
Leo tidak berhenti-hentinya senang dan bahagia saat dia mendapatkan sebuah tamu yang merupakan utusan dari duke Luther. Yang pasti, dia sebentar lagi akan memiliki sebuah hubungan dengan duke Luther melalui potion yang dia pasarkan.
Namun, Leo harus tetap memasang wajah yang begitu biasa seolah tidak tahu apa-apa. Lagipula dia tidak ingin dirinya terlalu percaya diri atau yang terjadi akan mendapatkan sebuah berita yang tidak dia harapkan sama sekali.
Di ruangan pertemuan ini, jelas sekali bahwa Leo duduk dengan di belakangnya ada Iris dan Melina serta Shin yang diam di samping. Sedangkan utusan duke Luther, dia tak henti-hentinya takjub dengan Leo. Bagaimana tidak? dia sedikit iri saat melihat Leo memiliki wanita yang cantik di belakangnya.
Hanya saja, utusan duke Luther tidak melupakan tujuan utamanya untuk mengunjungi Leo. Serta dia memiliki niatan yang tidak asal-asalan saat bertemu dengan Leo.
“Sebelumnya perkenalkan aku tuan Leo, namaku adalah Tristan. Utusan dari duke Luther untuk menemui Anda, serta memiliki tujuan tertentu.” Kata orang tersebut yang diduga namanya adalah Tristan.
Leo kemudian menjawab, “Ah, tuan Tristan, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda. Ada perlu apa tuan Tristan bertemu denganku di desa yang kumuh ini?”
“Kumuh?” Tristan mengerutkan dahinya. Ujung bibirnya berkedut saat Leo merendah seperti itu. Padahal yang dia lihat, tempat atau desa ini benar-benar sangat nyaman, bahkan mengandalkan sebuah kebersihan yang membuat pengunjung merasa sangat betah berada di desa ini. Sehingga Tristan menjawabnya dengan agak jengkel, “Tuan Leo benar-benar sangat merendah. Jika desa ini saja Anda sebut kumuh, maka bagaimana dengan desa paling kumuh lainnya?”
“Aku benar-benar tidak menyangka bahwa desa ini benar-benar bagaikan surga tuan. Kehidupan yang begitu makmur serta sangat tertata rapi. Padahal baru beberapa bulan desa ini berdiri bukan?” Sambung orang tersebut sambil melirik ke arah jendela.
“Ada-ada saja. Mungkin jika bukan karena sumber daya alam tersebut, maka saya tidak berani menolong desa Caprae sebelumnya. Lagipula jika saya menemukan sumber daya tersebut sendiri, dan hasilnya saya miliki sendiri, bukankah saya yang akan menjadi repot? Perputaran ekonomi di kota ini juga akan bermasalah.” Balas Leo sambil menuangkan teh untuk Tristan dan dirinya sendiri.
“Benar juga.” Timpa Tristan. “Tapi aku sangat tidak menyangka tuan. Apalagi setelah mendengar rumor bahwa Abyssal Misery yang menurut orang-orang adalah jurang kematian, dan tidak ada seorangpun yang bisa kembali dari tempat itu. Justru merupakan tempat sumber daya yang begitu berlimpah.”
“Tuan Tristan, sebaiknya Anda segera menjelaskan tujuan Anda datang tanpa perlu basa-basi lebih banyak lagi.” Ujar Iris dengan tatapan yang sedikit sinis.
"Ah ya maafkan aku tuan Leo." Ucap Tristan dengan sedikit menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"Tidak perlu formal tuan."
"Bagaimana mungkin? Ah sudahlah. Maksud kedatangan saya ke sini adalah, seharusnya Anda sudah bisa menebaknya." Tristan mulai membicarakan tujuannya datang ke sini. "Tidak lain dan tidak bukan, duke Luther mengundang Anda untuk datang di istananya. Hanya saja, tapi maafkan aku karena undangan ini terbatas. Maksudku, Anda hanya bisa membawa dua bawahan saja untuk menemani Anda."
"Selain itu, Anda juga tidak perlu pusing tentang bagaimana Anda menuju ke sana. Kami akan menjemput Anda dalam dua hari lagi. Jadi, Anda bisa bersiap-siap." Ucap Tristan.
Leo ingin sekali untuk tersenyum. Dia belum pernah sebahagia ini karena diundang oleh bangsawan tinggi yaitu Duke. Jika memang begini, maka dia bisa menggali tentang Verva Orde.
Saat itu juga Leo berpikir sejenak. Mungkin saja ini tidak akan semulus apa yang dia pikirkan. Masalahnya, bisa saja Duke Luther juga sama sekali tidak mengetahui tentang Verva Orde. Atau mungkin Duke Luther memang tidak berhubungan dengan Verva Orde yang membuat dirinya sama sekali tidak mengetahui dengan begitu jelas.
