
Leo dan Iris membungkukkan badannya. Sedikit memberikan hormat kepada walikota Galen yang duduk santai di atas kursi. Di depannya terdapat sebuah meja bundar seolah merupakan meja pertemuan orang-orang di kastil walikota.
“Saya Leodric Frosch.”
“Saya Hime berada di depan Anda walikota Galen Gallowglass.”
Galen tersenyum puas, kemudian dia memerintahkan keduanya untuk duduk di kursi yang dipersiapkan sebelumnya. “Jangan terlalu formal. Kalian bisa duduk sekarang.”
Leo dan Hime berdiri tegak sebelum mereka semua duduk dengan memasang wajah begitu tenang. Hanya saja, tenang mereka sangat berbeda seperti Hime yang terlihat cerah, sedangkan Leo tanpa ekspresi sama sekali yang terkesan sangat membosankan dan juga begitu monoton.
“Aku berterimakasih kepada kalian semua. Jika bukan karena kalian, mungkin aku sudah tak berdiri lagi di sini.” Walikota Galen membuka percakapannya dengan Leo dan juga Hime.
“Terima Kasih walikota. Jika bukan karena informasi dari Iris atau anak dari Viscount yang terbantai itu tadi. Aku mungkin aku tidak akan bisa menyelamatkan Anda. Suatu kehormatan bagiku karena bisa bertemu dengan Anda secara langsung.” Jawab Leo.
“Anak Viscount yang memberitahumu?” Walikota Galen mengerutkan dahinya. “Apakah mungkin karena ucapan Iris itu tadi membuat keluarganya terbunuh semua? jadi ini memang benar ada hubungannya dengan organisasi Stealth Brigade?”
“Kemungkinan terbesar begitu tuan.”
“Dan nona Hime, jika bukan karena potion itu, aku pasti juga tidak akan bisa selamat. Terimakasih.”
“Potion itu sebenarnya juga milik tuan Leo sama seperti saya ucapkan sebelumnya. Saya hanya menjalankan perintah sebagai seorang alkemis pribadi tuan Leo. Jadi, tolong jangan berterimakasih kepada saya.” Balas Hime.
“Aku paham. Hanya saja, aku belum pernah meminum atau bahkan mungkin melihat potion sebaik itu. Alkemis pribadi ku juga mengatakan bahwa itu adalah potion tingkat empat. Yang mengartikan bahwa itu adalah potion tingkat tinggi.” Ujar walikota. Dia mengatur napas sebelum melanjutkan ucapannya. “Aku penasaran, bahan apa yang kalian gunakan untuk meracik potion itu?”
__ADS_1
Sebenarnya ini benar-benar sangat rahasia. Bagaikan resep rahasia, mengatakan sebuah bahan dari sebuah produk merupakan sesuatu yang pantang dan sangat dihindari bagi seseorang. Leo bahkan berpikir bahwa apa yang dia takutkan apabila tiba-tiba walikota menyita Abyssal Misery yang menjadikan bunga Lily itu tumbuh.
Apalagi semua bahan untuk membuat potion tersebut semuanya juga ada di Abyssal Misery.
Intinya, jika Leo mengatakan bahwa bahan tersebut adalah bunga Lily, maka Galen pasti akan penasaran dimana Leo akan mendapatkannya. Mengingat, bunga Lily merupakan bunga yang cukup langka. Serta membudidayakannya juga tergolong sangat sulit.
“Hanya beberapa tanaman herbal disekitar hutan Esves.” Leo berkata seperti itu.
Itu sama sekali tidak salah dan tidak membohongi walikota. Hanya saja, perkataan Leo masih bisa tergolong bertujuan untuk menyembunyikan apa yang ada di dalam Abyssal Misery yang seolah itu adalah harta karun.
Namun, Leo sempat berpikir. Dia memang sengaja berkata seperti itu karena dia menunggu walikota menanyakan sesuatu yang lain. Lebih tepatnya, dia menunggu sebuah waktu yang tepat dan pertanyaan yang tepat agar Leo menjawabnya dengan tepat pula. Dalam artian, itu sangat menguntungkan Leo dan tidak memungkinkan walikota merampas miliknya.
“Tidak mungkin. Hutan Esves hanya ditumbuhi pohon liar. Jadi tidak mungkin ada tumbuhan herbal di sana.”
Galen menatap serius Leo sebelum dia melanjutkan ucapannya. “Lupakan itu. Aku tahu bahwa kalian begitu khawatir apakah aku akan mengambil hak milik kalian yaitu semua bahan membuat potion tersebut.”
Semua orang yang ada di sini, mereka benar-benar cukup terkejut. Seperti beberapa prajurit dan penasehat walikota. Masalahnya, diberikan sebuah jabatan untuk menjadi bangsawan setidaknya Viscount itu merupakan sebuah gelar kehormatan. Seharusnya, tidak ada yang menolak itu semua.
