Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Undangan makan malam (2)


__ADS_3

Iris yang mendengar itu, dia menyeringai sambil menatap alun-alun kota yang sangat ramai. "Benar tuan Leodric, orang-orang juga membutuhkan persiapan extra penuh untuk mempersiapkan hari jadi kota Little pear. Selain untuk menyelesaikan Quest, apakah Anda juga berniat untuk melakukan sesuatu saat festival?"


"Mungkin aku akan menyelesaikan Quest sambil memasarkan sebuah potion yang sedang ku buat." Balas Leo.


"Potion?" Iris membuka matanya. "Aku tidak menyangka bahwa tuan Leo juga memiliki keterampilan Alkemis. Jika berkenan, potion apa yang akan anda pasarkan?"


"Tidak, hanya temanku yang memiliki keterampilan Alkemis. Selain itu, potion yang kubuat adalah extraksi Lily matahari."


Iris yang mendengar itu, dia hampir menyemburkan sebuah minuman yang baru saja dia teguk. Bahkan hal tersebut membuat dia tersedak secara tidak sopan yang membuat dia langsung menutup mulutnya di hadapan Leodric.


"Ekstraksi Lily matahari? Tuan Leodric, kau sungguh lucu. Bunga Lily matahari itu sangat langka loh. Kemudian aku dengar ada juga air langit sebagai bahan untuk meraciknya. Dan air langit itu sendiri hanya ada di kekaisaran Black Moon." Iris mengusap ujung bibirnya yang basah karena minuman.


"Itu lebih lucu dibandingkan dengan undangan makan malam tapi yang kulihat hanya satu minuman nona Iris." Leo menatap santai Iris. "Tidak, maaf aku bercanda. Aku bisa memesan sendiri."


"Akh saya lupa. Maafkan aku tuan Leodric karena kecerobohanku. Aku akan memesan makan malam dan minuman." Iris beranjak dari tempatnya sebentar untuk memesan makanan dan minuman.


Sebuah arsitektur yang sedikit mewah, membuat Leo sebenarnya merasa bahwa tempat ini merupakan tempat makan milik seorang bangsawan atau orang-orang dengan memiliki keberadaan. Bahkan hanya Leo yang menggunakan pakaian sederhana di tempat ini. Kemudian, di Utara Alun-alun juga terdapat sebuah gerbang yang menjadi bagian dari kastil dari count. Atau warga Little Pear menyebutnya sebagai walikota.


Beberapa menit kemudian, Iris kembali dengan penuh senyuman. "Aku sudah memesan, tuan Leodric, harap tunggu sebentar."


"Nona Iris, kenapa kamu memilih tempat makan yang begitu mewah?" 


“Tuan Leodric, aku yang akan membayar semuanya, jadi Anda jangan khawatir."

__ADS_1


"Masalah uang aku tidak mengkhawatirkannya. Hanya saja .....” Leo tidak bisa melanjutkan ucapannya. Karena pembahasan tentang finansial kali ini cukup sensitif untuk dibahas. Sehingga, Leo berhenti untuk membahasnya dan berpikir untuk mencari pembahasan yang lainnya.


Iris tersenyum, hingga gigi putihnya tampak. Siapa yang berpikir dia akan marah? Tentu saja tidak. Dia mengerti bahwa tempat ini adalah tempat yang cukup mewah dan biasa untuk tempat para orang yang memiliki harta berlimpah. Kemudian, dia juga mengerti bahwa kerjaan sampingan Iris adalah seorang resepsionis guild petualang, sehingga makan di tempat seperti ini bukanlah kastanya.


Seharusnya memang begitu, tapi Iris berbeda. Meski dia adalah seorang resepsionis guild petualang, dia berterus terang kepada Leo. “Ayahku seorang Viscount, atau bawahan Count. Jadi ......”


Dengan mata yang terbuka lebar, Leo berkata dengan terkekeh kecil. “Sial, aku dipermalukan ternyata. Maaf, aku tidak berniat berkata seperti itu sebelumnya. Siapa yang berpikir lawan bicaraku adalah keluarga bangsawan. Maaf atas ketidaksopanan ku.” Potong Leo sambil sedikit menundukkan kepalanya.


“Tidak, tidak tuan Leodric. Aku juga tidak berniat untuk menyombongkan diri. Jadi anggap saja ucapan itu hanyalah sebuah omong kosong ok?”


Ini adalah kesempatan emas! Rasa penasaran Leo semakin membludak tentang Verva. Saat ini di depannya adalah seorang bangsawan. Yaa, Verva adalah kelompok organisasi yang merupakan kelompok di balik bangsawan tertentu membuat Leo tidak bisa untuk membuka suara. “Nona Iris. Maaf aku lancang. Tapi, bisakah aku bertanya tentang sesuatu?”


“Tentu, tuan Leodric.”


“Verva?” Iris menyentuh dagunya. “Bukankah organisasi itu sudah hilang 11 tahun yang lalu? Itu yang kudengar. Selain itu, organisasi itu juga bekerja di balik para bangsawan tertentu.”


