
“Tu-tuan Leodric.” Ibu Lala kemudian menatap Leo dengan mata yang ampas. Matanya memerah seolah dipenuhi oleh sebuah air mata yang begitu menyedihkan.
Leo mengerutkan dahinya. Tampaknya ini benar-benar akan menjadi sebuah masalah yang begitu serius. Hanya saja, dia tidak tahu persis, masalah apa yang terjadi pada ibu Lala hingga dia bersedih sampai seperti ini?
“Sebuah kelompok menculik Lala beberapa menit yang lalu. Ada orang yang mengejarnya, tapi orang-orang benar sangat lemah dibandingkan dengan mereka.”
Salah satu orang mencoba untuk menjelaskan situasi yang dialami oleh Lala. Lagipula, dia juga melihat bahwa ibu Lala mendapatkan sebuah luka yang tidak sedikit seolah dia baru saja melakukan sebuah perlawanan secara paksa.
“Diculik?” Leo benar-benar sangat terkejut. Iya, dia terkejut. Ini menjadi sebuah misteri bagi Leo. Apakah mereka merupakan kelompok yang mengandalkan sebuah eksploitasi anak? Leo tidak bisa untuk bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Apalagi Lala adalah anak perempuan, yang dia takutkan adalah mereka sekelompok orang bejat.
Yang jelas, perbuatan itu tidak bisa untuk dimaafkan.
“Dimana mereka pergi? Bukankah mereka baru saja melakukan aksinya? Seharusnya tidak jauh dari sini.” Tanya Leo.
“Mereka pergi ke arah selatan tuan. Tapi mereka memiliki level 4. Jadi tolong berhati-hatilah.” Kata salah satu warga. Dia melakukan pengejaran, namun tampaknya dia harus kalah dan menyerah karena perbedaan mencolok yang sangat jauh. Lagipula sadar itu perlu, tidak mungkin orang dengan level 2 berani mencari masalah dengan beberapa orang dengan level 4.
Kini Leo sudah berada di level 5 ‘awal’ Melina juga berada di level 4 ‘Awal’ jadi melawan mereka tampaknya bukanlah suatu masalah yang begitu besar.
“Ayo Melina!”
Leo tanpa berpikir panjang, dia langsung berlari ke arah Selatan. Mengejar komplotan orang yang membawa lari Lala. Keadaan yang malam, Leo tidak begitu peduli dan terus bergerak ke arah selatan.
Tapi tampaknya, itu akan menjadi sesuatu yang merepotkan apabila Leo kehilangan jejak dari mereka. Dan ternyata mereka sudah pergi terlalu jauh.
Namun Leo tidak akan menyerah begitu saja. Kemampuan berlari seperti ini sudah dia miliki sejak lama. Apalagi dengan level yang meningkat hingga menjadi lima, dia memiliki stabilitas tubuh yang meningkat. Kecepatannya mendadak meningkat.
__ADS_1
Itu karena peningkatan setiap level juga akan berdampak pada kemampuan fisik. Otot-otot Leo yang mana sebelumnya Leo berada di level 3 saja, benar-benar sangat keras, apalagi ketika dia berada di level 5? Ini mungkin terlihat instant, tapi apabila sebelumnya tidak memiliki kekuatan fisik, naik level pun fisik juga tidak akan meningkat.
Sehingga hal tersebut tergantung orang itu sendiri.
Bahkan kecepatan lari Leo membuat Melina kewalahan. Dia tertinggal di belakang. Namun dia tidak menyerah dan terus menerus mengejar tuannya.
Siapa peduli sekarang? Leo membiarkannya. Mungkin dia akan menyusul nantinya ketika Leo dalam keadaan terdesak.
“Bone wolf Creature!”
“Shadow wolf manipulation!”
Saat Leo merapalkan tekniknya, sekumpulan tulang keluar dari tanah hingga membentuk sebuah kerangka serigala yang ikut berlari di sampingnya. Tapi ini hanya permulaan karena bagian menariknya, sebuah bayangan hitam tiba-tiba muncul melapisi tulang-tulang tersebut seakan menjadi kulit yang melapisi tulang itu.
Leo melompat dan naik ke atas entitas makhluk ciptaan nya. Sehingga dia seolah menunggangi entitas makhluk ciptaannya. Apalagi kecepatannya yang hampir persis dengan hewan aslinya, membuat dia bergerak membelah angin pergi ke selatan.
