
Iris dan Melina, keduanya dilanda kebingungan. Mereka sebenarnya ingin sekali bertarung bersama Leo dan tidak akan mampu untuk meninggalkannya. Tapi di sisi lain, jika tidak seperti ini, keadaan kota Little Pear akan menjadi semakin berbahaya sehubung mereka menyerang secara besar-besaran.
“Bukankah sebaiknya Anda yang lari tuan? Kami akan mengulur waktu agar Anda bisa pergi. Keselamatan Anda jauh lebih penting!” Protes Melina sambil memasang sebuah kuda-kuda.
“Tidak Melina, aku akan berusaha mengulur waktu sebanyak mungkin. Jika aku yang mundur, aku seolah gagal melindungi bawahannya, jika kita berdua mundur, maka mereka akan bergerak dengan sangat cepat di wilayah kota. Keputusan yang baik adalah kalian berdua mundur.” Perintah Leo sambil memejamkan matanya dan membukanya perlahan sambil menghela napas.
“Jika begitu Tuan, hati-hati! Aku akan memberitahu petualang di desa paling dekat, yaitu Caprae untuk menyebarkan berita ini. Selain itu, aku akan kembali dengan membawa bantuan.”
Melina berpikir dengan cepat, tampaknya dia sudah memutuskan untuk berbuat apa. Yaitu dia akan sendirian untuk memberitahu keadaan ini desa paling dekat yaitu Caprae, desa milik Leo sebelumnya.
“Sebagai gantinya, jangan suruh nona Iris untuk menuju desa Ciradar. Biarkan dia membantu Anda!” Ucap Melina.
“Baiklah, itu bisa diterima. Sekarang, lakukan!”
Ucapan Leo baru saja, membuat Melina langsung berbalik badan dan pergi. Iris sendiri sedikit khawatir tentang itu semua. Namun dia setuju untuk membantu Leo saat ini.
“Thunder Blast!”
“Hyper Shadow Sword!”
Sihir pedang bayang, dan sihir elemental petir, keduanya keluar dari tangan mereka dan bergerak ke arah barisan para troll yang berjalan di depan goblin.
Tampaknya, yang hanya berdampak pada troll tersebut hanyalah sihir petir milik Iris. Itupun membuat para troll hanya melambat sebelum mereka bergerak kembali. Sedangkan puluhan pedang bayang milik Leo, hanya menggores tubuh keras mereka tanpa terluka.
Kemudian, Leo menciptakan belasan entitas singa. Yang mana dia anggap mungkin menjadi pasukannya. Karena bagaimana tidak? Meskipun entitas tersebut kehilangan bayangannya, tapi masih ada tulang kerangkanya yang mampu untuk hidup bagaikan undead.
Entitas milik Leo kemudian bergerak ke depan, berlari bagaikan singa pada umumnya yang mengaum dan akan memberikan sebuah serangan.
__ADS_1
“Entitas Mastery!”
Suara itu, Leo membuka matanya lebar-lebar. Begitupun dengan Iris yang sempat terkejut. Dan yang menjadi aneh dan membuat Leo bingung, belasan entitas milik Leo berhenti di depan kerumunan para troll dan berbalik badan seolah kini entitas tersebut berpihak kepada mereka dan bersiap untuk menyerang Leo.
Leo tidak habis pikir dengan itu semua. Dia kemudian melihat ke atas kerumunan monster.
“Sialan Raven itu. Aku tidak pernah keluar untuk menunjukkan kekuatan. Tapi sekalinya keluar, dia menyuruhku untuk meratakan kota. Dia benar-benar putus asa.”
Sosok pria berambut merah terbang melayang, mengulurkan kedua tangannya ke arah entitas milik Leo. Tatapannya sangat tajam yang memperlihatkan pupil matanya berwarna merah pula. Selain itu, dia juga menggunakan sebuah jaket singa dengan surai yang begitu lebat.
“Ugh, seorang petualang terlihat menghadang? Dan memiliki entitas?”
Leo bersiaga, entitas miliknya juga perlahan berjalan sama seperti troll dan goblin tersebut. Tampaknya sosok tersebut memiliki atribut untuk mengendalikan sebuah entitas lain selama itu bukan manusia dan sosok kuat di atas orang tersebut. Tetapi, Levelnya berada di level 7 menengah yang jauh di atas Leo dan juga Iris.
