
“Perbudakan?”
Ini melenceng dari apa yang dia tanyakan. Namun, itu tak masalah, karena semakin banyak informasi seharusnya membuat dia bisa mengetahui segala sesuatu yang kurang dia peroleh selama ini. Karena masalahnya hanyalah satu, sebuah organisasi pembunuh bayaran terkadang bersifat sangat rahasia, sehingga tidak mudah untuk mengetahui jejaknya apabila minim informasi dan juga komunikasi.
“Kau pikir, kami mau melakukan hal yang seperti ini? jelas tidak!” Tegas orang tersebut.
“Defensive Fire Arrow.”
Mateo menyadari bahwa ternyata dinding api ciptaannya masih menyala justru memperkecil harimau bayang. Dan durasi harimau tersebut seolah menipis sehingga perlahan memudar yang membuat dia tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan emas.
Untung saja Leo secara refleks melompat mundur. Harimau bayangan juga menghilang dan menyisakan belasan panah api yang melesat ke arah dia.
“Aku ingin mengobrol sebentar, tapi kau terlalu brutal dalam melakukan sebuah pertarungan.” Leo bergerak dengan sangat cepat untuk menghindar.
Di sisi lain, Mateo berguling dan mengambil milik rekannya. Kemudian, dia berbalik badan dan mengayunkan pedangnya ke arah Leo.
“Aku tidak akan kalah dengan seseorang yang berada di level lemah sepertimu!”
Tang! Tang!
Sebuah percikan api yang diciptakan melalui sebuah gesekan pedang membuat malam itu semakin mencekam. Mungkin pencahayaan yang dilakukan oleh Mateo terus menerus dilakukan agar dia tidak berhadapan dengan Dark Shadow lagi.
“Intinya, kau bukan lawan tuanku! Aku yang berada di level ‘4’ bisa tunduk, bagaimana denganmu?” Ujar Mateo.
Leo mengakui bahwa kemampuan berpedang lawanannya tidak bisa diremehkan. Jelas-jelas itu sanggup membuat ia bisa bisa berkeringat. Hanya saja, posisi di sini sangat diuntungkan bagi Leo, karena Leo juga tidak mengandalkan bakatnya, melainkan juga kemampuan berpedangnya serta martial art yang dia miliki.
“Jadi orang yang memperbudakmu memiliki level ‘6’ atau ‘7’?” Tanya Leo kembali.
__ADS_1
Ia tahu persis mengapa lawannya benar-benar tidak ingin mengalah. Terpaut jelas bahwa Mateo merasa gengsi untuk dikalahkan oleh level yang berada di bawahnya. Itu merupakan sesuatu yang sangat memalukan dalam dunia ini. Dan, begitupun dengan Leo, dia juga tidak bisa untuk mengalah, karena ini merupakan bagian quest yang harus dia selesaikan.
“6. Dan masalah pembunuh dengan lambang daun menjari. Aku sama sekali tidak mendengarnya. Hanya saja, ada tiga kemungkinan.”
Tang! Tang! Tang!
“Defensive Fire Blades!”
“Shadow Hyper Sword Dance!”
Setiap serangan, keduanya selalu memberi satu sama lain. Sehingga ketika dua serangan saling bertemu, akan terjadi sebuah ledakan energi yang membuat mereka terlempar sedikit ke belakang.
Bersamaan itu juga Mateo menjelaskan bahwa organisasi memiliki tiga kemungkinan. Yaitu kelompok pembunuh yang sama sekali tidak terkenal, atau biasanya amatiran dan pemula. Kemudian ada juga kelompok pembunuh bayaran yang terkenal, baik di kalangan masyarakat dan bangsawan. Dan yang terakhir adalah kelompok pembunuh bayaran yang hanya terkenal di kalangan bangsawan.
Kelompok pembunuh bayaran yang hanya terkenal di kalangan bangsawan, justru organisasi ini hanya bertindak sebagai kiriman untuk menggulingkan lawan politik, keperluan perang, dan yang terakhir adalah kiriman dari kerajaan lain.
Lagipula, Leo juga tidak pernah menanyakan kelompok ini kepada masyarakat biasa. Ini sangat berbahaya karena pasti akan dituduh akan bersekongkol dan bisa dilaporkan oleh orang lain. Di sisi lain, dia juga perlu informasi yang akurat, yaitu bertanya kepada penjahat kecil yang mana terjun langsung dalam dunia kejahatan.
“Seharusnya tuanmu tahukan mengenai kelompok pembunuh secara lengkap? Secara, tuanmu sepertinya melakukan perbudakan secara ilegal, sehingga mengenai dunia gelap jelas mengerti.” Tanya Leo ke sekian kalinya.
