
Selama semalam, Leo masih memikirkan tentang sosok yang bernama Raven. Entah kenapa dia sangat ingin bertemu dengan anak itu.
Bagaimana tidak? Karena Raven tergabung dengan sebuah organisasi Stealth Brigade, jelas dia mengetahui dunia gelap secara terperinci. Dia masih ingin untuk mencari siapa sosok pemimpin Verva Orde yang membuat keluarganya terbunuh.
Luvria, Kael, anggota yang lainnya Leo masih terlihat tidak terlalu memikirkannya. Jika dipikir-pikir, dia harus bertemu dengan Raven adalah melalui Iris. Iris masih memiliki hubungan dengan Raven yang belum terselesaikan. Namun, yang Leo takutkan bahwa Raven mengabaikan semua keadaan seperti terbunuhnya Viscount dan merencanakan politik lain untuk menjalankan rencananya.
Tampaknya itu cukup masuk akal. Mengingat bahwa anggota kelompok organisasi gelap, mereka harus bertindak secara hati-hati. Jadi sangat menutup kemungkinan bahwa Raven akan melupakan Iris yang masih hidup dan tidak peduli dengannya.
Masalahnya, pencorengan nama baik Raven, Leo sangat yakin bahwa Raven tidak akan terima. Bukan hanya menyangkut Raven itu sendiri, melainkan juga menyangkut Stealth Brigade secara langsung yang membuat Raven harus bertanggung jawab.
Iris juga masih hidup dan sangat ditakutkan Iris akan melaporkan kepada semuanya. Jadi juga tidak menutup kemungkinan Raven akan datang dengan sendirinya.
Jika dilihat dari keadaan yang Leo lampui, Leo harus berhati-hati. Dia masih berpikir bahwa Raven adalah sosok yang manipulatif. Jadi kemungkinan paling besar dari segala yang dia pikirkan, Iris dalam bahaya karena masih ada hubungannya dengan Raven, namun Raven tidak akan turun tangan secara langsung. Melainkan dia akan menggunakan strategi tertentu!
Leo akan menunggu permainan itu.
Dia satu malam memikirkan tentang keadaan yang bahkan dia tidak pikirkan sama sekali. Seolah air mengalir yang Leo ikuti secara kebetulan. Namun, Leo juga harus memilih aliran mana yang sangat baik baginya.
Pagi hari telah tiba, Leo memiliki sebuah waktu untuk bertemu dengan Galen atau walikota, atau Count kota Little Pear. Leo memang menantikan hal ini semua. Dimana dia akan mendapatkan sebuah keuntungan besar yang tidak dia pikirkan sebelumnya.
Karena letaknya yang sedikit jauh, Leo tidak lagi berjalan kaki. Apalagi kondisi seperti ini Leo hanya sekedar mengajak Hime sebagai seorang alkemis. Sedangkan Hime juga tidak terbiasa dengan berjalan kaki yang jaraknya sedikit jauh. Walaupun Leo sendiri sebenarnya juga sudah begitu terbiasa.
Menggunakan kereta kuda, Leo akan bergerak menuju kastil walikota yang berada di tengah-tengah kota Little Pear. Tempat alun-alun yang diadakannya sebuah festival tempo hari yang lalu.
__ADS_1
Berbicara tentang festival, berita tentang percobaan pembunuhan Count dan pembantaian Viscount tampaknya masih terlihat hangat. Pihak kota masih mencoba menyelidiki tentang itu semua dan memperkuat pemerintahan karena menurut mereka Stealth Brigade masih bergerak. Tidak hanya itu saja, beberapa petualang juga diberikan misi oleh guild master untuk membantu kota juga.
Berita ini tampaknya sudah terdengar kepada raja dalam waktu tiga hari. Anehnya, padahal secara umum, orang-orang dari kota Little Pear akan membutuhkan waktu selama seminggu untuk menuju ibukota kerajaan.
Tidak heran, biasanya mengirim pesan yang begitu cepat itu menggunakan seekor burung. Paling mantap apabila menggunakan beast spirit terbang yang juga sangat menguntungkan dan akan terbang cepat untuk mengabarkan sebuah informasi ketika letaknya begitu jauh.
Kembali kepada Leo, Leo terlihat begitu tenang. Apalagi Hime yang tampak begitu senang karena dia akan mendapatkan sebuah kehormatan dari walikota secara langsung karena telah menolongnya. Selain itu, dia juga membawa sisa potion yang bersisa 4 dan dibawa oleh Hime. Yaa, siapa tahu ada pihak yang bekerja di balik kerajaan seperti Jenderal, menteri kota.
