
Kondisi bekas desa Caprae benar-benar sangat mengerikan. Ketika api seolah membumihanguskan tempat hingga tidak tersisa kecuali abu hitam dan puing-puing yang tersebar.
Beberapa mayat dikumpulkan, terlihat kondisi yang begitu memprihatinkan karena sudah tak berbentuk dan sulit untuk diidentifikasikan siapa mayat yang ditemukan. Namun, anggota keluarga yang kehilangan salah satu atau mungkin lebih pasti hanya bisa menangis dan menutup mulutnya seolah tidak ingin melihat keadaan yang sebenarnya.
Elric, dan Leo dia berdiri bersebelahan. Jelas, Leo bisa memandang kesedihan yang mendalam pada Elric setelah kejadian ini sempat membunuh kepala desa atau ayah Elric.
“Bagaimana serangan itu bisa terjadi?” Leo bertanya kepada Elric.
“Tiga jam yang lalu, hampir seluruh orang tertidur. Namun, keadaan begitu menggemparkan ketika adanya sebuah kebakaran yang terjadi di depan gerbang. Warga bagian timur terbangun, hanya saja mereka cukup terkejut saat seorang wanita datang dengan tangan berapi-api.”
Erlic diam sejenak saat dia menceritakan itu. Apa yang dia lakukan adalah mengusap air matanya yang mengalir serta menghela napas untuk mengingat sebuah kejadian tersebut.
Elric kembali menceritakan, bahwa wanita itu bertanya tentang siapa yang membunuh anak kepala prajurit kota. Namun, dari mereka jelas tidak ada yang mengetahuinya. Sehingga Hellfire tanpa ragu lagi memperbesar api.
Keadaan semakin ricuh, semua orang di seluruh desa ini seketika terbangun. Karena mereka cukup terkejut saat melihat bahwa di bagian timur terdapat sebuah kebakaran yang hebat. Apalagi orang-orang yang tinggal di bagian timur, mereka berlari ke arah barat karena gerbang utama mereka seolah diblokade sehingga mereka tidak bisa untuk keluar.
Orang-orang membangunkan istri dan anak mereka, berusaha untuk mencari Leo guna meminta sebuah perlindungan. Dugaan mereka bahwa Leo saat ini berada di lerang, tapi nyatanya itu benar-benar salah besar!
Mengapa harus Leo? Hanya karena Leo merupakan sosok kuat di antara mereka. Jadi mau tidak mau mereka harus meminta bantuan Leo.
Para orang-orang tua yang sepuh, ada juga beberapa anak muda yang memiliki kemampuan, mereka berdiri dengan gagah tanpa rasa takut. Begitupun dengan kepala desa untuk mencegah dan melawan Hellfire agar tidak memperbanyak korban yang ada. Masalahnya korban di bagian timur benar-benar sangat banyak.
“Elric! Cepat cari Leo! ayah akan memukul mundur dikala dirimu menuntun orang-orang untuk mencari aman.”
__ADS_1
Mendengar ucapan ayahnya, Elric membeku. Wajahnya seputih kertas karena ayahnya akan melawan sosok wanita yang menyerang desa Caprae secara membabi-buta. Jelas, sebagai seorang anak, Elric sendiri tidak bisa menerima itu dengan lapang dada.
“Tidak! ayah adalah seorang kepala desa! Ayah harus selamat!”
“Justru ayah adalah kepala desa, ayah harus melindungi penduduk desa.” Ayah Elric bersikeras.
Ayah Elric terus ngotot untuk membuat Elric pergi begitu saja. Apalagi kondisi sudah begitu memanas dan para orang-orang tua sangat kewalahan untuk melawan wanita yang melakukan penyerangan atau pembakaran ini.
Dengan sedikit berat, Elric kemudian pergi. Namun sebelum pergi, Elric menatap ayahnya dan berkata dengan cukup serius. “Ayah harus selamat!”
“Tentu saja, ayah akan selamat.” Ucap kepala desa sebelum dia menatap ke depan.
Keadaan pertarungan itu memakan waktu berjam-jam, hingga kepala desa dan yang lainnya harus hangus terbakar. Dan saat itu juga, seluruh penduduk tanpa memperdulikan harta dan tempat tinggal mereka sudah benar-benar pergi. Untungnya para petualang dan prajurit muncul untuk melawan Hellfire, sehingga Hellfire sendiri saat itu tidak memiliki peluang untuk membunuh penduduk lainnya.
