Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Festival Little Pear


__ADS_3

Alun-alun kota Little Pear tampaknya benar-benar sangat ramai seperti yang Leo duga. Banyak para pedagang yang memajang dagangannya di stand yang memang sengaja disiapkan oleh walikota itu sendiri.


Begitu beragam, setidaknya ada puluhan stand yang ada di sekitar alun-alun untuk memberikan kesempatan para pedagang. Kemeriahan itu kemudian didukung dengan banyaknya orang yang melihat sebuah parade yang mana terdiri dari ratusan budak wanita legal milik walikota yang berbaris rapi dengan pakaian setengah telanjang.


Sangat tidak cocok untuk anak-anak.


Pikiran Leo memang seperti itu.


Selain itu, ini tampaknya juga masih sangat pagi, Leo berpikir bahwa tampaknya dia terlalu cepat untuk berangkat. Tidak heran, dia berangkat pada matahari terbit karena dia sendirinya juga tidak bisa untuk menahan sebuah kesabaran.


“Benar-benar sangat ramai seperti dugaanku. Aku tidak pernah menghadiri festival semeriah ini.” Melina mengakuinya.


“Ini baru festival kota nona, entah apa jadinya jika festival itu diselenggarakan oleh duke atau raja. Pasti jauh lebih meriah.” Tambah Hime yang juga cukup tertegun saat melihat keramaian di festival ini.


Leo tidak fokus dengan semua itu, dia hanya fokus dengan perdagangan yang begitu bermacam-macam. Apa yang ia lihat sungguh variatif seperti ada yang menjual potion kelas rendah, sebuah item, artefak, dan mungkin barang berharga yang didapatkan dari beast, beast spirit dan juga monster.


Beberapa senjata juga Leo dapat melihatnya, ada pedang yang digantung, panahan dan juga tongkat sihir yang membuat Leo sebenarnya cukup tertarik. Tetapi, apa yang membuat Leo benar-benar tertarik hanyalah .... makanan.


“Tuan Leodric!”


Leo menatap ke depan saat dia fokus pada stand-stand perdagangan. Melihat seorang wanita berambut biru yang tidak lain adalah Iris. Dia berjalan ke arah Leo dengan melambaikan tangannya dan wajah yang begitu ceria.


“Nona Iris? Ternyata Anda memang cuti seperti yang Anda ceritakan kemarin?” Leo bertanya.


“Yaa, tetapi di guild petualang masih ada resepsionis lain yang berjaga. Jadi aku tidak terlalu khawatir. Selain itu, aku akan membantumu untuk menyelesaikan Quest tu ...:”

__ADS_1


“Leo! Mulai sekarang panggil aku Leo nona. Anda adalah putri Viscount. Sangat tidak etis untuk memanggil sosok yang berada di kalangan bawah dengan sebutan tuan. Selain itu, aku sangat berterimakasih dengan bantuan Anda, bukannya aku menolak, tetapi aku sudah membawa rekanku sendiri.” Leo kemudian melirik dua wanita yang berdiri di belakangnya.


Iris memandang dua wanita yang berdiri di belakang Leo. Dia mengerutkan dahinya, memandang level mereka berdua yang berada di bawah Iris. Tetapi bukan berarti Iris sendiri merendahkan mereka semua, Iris hanya sekedar ingin tahu saja tentang seberapa kuat mereka saat mencoba berdiri di dekat Leo?


“Salam kenal, namaku adalah Melina. Nona .... Iris?” Melina sedikit menunjukkan kesopanannya.


“Aku Hime nona Iris. Kami adalah budak tuan Leodric.”


“Bu-budak? Tu, maksudku Leo, kamu memiliki dua orang budak? Semuanya wanita?” Iris menatap curiga Leo.


“Aku menemukan mereka semua. Mereka yang bersikeras ingin menjadi budak nona. Selain itu, aku memerintahkan mereka untuk membawa potion bunga Lily yang kuceritakan kemarin.”


Benar, Iris melihat dua budak Leo membawa tas berukuran kecil yang tertutup. Sehingga Iris sendiri tidak melihat mereka sebenarnya membawa apa. Tapi mendengar bahwa Leo membawa potion lily matahari, juga yang diungkapkan oleh Leo saat makan malam, jelas itu membuat Iris benar-benar sangat penasaran dan juga memastikan bahwa apa yang dikatakan oleh Leo ada benarnya.