“Sayangnya ayahku adalah bangsawan kelas rendah, yaitu Viscount. Seorang Viscount tidak seperti bangsawan Duke atau Raja maupun Kaisar yang memiliki sistem Monarki. Bangsawan seperti Marquis, Count dan ke bawah, mereka bisa lepas kapan saja sesuai kebijakan bangsawan di atasnya. Jadi kami tidak bisa mengetahuinya dan terperinci tentang organisasi tersebut.” Sambungnya.


Leo kembali berpikir. Tampaknya apa yang dikatakan oleh Iris ada benarnya. Bangsawan Marquis ke bawah tidak memiliki kekuatan yang mutlak untuk memerintahkan wilayahnya selamanya. Berbeda dengan Duke ke atas yang memiliki sistem monarki, yang mana ceritanya dapat turun temurun tanpa diubah-ubah seperti cerita Verva.


Raha sendiri dapat memilih dua sampai tiga marquis untuk menjaga perbatasan di setiap Duchy yang yang berada di pinggir kerajaan. Kemudian, Duke juga bisa mengangkat beberapa Count tergantung berapa banyak wilayah yang ada di dalam Duchy. Sedangkan Count, mereka harus mengangkat setidaknya empat Viscount yang mungkin tidak terlalu mencolok. Tapi setidaknya salah satu tugas Viscount adalah masalah kehakiman dan keamanan wilayah yang mereka kelola.


Meski begitu, Duke sendiri juga bisa diganti oleh raja atau kaisar kapan saja. Hanya saja, itu apabila dalam keadaan tertentu seperti keluarga Duke ketahuan melakukan penggelapan uang dan berbagai kasus kriminal lainnya.

__ADS_1


Kesimpulannya, cukup sulit untuk mencari informasi apabila memiliki hubungan dengan bangsawan yang bisa diganti oleh bangsawan di atasnya. Karena bisa jadi mereka juga tidak memiliki informasi yang telah lama menghilang sedangkan mereka juga baru saja menjabat.


Itu artinya, Verva memiliki hubungan dengan Duke, Raja, dan kaisar. Seorang bangsawan tingkat tinggi. Dan itu membuat Leo berpikir keras dan semakin penasaran, tentang mengapa Verva membunuh orang tuanya? Tidak mungkin tidak ada sebuah alasan yang jelas.


“Jika hanya bekerja pada Duke, raja dan kaisar, itu artinya .....” Leo mengerutkan dahinya. Tapi ucapannya tiba-tiba dipotong oleh Iris dalam sekejap.


“Benar, ini mencangkup semua kerajaan dan kekaisaran di benua, tidak, bahkan di dunia ini. Tidak hanya kekaisaran Mazzary, tapi Black Moon dan wilayah-wilayah lain. Tebakanku, tugas mereka dibayar untuk menjatuhkan lawan politik seperti pangeran antar pangeran yang merebutkan kekuasaan.” Ujar Iris berspekulasi.


Keadaan tersebut membuat Leo semakin bimbang. Semakin bimbang untuk memasarkannya kepada walikota secara langsung. Karena, yang dia butuhkan adalah pertemanan setidaknya dengan putra atau cucu seorang Duke. Satu-satunya Duke terdekat adalah, Duke yang memerintah Southern Duchy, atau wilayah yang Duke pimpin di atas kota Little Pear dan kota sekitarnya saat ini.


Keraguannya untuk memasarkan potion saat festival memuncak. Dia bimbang karena ini sesulit daripada yang ia bayangkan. Membuat walikota atau Count tertarik mungkin akan sedikit tidak berguna. Walaupun sebenarnya, Leo tidak tahu apakah Count Little pear sendiri juga mengerti tentang itu semua.


“Tapi memangnya, bagaimana kamu bisa tahu tentang Verva? Apa kamu sebenarnya juga seorang bangsawan di kota lain tuan Leo?” Iris menatap serius Leo dan menaruh curiga kepadanya.


Bersamaan dengan itu pula, pelayan membawakan seleser makanan mewah beserta minumannya yang kemudian disajikan di atas meja makan mereka berdua.


Setelah menunggu pelayan itu pergi, Leo kemudian berkata, “Tidak. Tapi ayah dan ibuku dibunuh Verva 11 tahun yang lalu. Juga bertepatan dengan Verva yang sudah bubar. Rasa penasaranku membludak, dan yang pastinya ini tentang dendam.”


Iris yang mendengar itu, dia langsung menutup mulutnya sebelum dia berkata di balik telapak tangannya itu. “Maafkan aku, aku sungguh menyesal bertanya seperti itu tuan.”


“Adakalanya waktu untuk mengingat semua kenangan dan bersedih. Tapi Anda di hadapanku dengan makan malam di depan kita saat ini, bukan waktunya untuk bersedih dan mengingat kenangan buruk. Selamat makan tuan.” Iris kemudian menunjukkan senyumannya untuk menghibur Leo.


Leo kemudian memiliki sebuah pikiran di kepalanya. Bukan karena kenangan buruk itu, tetapi dia menatap makanan tersebut dan keadaan sekitar. Kemudian dia membatin, “Masalahnya aku tidak mengerti tentang etiket makan.”

__ADS_1


 


__ADS_2