
Keadaan benar-benar begitu berat, Leo bisa melihat kedua anak kembar yang ada di dalam jeruji sempit tersebut begitu ketakutan saat ditodong sebuah pedang dari luar jeruji.
Dan juga dia berusaha untuk menghindari kontak mata bagaimanapun caranya.
Pria tersebut tertawa lebar, dia memposisikan pedangnya agar bisa menusuk anak perempuan tersebut kapan saja. Dan apabila Leo ataupun Iris bergerak sedikitpun, kemungkinan orang tersebut akan menusuk anak perempuan itu.
Akan tetapi Leo tidak begitu bodoh. Memang dia sama sekali tidak bergerak sedikitpun, hanya saja seekor entitas singa bayangnya masih hidup tanpa disadari oleh orang tersebut. Sehingga, singa bayang milik Leo langsung melompat seolah menerkam pria yang menodong anak kembar di depan Leo.
Hampir saja pedangnya menusuk leher anak perempuan itu saat singa menyerang pria, Leo langsung melompat dengan cepat dan memotong tangan pria tersebut selagi dia terkejut karena mendapatkan serangan singa yang entah tak tahu darimana.
Sehingga yang terjadi adalah sebuah teriakan yang cukup keras dengan darah yang mengucur deras. Bahkan dia tidak sempat untuk melihat bahwa tangannya putus karena dia saat ini dalam kondisi tertindih singa bayang.
Iris yang ingin mengakhirinya dengan cepat, dia langsung mengeluarkan sebuah elemen petir yang membuat sebuah kilatan kecil. Sebelum sebuah ledakan muncul dan membinasakan pria tersebut yang terus menerus dicakar oleh singa bayang milik Leo.
Di sisi lain, Leo menarik pedang dan mengayunkannya pada jeruji besi tersebut. Sehingga dalam sekali tebusan, jeruji itu terbelah menjadi dua sebelum Leo melakukannya dua kali untuk memberikan sebuah ruang agar mereka bisa keluar.
Kedua anak tersebut, mereka begitu ketakutan. Bahkan mereka hampir berteriak saat Leo masuk dan mendekat. Tetapi, apa yang dilakukan Leo adalah mengulurkan kedua tangannya.
"Tenanglah, semuanya sudah aman." Ucap Leo mencoba untuk menenangkan mereka semua. Selain itu, Leo juga melepaskan topengnya untuk menunjukkan wajah santainya kepada mereka berdua.
Mereka mungkin menenangkan diri, apalagi dia bisa melihat bahwa Leo membunuh mereka semua dengan tragis yang mengartikan bahwa Leo akan menyelamatkannya, sehingga, mereka langsung menangis dan memeluk Leo secara bersamaan.
Lap!!
Leo terdiam, secuil ingatan langsung merasuki dirinya dalam sekejap. Ketika dia baru saja menatap mata anak perempuan tersebut tersebut tanpa sengaja. Sehingga, dia bisa melihat sedikit masa lalu anak perempuan tersebut dalam kondisi sudut anak perempuan itu sendiri.
......................
__ADS_1
"Bawa kedua anak itu!"
"Tidak akan kubiarkan!" Teriak seorang pria yang mencoba untuk melindungi keluarganya. Hanya saja, tubuhnya sudah bersimbah darah yang membuat dia kesulitan untuk berdiri.
Bug!
Sebuah tendangan mendarat di kepala pria tersebut. Araka yang melihatnya, dia berteriak histeris dalam pelukan ibunya yang ada di belakang. Sebelum beberapa orang menghampiri ibu Yuuki dan Araka yang mencoba untuk melindunginya.
Secuil ingatan, Leo seolah kembali ke masa lalu dan seolah menjadi Araka, dia benar-benar ingin berdiri dan mengajarnya. Hanya saja, dia kini seolah menjadi Araka yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Keadaan begitu berat, saat ibu Araka ditarik oleh beberapa orang dengan Araka dan saudara kembarnya, atau Yuuki yang juga direbut secara paksa. Bahkan, bagian terberatnya, beberapa orang merobek pakaian milik ibu Araka di depan Araka sendiri.
"Ibu!" Araka berteriak. Hanya saja setelah itu Araka terlempar karena kemungkinan terbesar pria yang memegang Araka sendiri ikut andil dalam hal pemerkosaan.
Bagian yang paling sedih bagi Araka. Namun, dia bisa melihat bahwa Yuuki berdiri sambil melemparkan barang-barang untuk menyerang mereka. Kemudian, Yuuki berteriak dan berlari ke arah mereka dengan penuh emosi.
"Araka!"
