
Voldegod dengan penuh amarah, dia langsung mengambil pedang di atas meja dan menebaskan pedangnya. Sehingga, seketika seekor burung berbentuk api melapisi pedang tersebut dan seolah hendak menyerang Leo dari jarak yang begitu dekat.
“Shadow Wolf Attack!” Leo dengan sisa kekuatannya, dia langsung mengeluarkan seekor serigala bayangan. Yang muncul sebagai sebuah tameng sekaligus menyerang Voldegod.
Leo sedikit kelelahan. Di sisi lain beast shadow attack miliknya mampu dirusak oleh Voldegod, tanpa Voldegod sendiri mengalami kerusakan. Sehingga dia bisa leluasa untuk mendekat dan mengayunkan pedangnya ke arah Leo kembali.
Leo melompat ke samping sambil mengangkat pedangnya secara vertikal untuk menahan serangan berpedang dari Voldegod. Hanya saja, dia terlempar ke belakang hingga pada akhirnya dan membentur tembok dengan cukup keras.
“Siapa kau anjing sialan?” Tanya Voldegod dengan suara yang menggelegar. Matanya seolah hendak mengeluarkan api dengan aura yang cukup menekan. Pedangnya seolah dilapisi oleh burung api yang perkasa.
Leo menahan rasa sakit yang ada di punggungnya. Dia benar-benar sangat kekurangan mana apabila berhadapan secara serius kepada Voldegod. Meski begitu, Leo tetap mengangkat pedangnya dan bersiap untuk menghadapi serangan Voldegod kesekian kalinya.
“Shadow Hyper Sword Dance!”
Seketika sebuah ayunan pedang tercipta di hadapan Voldegod, diayunkan secara horizontal tepat pada leher Voldegod sehingga membentuk sebuah siluet pedang yang mengerikan. Mungkin siapa saja yang memiliki kekuatan lemah, pasti akan mati jika tidak bisa menghindar.
Namun, Voldegod mengangkat pedangnya, dia menahan siluet bayangan itu dengan cukup mudah. Sejatinya, Voldegod bagi Leo bukanlah tandingannya, namun dibandingkan kekuatannya, itu masih sangatlah lemah dibandingkan dengan Gintaru. Yang mana, jika serangan tebasan dilakukan oleh pak tua Gin, maka Leo tidak hanya sekedar terlempar, melainkan pedang Leo juga hancur.
“Tch, sebenarnya sangat sia-sia untuk melawanmu. Tidak ada gunanya untuk menguras tenaga untuk membunuh cacing tanah yang bahkan lebih lemah dari budakku.” Kata Voldegod dengan suara yang begitu mengerikan.
“Mateo, urus anak ini!” Perintah Voldegod kepada Melina. “Buat dia tunduk, dan akan kujadikan dia budak.”
“Aku tidak akan tunduk kepada siapapun.” Ucap Leo bersikeras. Meskipun dia terpojok, sebisa mungkin.
“Sha ....shadow step!”
__ADS_1
Leo yang berusaha sekuat tenaga, pada akhirnya dia mampu bergerak secepat bayangan dan melompat pada jendela kaca. Hanya saja, tampaknya kamar Voldegod berada di lantai tiga yang membuat dia langsung terjun bebas dari ketinggian demikian.
“Leodric!” Melina berteriak dalam hatinya. Namun, dia tidak bisa menunjukkan suara itu kepada Voldegod.
Sedangkan Voldegod, dia mengangkat ujung bibirnya saat lawannya ternyata memiliki tindakan yang cukup ceroboh. Melompat dari lantai tiga bukanlah hal yang bijak. Namun, dia cukup terkejut saat ternyata, Leodric masih sanggup untuk berdiri dan berlari ke arah timur.
“Apa? Mateo! Panggil beberapa budak untuk mengejar anak itu!” Kata Voldegod dengan geram. Entah kenapa dia tidak akan bisa melepaskan seseorang penguntit begitu saja. Sehingga, amarahnya memuncak sampai dia bisa menyiksa anak itu menggunakan kedua tangannya.
“Laksanakan tuan.”
...****************...
Untung saja dia memiliki otot yang cukup keras dan sedikit tahan banting. Sehingga, jatuh dari lantai tiga seperti itu hanya membuat dia cedera ringan dan tidak sampai patah kaki. Mungkin hanya lengan kiri bagian atasnya yang tampak begitu linu sehingga Leodric harus sedikit mengangkat tangan kirinya menggunakan tangan kanan.
