
Hari demi hari berlalu, minggu juga berlalu. Tampaknya proyek pembangunan jalan menuju dasar jurang sudah dilakukan atas perintah walikota. Jelas, bahwa walikota tampaknya mengerahkan puluhan para pekerja yang berusaha untuk mengeruk dan menggali jalan menuju dasar jurang.
Dengan begitu, Leo bisa mempekerjakan orang untuk setidaknya memanen bunga Lily. Selain itu, Leo juga akan menyuruh beberapa budaknya untuk membudidaya tanaman lily dengan di bawah komando Hime secara langsung yang mengerti tentang tanaman herbal.
Kenapa Leo tidak memiliki niat untuk menaruh bunga Lily dan membudidayakannya di tempat lain? Itu sebabnya karena Hime sendiri sempat berkata bahwa bunga Lily tidak bisa untuk dipindahkan. Sekalinya bunga lily dicabut, cahaya dari bunga lily akan menghilang dan manfaatnya akan hilang juga.
Sayang sekali bunga lily juga tidak berbuah. Apalagi berbiji. Hanya saja, tumbuhan itu seperti tumbuhan liar yang hidup secara bebas. Namun, Leo mencoba, bagaimana jika dibudidayakan di habitatnya tanpa merusak bunga Lily itu sendiri?
Analisis Ray sendiri, dia menyimpulkan bahwa ide Leo sama sekali tidak buruk. Memang bunga Lily matahari adalah tanaman liar. Namun, bagaimana jika dibudidayakan di tempat asalnya?
Leo saat ini berada di mansion. Dia memutuskan untuk meninggalkan penginapan lamanya dan berkata kepada Lala dan ibunya untuk tidak tinggal di tempat ini. Meski Lala sendiri terlihat begitu sedih karena Leo adalah sosok penolong baginya.
Perasaan Leo tidak begitu enak apabila dia terus menerus menumpang di papan milik orang lain. Tidak peduli apakah itu adalah sebuah penginapan, Leo juga sedikit takut dengan penginap yang lain apabila mengetahui bahwa Leo menginap secara gratis.
Bukan tanpa sebab, hanya saja dia tidak tahu bagaimana mulut orang-orang yang bisa menyebarkan sebuah berita yang diputar balikkan dengan sangat cepat. Lebih tepatnya, Leo takut dia ditutuh yang tidak-tidak dan memiliki hubungan lebih dengan ibu Lala.
“Apakah anda ada kesibukan lain tuan Leo? Jika tidak, aku bisa memberikanmu sebuah pijatan gratis.” Melina tersenyum sambil melihat Leo yang sedang bersantai.
Bibir Leo berkedut. Entah kenapa lama kelamaan dia tidak bisa menjaga diri tinggal di tempat seperti ini. Pikirnya bahwa tinggal di penginapan ibu Lala seharusnya jauh lebih baik untuk menahan sesuatu yang tidak-tidak.
Namun, mau bagaimana lagi? Leo tidak bisa menarik kata-katanya untuk tidak tinggal lagi di penginapan itu lagi.
__ADS_1
Semuanya serba salah.
“Berhentilah berkata seperti itu Melina! Aku masih 16 tahun, jangan menggoda anak-anak sepertiku!”
“Ayolah tuan, meskipun Anda masih berumur 16 tahun, tapi fisik Anda jauh lebih dewasa. Tubuh berotot, dada bidang. Aakh aku tidak bisa membayangkannya tuan.” Melina tersenyum lebar sambil menyentuh kedua pipinya sendiri.
“Cih.” Leo berdecak kesal dan tidak ingin menatap Melina. Dia kemudian beranjak pergi untuk melihat tempat belakang mansionnya.
Di belakang mansion tersebut, Leo dapat melihat kandang ternak yang di dalamnya terdapat setidaknya lima kambing yang terlihat begitu gemuk dan sangat terurus. Leo cukup senang dalam hatinya saat melihat sesuatu seperti ini. Dia menganggapnya seperti sebuah rekreasi.
Di tempat itu juga, terdapat Kriss yang baru saja membersihkan kandang. Terlihat tubuhnya begitu kotor seolah dia bekerja begitu keras untuk mengurus ternak seperti ini.
“Salam tuan Leo, seperti yang Anda lihat, ada sekitar lima ternak. Empat betina, dan satu pejantan. Dua di antaranya sedang hamil dan kemungkinan butuh tiga bulan lagi untuk beranak.” Kriss mencoba untuk menjelaskan.
