Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Akhir keluarga Cavendish


__ADS_3

Dalam pertarungan ini, Leo mencoba untuk menganalisis tentang kemampuan milik kedua bawahannya. Terlihat, bahwa Hime sendirian, dia mampu untuk menghadapi beberapa musuhnya meskipun sama-sama level 4. Selain itu, atribut alam miliknya yang mampu mengeluarkan akar dari bawah lantai, membuat sihir tersebut memang sangat cocok dalam jangkauan luas.


Bisa dibilang, perbuatan Hime membuat mansion milik keluarga Cavendish hampir runtuh. Lantai-lantai menjadi remuk dan tak datar lagi seperti semula. Selain itu, beberapa musuh yang menghadapi Hime benar-benar kewalahan dan sebagian kecil mengalami luka berat.


Jika bukan evolusi karena kemampuan Pureblood milik Leo, bisa dipastikan bahwa kemampuan Hime akan dibawah rata-rata dan akan kalah beberapa menit yang lalu, apalagi status Hime bisa dibilang sangat pemula. Begitu Pula sebaliknya, andaikata Hime merupakan bawahan Leo yang berpengalaman, bisa dibilang, Hime akan menang beberapa menit yang lalu.


Mengenai pureblood, keadaan seperti Leo masih simpang siur. Dia masih tidak bisa menyimpulkan bahwa dirinya memang Pureblood. Atau mungkin hanya sekedar kemampuannya yang melekat pada diri Leo? Leo masih bertanya-tanya tentang itu semua. Dan itu sangat penting apabila ada hubungannya dengan Verva dan juga keturunan bangsawan berdarah murni.


Melirik Iris, Leo sedikit lega. Tampaknya ayah dan anak itu bertarung begitu sengit dalam posisi ayah Iris dirugikan. Apalagi dari jarak yang begitu jauh, Reginald juga kesulitan untuk mendekat. Meski bergerak dengan kecepatan petir, Iris selalu lebih cepat untuk menjauh dan melancarkan sebuah serangannya lagi.


“Sialan kau anak La*ur!” Reginald berteriak dengan cukup keras.


Pedang yang dia pegang mengeluarkan sebuah elemen petir berwarna kuning kebiruan, tampaknya dia sedikit memaksa dalam menggunakan atribut sihir. Lebih tepatnya, mana yang dikeluarkan oleh Reginald meningkat secara drastis.


Mendengar hal itu, mata Iris terbuka lebar. Kemudian dia menggertakkan giginya dan bergerak ke arah Reginald dengan cukup cepat. Kemudian, sebuah sambaran petir keluar dari tubuhnya hingga Reginald sendiri terdengar begitu hebat.


Ditambah, Reginald terlempar ke belakang setelah dia tubuhnya terhenti dan kejang-kejang di tempat. Terlempar ke belakang, Reginald membentur dinding belakang hingga dinding itu hancur. Reginald sendiri dalam kondisi lemas, dia memuntahkan seteguk darah.


“Katakan itu sekali lagi ayah sialan!” Iris berteriak dengan sangat kencang. Tubuhnya diselimuti sebuah elemen petir berwarna biru. Sebelum, sebuah energi berelemen petir berkumpul di hadapan Iris, dan meledak ke arah Reginald dengan suara sambaran yang sangat menggelegar.

__ADS_1


Bersamaan itu juga, Hime terkena dampak yang dihasilkan oleh tekanan kekuatan Iris. Dia terlempar ke belakang dengan membentur tembok pula. Hanya saja, tidak begitu separah Reginald. Jika itu berdampak pada Hime, jelas itu juga berdampak pada pada musuh yang dilawan oleh Hime, sehingga mereka semua terlihat tak berdaya.


Hime masih sanggup berdiri. Dia cukup tidak menyangka bahwa kekuatan Iris sebegitu mengerikan. Tapi dia tidak berpikir lebih lama lagi selain menghabisi sisa keluarga Cavendish.


Di sisi lain, Leo masih duduk sambil menutup sebagian mukanya menggunakan lengan setelah dia merasakan amarah Iris yang begitu mengerikan. Leo sempat tidak percaya, seperti inikah memang kekuatan seorang resepsionis guild petualang? Ini benar-benar diluar nalar.