Padahal dia berharap bahwa Duke Luther pernah berhubungan dengan Verva. Itu yang dia harapkan. Akan tetapi, Leo juga belum menemuinya yang membuat dirinya sama sekali belum mengetahui apakah duke Luther tahu tentang cerita gelap itu?
“Tentu saja, suatu kehormatan karena aku diundang. Aku akan mengajak dua wanita di belakangku ini.” Jawab Leo menerima undangan itu.
Mendengar ucapan Leo, jelas bahwa Iris dan Melina benar-benar sangat berbahagia. Bahkan mereka saling menatap dan menunjukkan sebuah kesenangan yang mendalam karena akan dijadikan sebuah pengawal pribadi bagi Leo.
Shin mengangguk, dia sama sekali tidak masalah. Lebih tepatnya dia siap sepenuhnya dengan tugas apa saja yang diberikan oleh Leo.
“Kakak! Maaf mengganggu pertemuan Anda. Ada perwakilan yang katanya dari wilayah Viscount timur. Apakah aku bisa membiarkannya masuk, atau mungkin aku bisa mengusirnya?”
Suara Araka tiba-tiba masuk ke dalam telinga Leo. Leo menoleh, melihat gadis cantik dengan kuncir kuda berdiri di depan pintu dengan memberitahukan sebuah informasi.
Leo mengerutkan dahinya. Pikirnya bahwa mengapa viscount Timur mengirimkan sebuah perwakilan? Padahal hanya wilayah viscount Timur yang seolah menolak ramuan yang ada di Griefhaven. Atau mungkin, mereka berubah pikiran?
__ADS_1
“Katakan, bahwa dia harus mengatur jadwal. Tuan Leo masih menemui seorang ta ....” Melina menyahutnya. Hanya saja, ucapan Melina ditimpa oleh Tristan secara langsung.
“Biarkan saja, tidak masalah apabila harus bertumpukan denganku. Biarkan perwakilan dari viscount Timur kota Little Pear datang.”
Leo yang melihat bahwa Tristan sama sekali tidak merasa keberatan, Leo juga tidak keberatan. Sehingga, Leo sendiri juga tidak merasa keberatan dan langsung memerintahkan Araka untuk membawa utusan dari viscount Timur masuk.
.......
“Tuan Leo, aku merupakan perwakilan dari viscount timur. Panggil saja namaku adalah Hang.”
Leo mengerutkan dahinya, begitupun dengan Tristan yang sedikit kurang nyaman dengan keberadaan sosok Hang itu sendiri. Masalahnya, dia yang datang seenaknya, juga langsung duduk secara seenaknya di sebelah Tristan. Sehingga Tristan sendiri angkat bicara.
“Apakah begini etiket yang kamu miliki?’ Kritik Tristan kepada Hang.
“Ah, maafkan aku tuan. Aku cukup bersemangat. Maafkan aku tuan.” Ucap Hang dengan sedikit menundukkan kepalanya.
“Katakan saja perlu Anda datang ke sini. Jika Anda ingin mengundang tuan Leo, maka Anda pasti akan kalah. Karena kedudukan Duke yang lebih tinggi dari Viscount. Tuan Leo sudah mendapatkan undangan dari Duke.” Tristan berkata sambil mengerutkan dahinya.
“Tidak, aku tidak mengundang tuan Leo untuk datang di wilayah viscount Timur. Justru aku datang ke sini untuk mengundang Alkemis Anda.” Kata Hang. Dia menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya. “Jika Anda mengizinkan Alkemis Anda untuk datang memenuhi undangan dari Viscount Timur, maka Viscount Timur akan meminta walikota kota Floppa mengirimkan beberapa alkemis hebat untuk Griefhaven.”
“Anda tahu sendiri kan bahwa Viscount wilayah timur kota Little Pear itu berbatasan langsung dengan kota Floppa? Bahkan undangan untuk Alkemis anda juga disepakati oleh walikota kota Floppa dan akan menjadi pertukaran pikiran untuk sementara waktu.” Sambungnya dengan wajah yang begitu meyakinkan.
“Aku pikir viscount wilayah Timur dan kota Floppa tidak mendukung perkembangan alkimia di desa Griefhaven, tapi mengapa tiba-tiba mereka mengundang alkemisku?” Leo berkata dengan penuh kecurigaan.
__ADS_1
“Tidak, itu hanya sekedar bahwa kota Floppa ingin mencintai produk lokalnya. Ditambah ada hubungan yang besar antara Viscount timur Little Pear dengan kota Floppa, membuat wilayah Viscount Timur juga terikat dengan kota Floppa.” Jawab Hang.
“Namun, maafkan aku, bahwa undangan ini bersifat pribadi. Yang artinya, alkemis Anda diperbolehkan untuk datang secara sendirian. Dalam dua hari ke depan, beberapa pengawal dari Viscount Timur akan menjemput Alkemis Anda.”