Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Membuat potion


__ADS_3

Kembali ke Mansion.


Leo cukup terkejut saat ternyata bahwa tempat atau mansion yang menjadi miliknya saat ini juga memiliki sebuah tempat khusus yang digunakan oleh alkemis untuk meracik sebuah potion atau mungkin membuat sebuah pil.


Meski begitu, Leo cukup senang. Setidaknya dia bisa membuat atau bahkan memproduksi sebuah potion penyembuhan kelas tinggi.


“Beberapa budak yang sedikit ahli dalam alkimia biasanya disuruh oleh Voldegod untuk membuat beberapa ramuan yang berasal dari bahan herbal di hutan. Hanya saja, para budak tidak ada yang memiliki kemampuan atau bakat dalam bidang alkimia secara penuh, mereka hanya paham dasarnya saja.” Melina menjelaskan.


“Ini, ini benar-benar sudah cukup. Tempat dan peralatan, aku bisa membuat ramuan penyembuhan dari Lily matahari dan air langit. Hanya saja, untuk meraciknya perlu proses dua hari penuh. Tuan, aku benar-benar berterimakasih.” Hime berkata dengan penuh ceria.


Leo yang mendengar itu, dia tampaknya tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Hime saat ini. “Kenapa kamu yang berterimakasih? Seharusnya aku yang berterimakasih.”


“Membuat sebuah ramuan tingkat tinggi merupakan suatu kehormatan bagiku. Itulah yang dikatakan oleh master kepadaku. Selain itu ....”


Leo menyeringai,dia tidak menyangka bahwa ternyata Hime memiliki seorang master atau seorang guru yang mengajarinya kemampuan alkimia dan menjadi seorang alkemis terampil. Hal tersebut sangat disesalkan seharusnya, karena orang tua Hime membuang Hime yang begitu berbakat. Selain itu, apakah orang tua Hime tidak tahu bahwa putrinya memiliki seorang master?


Jika memang begitu, master Hime pasti akan cukup tertekan saat muridnya mendadak hilang. Dan mungkin akan lebih mengecam orang tua Hime karena telah membuang atau menjual muridnya.


Leo kemudian membuang pikirannya. Hanya saja, dia cukup penasaran tentang apa yang akan dilanjutkan oleh Hime yang saat ini penuh keraguan. Tangannya bergetar dengan mata yang tak berani untuk menatap Leo.


“Katakan saja.”

__ADS_1


“A-aku, aku bersedia menjadi budakmu tuan! Tolong! Anda adalah seorang pahlawan dan menyelamatkan hidupku. Selain itu, terus terang, aku juga ingin berevolusi seperti nona Melina dan yang lainnya secara instan.” Hime berteriak dengan sangat malu. Tampaknya dia kesulitan untuk mengutarakan keinginannya kepada Leo.


“Kau tahu? Aku bukanlah seorang Pureblood. Evolusi mereka mungkin sangat kebetulan, jadi jangan berpikir aku akan membuatmu berevolusi dan memiliki kekuatan secara instant.” Leo menghela napas dan hampir putus asa. Dia berusaha untuk meyakinkan kepada orang lain bahwa dirinya bukanlah seorang pureblood seperti yang mereka pikirkan.


Semua itu mungkin kebetulan bagi Leo. Seperti Melina dan budak lainnya yang mungkin ada beberapa faktor lain yang membuat mereka mendapatkan kekuatan secara instant.


“Anda benar-benar keras kepala tuan.” Melina mengangkat ujung bibirnya.


“Ji-jika memang begitu, aku bersedia menjadi budakmu. Tidak usah pedulikan tentang evolusi tuan! Aku, aku menyerahkan semua jiwa ragaku untukmu. Aku melakukan apapun yang kamu mau tanpa imbalan!” Hime sedikit berteriak dan memejamkan matanya. Mungkin karena malu? Apalagi wajahnya juga memerah.


“Segel perjanjian hubungan!” Leo hanya iya-iya saja. Lagipula, siapa yang tidak ingin mendapatkan seorang budak yang masih tersegel? Tidak tidak, Leo tidak sampai berpikir seperti itu. Maksudnya dia cukup beruntung dan mendapatkan seseorang yang mau untuk dijadikan seorang budak.


