
Semua kejadian itu sebenarnya membuat seluruh kota Little Pear gentar. Benar-benar sangat mengerikan dan tersebar melalui mulut dan juga mulut. Sebuah percobaan pembunuhan kepada walikota, seluruh prajurit dikerahkan untuk mencari siapa pelaku yang sebenarnya.
Selain itu, tampang Leo juga mendadak tenar. Ketika dia berdiri dengan sangat keren menahan sebuah serangan yang muncul begitu tiba-tiba menjadi bahan perbincangan orang-orang.
Festival yang seharusnya berakhir baik, tetapi dengan penuh kenyataan, walikota mereka hampir saja terbunuh. Jelas, orang-orang belum mengetahui kondisi yang sebenarnya. Sehingga mereka hanya bisa berharap tentang keselamatan walikota itu sendiri.
Di dalam mansion Leo.
“Aku sebenarnya butuh istirahat sebentar. Tampaknya membuat perjanjian dengan Iris sama seperti membuat perjanjian dengan lima belas budak. Benar-benar menghabiskan mana begitu banyak.” Batin Leo sambil menghela napas dan duduk di atas kursi.
“Sekarang Iris, jelaskan apa yang terjadi sebenarnya? Tapi aku yakin ini masalah politik kan?” Tanya Leo dengan menatap sinis Iris.
Iris mengangguk,
“Benar, ayahku ingin merebut posisi walikota. Jadi, dia memerintahkanku untuk setidaknya membunuh walikota itu sendiri. Kemudian, ayahku juga berusaha untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Dan mencoba untuk mencari wajah kepada Duke Luther.”
“Tuan...”
Hime sudah kembali, dia masuk ke dalam mansion dengan wajah yang begitu cerah seolah mendapatkan sebuah kabar yang begitu bahagia. Dia juga berjalan dan juga meneteng tas kecil kosong yang sebelumnya digunakan untuk menampung potion milik Leo.
“Aku memiliki kabar baik.” Katanya.
“Katakan itu.”
“Walikota Galen sudah benar-benar sembuh total setelah meminum potion itu. Padahal yang aku dan Anda lihat lukanya parah kan setelah terkena sebuah serangan yang keras itu? Pertama kali, prajurit kurang mempercayainya karena potion tersebut dianggap racun. Hanya saja, setelah aku berusaha menjejelkannya, luka walikota Galen tertutup dengan sempurna dan dia membuka matanya perlahan-lahan.” Hime mencoba untuk menjelaskan.
__ADS_1
“Dan berita baiknya, aku diberi sebuah kehormatan yang begitu baik. Tapi aku tidak lupa untuk menjelaskan bahwa ini merupakan berkat Anda tuan, sehingga, Anda diundang menuju kastil walikota 3 hari lagi! Selain itu, satu potion yang bawa tadi .... walikota Galen membelinya seharga 10 Koin emas.” Hime dengan bangganya, dia meletakkan 10 koin emas itu di atas meja pertemuan.
Mata Leo berbinar, dia sedikit terkejut saat mengetahui bahwa walikota membelinya dengan harga yang sangat fantastis. Setidaknya itu bisa membuat Leo bertahan hidup selama dua bulan apabila dia tidak memiliki harta peninggalan Gin dan Voldegod. Selain itu, Leo juga cukup senang saat dia diundang oleh walikota 3 hari kemudian.
“Oh ya tuan, aku lupa untuk melaporkan tadi. Beberapa kelompok yang melakukan pengepungan tadi dan bersekutu dengan nona Iris, para prajurit kota sebenarnya ingin menangkap mereka. Tetapi mereka justru melakukan harakiri atau membelah perut mereka masing-masing menggunakan sebuah pedang. Aku curiga, mereka sebenarnya bukan berasal dari bagian keluarga Iris.” Melina juga menjelaskan.
Iris kemudian angkat suara tentang kejadian tersebut. “Sudah kubilang tuan, ada sosok yang mendukung kekuatan kami. Salah satu orang yang merupakan anggota dari kelompok Stealth Brigade. Emm, sebenarnya anggota Stealth Brigade memiliki sepuluh anggota, tetapi setiap anggota sendiri memiliki bawahan yang begitu banyak. Dan yang membantuku tadi adalah beberapa bawahan dari salah satu anggota dari Stealth Brigade, Raven.”
“Stealth Brigade? Kelompok yang sama seperti Verva?” Leo bertanya.
“Ya, seperti Verva Orde. Tetapi Stealth Brigade sudah menjadi rahasia umum, dan siapa saja pasti mengetahuinya bahwa itu adalah organisasi yang sangat berbahaya.” Jawab Iris.
“Seharusnya mereka tahu tentang Verva? aku benar-benar penasaran tentang sosok yang mendukung keluargamu yaitu Raven.”
