Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Air langit


__ADS_3

Leo kemudian menghela napas. Tampaknya ekspresi Hime sama persis seperti saat dia pertama kali juga berdiri di tempat seperti ini. ribuan tulang belulang manusia seolah menjadi pupuk bagi kehidupan tumbuhan Lily matahari. Semuanya berserakan bagaikan sampah.


Tengkorak, Tulang jari, tulang punggung, semuanya terlihat begitu mengerikan. Membuat Hime langsung merasa sangat ngeri dan merinding. Pemandangan seperti ini baru pertama kali baginya dan tidak terlalu biasa. Sedangkan Leo, meski ini yang kedua kalinya, dia sudah merasa bahwa itu adalah hal yang begitu biasa.


“Ini hanya tulang belulang. Jangan khawatirkan, kamu tidak akan menjadi seperti mereka. Sekarang.”


Hime sedikit mengangguk pelan. Meski begitu, pernyataan Leo sama sekali tidak membuat Hime berani sama sekali. Dia masih merinding. Kendati demikian, dia kemudian teringat sesuatu dan kemudian berkata kepada Leo. “Akh tuan, aku lupa! Untuk membuat ramuan penyembuhan dari bunga Lily matahari tidak serta merta. Perlu air langit yang dicampurkan dengan serbuk sari bunga Lily matahari. Sedangkan air langit itu, keberadaannya juga hampir tidak ada.”


“Apa maksudnya?” Leo mengerutkan dahinya kebingungan.


“Air langit memiliki sifat yang akan membuat reaksi dengan serbuk sari bunga Lily matahari, kemudian, saat kedua bahan itu diolah secara bersamaan selama 48 jam, akan terciptalah Potion Sun Lily yang sangat efektif secara penuh untuk melakukan penyembuhan. Hanya saja, di benua ini, air langit hanya bisa didapatkan di Valley of Death dan Cave of Darkness yang berada di Kekaisaran Black Moon.” Hime mencoba untuk menjelaskan.


Leo yang mendengar itu, dia menggertakkan giginya. Siapa yang menyangka bahwa ini lebih sulit daripada yang ia bayangkan. Bahkan bahan pendukungnya berada di tempat yang sangat jauh, setidaknya kekaisaran itu berada di utara kerajaan Mazzary yang membuat dia harus menempuh perjalanan yang sangat jauh.


“Ray, ugh kau membodohiku. Sekarang aku terjebak dalam keputusasaan.” Leo mencibir Ray yang ada di dalam dirinya.


Tengkorak yang sebelumnya tidur di dalam tubuh Leo, kemudian dia angkat bicara. “Tidak, aku serius. Menurutmu aku membodohimu? Kau bisa menurut jurang ini dan menemukan sebuah genangan air. Itu adalah air langit. Aku sudah hidup di jurang ini selama ribuan tahun.”


“Oh aku mengerti.” Ucap Leo kepada Ray.


“Jangan pikirkan, apa yang harus kamu lakukan adalah menanam bunga Lily matahari ini. Aku akan melihat apa yang kamu lakukan.”

__ADS_1


Hime hanya menurut. Meski hati kecilnya merasa bahwa dia benar-benar ingin keluar dari tempat ini. Tapi, dia tidak bisa menolaknya, hatinya seolah dikunci oleh permintaan Leo yang membuat dia harus melakukannya dengan hati.


Dia kemudian mengeluarkan sebuah wadah kecil yang dia bawa sebelumnya. Karena sebelumnya dia percaya tentang ucapan Leo, dia juga membawa wadah untuk menampung serbuk sari yang ada pada bunga lily matahari tersebut.


“Yang kita perlukan hanyalah serbuk sarinya. Jadi daripada kita memetik bunganya secara langsung, yang mana memerlukan waktu yang lama bagi bunga ini tumbuh, maka lebih baik memetik serbuk sarinya. Setidaknya dalam sekali tumbuh, akan ada dua kali pergantian serbuk sari, setelah itu akan layu dan gugur dan digantikan bunga setelahnya.”


Hime menjelasakannya sambil memetik serbuk sari bunga Lily matahari dengan sangat berhati-hati. Setidaknya, dia tidak membiarkan kelopaknya ikut gugur yang membuat bunga Lily matahari tidak akan berguna lagi kedepannya.


