
Seorang pria dengan pakaian bangsawan duduk di sebuah kursi. Dia tersenyum saat tamunya datang lebih cepat daripada yang dia kira. Yaitu dua hari lebih cepat. Tapi Luther sama sekali tidak begitu peduli, karena semakin cepat juga semakin baik.
“Selamat datang tuan Leodric Frosch. Silahkan duduk.”
“Suatu kehormatan kepala desa seperti saya diundang di hadapan Anda.” Leodric membungkukkan badannya sebelum dia duduk.
“Hahaha tidak-tidak, semuda itu kau sudah memiliki pencapaian yang hebat. Aku tahu tentang abyssal misery tidak se-sederhana yang kita kira, sedangkan kau bisa menemukan harta karun di dalamnya dan keluar dengan mudah.” Kata Duke Luther memuji.
“Anda terlalu berlebihan yang mulia duke.”
“Sudahlah, lupakan itu. Tujuanku mengundangmu adalah tentang akademi sihir Arkanum. Akademi itu krisis tentang ramuan penyembuhan, jadi ku harap kau bisa menjadi pemasok utama ramuan tersebut.”
Mendengar hal itu, Leo berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Tristan ternyata benar bahwa ini ada hubungannya dengan akademi sihir Arkanum yang menjadi akademi di kedukean Selatan. Tapi, siapa yang akan menolak tentang hal ini?
Meski begitu, Leo tetap memberikan alasan, lebih tepatnya hanya untuk formalitas. “Aku pikir aku harus bertemu dengan kepala Akademi untuk membahas hal ini bukan?”
“Tentu saja, aku sudah mempersiapkan hal tersebut. Jadi, kita akan pergi akademi sihir Arkanum sekarang.” Ucap Duke Luther.
........
Dengan menggunakan kereta kuda, mereka akhirnya telah sampai di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi dan luas bagaikan sebuah istana. Bahkan saat Leodric turun sekalipun, dia sudah merasakan seberapa luas akademi ini.
Di depan akademi Arkanum, beberapa dari mereka adalah seorang penjaga yang memberi hormat kepada seorang duke yang turun dari kereta. Mereka jelas juga menghormati Leo. Bukan karena apa atau tamu undangan, tapi saat mereka bersama duke, mereka sama sekali tidak berani untuk bermacam-macam. Lagipula mereka sama sekali tidak mengerti bahwa Leo adalah tamu undangan.
Saat itu juga, sebuah pusaran air muncul di depan gerbang. Membentuk seseorang dengan janggut putih dan tongkat di tangan kanannya. Beberapa keriput juga tercipta, seolah membentuk pria tua yang elegan.
Memang, pria tersebut muncul karena dibentuk oleh air. Mata Leo tidak bisa dibohongi bahwa atribut pria itu adalah air yang sudah berevolusi dengan kemampuannya menjadi tahap sempurna. Seperti Ginataru yang atribut anginnya tidak hanya sekedar angin, tapi tahap selanjutnya dari angin.
Sama seperti pria tua di hadapannya.
“Hahaha, yang mulia, ada apa Anda berkunjung ke akademi kecil ini? apakah Anda ingin menjenguk putri Anda?”
__ADS_1
“Kepala akademi, tuan Gideon. Tidak salah juga aku ingin mengunjungi putriku. Tapi aku juga membawa seorang tamu yang menemukan bunga lily tersebut seperti yang Anda harap-harap.”
Tuan Gideon, tidak lain adalah seorang akademi menatap remaja yang memiliki pupil berwarna biru muda itu. Terlihat sangat berwibawa di mata Geidon, apalagi dia juga memiliki potensi yang cukup berat. Tidak heran apabila ada seorang remaja yang ada di depannya menaklukkan Abyssal Misery.
“Hormat kepada kepala akademi, tuan Geidon. Anda bisa memanggil saya Leodric Frosch.”
“Hahaha, ternyata cukup muda. Aku juga tidak menyangka kau adalah seorang remaja yang baru puber. Dan di sampingmu adalah ....”
Dan, di samping remaja beriris biru itu, Gideon merasa cukup femillier dan tidak asing dengan wanita yang cukup dewasa.
“Ah, maafkan aku master. Aku adalah Iris. Senior Akademi Arkanum yang lulus dua tahun yang lalu.” Iris membungkuk setengah badan memperkenalkan.
“Ooo pantas saja aku terasa familier. Baguslah, kalian bisa masuk ke dalam Akademi kecil ini sebelum ke pembahasan yang lebih serius kepada tuan Leodric.”
