
Malam hari.....
Leo sudah bersiap untuk melakukan sebuah pembantaian. Meski dia hanya sekedar membantu, tetapi pembunuhan ini tetap dilakukan oleh Iris sebagai pelaku utamanya.
Tidak, tidak hanya Leo dan juga Iris. Jika mereka melakukannya sendiri, jelas mereka tidak akan mampu. Mengingat, keluarga bangsawan Viscount juga seharusnya memiliki sebuah keamanan, serta keluarga itu sendiri juga banyak yang berbakat. Selain itu, belum lagi apabila mereka bertemu Raven.
Maka dari itu, Leo mengajak budaknya yang kuat. Seperti Hime, Melina, serta Leo juga mengajak Shin yang ikut serta dalam pembunuhan ini. Apalagi Shin sendiri juga mantan pembunuh, jadi membunuh adalah sesuatu yang dianggap enteng bagi Shin.
Hanya saja dalam kasus ini, Leo masih prihatin dengan Hime. Hime sama sekali belum pernah melakukan apa yang namanya pembunuhan. Jadi bisa jadi dia akan merasakan sensasi ketakutan yang berlebihan saat pertama kali membunuh. Keadaan seperti mual-mual, kemudian demam, itu adalah hal yang biasa.
Kecuali keadaan tertentu seperti Leo atau Shin, mereka pertama kali membunuh sama sekali tidak merasakan sebuah ketakutan. Karena itu adalah sesuatu yang dilakukan oleh pikiran dan hati mereka sendiri. Yang artinya, hati, pikiran, dan perbuatan sudah selaras sehingga mereka tidak ragu walaupun kali pertama melakukannya.
Keadaan tengah malam. Mereka berempat menggunakan sebuah tudung dan penutup wajah untuk merahasiakan identitas mereka. Karena apabila ketahuan, maka mereka akan dalam bahaya.
“Kalian sudah siap?” Tanya Leo sambil memasukkan pedang ke selongsong miliknya.
Semua yang ikut, mereka mengangguk. Mereka tampak tertutup dan tidak terlihat siapa identitas mereka.
Akhirnya, mereka berjalan ke arah rumah keluarga Cavendish dengan berlari melewati pohon-pohon. Melompat dari rumah ke rumah dan jalan-jalan tanpa ada yang mengetahui. Karena apa? Karena mereka bergerak di balik kegelapan sehingga tak ada yang mengetahui keberadaan mereka.
Dengan dipimpin oleh Iris, mereka akhirnya berdiri jauh di depan gerbang rumah keluarga Cavendish. Dari kejauhan, tampak beberapa penjaga yang menjaga gerbang dengan sangat ketat.
__ADS_1
Tanpa menunggu sebuah perintah. Shin langsung melompat ke depan dengan cukup berani sambil mengayunkan kedua tangannya ke samping. Sehingga, sebuah jaring laba-laba muncul kesepuluh jari-jari Shin yang kemudian mengikat mereka dengan cukup erat menggunakan jaring laba-labanya.
Sempat mereka berdua terkejut, namun, Shin sudah menarik kedua tangannya hingga orang-orang itu sudah tak berwujud lagi dan menjadi daging cincang. Kemudian, Shin memberikan sebuah isyarat menggunakan jarinya bahwa keadaan sudah aman.
Tanpa ragu, mereka bertiga bergerak masuk. Hanya saja, kondisi Hime yang melihat sebuah pembunuhan secara tragis, dia benar-benar merasa ingin mual setelah melihat darah dan juga daging cincang dari seorang penjaga.
Sebenarnya Leo tahu hal ini terjadi. Leo tahu bahwa Hime akan kesulitan dan menjadi sebuah penghambat. Namun, Leo mengajak Hime juga agar Hime bisa lebih biasa dalam hal membunuh seperti ini. Karena di masa depan, sebuah hal dimana dibunuh atau membunuh merupakan sesuatu hal yang begitu wajar.
Selain itu, Hime juga ditugaskan oleh Leo untuk membawa tas yang berisikan sisa potion yang dia buat yang berjumlah 6. Atau semua sisa potion yang tidak digunakan apabila ada salah satu dari mereka yang terluka.
Mereka masuk ke dalam kediaman Cavendish, semuanya menyebar untuk melepaskan kekuatan mereka untuk membunuh anggota keluarga Cavendish yang tertidur.
Kata Leo sendiri bahwa, tidak peduli bayi, anak kecil, orang tua atau wanita, selama itu bagian dari keluarga Cavendish atau merupakan pekerja yang bekerja di sana, maka Leo perintahkan semua bawahannya untuk membunuhnya. Karena apa? Karena untuk memutuskan apa yang namanya sebuah rantai balas dendam.