“Tunggu tunggu, jadi sebenarnya pelaku percobaan pembunuhan adalah nona Iris?” Hime berkata dengan penuh tanda tanya.
Wajah Hime yang sebelumnya penuh dengan keceriaan, kini berubah menjadi sadis. Wajahnya tiba-tiba dingin dan auranya juga bocor. Dia juga mengepalkan tangannya yang mana tumbuh sebuah akar menjalar yang melilit tangannya sendiri. Tampaknya Hime tidak bisa menerima sebuah kenyataan.
“Hentikan Hime! Dia sudah menjadi budakku!”
“Baik tuan.” Jawab Hime dengan begitu lugu. Kekuatan yang akan dia keluarkan mendadak juga menghilang begitu saja.
“Jadi, kita akan menunggu evolusi terlebih dahulu. Evolusi hanya terjadi pada malam hari kan? itu artinya, kamu bisa melakukan tugas dariku, besok malam setelah kamu mendapatkan sebuah kekuatan evolusi. Selain itu, tenang saja, aku akan membantumu.” Ucap Leo dengan wajah yang begitu meyakinkan.
“Kita sekarang perlu melapor semuanya kepada guild master tuan. Itu sudah aturannya.” Iris menambahkan.
__ADS_1
“Tidak, aku akan memberikan sebuah alasan bahwa aku terluka berat, tuan Saka pasti akan mengerti. Maksudku kita akan melapor setelah kamu membantai seluruh keluargamu.” Jawab singkat Leo.
.....
Keesokan harinya, Leo masih berada di mansion. Entah kenapa dia lebih nyaman berada di Mansion ini daripada harus menuju penginapannya. Apalagi ketika menuju ke sini, dia harus menempuh perjalan yang cukup jauh. Jadi, daripada membuang-buang waktu, Leo memilih untuk tinggal di Mansion ini.
Selain itu, berita yang mengejutkan, bahwa Evolusi Iris benar-benar berhasil. Tubuh fisiknya jauh lebih prima dengan tampang yang lebih menggoda. Selain itu, dia juga mengakui bahwa atribut sihirnya kini berubah menjadi thunder blast.
Dia hampir tidak mempercayainya. Levelnya kini menjadi 6 ‘Awal’ yang sebelumnya adala level 5 ‘akhir’, itu benar-benar terlihat sangat nyata. Bahkan Leo hampir muntah darah saat melihat bahwa Level bawahannya berada lebih tinggi dibandingkan dirinya sendiri. Tentu itu membuat hati Leo merasa cukup minder dengan keadaan Iris.
Apalagi kondisi Iris benar-benar sangat langka. Umur sepertinya seharusnya berada di level yang sama seperti Leo, meski umur mereka hanya beda lima tahun lebih tua Iris. Hanya saja, meningkatkan Level seperti itu benar-benar tidak seperti membalikkan telapak tangan dengan begitu mudah.
Sedangkan Leo, levelnya masih tetap berada di level 5 ‘awal’ mungkin apabila manusia normal, butuh beberapa tahun untuk meningkatkan level hingga mencapai menengah dan akhir. Tergantung seberapa banyak pengalaman yang dimilikinya.
“Tuan, aku benar-benar berterimakasih. Aku kini berada dalam evolusi. Aku jauh lebih kuat dibandingkan dengan menggunakan artefak itu yang mungkin hanya sementara.” Ucap Iris dengan perasaan senang.
“Aku penasaran, darimana kamu mendapatkan artefak itu?”
Leo mengerutkan keningnya.
Iris yang mendengar pertanyaan Leo, kemudian dia menjawab. “Raven lagi. Dia yang seolah menekan kami dan mendukung kami menggunakan sebuah sumber daya.”
“Memangnya apa timbal balik keluarga kalian kepada Revan? Aku yakin, semuanya dia melakukannya ada sebab. Dia mengharapkan sesuatu kepada kalian.” Kata Leo dengan penuh kecurigaan.
Iris termenung, pupil matanya berubah menjadi lebih besar daripada sebelumnya. Dia baru menyadarinya. Bahwa Raven melakukan itu pasti bukan tanpa sebab, dia pasti ingin sebuah timbal balik yang sangat menguntungkan dari keluarga Cavendish. Hanya saja, dari dulu Iris tidak mengetahui apa penyebab salah satu anggota Stealth Brigade itu membantu ayahnya untuk merebut posisi Count.
__ADS_1
Walaupun pada akhirnya, Raven hanya mendukungnya dengan menggunakan seluruh bawahannya. Ayah Iris masih tetap menggunakan Iris sebagai boneka untuk menyingkirkan walikota Galen.
“Kita akan mencari jawabannya nanti.”