat kental. Hanya saja, Leo sama sekali tidak menyadari, atau bahkan belum merasakan tentang kentalnya mana tersebut.


“Manusia!” Skeleton berteriak.


Leo bisa mendengar di mana langkan Skeleton itu berada. Dia sedikit peka dengan skeleton yang menginjak-nginjak tulang belulang mayat membuat Leo bisa menebak, dimana keberadaan dari skeleton tersebut. Apalagi dengan bodohnya, Skeleton itu juga bergerak secara emosi yang membuat Leo bisa mendengarnya.


“Shadow Wolf Manipulation.”


Seperti biasa, Leo dalam melakukan penyerangan akan mengeluarkan salah satu teknik dari bakat yang dia miliki. Apalagi, dalam kondisi paling gelap seperti ini, hewan bayangan yang dia ciptakan pasti akan berubah menjadi sangat mengerikan dan sulit untuk dikontrol. Jelas, Leo tidak ingin menyia-nyiakan keadaan tempat.


Seekor serigala melompat dengan sangat buas kearah raja Skeleton tersebut. Tampilannya begitu mengerikan dengan tingkat agresif yang melebihi hewan aslinya, warnanya berwarna lebih hitam dari kegelapan yang membuat sosok tersebut bagaikan monster dan mimpi buruk bagi lawannya. Meski tidak semua lawan.


Skeleton yang mampu melihat dalam kegelapan, jelas dia bisa melihat wujud dari serigala bayang. Dia juga melihat bagaimana serigala itu melompat bagaikan anjing kelaparan pada tulang belulang sisa.


Tidak diam, raja Skeleton mengepalkan tangannya. Kemudian, dia meninju bayangan serigala tersebut tanpa ragu. Tidak peduli bagaimana serigala tersebut mencabiknya, tapi yang jelas itu tidak akan bisa.


Bagaimana tidak? Skeleton jelas tidak mungkin tidak memiliki atribut sihir yang dia miliki. Saat ini kepalan tangannya yang berbentuk tulang mengembang dan jauh lebih kuat, dan bersiap untuk memukul serigala tersebut.


Untungnya serigala milik Leo melakukan gerakan alamiah, gerakan menghindar secara refleks sebagai kemampuan binatang buas miliknya. Sehingga, serigala tersebut bergerak ke arah samping dan melompat sambil membuka cakarnya lebar-lebar.


Tidak tinggal diam, Leo memanfaatkan telinganya untuk mendengar dimana serigala dan Skeleton bergerak. Kemampuan refleks seperti ini, Leo pernah dilatih secara brutal untuk bisa memanfaatkan telinganya secara baik-baik.

__ADS_1


Meski begitu, Leo cukup senang dan bisa menebak dimana keberadaan skeleton dan serigala bayang berada di mana. Jika bukan karena tulang-belulang yang berserakan, jelas Leo akan kesulitan untuk menebak dimana keberadaan Skeleton tersebut.


“Tang!”


Sepertinya saat Leo hendak mengayunkan pedangnya, raja skeleton itu bisa mengetahui dan langsung menahan pedang milik Leo. Sedangkan serigala tersebut, sama sekali tidak sanggup untuk mencabik tulang-belulang milik raja Skeleton karena terlalu keras. Bahkan tergores sedikitpun tidak.


Sehingga, raja Skeleton menciptakan sebuah tulang runcing dan menancapkannya kepada serigala milik Leo. Untungnya, raja skeleton sama sekali tidak merasakan bahwa serigala bayang milik Leo hancur sebelum Leo menebaskan pedangnya secara berulang kali.


Mengandalkan sebuah kecepatan, Leo terus-menerus melancarkan sebuah serangan berpedang miliknya meski dalam kondisi yang cukup gelap. Dia melakukannya secara cepat dan tidak membiarkan Skeleton sendiri melancarkan serangan. Pasalnya, Leo sendiri tidak mengetahui bagaimana pola serangan milik Skeleton tersebut apabila dia tidak menyerangnya secara terus menerus.


“Hah! Pola serangan rendah seperti ini ingin mengalahkanku?! Meski begitu, aku mengakui bahwa kau ahli berpedang yang terampil. Aku tidak pernah bersemangat akhir-akhir ini, buat aku bisa membuka mataku lebar-lebar!”