Memang, ternyata roda balas dendam itu akan selalu berputar jika tidak diusut sampai akhirnya seperti yang ia tegaskan sebelumnya. Lebih jelasnya, dia telah memiliki dendam kepada mantan kepala prajurit yang menyebabkan penduduk desa Caprae harus terbunuh.
Akar masalahnya hanyalah satu, andaikan anak kepala prajurit itu tidak menyerang. Maka dengan jelas bahwa Leo tidak akan membunuh. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa semua akan menjadi serumit ini.
Maka dari itu, dengan sepenuh hati karena beberapa penduduk desa Caprae seolah menanggung kesalahan Leo, maka Leo menyediakan lahan untuk mereka, menjadi pemimpin untuk mereka dan bertanggung untuk semuanya. Dan dia juga memberikan nama baru pada sebuah desa yang akan berdiri di atas wilayah hutan Esves dengan sebutan desa Griefhaven.
Leo menghela napas, “Aku akan membunuh dalang dari semua ini. Aku berjanji karena Hellfire adalah orang yang dibayar.”
“Membayar orang sekuat itu? Itu pasti benar-benar sangat mahal.” Elric berkomentar.
__ADS_1
“Aku tahu Hellfire adalah sosok yang kuat. Karena dia bukan manusia secara umumnya. Melainkan manusia yang digunakan sebagai praktek uji coba anggota Stealth Brigade. Sosok yang menjadi iblis itu tadi mungkin adalah sebuah uji coba penanaman segel roh pada manusia sehingga manusia itu bisa berubah menjadi roh iblis kapan saja.” Leo berkata.
Dia kemudian melanjutkan ucapannya. “Hanya saja, dia berubah menjadi iblis setelah emosi yang tak terkendalikan, seolah itu adalah bagian evolusi. Sehingga, apabila menjadi manusia biasa, dia adalah sosok yang lemah dan hanya mengandalkan api saja. Dan bisa disimpulkan bahwa menyewa dirinya tidaklah terlalu mahal.”
Leo bisa melihat, bahwa perempuan yang seolah menjadi Hellfire itu, dia tidak bisa menerimanya. Seolah dia ingin melawan diri agar Hellfire tidak diluar batas. Emosi yang tertanam pada wanita tersebut juga begitu tinggi saat Hellfire menguasai dirinya.
Dia atau Leo bisa melihat dengan jelas melalui Lord of the eye.
Lagipula siapa yang senang menjadi sebuah objek percobaan? Dia seolah ingin mendapatkan banyak anak yang diculik agar menyenangkan Luvria sebenarnya adalah sebuah keadaan yang terpaksa! Itulah yang Leo lihat.
Dan dia dibayar oleh mantan kepala prajurit, karena dia butuh uang itu. Karena dia menjadi objek percobaan bagaikan seekor tikus yang dikekang dan tidak diberi makan. Hanya saja, perempuan itu tidak bisa keluar dari percobaan milik Luvria.
Leo tidak mengatakan tentang penglihatan emosi dan sedikit masa lalu perempuan tersebut kepada Elric. Karena, tampaknya dia ingin sekali untuk menghormati privasi atau sebuah rahasia tentang masa lalu kelam yang dimiliki oleh seseorang.
Semua orang telah dikuburkan. Termasuk seorang yang mungkin kepala desa sekalipun. Tanah ini, tanah desa Caprae akan menjadi sebuah pemakaman untuk orang-orang yang berjuang untuk melindungi desa dan kelompok sosial.
Mereka kemudian berdiri di depan gerbang desa Caprae, tepat pada malam hari. Menatap desa Caprae yang mungkin hanya menjadi sisa kelam dalam semalam di sebuah tragedi yang cukup mengerikan. Mereka sedikit memberikan keheningan untuk memberikan kehormatan kepada orang yang sudah meninggal, termasuk kepala desa.
Leo mengikuti mereka, dia memejamkan matanya dan menuai sebuah harapan agar mereka diberikan sebuah kehidupan yang lebih baik di kehidupan setelahnya. Setidaknya menjadi orang kuat agar bisa bertahan.
Setelah itu, dia membuka matanya dan menghela napas.
“Kita pergi.”
__ADS_1