“Tuan, ada beberapa warga yang datang setelah mendengar suara keributan.” Shin tiba-tiba muncul di hadapan Leo. Kemudian dia memberitahu Leo bahwa keadaan sudah tidak memungkinkan untuk bertarung kembali.


“Kebetulan sekali, mereka berhasil mengakhiri semuanya.” Leo berdiri dari tempat duduknya dan menatap seluruh bawahannya yang bertarung.


Seperti Iris, dia terengah-engah di hadapan ayahnya, walaupun dia sendiri juga menang. Ayahnya sudah hancur dan tidak bersisa. Yang membuat dia bisa terlihat senang dan begitu cerah ketika terlihat tidak menggunakan pakaian bak Assassin.


Tanpa berpikir lama, Leo, Shin dan Melina langsung berlari melewati pintu belakang. Mereka kemudian menyeret atau lebih tepatnya langsung membawa pergi Hime dan juga Iris sebelum keadaan semakin memanas. Mengingat, Shin berkata bahwa orang-orang yang tinggal di dekat mansion milik Viscount ini mendengar sebuah keributan dan juga teriakan.


Mereka terus berlari melewati pintu belakang. Bergerak di balik kegelapan sehingga tidak ada yang mengetahui mereka secara persis. Hime masih merasa mual dan juga pusing setelah melakukan tindakan pembunuhan yang begitu keji.


Kemudian, Melina yang sebelumnya membawa tas milik Hime atau berisi potion, dalam perjalanan, Melina kemudian menyerahkan salah satu botol kepada Hime untuk diminum. Mengingat, Hime sendiri tampaknya memiliki luka meski tidak begitu parah.


Tak lupa dia juga menyerahkannya kepada Iris. Iris terlihat sedikit luka beberapa sayatan saat ayahnya berhasil melukainya sedikit. Sehingga, dalam sekejap, mereka kembali pulih.

__ADS_1


.....


Keesokan harinya, berita sebuah penyerangan walikota Galen belum berakhir. Namun ada sebuah berita tumpang tindih yang juga menggemparkan warga kota Little Pear. Bagaimana tidak? Berita tentang terbunuhnya keluarga Cavendish benar-benar tersebar begitu luas di seluruh wilayah Little Pear dengan sangat cepat.


Bahkan Leo sendiri yang ada di dalam mansion, dia sempat terkejut saat tahu bahwa berita itu benar-benar tersebar begitu luas. Dia benar-benar tidak menyangka akan itu semua.


“Aku memiliki jadwal kali ini untuk bertemu guild master. Beberapa petualang akan mencariku jika aku tidak datang dan melapor. Jadi kalian semua, tetap berada di mansion ini kecuali Iris. Karena Iris akan ikut denganku.” Kata Leo setelah dia menyelesaikan sarapan paginya.


“Siap tuan, jangan khawatir tentang semuanya. Selain itu, jangan lupa besok Anda diharuskan untuk bertemu walikota Galen.” Ucap Melina yang tampak periang.


Selain itu, Leo sendiri membuang pikirannya yang sebelumnya khawatir dengan Hime. Tampaknya Melina yang sekamar dengan Hime memberitahu bahwa Hime terkena sebuah demam yang begitu hebat.


Sebelumnya masih ada 4 potion yang tersisa, hanya saja Leo menahannya karena demam itu sendiri bukan penyakit yang terjadi akibat tubuh itu sendiri. Melainkan Hime berpikir berat tentang apa yang baru saja dia lakukan kemarin malam. Sehingga, Leo membiarkan Hime untuk melepaskan pikirannya melalui sakit itu sendiri.


“Ayo Iris, kita berangkat. Bukankah kamu resepsionis di guild petualang itu?”


“Hanya saja tuan, aku sedikit ragu apabila guild master atau tuan Saka dan sekretarisnya yaitu nona Yuna mencurigaiku. Mengingat bahwa nona Yuna seolah bisa membaca pikiran seseorang melalui gerak-gerak yang mencurigakan. Jadi, apabila ada seseorang yang sedikit saja menunjukkan tanda kebohongan, nona Yuna akan bertanya tanpa lelah hingga kebohongan itu terungkap.” Ungkap Iris dengan sedikit ragu.


“Jawab sebisa mungkin dengan mengada-ada..”

__ADS_1


Leo dan juga Iris berangkat menuju guild petualang dengan berjalan kaki.


__ADS_2