
2 hari kemudian.
Leo saat ini berpakaian dengan begitu rapi, serta memasang wajah yang elegan sehingga penampilannya hampir membuat ketiga budak Leo tersipu. Di sisi lain, Iris, dan juga Melina, dia juga berdandan dengan sedikit rapi pula karena tugas mereka adalah menemani Leo untuk menemui Duke Luther.
Di sisi lain, Hime menghela napas. Dia juga menggunakan pakaian yang begitu elegan berwarna hijau yang merupakan warna kesukaannya. Dia sudah bersiap untuk menuju viscount timur wilayah kota Little Pear dengan sedikit bersemangat. Karena undangan ini bersifat pribadi dan tidak diperbolehkan membawa orang.
Apa yang membuat dia senang, melalui viscount Timur dia juga menuju kota Floppa. Alias kota tempatnya tinggal dulu. Tidak, jelas dia tidak ingin bertemu dengan orang tua sialan itu, alias dia ingin dengan masternya yang sudah dia tegaskan beberapa kali.
“Hime, jaga dirimu baik-baik ok? Jika ada masalah, larilah sekuat tenaga. Selain itu ....” Leo mengeluarkan sebuah batu berwarna ungu yang kala itu merupakan sebuah pemberian dari Tristan. Batu teleportasi yang mana, jika memang ada suatu masalah atau Leo sedikit merasa tidak nyaman, dia bisa berteleportasi kepada Hime.
Hanya saja, dia tidak berniat dirinya berteleportasi kepada Hime. Melainkan ....”Jika ada masalah yang begitu besar, gunakan artefak ini untuk berteleportasi kepadaku.” Ujarnya.
Hime mengangguk dan tersenyum saat menerima batu itu. Dia kemudian menaruhnya di tas kecilnya.
“Anda juga berhati-hati tuan. Iris, Melina, jaga tuan!” Tegas Hime dengan wajah yang begitu serius.
“Ah kasihan sekali, kamu tidak diajak.” Melina menutup mulutnya. Karena selama ini dia sedikit jengkel saat kemanapun Leo pergi, Hime selalu mengikutinya. Tidak juga sebenarnya, Melina sendiri yang sedikit terasingkan di sini. Bagaimana tidak? saat Leo keluar secara mendadak, Leo hanya mengizinkan Iris.
Leo sebenarnya tidak memiliki rasa pilih kasih. Jelas! Jika jalan-jalan, sebenarnya dia mengajak Hime, jika dia menggunakan Shadow Hunter, dia bersama dengan Iris. Sedangkan saat di mansion, dia lebih condong atau dekat dengan Melina. Meskipun bagi Leo, Melina masihlah kurang ajar dengan menawarkan sesuatu yang membuat Leo pergi. Atau yang terjadi .... dia akan tergoda.
Hime tersenyum kecut. Namun saat itu juga, wajah Leo begitu serius saat menatap Melina. Melina langsung terdiam begitu saja. Dan memalingkan wajahnya.
“Sudahlah, kereta kuda dari kedua bangsawan sudah tiba. Ayo bergegas.” Ucap Leo kepada mereka semua.
Saat ini, Shin, Yuuki dan juga Araka, mereka berjalan di belakang Leo. Tugas mereka sebenarnya hanyalah satu yaitu mengikuti Hime dalam diam, sehingga mereka akan melindungi Hime bagaimanapun caranya.
Di gerbang desa Grief Haven, beberapa orang desa, bahkan Elric sendiri berkumpul di titik itu. Melihat pemimpin desa mereka hendak pergi menuju ke Duke Luther. Bagi mereka, itu merupakan sebuah kehormatan yang begitu membahagiakan, mereka benar-benar bangga. Lagipula, kapan lagi sebuah desa dilirik oleh Duke?
__ADS_1
“Tuan Hang!”
Leo menatap Hang yang menjadi pengantar Hime dengan sangat serius. Kali ini tatapan Leo tidak biasa, bahkan ada setitik ancaman yang membuat Hang sendiri begitu merinding menatapnya.
“Jika ada masalah dari alkemisku, aku akan meratakan viscount timur seperti halnya seseorang menghancurkan viscount selatan. Ini bukan main-main.” Bisik Leo kepada Hang. Sehingga pembicaraan mereka sama sekali tidak ada yang mengetahuinya.
Hang menelan ludah secara kasar. Dia hanya mengangguk dengan ragu. Wajahnya begitu pucat saat mendengar ancaman Leo baru saja. Hanya saja, dia tidak bisa mengurungkan atau sedikit menggagalkan rencana untuk membawa Hime menuju viscount timur.