Pikirannya hanya satu, yaitu sekedar kabur sejauh mungkin. Setidaknya dia sudah mendapatkan sebuah informasi yang dia dapatkan meskipun agak sedikit kurang berguna baginya.
“Hei kau jangan lari!”
Leo menoleh ke belakang. Dan, seketika dia membuka matanya lebar-lebar saat melihat sekitar lima orang dengan rata-rata mereka yang berada di level ‘3’ dan juga ‘4’ tengah mengejar dirinya dengan raut wajah yang begitu serius.
“Mereka ternyata mengejar?” Leo menggertakkan giginya. Apa yang dia lakukan adalah terus berlari ke arah timur tanpa memperdulikan hutan yang tampaknya semakin lebat. Meski tampaknya dia juga semakin merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa pada lengan kirinya.
Sedikit melirik ke belakang, tampaknya ada beberapa dari mereka memegang sebuah busur panah. Dan tentunya, dia juga menarik tali busur tersebut hingga muncul sebuah anak panah yang melesat jauh untuk melumpuhkan Leo.
Meski dia kehabisan mana. Tapi dia tidak kehilangan energi fisiknya, sehingga dengan mata yang cukup tajam dia mampu mengikuti kecepatan pergerakan anak panah secara efisien. Sehingga, dia bisa menghindari semua anak panah secara sempurna.
__ADS_1
“Kau tidak akan pernah bisa lari sialan!”
“Kejar dia sampai dapat!”
“Mengejarku? Tidak akan bisa semudah itu.” Gumam Leo sembari dia melirik ke belakang untuk meningkatkan sebuah kewaspadaan.
Namun, dia terlalu melirik ke belakang tanpa sering mengawasi keadaan di depan. Sehingga, dia terperosok masuk ke dalam jurang yang seolah tanpa dasar dan cukup gelap apabila dilihat dari atas.
Pastinya Leo benar-benar sangat terkejut saat dia langsung terperosok ke dalam jurang yang memiliki aura cukup mencengkam. Untung saja, sebuah akar pohon mampu dia raih menggunakan tangannya sehingga dia tidak begitu saja jatuh ke dalam jurang tersebut.
Sebenarnya dia cukup kesulitan untuk menahannya, apalagi tangan kirinya telah cedera yang membuat dia merasakan rasa sakit yang begitu luar biasa.
Di sisi lain, semua bawahan Voldegod yang mengejar Leo. Pastinya mereka menghentikan langkahnya saat Leo sudah terperosok masuk ke dalam hutan. Masing-masing dari mereka mulai mundur dan tidak berani untuk mendekati jurang tersebut karena ada sebuah pantangan tersendiri.
“Mengapa kalian mundur?” Tanya salah seorang yang cukup penasaran karena hanya orang itu yang sama sekali tidak mengerti.
“Ini adalah Abyssal of Misery. Tidak ada yang bisa keluar dari jurang ini sekuat apapun dia. Bahkan tuan Voldegod pun tidak berani untuk jatuh ke dalam jurang yang seolah tak berdasar ini.” Kata salah satu dari mereka mencoba untuk menjelaskan.
Rumor mengatakan, bahwa ini adalah sebuah Abyssal of Misery. Tidak ada seorangpun yang sebenarnya mau mendekat atau bahkan mungkin jatuh ke dalam jurang ini. Konon katanya, jurang ini tidak berdasar yang membuat sebuah kesengsaraan bagi siapa saja yang jatuh. Ada juga yang mengatakan bahwa jurang ini berdasar, hanya saja dasarnya terlalu gelap hingga tidak ada cahaya sedikitpun.
Tidak ada yang tahu pasti bagaimana cerita yang sebenarnya. Karena tidak ada satupun orang yang jatuh dan kembali dari jurang dengan selamat untuk menceritakan kisahnya.
Itu tidak mungkin, kecuali hanya sebuah keajaiban.
Leo saat ini dia kesulitan untuk mengangkat tubuhnya menggunakan satu tangan. Apalagi tangannya sudah bergetar dan dia tidak bisa lagi untuk menahannya.
__ADS_1
“Sial, ini sangat berat.” Keluh Leo dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya.
‘Akh, biarkanlah. Lagipula tidak mungkin untuk bisa naik.’