Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Tak ada lagi jurang kesengsaraan


__ADS_3

Kemampuan unik telah diperbarui. Siapa yang berpikir demikian? Ini hanya perlu memiliki jiwa inovatif dalam mengolah dua atribut sihir menjadi sebuah teknik. Yaa, benar, ketika elang yang hanya berwujud tulang, tiba-tiba muncul sebuah bayangan dari tanah dan keluar, melapisi tulang-tulang elang tersebut hingga membentuk elang bayang secara sempurna.


Leo berpikir, jika hewan tulang memang unggul dalam sebuah pertahanan, maka elang bayang akan menang dalam serangan. Mengingat bahwa keduanya bisa saling melengkapi kekurangan masing-masing, bagaimana tidak?


“Ini 75% mirip dengan hewan pada umumnya. Hewan bayang yang ku ciptakan memiliki tulang di dalamnya, sehingga apabila mendapati serangan, hewan bayang tidak akan mudah hancur begitu saja karena masih ada Bone Strength dalam hewan bayang tersebut.” Ucap Leo mencoba menjelaskan kepada Ray.


“Selain itu, saat hewan bayang akan berevolusi menjadi dark shadow, jelas dark shadow akan sangat sulit untuk dikontrol. Tapi kini setelah aku memiliki teknik Bone creature, dark shadow tidak perlu lagi untuk menjadi buas, karena aku bisa mengontrolnya melalui tulang yang ada dalam dark shadow. Lagipula, Bone creature tidak akan berevolusi dalam keadaan tertentu bukan?” Tanya Leo sambil menyentuh dagunya.


Ray kemudian menjawab, “Aku cukup terkejut saat kemampuan hewan bayang akan berevolusi menjadi lebih buas saat berada dalam kegelapan. Benar-benar tidak sebanding dengan Bone Creature yang tidak mampu berevolusi dalam keadaan apapun.”


Leo menghela napas dengan cukup lega. Sangat merepotkan apabila makhluk tulang yang dia ciptakan akan berevolusi menjadi lebih mengerikan dalam keadaan tertentu seperti Shadow Beast.


Melihat bahwa Elang bayang dan elang tulang telah bergabung, maka tidak dapat diragukan lagi bahwa entitas tersebut memiliki kemampuan pertahanan dan serangan yang mumpuni.


Kemudian, Leo memperbesar hewan tersebut jauh lebih besar, agar dia bisa naik ke punggungnya dan keluar dari abyssal misery ini.


Tidak, legenda tentang abyssal misery sudah tiada. Jurang kesengsaraan telah Leo hapus dari cerita dunia dan hanya menjadi mitos. Kekuatan yang mengerikan, sudah jatuh di tangan Leo yaitu atribut sihir Bone Strength dan bawahan langsung raja Skeleton yang bernama Ray. Meski, bibir Leo sendiri berkedut karena Ray tidak bersikap formal setelah menjalin kontrak dengannya.    


Sebenarnya bukan masalah bagi Leo. Lagipula mendapatkan bawahan yang tak membangkang dan tidak bisa berkhianat sudah membuatnya cukup tenang. Sehingga dia bisa bertambah kuat untuk bisa mencari kelompok Verva yang telah bubar.


“Voldegod, aku akan menarik nyawamu keluar dari raga.” Batin Leo saat wujudnya keluar dari bibir jurang dengan duduk di atas shadow eagle.

__ADS_1


........


...****************...


“Lapor tuan, anak itu telah jatuh ke dalam Abyssal Misery. Persentase untuk keluar adalah nol persen.”


Mendengar ucapan dari bawahan yang mengejar Leo, Voldegod mengangkat alisnya. Dia sempat kaget saat ternyata pemuda tersebut cukup nekat. Bagaimana tidak? Setelah melompat dari lantai tiga, pemuda tersebut juga tidak ragu untuk melompat ke dalam abyssal misery.


Walaupun Voldegod sendiri juga tidak menyangka bahwa Leo tidak memiliki masalah apa-apa setelah melompat dari lantai tiga. Sehingga, Voldegod sendiri cukup ragu, tentang bagaimana jadinya apabila Leo ternyata masih hidup?


Tapi dia segera menghilangkan kekhawatirannya. Dia yakin tidak ada satupun orang yang bisa keluar dari jurang tersebut. Bahkan apabila itu dirinya sekalipun.