Jelas, hanya orang-orang bodoh yang menolak tawaran menjadi seorang bangsawan. Bagaimana lagi? Hidup terjamin, sosial dan derajat naik dan akan disegani oleh orang-orang. Kemudian juga tidak bisa dipandang remeh oleh orang-orang.
Menjadi bangsawan hanyalah sebuah mimpi bagi sekedar orang. Setidaknya Baron sekalipun atau bangsawan paling rendah, orang-orang juga sangat berbahagia apabila bangsawan di atasnya mengangkat orang tersebut.
Tetapi mereka akan menunggu bagaimana jawaban Leo itu sendiri. Tapi yang jelas, semua orang yang mendengarnya begitu yakin, bahwa Leo jelas tidak akan menolak dengan tawaran menjadi seorang Viscount selatan.
__ADS_1
Di sisi lain, Leo memang menunggu tawaran seperti itu alias sebuah permintaan. Dengan begitu, dia berani dengan jelas mengatakan apa bahan dan darimana dia mendapatkan bahan untuk membuat potion tersebut. Dan pertanyaannya, memangnya apa yang Leo pikirkan?
Hime juga menunggu Leo menjawab terlebih dahulu. Tampaknya dia sendiri juga tidak tertarik dengan apa yang namanya sebuah harta. Menjadi bawahan tuan Leo adalah sebuah harta terbesar baginya meskipun dia sedikit sesak karena walikota menawarkan wanita kepada Leo.
“Terimakasih atas tawaran Anda agar saya menjadi Viscount selatan menggantikan Viscount Reginald. Hanya saja, itu membuat saya tidak tertarik. Saya hanya ingin bebas, tanpa adanya tugas berat dan juga kekangan sosial dan politik. Terlebih, saya memiliki tujuan hidup yang tidak bisa saya katakan. Dan poin utamanya adalah, saya masih begitu muda untuk mengambil jabatan seperti itu.”
Ucapan Leo baru saja, membuat semua orang yang mendengarnya cukup terkejut. Tidak terkecuali walikota yang membeku sejenak karena Leo menolak tawaran menjadi seorang Viscount. Terkadang, walikota yang langsung berkata memberikan jabatan kepada salah satu orang, orang tersebut pasti akan terhentak senang dan langsung mengiyakan. Tetapi ini sangat aneh bagi Leo.
“Dia masih anak-anak, pikirannya terlihat begitu labil.”
“Menjadi bangsawan adalah impian semua orang! Apakah dia adalah orang yang bodoh?”
Leo menjadi bahan perbincangan para prajurit. Keadaan yang sebelumnya tenang menjadi sedikit ribut karena penolakan Leo yang tidak ingin menjadi seorang Viscount seperti tawaran Galen. Hanya saja, Leo sama sekali tidak menghiraukan itu semuanya dan tetap duduk tanpa ekspresi, karena dia memiliki permintaan lain.
“Diam! Kalian semua berada di hadapan walikota!” Seorang penasehat walikota angkat suara yang membuat keadaan menjadi lebih tenang.
“Dan untuk wanita, aku juga menolaknya, karena terus terang .... aku sudah dikelilingi oleh para wanita cantik.” Leo berkata terus terang. “Hanya saja, aku memiliki satu permintaan.”
“Katakan, apa itu? Aku akan berusaha untuk mampu.” Walikota menganggukkan kepalanya.
“Sebelum itu, bolehkan aku bertanya tentang pajak perdagangan yang harus diberikan kepada kota?” Tanya Leo.
Mendengar pertanyaan Leo, tanpa menunggu walikota berpikir dan menjawab, penasehat walikota langsung menjawab. “Pajak perdagangan ini memiliki ketentuan khusus, dimana barang yang diperjualbelikan mungkin mampu dipasarkan di luar kota. Dan barulah itu akan mendapatkan pajak yaitu 10% dari penghasilan yang didapatkan. Tunggu, jangan bilang Anda akan memasarkan potion itu secara besar-besaran dan memiliki permintaan bebas pajak?”
__ADS_1
“Ini cukup menarik, kerajaan mungkin akan mengabulkannya. Hanya saja ini akan menghasilkan sebuah kecemburuan sosial, karena itu akan bersifat selamanya. Jadi....” Sambung penasihat itu sebelum ucapannya dipotong oleh walikota Galen.
“Itu bukan masalah!” Galen mengangkat tangannya dan berbicara dengan nada tinggi untuk memotong ucapan penasihatnya. “Itu bukan sesuatu yang memberatkan jika tuan Leo ingin bebas pajak.”