
Dua hari kemudian.
Leo saat itu juga berada di sebuah ruangan yang Hime miliki. Melihat tumpukan potion yang sudah jadi hingga siap untuk dipasarkan.
Di samping Leo sendiri, terdapat Hime dan juga Yuuki yang terlihat begitu bangga. Wajahnya seolah tidak kehilangan rasa muram dan terus menerus cerah saat menyelesaikan pekerjaan yang begitu berat ini.
"Aku pikir kamu akan menyelesaikannya dalam waktu yang lama karena bahannya juga banyak." Leo angkat suara.
"Jika bukan tungkunya yang besar, kemungkinan aku juga kesulitan tuan."
Leo kemudian menatap ke arah anak laki-laki yang tidak lain adalah Yuuki. Tampaknya Yuuki sendiri juga ikut senang saat berada di tempat ini bersama dengan Hime. Dan sama sekali jarang keluar kecuali ketika Leo memanggilnya.
Tidak lain, Leo selalu memanggil Yuuki pada sore hari. Apa yang dia lakukan saat sore hari, dalam waktu senggang adalah melatih Yuuki dan juga Araka.
Meskipun dalam kurun waktu dua hari, kemampuan berpedang milik Araka juga sedikit meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Di sisi lain pula, kecepatan dan kelincahan Yuuki juga lebih gesit dibandingkan sebelumnya.
Mereka memang berkembang sedikit, akan tetapi itu tidak menutup fakta bahwa mereka bisa belajar dengan banyak. Seperti Yuuki yang tidak hanya belajar bergerak seperti Assassin, bahkan dia juga belajar bersama dengan Hime. Serta Araka yang seolah belajar dengan pedangnya, tapi akhir-akhir ini dia sangat suka untuk membaca sebuah buku. Walaupun di tempat ini ada beberapa buku tentang sejarah dan juga beberapa kemampuan pedang.
"Tuan, tampaknya Yuuki kemarin meminta izin kepadaku untuk membuat ramuannya sendiri. Lebih tepatnya, dia bersikeras untuk membuat racun. Emm, aku sedikit khawatir." Hime juga angkat bicara.
Yuuki yang mendengar itu, dia sedikit menundukkan kepalanya. Karena sebenarnya dia ingin sekali untuk membuat apa yang namanya sebuah poison atau ramuan racun setelah dia benar-benar tertarik dengan kemampuan alkemis. Hanya saja, dia sedikit takut apabila Leo tidak mengizinkannya karena membuat racun itu benar-benar sangat berbahaya.
Tidak seperti apa yang dipikirkan oleh Yuuki, Leo justru mengganggu dan berkata, "Kenapa tidak? Selama kamu bisa berhati-hati, apakah menjadi masalah? Jika kamu nyaman untuk membuat racun, kamu bisa membuatnya. Kamu juga bisa meminta bantuan Hime untuk mencari bahan-bahannya."
Yuuki yang mendengar itu, dia tersenyum cerah. Kemudian dia kegirangan, "Yeay, terima kasih kakak. Aku, aku akan membuat poison ku sendiri agar bisa berguna untuk kakak."
__ADS_1
"Ah, Gero dan Crish akan datang sebentar lagi untuk membawa potion ini. Gero akan menjual 15 botol ke luar kota. Sedangkan Crish, dia akan pergi berkeliling di dalam kota Little Pear untuk menjual 35 botol. Emm, aku akan menjual murah terlebih dahulu yaitu sekitar 7 perak untuk setiap botol."
Hime sendiri setuju dan tidak keberatan. Karena jika Leo memberi harga sama seperti walikota Galen membelinya, orang-orang tidak akan percaya dengan begitu mudah bahwa itu adalah sebuah ramuan penyembuhan dari bunga Lily.
Meski bahwa informasi tentang ramuan bunga Lily itu sudah tersebar luas karena walikota Galen memberikan sebuah pernyataan, akan tetapi dia sedikit ragu tentang Crish yang akan menjualnya ke luar kota lebih tepatnya adalah kota Black Garden dan Silver Fox yang berada paling dekat dengan kita Little Pear. Lebih tepatnya berbatasan dengan desa Caprae.
Hanya saja, target bagi Leo dan menyuruh Crish adalah kota Silver Fox karena memiliki petualang yang begitu banyak.
Dan yang benar saja, Crish dan juga Gero telah datang. Mereka tampaknya begitu bersemangat untuk membawa potion dan menjualnya ke ranah publik.