“Aku ingin melihatnya. Aku berharap kamu tidak berbohong.” Iris menatap serius Leo.


Sebuah potion berwarna biru muda, kurang lebih sama dengan warna rambut iris kini berada di genggaman Melina. Sebuah ramuan yang berada di dalam botol bening berbentuk lonjong dengan tutup kayu yang sangat rapat agar cairan di dalamnya tidak tumpah.


Sebenarnya untuk potion sendiri tidak ada yang bisa mengidentifikasinya tentang itu merupakan potion apa, dalam tingkat apa, terkecuali seorang alkemis. Bahkan Iris sendiri juga masih antara percaya dan tidak percaya bahwa apa yang dipegang oleh Melina adalah potion penyembuhan lily matahari. Karena pada dasarnya Iris bukanlah seorang alkemis.


“Aku bukanlah seorang alkemis, tapi apakah itu memang benar bahwa itu adalah potion lily matahari?”


“Bukankah aku menegaskan jika Anda tidak per ....”


“Nona, dari nadamu Anda seperti tampak meremehkan. Apakah perlu kami melukai Anda terlebih dahulu dan menjejlkan potion di mulut Anda agar Anda bisa percaya?” Melina berkata dengan nada yang cukup tinggi sambil memotong ucapan Leo.

__ADS_1


“Melina!” Tegas Leo.


Andai kata di depan Leo bukanlah seorang putri Viscount, mungkin Leo bisa sedikit mewajarkannya. Akan tetapi Leo tidak bisa untuk mencari masalah dengan bangsawan sekarang juga, apalagi yang terjerat adalah budaknya, Leo kesulitan untuk berkutik dan dianggap sebagai pemberontak.


“Tidak masalah Leo, selain itu maafkan aku. Baik, sekarang lupakan itu. Paradenya akan segera dimulai, ayo kita berjaga-jaga untuk questmu. Meskipun kamu menolak bantuanku, aku akan tetap membantumu.” Pinta Iris dengan sangat keras kepala.


Leo teringat, tampaknya quest ini benar-benar sangat kasar yaitu membunuh 5 penjahat kecil. Dan itu dilakukan di tempat umum? Tampaknya itu bukanlah sesuatu yang benar karena akan merusak sebuah acara festival ini dengan cukup baik. Mungkin yang dilakukan oleh para petualang profesional adalah menculiknya dan membunuhnya secara diam di tempat yang begitu sepi.


Seperti, penjahat kecil pasti akan lari setelah mereka melakukan aksinya, kemudian bersembunyi di tempat yang sepi agar tidak memberikau sikap yang mencurigakan. Dan kemudian, para petualang akan melakukan aksinya.


Bisa dibilang, quest ini tergantung keberuntungan. Karena tidak menutup kemungkinan hanya akan sedikit penjahat kecil. Lagipula sunggoh bodoh untuk berharap akan ada banyak penjahat kecil yang berkeliaran. Itu jelas tidak mungkin!


Sebuah parade yang cukup mewah, seperti yang dipikirkan Leo tadi, meski mewah tapi ini sangat tidak ramah kepada anak-anak. Hanya saja banyak orang tua yang membiarkannya saja karena menganggap bahwa ini hanyalah sekedar hiburan saja.


“Parade yang mengesankan kan Leo?” Iris berkata.


“Entah kenapa aku merasakan firasat yang begitu buruk.” Leo berkata lirih sambil menyentuh dagunya,


Jika dilihat secara seksama, keadaan sekitar mungkin tidak ada yang salah. Semua orang bahagia, bersorak karena festival ini penuh dengan kemeriahan. Hanya saja, Leo merasa tidak begitu enak, dia sebenarnya juga tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini.


Dia melihat sekeliling, jelas tidak ada yang aneh, melihat ke depan, tidak ada yang salah. Dia juga melihat rombongan parade, tidak ada yang salah juga.


“Leo, lihat itu!” Iris memberi isyarat kepada Leo untuk melihat di salah satu arah.


Matanya cukup berbinar saat ada seorang penjahat kecil telah melakukan aksinya, yaitu mencopet benda-benda berharga pada orang yang tidak menyadarinya.

__ADS_1


“Tapi tuan, lihat! Tidak hanya itu saja, aku melihat, ada dua, tiga.” Imbuh Hime yang juga menunjuk ke salah satu arah setelah Iris melihat beberapa penjahat kecil.


“Kenapa mereka melakukannya secara bersamaan?”


__ADS_2