Dan yang benar saja, ada kelompok orang yang melompat dari pohon ke pohon dengan tampang yang mencurigakan. Apalagi salah satu dari mereka membawa sebuah karung yang bergerak-gerak. Jelas Leo yang melihatnya, dia tahu bahwa di dalam karung tersebut tidak mungkin benda mati.
Mereka tampak menyadari dengan keberadaan Leo yang menunggangi sebuah hewan berwarna gelap. Tiga orang dari lima penculik tersebut, mereka langsung melompat dari pohon dan menyerang Leo menggunakan pedangnya. Sedangkan sisanya terus menuju ke selatan dengan membawa Lala.
"Informasi tampaknya benar, bahwa mereka rata-rata berada di level ‘4'."
Siluet bayangan muncul, mereka tidak melihat bahwa Leo menarik pedang, akan tetapi salah satu orang tubuhnya terbelah hingga menjadi beberapa bagian.
Leo baru menarik pedangnya. Kemudian, dia mengangkat pedangnya untuk melindungi diri hingga salah satu orang terlempar ke belakang. Sedangkan satu orang lagi, tampaknya dia berpikir lebih jernih dahulu. Sehingga setelah dia melompat ke atas tanah, dia kembali melompat ke arah pohon dengan bergerak secara acak untuk membuat Leo bingung.
__ADS_1
Pergerakan yang sangat cepat, membuat Leo kesulitan kemana bergeraknya satu orang yang tersisa. Namun, saat dia menoleh ke arah samping, dia terkejut saat orang tersebut berada di hadapannya dengan memegang sebuah pedang dalam kondisi vertikal.
“Defensive fire wall!”
Seketika sebuah kobaran api membentang dari sisi kiri dan kanan Leo. Leo yang melihat, itu, dia langsung mundur dengan melompat dari hewan buas milik tunggangannya. Kemudian, lawannya langsung mengalami sebuah luka bakar karena sebuah serangan secara mendadak.
Leo mengerti, dia menoleh ke belakang dan melihat bahwa Melina mengejarnya. Selain itu, dialah yang membuat sebuah pertahanan bagi Leo agar tidak terkena sebuah luka fatal. Meski sebenarnya bahwa serangan itu tadi mungkin tidak berefek bagi Leo karena Leo bisa menarik pedangnya untuk melindungi diri.
“Terimakasih Melina.”
“Tidak masalah tuan, cepat kejar mereka!” Kata Melina.
Leo mengangguk. Namun entitas ciptaannya tampaknya menghilang karena terkena sebuah dampak dari serangan Melina baru saja. Sehingga, Leo menciptakannya lagi yaitu seekor serigala tulang dan bayang yang dijadikan satu untuk menciptakan entitas baru.
Leo terus melakukan pengejaran, hingga akhirnya dia berhenti dan melihat dari balik pohon, bahwa ada beberapa obor yang menerangi sebuah aktivitas. Sebuah kereta kuda dengan beberapa orang yang cukup panik dan mengabari rekannya untuk segera pergi dari sini karena ada seorang penguntit.
Di sisi lain, di dalam kereta kuda tersebut, Leo bisa melihat karung yang sedikit terbuka dengan Lala yang disekap mulutnya. Kemudian juga ada seorang wanita yang mungkin umurnya sebaya dengannya dalam kondisi disekap pula.
Leo melihat, mereka langsung menaiki kereta kuda setelah mendengar bahwa keadaan benar-benar berbahaya. Sehingga mereka akan segera pergi di tempat sebelum sesuatu yang tidak-tidak terjadi mereka.
Jelas, Leo tidak akan membiarkannya, dia melompat menggunakan binatang buasnya sebelum mematikan seluruh obor hingga keadaan benar-benar sangat gelap. Terlebih, untuk menghindari mereka kabur, Leo langsung membunuh kuda mereka dalam sekali tebasan.
“Evolusi menjadi Dark Shadow! Yaah, aku tidak perlu takut untuk tidak bisa mengontrolnya karena ada Bone creature di dalam Dark Shadow!”
“Tuan, kita diserang! Kuda kita juga terbunuh. Tuan, kita tidak bisa lari!” Salah satu orang membuat keadaan benar-benar mencengkam sebelum dia terbunuh karena terkaman serigala yang kekuatannya berkali lipat.
__ADS_1
“Tunggu apalagi! Cari dia, serang dia! Nyalakan obor untuk melihat keadaan!”