Setelah Leo mengatakan seperti itu, lingkaran sihir berwarna kuning tercipta di hadapannya. Leo menyentuh salah satu sisi lingkaran sihir sehingga berubah menjadi warna merah tepat sisi yang dia sentuh.


“Sekarang kamu milikku. Kamu harus melakukan apa yang kamu minta. Buat ramuan itu, dan aku akan kembali dalam dua hari lagi.” Leo berbalik badan dan keluar dari ruangan tersebut.


“Baik tuan. Aku akan melakukan apapun yang kamu minta.” Jawab Hime.


“Tuan, tunggu sebentar! Aku ingin laporan.” Melina kemudian mengejar kemana perginya Leo.


Leo melirik ke belakang dan menatap wajah Melina. “Ada apa?”

__ADS_1


“Beberapa budak pagi ini sebenarnya cukup mengeluh. Setelah mereka bebas dan tidak melakukan pekerjaan kotor seperti larangan Anda, mereka tidak memiliki agenda apa-apa. Mereka tidak ingin bermalas-malasan dan ingin bekerja untuk Anda. Termasuk saya juga tuan!” Melina menjelaskan.


Apa yang dikatakan oleh Melina benar. Sambil berjalan keluar, Leo menyentuh dagunya dan berpikir tentang apa yang harus dia lakukan dengan para budak-budak itu? Leo benar-benar tidak habis pikir bagaimana cara memanfaatkan sumber daya manusia seperti mereka. Jika tidak digunakan, mereka mungkin hanya akan menghabiskan harta peninggalan Voldegod yang kini telah menjadi miliknya.


“Jumlah budak 15, tidak, kini 16 bersama dengan Hime kan? Hime kini berada di bagian Alkimia. 15 diantaranya 9 Laki-laki dan 6 perempuan.” Leo menghela napas sebelum melanjutkan ucapannya. “Lahan disekitar Voldegod tampak kosong, hanya ada wilayah hutan Esves dan tidak ada apapun. Aku ingin kamu mencari 6 orang yang menurutmu mampu mengolah ladang dan berbagai tumbuhan, kemudian 4 untuk mencari beberapa ternak di desa Ciradar untuk diternakkan, akh, kamu bisa mencari laki-laki atau perempuan.”


“Ada 10 orang, ditambah kamu yang akan menjadi asistenku yaitu 11. Sehingga sisa 4. Kemudian, temui 4 sisa tersebut dihadapanku 2 hari lagi. Aku kini akan pergi untuk berada di Guild petualang. Jangan lupa, kirim Hime makanan dikala dia membuat ramuan. Kamu paham?” 


Melina dengan sedikit membungkukkan badannya, dia mengerti. “Aku paham tuan.”


Leo kemudian pergi dari mansion untuk menuju guild petualang. Setidaknya itulah yang perlu dia lakukan untuk mengisi waktu luang. Hanya saja, sebelum dia pergi ke sana, dia menuju ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu. Mengingat, Melina berkata bahwa para budak telah menyiapkan sarapan untuk Leo sebelum Leo menuju Abyssal Misery.


Jelas, dia tidak bisa untuk menolak.


Barulah dia kembali ke kota Little Pear untuk menuju guild petualang. Seperti biasa, di dalam guild petualang terdapat resepsionis yang melayani dan memberi informasi pada para petualang.


“Nona ....”


“Akh tuan Leodric? Apa aku benar? Panggil aku Iris.” Iris atau wanita yang menjadi resepsionis di guild petualang ini tersenyum sebelum dia melanjutkan ucapannya. “Ada yang bisa saya bantu? Atau Anda ingin mengambil sebuah Quest?”


“Ada saran?”

__ADS_1


“Tuan, Anda bisa melihat semuanya di papan informasi. Hanya saja, jika Anda mau, Anda bisa mengambil quest membunuh 5 penjahat kecil secara diam saat acara festival di alun-alun. Hadiahnya adalah 5 Koin perak setiap satu penjahat. Yang artinya, anda mendapatkan 25 keping perak, atau 2 emas 5 perak.” Kata Iris sambil memberikan sebuah informasi kepada Leo.


“Festival di Alun-alun?” Leo bertanya kepada dirinya sendiri. Kali ini dia baru mendengar bahwa akan ada festival di alun-alun kota Little Pear nantinya. “Memangnya ada apa?”


__ADS_2