“Siapapun kau, aku harap kamu menarik perbuatanmu itu sebelum kamu menyesal!” Leo berkata dengan tenang meskipun di depannya benar-benar sangat mengerikan. Begitupun dengan Iris yang langsung mengeluarkan thunder blast untuk menyerang entitas troll dan goblin yang mendekat.
“Setidaknya kita harus berkenalan terlebih dahulu. Namaku adalah Guy, Guy Blackwell. Satu dari sepuluh anggota Stealth Brigade yang baru kali ini keluar setelah beberapa tahun Stealth Brigade terbentuk.”
“Leodric, Leodric Frosch.”
Leo menghela napas sebelum dia berkata kepada Iris. “Iris, lawan semampumu. Jika kamu merasa bahwa tidak bisa, maka kamu bisa berlari untuk mundur. Aku akan melawan sosok yang bernama Guy itu.”
“Jangan khawatir tuan.”
Iris dan Leo kemudian menjaga jarak untuk mundur di saat toll benar-benar sudah mendekat dan menyerang mereka. Kemudian, Leo juga menyerang entitas miliknya sendiri yang sudah dikendalikan oleh Guy. Tampaknya, keadaan yang sudah sangat mendekat, membuat Iris harus tetap mundur karena dia merupakan seorang penyihir jarak jauh.
“Guy, lawan aku!” Leo berteriak sambil berlari untuk mencari tempat yang nyaman untuk bertarung di tempat ini.
__ADS_1
“Wah, ini sangat menarik. Dia adalah seorang ahli pedang, aku juga ahli pedang. Haha hahah.”
Guy tertawa lebar dan kemudian melesat ke arah Leo yang sudah susah-susah mencari panggung untuk bertarung. Kemudian, dengan senang hati dia mendarat sambil menarik pedangnya yang tipis namun benar-benar sangat lebar.
“Katakan, apa tujuanmu melakukan ini!”
“Aku hanya membantu Raven kamu paham? Jujur, sebelumnya aku menahan diri untuk tidak keluar. Tapi, aku benar-benar sangat bosan. Ugh, selain itu aku juga ingin tenar seperti Raven dan juga Kael. Aku haya ingin keluar dari zona nyaman.” Guy berkata dengan malas.
Leo berpikir, kali ini dia tidak akan bisa mengeluarkan entitas bayang ataupun tulang miliknya. Atau yang terjadi, entitas milik Leo akan berbalik arah dan menyerang Leo. Itu akan sangat menyulitkan bagi Leo. Sehingga, yang hanya dapat dia lakukan adalah menggunakan bayangan pedang.
Dia juga tidak berani apabila mengeluarkan Ray. Tidak mungkin dia mengambil resiko untuk melawan Ray untuk kedua kalinya.
“Dari gaya bicaranya, dia sangat aneh.” Batin Leo sambil mengerutkan dahinya.
Tatapan mata mereka berdua benar-benar sangat tajam. Guy seolah ingin menyelesaikan pertarungan ini dengan sangat cepat yang kemudian dia harus mengikuti entitas miliknya untuk menyerang kota.
Sehingga, Guy langsung memulai serangan dengan bergerak sangat cepat ke arah Leo sambil mengayunkan pedangnya secara miring.
Tak membiarkan itu terjadi, Leo bergerak sedikit ke kanan sambil mengangkat pedangnya untuk menahan serangan pedang tersebut.
Tampaknya Guy tidak berbasa-basi. Setelah benturan pertama itu terjadi, dia langsung menarik dan mundur beberapa inchi untuk menyerang Leo dari sisi lain. Hanya saja, Leo sedikit bisa membaca pikirannya sehingga dia mengangkat pedangnya kembali.
Tang! Tang! Tang!
Bunyi dentuman besi terdengar sangat nyaring. Kemampuan kedua ahli pedang cukup sengit yang membuat Guy sendiri merasa sangat terhibur. Bahkan saat pertarungan, dia tertawa dengan sangat lebar dan terus memainkan pedangnya.
Ayunan pedang sungguh berat. Itulah yang dirasakan oleh Leo setiap kali dia menahan serangan pedang milik Guy. Padahal fisik Leo juga sama seperti biasanya, hanya saja, dia sedikit merasakan bahwa pedang Guy memiliki masa yang cukup berat saat dibenturkan.
__ADS_1
Kondisi tersebut, tampaknya membuat Leo sedikit dirugikan. Dan tidak dapat dipungkiri karena perbedaan level mereka juga. Walaupun itu hanya sedikit berpengaruh pada kemampuan external, karena secara umum, level lebih mengutamakan sebagai tingkat sihir.