Beberapa menit kemudian, Hime sudah mendapatkan sedikit bunga Lily matahari. Tapi katanya, tidak ada seperempat wadah yang dia bawa, setidaknya bisa membuat 9-10 potion tingkat tinggi. Namun masalahnya adalah .....


“Kita perlu air langit tuan!”


“Ikut aku..”


Antara percaya dan tidak percaya, atau mungkin antara mengerti dan tidak mengerti, sebenarnya Hime hanya patuh dan terus mengikuti kemana perginya Leo. Meski dia masih begitu merinding untuk mengikuti Leo.


Kemudian, saat dia terus berjalan di sepanjang jurang, dia bisa melihat bahwa sudah tidak ada lagi bunga Lily. Namun, sedikit pencahayaan, di depannya merupakan sebuah ujung dari jurang tersebut, dan yang ada hanyalah sebuah tebing yang sangat tinggi dan tidak ada apa-apa. Tidak, di bawah tebing itu terdapat sebuah. Genangan Air!


“Ini air langit?” Leo hampir tidak mempercayainya sama sekali.


“Benar, itu adalah air langit. Itu adalah curah hujan yang berkumpul di belahan daratan lain dan kemudian berkumpul di belahan daratan ini. Lebih tepatnya, itu dari benua yang jauh sana, melewati inti dunia dan berkumpul di daratan ini. Itu juga terjadi di dua tempat yang dijelaskan oleh perempuan itu.” Ray menjelaskan.

__ADS_1


Leo masih menahan kerutan di dahinya. Lagipula dia sama sekali tidak begitu mengerti apa perbedaan dari air langit dan juga air biasa. Akan tetapi, dia tetap meyakinkan Hime bahwa itu adalah air langit.


“Ya i-ini adalah air langit. A-aku tidak bercanda.” Leo sedikit kebingungan bagaimana cara menjelaskannya kepada Hime. Dia sedikit khawatir apabila Leo dianggap gila oleh Hime. Kemudian, untuk menguatknnya, “Air langit yang berasal dari sumber di belahan atau sisi daratan lain kan? kemudian berkumpul di tempat ini.”


Hime yang mendengarnya, dia hampir muntah darah. Dia benar-benar tidak percaya bahwa genangan itu adalah air langit yang merupakan air hujan yang berada di belahan daratan lain yang kemudian membentuk sebuah sumber dan berkumpul di belahan daratan lainnya. Dia,  dia langsung berlari ke arah genangan air tersebut yang begitu jernih meskipun keadaanya sedikit gelap.


Benar, dia sama sekali tidak melihat dasar seolah terhubung dengan belahan daratan lainnya. Sehingga, dia mengambil air itu menggunakan wadah yang berisi serbuk bunga Lily matahari dengan sangat berhati-hati. Kemudian, dengan perasaan gembira dan senyum cerah di wajahnya, dia berhasil dan akan membuat potion tingkat tinggi.


“Tuan, kita sudah mendapatkan bahannya! Ayo kembali ke atas untuk meraciknya!”


Leo yang melihat itu, dia juga ikut senang. Namun, dia tidak menunjukkan rasa senangnya kepada Hime. Apa yang perlu dia lakukan adalah menciptakan entitas untuk membawa mereka kembali ke atas.


Tapi siapa yang berpikir, saat mereka kembali ke atas, Melina terlihat mondar-mandir dengan cukup panik. Menganggap bahwa pikiran Leo cukup gila untuk masuk ke dalam Abyssal Misery. Itu sama saja bunuh diri!


Hanya saja, dia terkejut saat melihat Leo menunggangi entitas miliknya bersamaan dengan Hime yang begitu senang. Melina terlihat begitu tidak percaya dan membuka matanya lebar-lebar saat tuannya benar-benar kembali dengan selamat tanpa kurang apapun.


“Tuan! Akhirnya kamu kembali!” Melina mengusap air matanya dan menghela napas saat melihat bahwa Leo kembali.


Kemudian, mereka berdua mendarat di atas tanah. Hime melihat di wadahnya terdapat air dengan serbuk sari bunga Lily yang mengendap.


“Tuan, untuk membuat ramuannya, aku memerlukan tempat khusus dengan tungku masak alkemis.” Ujar Hime.

__ADS_1


“Aku paham. Melina, di Mansion, terdapat tempat seperti itu kan?”


 


__ADS_2