"Tuan, kami sudah datang." Ucap mereka berdua.
Leo mengangguk tanpa membalas apa-apa.
"Tuan, kami akan pergi dulu. Hanya saja, aku akan kembali lebih lama karena Anda menyuruhku ke kota Silver Fox." Kata Crish.
"Aku paham. Hanya saja, karena kamu berada di luar kota, kamu harus berhati-hati. Jika kamu berada dalam bahaya, kamu bisa kembali dan jangan pedulikan tentang ramuan tersebut." Leo memberitahu Crish.
"Tentu saja tuan, aku akan berhati-hati." Jawab Crish.
Mereka kemudian pergi dengan membawa kotak kayu. Niatnya untuk Crish, dia akan menyewa kereta kuda dan membawanya pergi ke luar kota. Sedangkan Gero, dia tidak mengambil langkah yang pusing.
Setelah mereka pergi, Leo menatap Hime. Hima tampaknya menghela napas karena sedikit kelelahan.
"Hime, kamu sudah bekerja begitu keras. Bagaikan jika kamu ikut aku sebentar. Setidaknya untuk melepaskan lelahmu."
__ADS_1
“Benarkah?” Kata Hime dengan senang. Matanya juga berbinar seolah menunjukan keceriaan dan kebahagiaan secara mendalam.
“Yuuki, kau juga bisa ikut. Jika kamu mau.” Kata Leo mengajak Yuuki juga.
Yuuki sebenarnya juga ikut senang saat Leo mengajaknya seperti itu. Hanya saja, dia tak sengaja melihat wajah sinis dari Hime seolah ada sebuah ancaman yang begitu besar. Bahkan dia bisa melihat bahwa bola mata Hime tiba-tiba membesar tanpa sepengetahuan Leo. Sehingga, Yuuki hanya menggarukkan kepalanya dan tersenyum. “A-aku tidak ikut. Aku akan berlatih dengan Araka. Karena Araka sendiri mengajakku melalui telepati.”
“Jika memang begitu, maka aku tidak akan memaksa.” Balas Leo sebelum dia bertanya kembali kepada Leo. “Sekarang, atau nanti? Tapi bukankah kamu istirahat sejenak, mandi dan makan? Kamu dua hari tidak memiliki waktu senggang.”
“Tidak tuan, jika tuan mengajak sekarang, aku sama sekali tidak keberatan. Lagipula aku juga cukup cantik saat tidak mandi selama dua hari bukan?” Hime bertanya dengan sedikit malu.
Leo menghela napas sebelum dia membalas. Apalagi wajahnya hanya bersikap datar seolah tidak peduli dengan kata-kata terakhir Hime. “Baiklah, tapi ini sedikit jauh. Dan kita akan berjalan kaki. Sehingga, aku menyarankan untuk kamu istirahat terlebih dahulu.”
“Tidak tidak. Aku sama sekali tidak keberatan tuan.”
“Baiklah, ayo.”
Tanpa menunggu lama, Leo dan Hime, mereka berdua keluar dari mansion dan berjalan kaki menuju sebuah desa, sebuah desa dimana Leo hidup dan tinggal sebelumnya yang tidak lain merupakan sebuah desa Caprae.
Jarak antara hutan Esves dan juga hutan Caprae mungkin tidak terlalu jauh. Namun apabila ditempuh dengan berjalan kaki, Leo bisa sampai dalam kurun waktu setengah jam. Maka dari itu sebelumya Leo sama sekali memberikan sebuah peringatan kepada Hime terlebih dahulu bahwa perjalanan ini pasti akan melelahkan.
Hampir setengah jam itu sendiri, Leo dan juga Hime telah sampai di sebuah desa yaitu Caprae. Mereka sebenarnya pergi berdua, tidak ada satupun di mansion yang tahu kecuali Yuuki. Apalagi posisi dimana Leo ingin memberitahu budaknya pergi sebentar, tetapi Hime seolah mencegahnya yang membuat Leo bertanya-tanya.
Suasana keadaan desa Caprae mungkin sama sekali tidak berubah saat Leo meinggalkannya selama beberapa bulan. Keadaan juga sama seperti sebelumnya yang bagaikan sebuah kampung asri tanpa sebuah gangguan apapun. Hanya saja, Leo sendiri agak sedikit merinding, seolah dia merasakan sebuah keadaan yang tidak begitu nyaman.
“Eh, Leodric?”
__ADS_1