Mereka akhirnya masuk, masuk ke dalam sebuah akademi yang dianggap kecil oleh kepala akademi. Padahal bagi Leodric ini tergolong sangat besar bagaikan istana yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Di tengah-tengah halaman yang begitu luas, terdapat sebuah kolam dan beberapa siswa yang sedang bermain dengan menggunakan pakaian dan syal khusus. Tapi setelah mereka melihat seorang kepala akademi, mereka langsung menghentikan main-main mereka dan memberikan hormat.
“Tidak sesederhana yang Anda kira tuan. Status sosial terlihat begitu jelas. Bagaikan kasta yang terlihat, bahwa kaum menengah ke bawah akan selalu tertindas. Seharusnya ini mereda, karena beberapa tahun yang lalu kasta memang gencar-gencarnya.” Bisik Iris. Hal tersebut bertujuan agar orang lain disekitarnya tidak mendengar apa yang Iris katakan.
“Murid dibedakan menjadi dua kubu, yaitu kubu bangsawan dan kalangan atas dengan pakaian mereka berwarna merah, serta kubu menengah kebawah dengan pakaian putih. Untungnya kepala akademi sudah digantikan oleh tuan Gideon yang menyamaratakan seragam menjadi warna hijau.”
Leo menghela napas. Dia sudah menduganya bahwa segala sesuatu memang dipandang dari status dan kehormatan.
“Dimana kepala akademi sebelumnya?” Tanya Leodric penasaran.
“Tidak ada yang tahu tentang wanita sihir itu. Ada yang mengatakan bahwa dia menjadi gila setelah beberapa murid dari kubu menengah ke bawah, dan golongan atas yang menuntut keadilan kubu menengah ke bawah melengserkannya.” Bisik Iris.
“Meski begitu, ada beberapa perbedaan dan sedikit diskriminasi. Bukan karena perbedaan status, tapi bakat. Swordsman dengan syal berwarna hitam sepertinya masih melakukan diskriminasi kepada mage dengan syal berwarna biru, karena dianggap bakat paling lemah.”
Bahkan Iris juga menjelaskan bahwa kemungkinan juga tidak hanya kepada Mage, beberapa alkemis dengan syal berwarna hijau juga kadang mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan. Apalagi, apabila ada seorang siswa laki-laki yang masuk ke dalam bakat alkemis dan mage.
__ADS_1
Intinya kasta tertinggi dipegang oleh Swordsman. Bahkan beberapa swordsman laki-laki akan menertawakan mage atau alkemis laki-laki dan membandingkannya dengan swordsman perempuan yang dianggap sangat keren dan berwibawa.
Tidak sedikit bahwa Swordsman memiliki watak yang tegas, dan keras. Keras kepala juga tentunya. Bahkan jika itu wanita, dia akan menjadi sangat dingin bahkan menjadi seekor singa apabila disentuh sedikitpun.
Syal berwarna putih terlihat sangat populer. Karena bakat archer ini diisi oleh para wanita cantik, jika pria diisi oleh pria yang sangat tampan. Tidak sedikit yang mengatakan bahwa murid yang memiliki syal putih adalah seorang keturunan elf.
“Syal biruku masih tersimpan di mansion. Itu akan menjadi sebuah kenang-kenangan.” Ucap Iris.
“Tuan kepala!” Teriak seorang wanita dengan syal berwarna putih dengan rambut pirang datang. Tapi, dia sangat terkejut saat ada seorang Duke yang berdiri di sampingnya.
“Maafkan aku yang mulia Duke.” Wanita tersebut membungkukkan badannya.
“Tuan kepala akademi, maafkan aku. Tapi aku memiliki kabar buruk. Ada panggilan dari tiga akademi lainnya, sepertinya ada undangan dadakan.”
“Pertemuan dadakan dari tiga kepala akademi lainnya? sepertinya ada sebuah masalah. Baiklah, bisakah kau menemani tamu undanganku ini? Dia adalah tuan Leo dan kedua bawahannya. Salah satunya adalah senior di sini.” Kata Geidon dengan terburu-buru.
“Maafkan aku, sepertinya kamu harus menemuiku sore nanti. Jadi, berjalan-jalanlah dan nikmati semua yang ada di akademi ini.” Sambungnya.
“Tunggu, pertemuan tiga kepala akademi? Bukankah itu membutuhkan waktu yang lama untuk bertemu?” Tanya Leo.
Tuan Geidon tidak menjawabnya. Melainkan seorang dengan syal putih yang ada di depannya yang menjawab. “Tidak, ini-ini semacam ada sebuah sihir dimana wajah mereka bisa tampil dalam sebuah ruangan. Apa ya namanya, ah ya, sihir virtual.”
__ADS_1