“Aku mengerti, jangan khawatir tuan.” Hang menjawab tanpa memberikan sebuah rasa gugup. Dia seolah harus menyembunyikan sesuatu secara profesional.
“Baik Hime, jaga dirimu baik-baik.” Leo melambaikan tangannya saat dia melihat Hime masuk ke dalam kereta.
Dia juga melambai ke arah penduduk desanya yang bangga dan ikut melambaikan tangannya. Kemudian barulah Leo masuk diikuti oleh Iris dan juga Melina ke dalam kereta kuda tersebut. Hanya saja, sebelum Leo benar-benar masuk, dia berkata kepada Elric, Gero dan juga Chris.
“Kalian, jaga desa baik-baik.”
Kedua kereta kuda berangkat, Leo berusaha duduk dengan nyaman. Lebih tepatnya dia berusaha untuk nyaman karena Iris dan Melina duduk di antaranya. Apalagi Melina yang membuat emosional Leo sedikit meningkat.
“A-aku pikir, di depan kita masih ada bangku yang kosong. Mengapa kalian tidak duduk di depanku?” Tanya Leo dengan sedikit gugup.
“Kami harus menjaga tuan Leo dari titik buta tuan yaitu kiri dan kanan. Jadi, kami harus duduk di samping Anda.” Ujar mereka secara bersamaan.
‘Tidak masuk akal!’
Sedikit melupakan hal itu, Leo merasa, bahwa kereta kuda ini benar-benar sangat janggal. Apalagi kereta kuda pengiring di belakangnya yang seolah menjadi penjaga. Mungkin jika dipandang menggunakan mata, tidak ada yang aneh. Hanya saja, ini ada yang begitu janggal yang membuat Leo menyipitkan matanya.
.....
__ADS_1
“Elric, bukankah tuan Leo sudah berangkat tiga jam yang lalu?” Seorang pria yang tidak lain adalah Gero, dia menghampiri Elric yang sedang mengawasi orang-orang di sini. Wajah Gero penuh dengan tanda tanya setelah dia kembali dari suatu tempat.
Elric kemudian menanggapi pertanyaan Leo. Melihat wajah Gero yang penuh tanda tanya, membuat Elric juga bertanya-tanya. Apalagi pertanyaan demikian milik Gero yang membuat Elric kebingungan. “Maksudnya apa senior?”
“Di gerbang, ada kereta mewah yang mana diduga utusan milik Duke Luther. Mereka ingin menjemput tuan Leo.”
“Apa?” Elric benar-benar terkejut. Kemudian, tanpa ragu lagi dia bergegas ke arah gerbang desa Griefhaven untuk melihat situasi yang sebenarnya dan meminta sebuah penjelasan.
Dan yang benar saja, Elric melihat beberapa kereta kuda yang begitu mewah. Bahkan lebih mewah dibandingkan kereta kuda yang membawa Leo tadi.
Jelas, baik Elric atau pihak Leo yang melihatnya, mereka benar-benar sangat terkejut melihat sebuah kejadian ini.
Meminta sebuah penjelasan, salah satu dari mereka bertanya. “Apakah tidak jadi? Apakah tuan kalian menolak.”
“Tidak tidak, ini ada sebuah kesalahan! Apakah kalian memang benar dari pihak Duke?” Elric bertanya dengan benar-benar panik. Ya, dia mengalami temperamen parah dan hampir gila. Karena, jika di hadapannya adalah kereta kuda milik Duke yang asli, lantas, siapa yang menjemput Leo tadi?
“Tentu saja, kemarin juga kami berpapasan dengan tuan Tristan.” Jawab mereka.
“Sial!” Elric cukup panik kali ini. Bukan hanya Elric, bahkan juga Gero dan beberapa orang yang melihatnya. Mereka benar-benar terkejut karena tahu bahwa ....
Pemimpin desa telah dijebak!
“Tuan aku serius. Tuan Leo baru saja dijemput oleh kereta kuda yang mengatasnamakan dari pihak Duke. Tuan, bisakah Anda membantu kami untuk mencari keberadaan tamu undangan Duke? Tuan, kumohon! Sepertinya tuan kami dijebak!” Elric berkata dengan nada memohon wajahnya seputih kertas.
Beberapa pengawal dari pihak duke, mereka saling memandang dengan penuh kebingungan. Menurut mereka, bahwa ini ada yang tidak beres. Sehingga, mereka langsung angkat bicara.
“Kalian dijebak sepertinya. Baik, demi menghormati duke, kami akan berusaha mencari dimana tuan Leo berada. Selain itu, kalian harus melapor ke guild petualang dan walikota.” Jawab mereka.
__ADS_1
“Baik tuan, terima kasih atas kebaikan kalian. Kami tidak menyangka akan berakhir seburuk ini.”