Hanya saja, saat dia ingin beranjak, Iris datang dengan wajah yang terlihat tergesa. “Tuan, tuan Saka datang ingin menemui Anda!”
“Guild master? Dia datang menemuiku secara langsung? Memangnya ini Ada apa?” Leo mengerutkan dahinya. Kemudian, dengan penuh pertanyaan, dia kembali ke ruang utama untuk menemui sang master guild tersebut.
Dan yang benar saja, saat Leo menuju ke depan, dia bisa melihat Saka dan Yuna berdiri di pintu depan untuk menunggu dipersilahkan masuk. Bagaimana tidak? Para pelayan Leo, tidak peduli siapa mereka, selama tidak mendapatkan izin dari tuannya, membuat mereka tidak berani untuk mempersilahkan orang lain.
Sehingga, Leo yang datang dengan sendirinya mempersilahkan mereka untuk masuk tanpa ragu.
__ADS_1
Bagi Leo, ini sangat cukup aneh. Jarang-jarang apabila seorang guild master turun terkecuali untuk membahas sesuatu yang cukup penting. Namun, Leo akan menunggu mengapa tujuan mereka datang ke tempat seperti ini.
“Ada apa tuan Saka datang ke tempatku?” Leo memulai pembicaraan setelah mereka duduk di atas kursi.
“Aku hanya sedikit membahas, bahwa beberapa petualang akhir-akhir ini berhasil menemukan sesuatu yang mencurigakan di selatan hutan Esves. Atau dekat dengan wilayah Anda. Aku sedikit curiga bahwa ini mungkin akan mengganggu proyek Anda.” Balas Saka. “Ada pergerakan yang terlihat lebih aktif di hutan monster. Dan, beberapa petualang melihat adanya aktivitas yang lebih aktif dari goblin dan juga troll.”
Leo berpikir, memang benar bahwa hutan monster akan sangat merepotkan. Di dalamnya mungkin tidak hanya berisi dari beast spirit, melainkan goblin dan troll yang sudah diketahui secara umum. Hanya saja, keberadaan seperti itu, pihak kota Little Pear sama sekali tidak mengganggu entitas seperti itu. Selama mereka tidak mengganggu, pihak petualang sama sekali tidak bergerak.
Leo sedikit curiga bahwa dari perkataan Saka, goblin dan troll terlihat lebih aktif di perbatasan. Tampaknya ada sesuatu yang janggal yang kemungkinan akan mampu membuat kedua ras atau entitas itu bisa mengamuk kapan saja.
Masalahnya, hutan monster merupakan wilayah yang berada di selatan hutan Esves, atau wilayah Leo saat ini. Kemudian, hutan monster sendiri berada di dekat desa Ciradar dan juga desa Caprae, kemudian di selatan hutan monster itu juga masih ada desa lain yang masuk ke dalam kota lain atau lebih tepatnya kota Silver Fox.
Tidak, sebenarnya saking luasnya hutan monster, hutan monster diapit setidaknya oleh 4 kota. Jadi sangat berbahaya apabila dibiarkan begitu saja apabila ada aktivitas dari makhluk monster yang lebih aktif.
“Apakah ada yang mengendalikan mereka? Kita tahu bahwa Troll adalah ras yang tidak memiliki akal dan sangat bodoh.”
“Bisa jadi, tapi siapa? Aku hanya menyarankan untuk berhati-hati tuan, karena ini ada hubungan dengan sebuah pembangunan bidang miring untuk menuju dasar abyssal misery. Selain itu, aku juga meminta para petualang level tinggi untuk menjaga beberapa desa di dekat hutan monster itu. Hanya saja, tuan, aku memiliki misi untuk Anda.” Saka melanjutkan pembicaraannya.
“Apa itu?”
“Kita sudah sepakat bahwa kedua ras itu pasti ada yang mengendalikannya. Baik melalui artefak atau mungkin atribut milik seseorang. Hanya saja, aku memberikan misi kepada Anda untuk menyelidiki hutan monster tersebut. Bagaimana?”
__ADS_1
Leo menyentuh dagunya, tampaknya pembahasan ini cukup serius. Jika dia menolak misi ini, maka ini juga akan berdampak buruk pada Abyssal Misery. Kemudian juga keselamatan desa Caprae yang merupakan tempat tinggalnya bersama dengan Gin. Jadi, dia sama sekali tidak menolak untuk menjalankan misi tersebut.