
Matahari tampaknya sudah naik hingga setinggi orang dewasa. Di bawah mentari tersebut salah satunya ada dua pemuda dan pemudi yang berdiri di depan sebuah kediaman yang terlihat begitu besar. Di depan kediaman tersebut, dua penjaga dengan masing-masing level ‘3’ akhir tengah berdiri dengan menatap sinis Melina dan juga Leo.
Jika dipikir-pikir, mereka sebenarnya berjalan ke arah utara dari desa Ciradar, kota Little Pear. Meski berada di utara desa Ciradar, tempat ini sebenarnya tidak tergabung dengan desa-desa yang lainnya. Karena bagaimana tidak? Kediaman ini seolah berada di pinggiran hutan yang mana sekelilingnya dipenuhi oleh pepohonan rimbun.
“Aku membawa seorang tawanan, mereka membunuh rekanku dini hari tadi. Jadi, aku akan menyerahkannya kepada tuan Voldegod.” Melina berkata kepada dua penjaga itu dengan tatapan yang sinis.
Kedua penjaga memang melihat bahwa Leo tampak diikat bagian lengan. Dan sebuah belati berada di tangan Melina dalam kondisi hendak menggorok leher Leo. Intinya benar-benar sangat persis dengan seorang tawanan yang akan dieksekusi.
Jelas, bahwa mereka berdua percaya dengan ucapan Mateo baru saja. Karena, Mateo adalah seorang yang biasanya dekat dengan Voldegod. Sehingga mereka tidak berpikir aneh-aneh jika sebenarnya Melina membawa seorang penyusup yang hanya sekedar mencari sebuah informasi.
Sehingga mereka berdua akhirnya diizinkan untuk masuk ke dalam kediaman tersebut.
“Melina, aku ingin mengatakan sesuatu.”
“Apa itu?” Tanya Melina dengan penasaran.
“Apakah menurutmu aku bodoh menanyakan informasi dengan seseorang secara ceroboh? padahal, hanya sekedar informasi bukan?” Jawab Leo dengan sedikit lirih. Karena dia benar-benar tidak ingin apa yang dia katakan terdengar oleh orang lain.
Melina yang mendengar itu, dia mengerutkan dahinya dengan penuh curiga dan kembali bertanya. “Apa maksudmu?”
“Aku hanya ingin kau yang menanyakan apa yang ingin aku tanyakan. Sedangkan aku, aku akan bersembunyi di balik bayanganmu. Sehingga, ketika kau tengah bertanya, dalam bayanganmu adalah diriku.” Kata Leo sambil menyentuh dagunya.
Dia tidak tahu apakah cara ini akan berhasil atau tidak? Terakhir kali dia menggunakannya, atau dalam kondisi tadi malam, dia sanggup melakukannya dalam waktu lima menit. Maksimal lima menit atau yang terjadi dirinya akan keluar secara mendadak dan menjadikan sesuatu yang tidak diinginkan.
Sebenarnya cara tersebut cukup beresiko. Tapi apa yang dipenuhi oleh Leo hanyalah sebuah ambisi yang membuat dia harus segera merusak rasa penasarannya. Meski itu adalah hal yang cukup ceroboh, tapi mau bagaimana lagi.
__ADS_1
“Bersembunyi di balik bayanganku? Kau sudah memiliki rencana itu semenjak tadi?” Tanya Melina.
“Benar, hanya saja kau harus melakukannya dalam lima menit. Dan sebenarnya, itu hanya rencana yang terlintas di dalam pikiranku beberapa detik yang lalu.” Leo menjawab sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Mendengar hal itu, bibir Melina hanya bisa berkedut. Dia tiba-tiba menjadi tidak begitu yakin bahwa sebenarnya orang ini mampu memenuhi janji yang beberapa menit yang lalu dia katakan.
Melina hanya bisa menerimanya meskipun ada beberapa pertanyaan yang seolah akan membantah rencana Leo. “Lima menit? Mustahil aku bisa melapor dan bertanya selama lima menit. Kau pikir aku akan kembali dengan tangan kosong akan selamat? Tuan Voldegod memberi target kepada para penjahat kelas rendahan untuk mendapat uang minimal 2 koin perak. Jika tidak, pasti akan mendapatkan hukuman.”
