Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Siuman


__ADS_3

Pandangan Leo, yang sebelumnya berada di tempat entah berantah, dia tiba-tiba membuka matanya secara perlahan-lahan dan mendapati bahwa dirinya tidak berada di tempat dia bertemu dewi itu tadi.


Sempat terkejut, Leo membuka matanya lebar-lebar. Napasnya juga tidak karuan dan melihat kerumunan dari seluruh budaknya dan orang lain yang dia kenal. 


"Aku, aku ada dimana?"


"Tuan!" Melina dan Hime, mereka tampaknya berteriak karena bahagia. Yang kemudian memeluk Leo dengan begitu erat seolah tidak ingin kehilangan tuannya satu-satunya. 


"Tuan ingin bernapas, kalian jangan mendekapnya dengan erat." Iris yang melihat pemandangan itu, wajahnya tiba-tiba berubah menjadi masam. Namun di sisi lain, dia cukup senang dan hampir meneteskan air mata saat Leo berhasil disembuhkan.


Sosok figur paling penting di sini adalah Hime. Tubuhnya dipenuhi oleh luka saat dia mencari bahan herbal untuk membuat sebuah potion yang digunakan untuk memulihkan darah. Meski mungkin membutuhkan waktu beberapa jam agar potion itu bisa jadi dan diminumkan kepada Leo.


"Tuan, akhirnya kamu benar-benar selamat. Tuan, maafkan aku." Hime mengusap air matanya yang menetes sedikit setelah dia berdiri kembali.


Leo menyadari bahwa dia berada di kamarnya. Melihat beberapa budak yang dekat dengan Leo dan juga pelayan yang mengurus mansion ini. Kemudian, ada juga master guild dan juga Yuna yang turut senang saat melihat diri Leo siuman.


"Kenapa kalian ada di sini?" Leo bertanya sambil mengerutkan dahinya. Tampaknya dia sedikit tidak nyaman saat orang banyak memperhatikannya.


"Kami hanya ingin melihat kondisimu kau tahu? Beberapa menit yang lalu, Hime mengabarkan bahwa tanganmu bergerak dengan sendirinya yang menandakan bahwa kamu telah siuman." Yuna menjelaskan.


"Dan penyerangan itu?" 

__ADS_1


"Itu sudah berakhir, hutan monster telah menjadi pertumpahan darah bagi para goblin dan juga troll. Bisa dibilang, mereka mungkin akan menjadi entitas langka di kerajaan Mazarry ini." Saka menambahkan.


Leo menyentuh kepalanya, dia bisa mengingat sebelum dia pingsan, bantuan dari guild petualang dan juga kota telah datang untuk membantu penyerangan yang muncul di hutan monster.


"Guy Blackwell? Dia, dia ada dimana?" Leo mencoba untuk mengingat kejadian terakhir sebelum dia pingsan. Dia ingin memastikan dengan sosok yang dia lawan tadi.


"Guy Blackwell?" Saka mengerutkan dahinya.


"Dia adalah anggota Stealth Brigade, atau dalang dibalik dari penyerangan ini. Atributnya cukup merepotkan yaitu Entitas Mastery yang mana dapat menggerakkan entitas lain yang lebih lemah." Iris mencoba untuk menjelaskan kepada yang lainnya. Jelas dia tahu bahwa saat dia mencoba untuk memukul mundur para goblin, dia juga sempat melihat Guy Blackwell memperkenalkan diri kepada Leo.


"Hanya saja, dia kabur saat kami mencegahnya untuk membunuh Anda. Tampaknya, sebelumnya dia benar-benar sangat marah saat Anda berhasil melukai sosoknya."


Apalagi sosoknya benar-benar berbahaya apabila dibiarkan. Atribut seperti itu bukanlah hal yang dianggap sepele karena bisa meratakan seluruh kota apabila tidak berhati-hati.


"Sosok baru, Guy Blackwell. Tampaknya kita baru menemukan 4 identitas anggota dari Stealth Brigade." Ujar Saka sambil mengepalkan kedua tangannya dan saling dia tinjukan.


"Apalagi dia merupakan paling berbahaya dibandingkan anggota Stealth Brigade yang identitasnya terkuak. Kita sama sekali belum mengetahui tentang anggota Stealth Brigade yang lain. Hanya saja, apakah kalian pernah mendengar sebuah ungkapan bahwa yang terkuat selalu muncul di akhir? Apakah ini memang disengaja?" Yuna menyentuh dagunya sendiri.


