Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Urusan sebentar


__ADS_3

Perjalanan selama mungkin hampir satu jam, kini mereka telah sampai di sebuah perbukitan yang merupakan bagian dari wilayah viscount selatan. Terlihat bahwa tempat tersebut sangat indah, apalagi disinari oleh bulan purnama yang perlahan muncul.


Walaupun indah, tapi itu penuh dengan kegelapan. Beberapa hari yang lalu dia mendengar bahwa tempat ini merupakan sarang seorang penjahat yang memiliki sebuah kelompok kecil.


Jika tidak diselesaikan, apa yang Leo takutkan bahwa kelompok mereka akan semakin besar dan berubah menjadi kelompok besar seperti Stealth Brigade atau mungkin Verva Orde yang sangat berbahaya.


Bergerak bagaikan angin, Leo sama sekali tidak menciptakan pergerakan yang begitu berisik. Tapi juga tidak menghilangkan tujuan utamanya untuk mencari kelompok tersebut.


“Tuan.” Iris menghentikan langkah sambil memanggil Leo.


Ia menunjuk ke arah salah satu gua yang terlihat gelap, hanya saja ada setitik cahaya yang membuat Iris sendiri begitu curiga.


Di perbukitan ini, Leo melihat ke arah yang Iris tunjuk. Dia melihat sebuah gua yang menurutnya begitu mencurigakan karena ada cahaya yang remang-remang dan bergerak-gerak seolah itu adalah cahaya obor.


Dengan perlahan, Leo menuju ke gua tersebut tanpa masuk secara langsung. Hanya saja, dia bersandar di dinding luar gua untuk setidaknya mendengar, ada aktivitas apa yang terjadi di dalam sebenarnya.


Begitupun dengan Iris yang juga melakukan seperti yang Leo lakukan. Bersandar di sebelah mulut gua dan mendengar apakah ada sebuah aktivitas yang terjadi di dalam gua?


Dan yang benar saja, seketika Leo dan Iris mendengar suara langkah kaki yang muncul. Beberapa langkah kaki yang menunjukkan tidak hanya seorang pun yang berjalan keluar.


Bagaimana Leo yakin bahwa langkah kaki itu menunjukkan bahwa orang yang melangkah akan keluar dari gua? Suaranya begitu jelas, semakin jelas dan semakin besar. Leo perlahan menarik pedangnya untuk segera membunuh orang tersebut apabila tiba-tiba muncul dari mulut gua. Setidaknya apabila Leo membunuh secara langsung, membuat dia pasti tidak akan sempat untuk membaca masa lalu mereka.


“Kita baru saja mendapatkan sepasang anak kembar yaitu Laki-laki dan perempuan. Nona Luvria pasti akan sangat menyukainya.”


“Aku juga penasaran, nona Luvria akan melakukan penelitian apalagi ya kepada anak-anak? Terakhir kali, penelitian yang dilakukan oleh nona Luvria adalah menanamkan atribut sihir buatan kepada seorang anak. Ada juga percobaan paling extrem untuk merubah fisik anak itu, tapi sayangnya anak itu meninggal.”

__ADS_1


“Kau mungkin berpikiran seperti itu, tetapi aku berpikiran lain. Ah, fantasi ku, apa kau tidak melihat bahwa anak perempuan itu terlihat sangat imut dengan kulit mulus? Apalagi dia memiliki ‘itu’ yang berada dalam kondisi masa pertumbuhan.”


“Hei! Dia masih berumur 10 tahun! Lagipula nona Luvria akan membunuhmu jika kamu merusak objek percobaannya.”


Slash!!


Tidak ada yang tahu bahwa kematian berada di depan mata. Seperti yang terjadi pada mereka berdua saat keluar dari mulut gua. Mereka sebelumnya tidak tahu bahwa hari ini adalah hari kematiannya, dan berpikir bahwa esok dia masih hidup.


Mereka tidak menyangka, saat beberapa detik mereka melihat bahwa tubuh mereka berdiri tanpa kehilangan kepala. Sebelum, perlahan pandangan mereka menghilang dengan kepala yang menggelinding tepat di bawah kaki Leo.


Cukup menyedihkan, apalagi kepala mereka berdua dalam keadaan mata terbuka yang membuat Iris yang melihatnya merasa ngeri. Hanya saja, Leo yang merasa bahwa kepala dua orang tersebut menggelinding di bawahnya, dia mencoba untuk bernapas dengan tenang dan tidak untuk menatap matanya, atau yang terjadi Leo akan bisa membaca masa lalunya secara singkat.