Namun, di sisi lain, Leo masih mengingat seorang kepala prajurit yang mana anaknya Leo bunuh. Leo masih teringat jelas anak kepala prajurit. Hanya saja, dia tidak tertarik untuk bertemu dengan kepala prajurit yang membounty dirinya.
“Kenapa gugup?” Leo menatap Hime dengan penuh pertanyaan.
“Baru kali ini aku masuk ke dalam kastil bangsawan. Walaupun hanya sekedar walikota. Selain itu, aku juga mendapatkan sebuah gelar kehormatan dari kota secara langsung.” Hime terlihat begitu bahagia di dalam kereta kuda.
“Terimakasih tuan, ini lima koin perak untuk Anda.” Leo kemudian memberikan satu koin perak kepada pemilik kereta kuda tersebut.
Wajah pemilik kereta kuda memang terlihat begitu bahagia. Namun dia merasa tidak enak dan ini terlihat terlalu kebanyakan. Sehingga dia berkata, “Maafkan aku tuan, tetapi satu koin perak sudah sangat cukup bagiku.”
“Ambil saja kembaliannya.”
Leo melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang. Saat ini dia dan Hime sedang berada di depan sebuah gerbang dengan tinggi sekitar tiga meter dengan beberapa penjaga yang tampaknya jauh lebih banyak dibandingkan sebelumnya.
Pemilik kereta kuda itu benar-benar sangat gembira. Memang terlihat bahwa sikap Leo adalah acuh tak acuh, tetapi pemilik kereta kuda terlihat sangat antusias dan langsung mengucapkan terimakasih kepada Leo yang tak menatap dirinya.
__ADS_1
Beberapa prajurit yang melihat kedatangan Leo dan juga Hime. Tampaknya mereka benar-benar sangat senang karena mereka berdua adalah tamu kehormatan yang diundang secara langsung oleh walikota.
Jelas mereka mengenal dua orang yang ada di hadapan mereka. Seorang pemuda yang menjadi tameng bagi walikota tanpa ragu, serta yang satunya adalah sosok penolong walikota saat sedang sekarat.
“Salam tuan, aku adalah kepala prajurit yang ditugaskan untuk menjemput Anda secara langsung sebenarnya. Hanya saja, Anda sudah menuju ke sini terlebih dahulu. Jadi, maafkan aku tuan.” Kata seseorang pria berumur empat puluh tahunan sambil membungkukkan badannya.
“Kepala prajurit??” Leo menatap sinis kepala prajurit itu. Sosok ayah yang Leo bunuh anaknya. Hanya saja, Leo merasa bahwa orang ini sama sekali bukan ayah dari pemuda yang Leo bunuh.
“Maafkan aku, aku menjadi kepala prajurit baru-baru ini. Sedangkan kepala prajurit yang lama melakukan pengunduran diri setelah anaknya terbunuh. Jadi, mungkin saya belum seterkenal kepala prajurit sebelumnya.”
Leo mengangguk. Dia paham bahwa kepala prajurit sebelumnya mengundurkan diri setelah anaknya terbunuh. Selain itu, dia menelan ludah secara kasar bahwa pembunuh itu adalah .... dirinya sendiri.
“Silahkan masuk tuan dan nona. Walikota Galen menunggu kalian.”
Leo dan Hime saling menatap, sebelum saling mengangguk dan masuk ke dalam gerbang yang terbuka untuk mereka.
Saat masuk, Leo sendiri sedikit tertegun. Kastil walikota dengan air mancur di depannya membuat sebuah hiasan yang begitu indah. Beberapa bangunan yang begitu khas dengan taman di sampingnya. Ini baru sebuah kastil walikota. Bagaimana jika itu adalah sebuah kerajaan? Leo tidak bisa membayangkannya.
Saat la masuk, terlihat dia diterima oleh gugusan prajurit dan pembantu yang membawanya ke ruang utama. Dia cukup tertegun saat furniture kastil walikota yang cukup indah.
Diantar, Leo telah sampai di ruang utama. Terlihat bahwa walikota duduk di atas kursi dengan wajah yang begitu cerah.
“Selamat datang tamuku. Aku menunggu kalian semua. Maaf tidak menjemput kalian secara langsung.”
__ADS_1