Leo mengangguk dan mengerti apa yang dimaksud oleh Melina. Melakukan setor kepada tuannya tampaknya harus memenuhi target karena jika tidak pasti dia akan mendapatkan sebuah hukuman yang begitu berat. Bahkan dia tidak yakin apabila para budak menuruti demikian, mereka mendapatkan kehidupan yang layak seperti makan dan juga tempat tinggal.
Apalagi melihat fisik Melina seperti ada beberapa penyakit kulit yang tidak sengaja Leo lihat, dia yakin bahwa kehidupan Melina tidak begitu layak.
Tanpa berpikir lama, Leo merogoh kantong koinnya, mengambil dua keping perak dan melemparkannya ke arah Melina tanpa ragu dalam kondisi tangan terikat. Dua keping perak baginya mungkin masihlah sangat sedikit, apalagi demi mendapatkan sebuah informasi.
“Kau .....” Melina yang menerima itu, dia hanya bisa menggigit bibirnya dan tidak bisa untuk berkata-kata lagi. Padahal saat dia ingin kembali, dia bingung untuk memberi alasan apa lagi.
Selain itu, benar-benar sangat beruntung ketika di depan bilik Voldegod, tidak ada penjaga sama sekali yang membuat mereka berdua menghela napas dengan begitu lega.
“Ingat, waktumu hanya lima menit. Kau hanya perlu menanyakan tentang kelompok pembunuh dengan lambang daun menjari kepada tuanmu Voldegod. Selain itu, pastikan bahwa kau berdiri di dekat pencahayaan. Kau mengerti?” Leo menegaskan ulang.
“Ba-baiklah.”
“Shadow Sneak Ability!”
Seketika tubuh Leo berubah menjadi sebuah bayangan yang kemudian menyatu dengan bayangan Melina. Sehingga secara fisik, Leo sama sekali tidak bisa dilihat di depan mata.
__ADS_1
Melina yang melihat hal demikian, dia sebenarnya cukup terkejut. Bahkan dia sempat tidak percaya bahwa ini adalah kemampuan dengan seseorang yang berada di level ‘3’
Tok tok tok
Tanpa berpikir panjang, dan dipenuhi oleh rasa takut yang mencengkam, Melina mengetuk pintu bilik di depannya sebelum dia mendorong pintu dan masuk.
“Tuan Voldegod, aku masuk.”
Sosok pria paruh baya, dengan kumis berwarna abu-abu, begitupun janggut tipisnya yang serupa. Dia tampak duduk di kasurnya dengan dua wanita yang duduk di paha orang tersebut. Apalagi dua wanita itu seolah telanjang yang membuat Leo sendiri yang berada di balik bayang hanya bisa menelan ludah secara kasar.
“Mateo, akhirnya kau kembali. Aku harap kau menyetorkan hasilmu dan berbaring di sampingku.” Kata pria paruh baya tersebut dengan mengangkat kedua ujung bibirnya seolah tersenyum cabul.
Mateo membuka telapak tangannya dan menaruh dua keping perak di atas meja. Dia bahkan juga menundukkan wajahnya karena sedikit grogi karena di balik bayangannya adalah seorang penyusup.
Kemudian, dengan agak ragu, dia berkata, “Tuan Voldegod, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan.”
“Apa yang ingin kau tanyakan?”
“Apakah Anda mengerti tentang organisasi dengan lambang daun menjari?”
Mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan, Voldegod mengerutkan dahinya. Pasalnya Mateo atau Melina tidak pernah bertanya yang berkaitan dengan demikian. Hanya saja, Voldegod tanpa berpikir panjang, dia langsung menjawabnya karena dia harus tetap waspada keadaan karena sebuah berita.
“Maksudmu organisasi Verva orde? Kelompok itu sudah tidak melakukan pekerjaan mereka lagi 11 tahun terakhir tanpa sebuah sebab. Dan, mengapa kau bertanya yang demikian?”
Leo dari balik bayangan, dia seolah mengerutkan dahinya. Pada akhirnya dia bisa mengetahui bahwa kelompok tersebut bernama Verva. Namun anehnya, dia cukup terkejut saat kelompok tersebut tidak muncul kembali selama 11 tahun. Dan anehnya lagi, kelompok tersebut membunuh keluarga Leo juga bertepatan 11 tahun yang lalu.
__ADS_1
‘Ini aneh.’