“Iris, ayo kita masuk.” Kata Leo sambil mengambil sebuah topeng dari balik bajunya dan menggunakannya untuk menutupi identitas dirinya.


Semakin masuk ke dalam, Leo semakin mendengar sebuah pembicaraan dan pencengkraman. Hal tersebut membuat Leo semakin mempercepat langkah dan ingin segera membunuh mereka semua dengan perasaan yang tidak begitu sabar.


Sebenarnya, dari beberapa pengalaman yang dia dapatkan, beberapa penjahat yang bukan pembunuh seperti ini, masa lalu mereka tidak terlalu gelap. Hanya saja, Leo sedikit takut untuk membaca masa lalu mereka sehingga, apapun yang terjadi, saat bertarung atau membunuh, Leo berusaha untuk tidak menatap mata mereka.


Lagipula mereka sepertinya adalah seorang penculik yang berada di bawah Luvria yang merupakan anggota Stealth Brigade.


“Shadow Lion Entity!”


Entitas milik Leo, hasil evolusi setelah Leo bertemu dengan dewi Lumina. Kekuatan yang jauh lebih besar dan yang pasti adalah gabungan dari Shadow Beast dan juga Bone Creature. Sehingga menciptakan seekor singa bayang yang ukurannya sedikit besar dengan tulang-tulang yang kuat di dalamnya.


Mereka muncul dari balik bayangan Leo, dan bergerak ke arah mereka yang baru menyadari keberadaan Leo.

__ADS_1


“Ada serangan!”


Mereka yang segera menyadari bahwa ada sebuah serangan, sontak mereka langsung melompat ke belakang dengan cukup terkejut karena ada seekor singa berwarna hitam datang kepada mereka seolah hendak menerkam.


Selain itu, mereka tiba-tiba melancarkan sebuah sihir api untuk menghancurkan singa bayang tersebut. akan tetapi naasnya, salah satu rekan mereka langsung tewas seketika karena singa itu menyerang dengan cukup kuat.


Pria berbaju merah, atau yang mengeluarkan sihir api tersebut, mungkin tersenyum lebar saat mengetahui bahwa sihirnya berefek. Membuat singa bayang itu menghilang. Tetapi, itu adalah hal yang paling mengerikan karena tulangnya masih utuh dan kemudian memunculkan bayangan hitam yang menyelimutinya lagi.


Leo berusaha untuk memejamkan matanya, dia hanya bermodalkan memegang sebuah pedang dan langsung untuk menyerang siapa saja yang datang untuk melancarkan sebuah serangan. Dibantu dengan Iris, keberadaan mereka benar-benar sangat kacau karena serangan yang begitu tiba-tiba seperti ini.


Apalagi dalam kondisi di dalam gua yang notabene begitu sempit, membuat mereka kesulitan untuk bertarung secara ramai-ramai.


“Sial! Serang dia! Aghh!” Belum sempat pria berbaju merah itu selesai berbicara, entitas singa milik Leo melompat ke arahnya seolah hendak bertemu mangsa yang baru. Setelah itu, singa tersebut bergerak ke arah penjahat yang lain yang kemungkinan hendak menyerang Leo.


“Ter-ternyata, Shadow Hunter itu ada! Selamatkan diri kalian!”


“Bodoh, jika kita bisa bekerja sama, kita bisa membunuh shadow hunter itu!”


“Jangan harap!” Iris melepaskan sebuah bola elemen petir kepada mereka yang mencoba untuk lari ke belakang. Sehingga mereka seolah terkena sebuah tegangan listrik yang begitu besar.


Leo menghela napas saat tidak mendapatkan sebuah serangan apapun, pedangnya terus meneteskan sebuah darah karena dia gunakan untuk membunuh seseorang. Kemudian, berharap bahwa tidak ada orang yang berdiri di depannya, Leo membuka matanya. Hanya saja, Leo tidak berani untuk menatap ke bawah.


Namun, dia cukup terkejut saat ternyata di salah satu sisi gua, terdapat sebuah kurungan besi dengan dua orang anak yang ketakutan. Selain itu, mereka ditodong sebuah senjata pedang dari luar oleh seseorang yang tampaknya masih bertahan dari serangan Leo yang menutup mata.


“Bunuh dirimu atau aku membunuh kedua anak ini!”

__ADS_1


__ADS_2