Rantai balas dendam akan terus berputar apabila tidak diputuskan. Sebagai misalnya A membunuh B, sedangkan anak B yaitu C memiliki balas dendam kepada A karena telah membunuh ayahnya yaitu B. Hanya saja, saat C membunuh A, anak A yaitu D melihat semua itu. Dan suatu saat D akan membalas dendam kepada sosok yang membunuh ayahnya yaitu C.
Apabila tidak dibunuh sampai ke akarnya. Balas dendam tidak akan berhenti dengan mudah. Siapa yang berpikir bahwa hanya karena A membunuh B, maka Z pun akan menjadi korban hanya karena kesalahan leluhurnya itu sendiri.
Sehingga cara yang paling ampuh adalah, memaafkan atau menuntaskan sampai akarnya.
Teriakan paling mendalam, saat Shin masuk ke salah satu kamar dan membunuh salah satu orang. Anggota keluarga cabang yang melihatnya, mereka berteriak ketakutan karena ada sebuah pembunuhan yang tidak mereka kira. Teriakan itu juga membuat anggota keluarga lainnya bangun dan terkejut dengan sebuah penyerangan secara mendadak.
__ADS_1
Shin, Melina dan juga Iris, mereka tak ragu lagi. Meski mereka adalah keluarga Iris, Iris sama sekali tidak begitu peduli dan terus melakukan pembunuhan dengan begitu kejam. Dalam kasus ini, Iris membuka tudungnya, sehingga identitasnya terkuak dan menunjukkan kepada seluruh keluarganya bahwa Iris tampaknya sedang mengamuk.
“Iris! Apa yang terjadi dengan .....”
Belum anggota keluarga Iris menyelesaikan ucapannya, sebuah panah petir keluar dari tangan Iris dan menghancurkan itu semua. Sehingga keadaan benar-benar begitu mencengkam dan mengerikan. Kemudian, dia langsung bergerak, ke tempat dimana ayahnya berada.
Di sisi lain, Leo dan jug Hime juga melakukan pembunuhan. Hanya saja, Hime masih belum terbiasa dengan itu semua. Hime hanya membantu Leo apabila Leo diserang dari belakang menggunakan sebuah akar yang keluar dari lantai.
Darah, teriakan, semuanya ada, tidak peduli teriakan dari seorang pria dewasa, tapi teriakan dari seorang anak kecil, tangisan bayi semuanya terdengar. Pedang dan kekuatan bayangan Leo, kekuatan jaring Shin, kekuatan api dari Melina, kekuatan petir dari Iris, dan terakhir kekuatan Alam dari Hime meski Hime hanya ikut serta sedikit.
Beberapa menit sebelumnya ....
“Ini keadaan yang begitu sulit. Kita sudah tidak mendapatkan kabar Iris saat ini. Apakah dia mati?” Kata seorang pria paruh baya sambil mengusap janggut tipisnya. Entah kenapa, dia tidak memiliki sebuah kekhawatiran saat Iris mati. Namun, apabila Iris mati, dia sudah tidak memiliki alat untuk melakukan pemberontakan.
“Tuan Raven saat ini ada keperluan mendesak di organisasinya. Kita tampaknya cukup kesulitan untuk melakukan aksi kemarin, tuan Reginald. Apalagi bawahan tuan Raven semuanya juga melakukan bunuh diri.” Kata seorang anggota keluarga Cavendish yang angkat bicara. “Apalagi Count Galen juga masih hidup setelah ada pemuda yang menahan kekuatan Iris. Sialan, dia ikut campur.”
“Tuan Reginald, ada sebuah serangan mendadak!” Salah seorang prajurit datang dengan terengah-engah. Tampaknya dia juga cukup ketakutan setelah melihat apa yang terjadi semuanya.
Belum Reginald sendiri memastikan bahwa itu memang benar-benar terjadi, sebuah teriakan, penyiksaan tiba-tiba terdengar secara beruntun. Terdengar suara yang menyiksa yang membuat Reginald sendiri kaget mendengarnya.
“Kerahkan semua pegawal! Dimana mereka?!”
__ADS_1
Saat penjaga yang melapor tadi akan melakukannya. Tiba-tiba, sebuah tombak petir muncul menancap punggung orang tersebut. Selain itu, sebuah tegangan tinggi membuat orang itu tersengat hebat dengan elemen petir yang baru saja mengenainya.
“Kita bertemu kembali ayah. Aku kembali dengan level kita yang sama.”