Sehingga, dalam kondisi tersebut, sebuah tendangan yang sehat di daratkan kepada Yuuki, kini berubah menjadi Araka setelah mereka berpindah tempat secara ajaib.
"Ugh!"
Araka memuntahkan seteguk darah sambil melihat ibunya tersiksa dan berteriak. Araka perlahan pingsan karena tendangan tersebut.
Saat bangun, Araka sendiri sudah berada di dalam jeruji dengan saudara kembarnya, yaitu Yuuki yang sedang menangis. Jelas Araka sendiri berteriak dan juga memanggil ibunya.
"Ayah, ibu, mereka telah dibunuh."
__ADS_1
.....
Sebuah gambaran seperti itu, berada dalam pikiran Leo sekejap dalam beberapa detik. Membuat Leo sendiri hampir muntah darah. Dia, dia benar-benar ingin mengutuk Lord of Eye yang dia miliki karena membuat dia harus melihat apa yang tidak seharusnya dia lihat.
“Yuuki, Araka.” Leo membelai kepala mereka berdua dengan tulus. Mereka sendiri masih menangis dengan tubuh bergetar karena ketakutan.
Yuuki dan Araka melepaskan diri, mereka cukup terkejut saat Leo sendiri tahu nama mereka. Sehingga, mereka sendiri kembali menjadi takut.
“Jangan khawatir, aku tahu nama kalian karena sebelumnya aku mendengar percakapan orang-orang.” Leo menjelaskan kepada mereka.
Sosok Yuuki, anak laki-laki yang memiliki rambut berwarna hitam itu mengangguk. Begitupun dengan Araka, saudari kembarnya yang mungkin memiliki ciri fisik yang kurang lebih sama dengan Yuuki.
Mata Araka yang berwarna coklat, dengan gaya rambut lurus di atas bahu. Selain itu, kulit Araka juga sangat halus dan juga sehat. Meskipun sebenarnya, Araka sendiri terlihat memiliki beberapa luka di sekujur tubuhnya.
“Atribut mereka sangat langka, masing-masing dari mereka memiliki sebuah kemampuan yaitu Telekinesis. Tidak, itu bukan atribut langkanya. Atribut langka milik mereka adalah ....Gemini. Siapa yang berpikir bahwa saudara kembar terhubung dalam satu atribut atau bakat yaitu Gemini? Itulah yang membuat mengapa Araka bisa berpindah tempat dengan Yuuki atas kemauan Araka sendiri. Selain itu, kemungkinan mereka bisa bergabung dan juga membentuk sebuah individu baru yang cukup kuat.” Pikir Leo.
Apalagi kondisi mereka baru saja yatim dan jug piatu, Leo tertarik kepada mereka. Sehingga, Leo langsung berkata, “Ikutlah denganku, kalian akan tenang. Tenang saja, aku bukanlah orang jahat.”
“Ka-kakak, benarkah itu?” Araka berbicara. Hanya saja, dia masih ragu.
“Tidak, a-aku tidak ingin membebani kakak. Kami akan kembali kepada orang tua kami.” Yuuki berbicara. Dia tampaknya berkata dengan penuh kebohongan hanya karena tidak ingin untuk membebani Leo.
Leo menghela napas, ujung bibirnya hanya bisa berkedut. “Di alam baka? Jangan menyakiti diri kalian sendiri. Jika kalian hidup di luaran sana, kemungkinan terbesar kalian akan menjadi terpuruk.”
Di sisi lain, Leo seolah mau mengurus mereka untuk mencegah mereka berdua menjadi seorang pembunuh. Memang rata-rata kehidupan para penjahat seperti itu. Maka dari itu, jika tidak ada yang membantu mereka, mereka akan hidup dalam kondisi menjadi penjahat. Hanya saja itu adalah kemungkinan terburuknya. Karena Leo yakin bahwa seseorang yang mengalami nasib seperti itu, justru menjadi orang baik di masa depannya.
Yuuki tidak bisa mengelak. Tampaknya seseorang yang ada di hadapannya sudah mengetahui semuanya seperti orang tuanya yang sudah tidak ada lagi. Hanya saja, di sisi lain Yuuki sama sekali tidak ingin merepotkan orang lain.
“Iris, kau tidak keberatan kan jika aku membawa mereka berdua di mansion?” Tanya Leo kepada Iris.
__ADS_1
“Tentu! Lagipula ini seperti mengurus anak. Aku ibunya dan Anda ...”
“Dia masih berumur 10 tahun. Kurang lebih aku dan mereka seolah akan menjadi adik kakak. Jangan berharap lebih.” Potong Leo dengan tatapan tajam darinya.