Mereka tak henti-hentinya bertarung, sehingga malam yang seharusnya sunyi justru dipenuhi oleh suara dentuman pedang. Suara besi yang berdentum seakan juga mengiringi pembicaraan mereka.
Kondisi mereka berdua tampaknya tidak begitu baik, seperti Leo yang sulit untuk mengatur napas karena kelelahan. Kendati demikian, itu sangat berbeda dengan Mateo yang lebih perah.
Mateo sendiri sulit mempercayai bahwa Leo yang berada di level 3 menengah mampu mengimbangi dirinya, bahkan melebihi. Jelas-jelas level milik Leo bagaikan sebuah pajangan karena seharusnya dia setara dengan level 4 menengah atau lebih diatasnya.
Kondisi Mateo terluka berat, ototnya mulai melemah karena terus menerus bergerak. Sayatan juga mengikis kulit yang menandakan bahwa dia memiliki kemampuan berpedang di bawah lawan.
__ADS_1
“Aku tegaskan! Kau bukan lawannya. Tapi kemungkinan memang iya bahwa dia mengetahui segala dunia gelap. Mungkin kau sanggup membunuhku, tapi jika kau ....”
“Aku tidak akan melawan dirinya!” Leo menggertakkan giginya. Apa yang dia lakukan adalah melompat mundur seolah berhenti dari sebuah pertarungan.
“Antarkan aku ke sana, bawa aku seolah menjadi tawananmu karena aku telah membunuh rekanmu. Apa yang hanya aku perlukan adalah informasi tentang kelompok pembunuh yang membunuh keluargaku. Hanya itu saja! Aku tidak akan membunuhmu.”
Persetan dengan quest, Leo berubah pikiran secara mendadak. Dia hanya perlu informasi saja, sehingga dia akan keluar dari misi tersebut.
Mateo menahan seluruh luka yang ada di sekujur tubuhnya. Napasnya terengah-engah dan sangat sulit untuk bernapas. Mana miliknya juga hampir habis karena dia terus menerus mengeluarkan dinding api sebagai sebuah penerangan.
“Apa keuntungan yang akan ku miliki?” Tanyanya.
“Aku akan melepaskan dirimu dari perbudakan. Aku berjanji itu.” Kata Leo dengan nada yang begitu sungguh-sungguh.
Mateo membuka matanya lebar-lebar. Jelas-jelas dia menemukan tekad yang begitu kuat yang ada di mata lawannya. Bisa dibilang, apabila Leo sungguh-sungguh, apa yang dia janjikan pasti akan ditepati. Mengingat, bahwa kemampuan Leo yang meski berada di level ‘3’ menengah, tapi itu setara dengan level ‘4’. Apalagi jika berada lebih tinggi dari itu.
Mateo menghela napas, kemudian dia menjatuhkan pedang miliknya. Dia sepertinya tertarik dengan penawaran apa yang Leo katakan. Apa yang dia lakukan, dia membuka penutup wajah yang membalut seluruh wajahnya terkecuali matanya.
Dan, siapa yang menyangka? Dengan mengandalkan pencahayaan api, Leo bisa melihat bibir merona yang terlihat sangat manis, mata bagaikan zamrud hijau dan kulit sedikit kecoklatan. Selain itu, Leo sangat terkejut saat mengetahui, bahwa lawannya ternyata adalah ..... seorang wanita.
“Melina Teoda, yaa itu namaku. Aku harap, kau bisa menepati janjimu. Tapi ku tegaskan, bahwa tuanku bukan lawanmu untuk sekarang!” Tegas Mateo dengan nada suara yang kasar. Di sisi lain, tatapan matanya juga begitu tajam yang membuat bibir Leo berkedut.
“Kau wanita? Aku pikir kau seorang pria, terlihat dari gaya bertarungmu, suaramu yang kasar.” Ujar Leo sangat tidak percaya. Dia bahkan hampir muntah darah karena baru menyadari bahwa lawannya adalah seorang wanita. Bahkan bisa dibilang, Melina, memiliki pergerakan sangat mirip dengan seorang pria. “Leodric Frosch.”
“Panggilan dari tuanku adalah Mateo. Jelas itu nama laki karena identik dengan sikapku. Masalahnya, aku sebenarnya benci dikritik seperti itu.”
“Aku tidak bermaksud seperti itu, maafkan aku.” Leo berkata sebelum dia bergumam di dalam hati setelah menatap seorang wanita yang rupanya merupakan pemimpin preman yang selalu menghadang orang-orang di desa Caprae.
__ADS_1
‘Mateo? Melina Teoda? Bukankah singkatan itu terlalu dipaksakan.’