Iris mengerti, dia mendukung apa yang dikatakan oleh Yuna. “Tampaknya memang begitu, seperti Kael yang muncul pertama kali yang mungkin lebih lemah, kemudian disusul oleh Luvria dan juga Raven. Hanya saja, itu tidak mengubah fakta bahwa kelompok terlemah dari Stealth Brigade bukanlah sosok yang bisa dilawan dengan begitu mudah.”


Melina memejamkan matanya, kemudian dia membukanya perlahan dengan pupil mata yang tiba-tiba berubah menjadi sebuah api yang menyala, wajahnya terlihat sangat mengerikan seolah dia mengeluarkan energi atau hawa panas yang cukup besar. Dengan sedikit marah, Melina berkata, “Sopankah kalian melakukan diskusi di kamar seseorang yang baru saja siuman? Tuan terlihat terganggu! Bahkan dia seolah ingin segera pergi dari tempat ini. Biarkan tuan istirahat.”

__ADS_1


Semua orang yang mendengar itu, mereka langsung terdiam dan menyadari bahwa sepertinya mereka salah tempat. Leo terlihat berwajah masam saat orang-orang mengganggunya. Padahal, Leo sendiri ingin sekali untuk istirahat tanpa adanya sebuah gangguan.


“Maaf tuan.” Kata Iris sambil membungkukkan badannya.


Sedangkan Yuna dana Saka, mereka hanya tersenyum sambil menggarukkan kepalanya yang tidak begitu gatal. Mereka benar-benar bodoh karena melakukan sebuah kesalahan yaitu tidak menjaga sebuah etika saat menemui orang sakit.


Perlahan, Saka dan Yuna keluar setelah dia berpamitan untuk kembali ke guild petualang. Sedangkan pelayan sendiri juga keluar untuk membuatkan masakan untuk tuannya. Sehingga, hanya menyisakan Hime, Iris, Melina dan juga Shin yang berdiri di pojokan semenjak tadi dan sama sekali tidak mengeluarkan suara.


“Tuan, apakah Anda sudah merasa baikan?” Tanya Iris dengan sedikit khawatir.


Leo berpikir sejenak sambil dia duduk di pinggir ranjang. Pandangannya hanya terfokus kepada satu sisi yaitu bagian bawah sambil menyentuh dagunya. Dia masih berpikir tentang ucapan dewi yang dia temui tadi bahwa akan ada masanya demon of chaos akan muncul kembali dan dia diperintah untuk melawannya hanya karena Leo adalah salah satu keturunannya, atau seorang pureblood.


“Ray! Katakan kepadaku, tidak ada rahasia lagi dari kita. Apakah kau, salah satu roh legenda milik salah satu pahlawan.” Leo berbicara kepada Ray yang ada di dalam tubuhnya.


Leo berbicara seperti itu, jelas dia tidak ada yang mendengarnya selain Ray dan Leo sendiri. Seolah ini berbicara dengan kontak batin pada Ray yang ada di alam bawah sadar.


“Jika kamu bertanya seperti itu, maka aku menjawab ‘Iya’ aku adalah salah satu dari 3 roh legenda milik salah satu pahlawan Drake. Dan kau adalah keturunanya secara langsung. Aku bisa melihat itu. Serta, kau juga sangat persis dengannya, maka dari itu aku benar-benar sangat tertarik.” Ray menjelaskan.


“Drake?” Leo bertanya dalam hatinya yang mampu didengar oleh Leo. “Pahlawan Drake adalah leluhur dari kekaisaran Black Moon. Tunggu, apakah terbunuhnya orang tuaku karena ada hubungannya dengan kekaisaran Black Moon?”


“Tidak juga.” Ray tersenyum menggunakan tulang rahangnya yang begitu tampak. “Bukankah aku mengatakan bahwa kamu adalah pureblood istimewa? Kamu memiliki darah ketujuh pahlawan. Walaupun kamu adalah keturunan langsung dari leluhur kekaisaran Black Moon, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kamu berasal dari kekaisaran besar lainnya? bukankah seorang dikatakan pureblood saat tidak ada darah campuran rakyat biasa dari salah satu orang tuanya?”

__ADS_1


__ADS_2