Tiba-tiba, pedang raja Skeleton yang berbentuk tulang sendiri memiliki sebuah cabang yang berunsur seperti tulang pula.


Leo yang tidak tahu apa-apa, hanya merasakan tanda bahaya yang lebih kuat, sehingga dia melompat mundur ke belakang untuk menghindari sesuatu yang tidak-tidak.


Dan yang benar saja, seketika Leo merasakan rasa perih di pipinya. Leo menyentuhnya, dia merasakan bahwa pipinya ternyata berdarah karena terkena sebuah sayatan berpedang.


“Sial.” Leo berdecak kesal. Tampaknya setelah dia dipukul mundur, maka tidak ada kesempatan lagi untuk menyerangnya secara terus-menerus. Seolah kesempatan itu telah menghilang karena Skeleton sudah tidak fokus untuk bertahan karena serangan tebasan pedang milik Leo.


“Shadow hyper sword dance!”


Dalam kondisi gelap seperti ini, tidak ada tidak mungkin ketika kekuatan bayangan milik Leo tidak bisa muncul. Bagaikan objek hewan, objek pedang juga akan memiliki kekuatan berkali-kali lipat daripada bayangan pedang saat keadaan terang.


Dan Leo masih menyebutnya sebagai dark shadow apabila manipulasi objek bayangan benda berada dalam kegelapan.

__ADS_1


Sehingga, belasan bilah pedang berwarna hitam mengarah ke arah Skeleton. Tentunya semuanya tidak bergerak dalam satu sisi, melainkan langsung bergerak untuk mengelilingi skeleton secara perlahan dan menempatkannya di segala sisi sebelum melesat seolah hendak menghunus Skeleton tersebut.


“Klang .... Klang ..... Klang!”


Tampaknya yang ada hanyalah sebuah benda yang bertumbukan, Leo tidak hanya mendengar suara pedang yang membentur tulang, melainkan dia juga mendengar Skeleton itu bergerak dengan menginjak tulang belulang seolah bergerak ke arah Leo.


“Bahkan Dark Shadow pun tidak berpengaruh? Atribut sihirnya adalah memperkuat tulang, dan menciptakan apapun menggunakan tulang. Sungguh hal yang luar biasa.” Leo bergumam sambil melompat mundur ke belakang.


Tidak berhenti begitu saja, Leo juga memposisikan pedangnya secara miring. Karena dia sulit untuk melihat apakah Skeleton itu menebasnya secara horizontal atau vertikal? Dia sama sekali tidak mengetahuinya.


“Kau benar-benar hebat, bertarung dalam gelap seperti ini? sungguh, aku raja Skeleton mengakui bahwa kau bisa setara denganku!”


Leo harus dipukul mundur, sebelum dia mengangkat pedangnya lagi karena mendengar suara angin yang pecah karena pedang. Sehingga, Leo berhasil untuk menahan pedang milik raja Skeleton meski ada cabang pedang yang hampir menembus pundaknya.


Justru Leo memejamkan matanya, dia membayangkan bagaimana bentuk Skeleton itu sebelum dia mundur terus menerus ke belakang karena harus menghindari serangan berpedang dari raja Skeleton.


“Meski ini tidak sempurna karena aku tidak bisa mengidentifikasi bagaimana bentuk sempurna Skeleton itu. Tapi tak masalah.” Leo bergumam sebelum dia mengulurkan tangan kirinya yang sakit ke arah depan.


“Shadow Skeleton manipulation!”


Memang, untuk menciptakan objek bayang, maka Leo harus sanggup untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana bentuk objek yang akan dia buat bayangan. Seperti hewan-hewan yang dia buat, serigala, harimau, dan elang, Leo pernah menganalisis hewan-hewan buas tersebut ketika dia masih tinggal bersama dengan Gintaru.


Sehingga setelah dia berhasil menganalisis, maka Leo bisa menciptakan bagaimana wujud bayang hewan-hewan yang akan dikeluarkan. Itu hanya berlaku pada objek makhluk hidup, sedangkan Skeleton, Leo sedikit menganalisis bentuk Skeleton itu tadi walau sebentar sebelum pertarungan.


Sedangkan objek benda, sebenarnya menciptakan objek benda mati sungguhlah sulit. Leo tidak hanya menganalisis, melainkan juga harus memegang objek benda mati tersebut. Seperti untuk menciptakan pedang bayang, Leo harus memegang pedang miliknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2