Dengan kecepatan penuh, tanpa Melina sadari bahwa Voldegod bergerak dengan sangat cepat ke arah belakang. Dia hanya menyadari bahwa kepalanya terdorong ke bawah hingga sampai membentur permukaan tanah yang membuat tanah tersebut retak.


“Aku melihatnya sendiri, dia seolah bersembunyi di balik bayanganmu? Kau sengaja? Tidak mungkin itu tidak sengaja karena perbedaan level yang signifikan. Anak itu lebih lemah darimu, seharusnya kau bisa menyadarinya lebih cepat saat dia bersembunyi di balik bayanganmu.” Kata Voldegod dengan suara yang cukup keras.


“Tu-tuan.” Rintih Melina dengan suara yang tidak begitu jelas. Wajahnya tenggelam di tanah yang membuat dia kesulitan untuk berbicara.


Voldegod langsung menarik rambut Melina secara kasar, menatapnya dengan sedikit membocorkan aura membunuh. “Katakan kepadaku, apakah kau yang membawa penyusup itu? Penjaga mengatakan bahwa kau tadi membawa orang untuk dijadikan budakku.”


“Maafkan aku tuan, Mateo siap menerima apapun konsekuensinya. Bahkan apabila disuruh untuk menjadi anjing telanjang dan merangkak mengelilingi kota. Hamba siap melakukannya.” Ujar Melina dengan suara yang melemah.

__ADS_1


“Itu masih tidak sepadan. Kau seolah mengkhianati tuanmu ini. Dasar budak kotor!” Voldegod yang dipenuhi oleh emosi, dia langsung menendang kepala Melina dengan cukup keras.


Kejadian tersebut tentu menjadi tontonan para budak Voldegod. Mereka menundukkan kepala mereka dan tidak ada yang berani untuk menolong Mateo atau Melina. Meski sebenarnya sebagian budak Voldegod merasa kasihan kepada Melina.


Saat itu juga, Voldegod merasakan krisis yang begitu luar biasa. Dia kemudian menatap ke arah timur.


Dia membuka matanya lebar saat melihat belasan silluet kegelapan mengarah ke arah Voldegod dengan sangat cepat. Tentu saja, Voldegod tidak langsung diam dan langsung menarik pedang yang telah berkobar untuk menahan siluet pedang yang mengarah ke arah dirinya.


Siapa yang berpikir bahwa setelah dia menahan serangan itu, dia terdorong ke belakang sejauh beberapa meter. Dia benar-benar sangat terkejut dengan serangan yang begitu tiba-tiba muncul. Andai saja dia tidak menyadarinya, maka dia sangat yakin bahwa dia akan terpotong oleh siluet pedang tersebut.


Tidak hanya Voldegod, seluruh budak tirani kejam itu langsung mengambil kuda-kuda dan bersiap untuk melindungi mereka. Itu karena sudah menjadi kewajiban bagi seorang budak untuk melindungi tuannya tidak peduli bagaimanapun.


Sosok Leo muncul secara tidak terduga, siluet bayangan pedang itu tadi hanya sebagai pengecoh yang membuat dia bisa lebih leluasa bergerak secepat bayangan dan muncul di belakang Voldegod sambil mengayunkan pedangnya.


Voldegod yang menyadari hal tersebut, dia melompat ke depan, berbalik badan dan menebaskan pedang yang dilapisi oleh api. Dia tidak berpikir panjang dan melakukannya secara refleks.


Leo juga tidak berpikir panjang, dia segera bergerak dengan sangat cepat. Bahkan sebelum elemen api yang ditebaskan oleh Voldegod tercipta dan membuat sebuah kobaran yang besar. Sehingga saat Voldegod mengayunkannya secara horizontal, Leo sudah muncul terlebih dahulu di depannya dan mengayunkan pedangnya pula.


Tak tertahan, Voldegod justru terlempar ke belakang. Namun Leo tidak berhenti setidaknya untuk berbicara. Justru lagi-lagi dia bergerak ke arah Voldegod dan mengayunkan pedangnya secara terus-menerus.


“Sejak kapan kekuatannya bisa meningkat. Ti-tidak mungkin!” Voldegod yang berdiri, dia juga mengangkat pedangnya untuk menahan ayunan pedang dari Leo. Selain, dia cukup terkejut bahwa serangannya jauh lebih kuat, dan yang paling penting, levelnya naik secara drastis.

__ADS_1


__ADS_2