
Keadaan gelap semakin mencengkram, apalagi tidak ada setitikpun obor yang dinyalakan, membuat mereka terlihat menjadi sangat panik. Apalagi setelah mereka merasakan datangnya sebuah serangan. Kuda mereka juga mati sehingga tidak ada yang menyeret kereta mereka.
Tangisan anak kecil, atau Lala sebenarnya juga terdengar ketakutan. Tapi Leo harus bersikap profesional untuk mengalahkan mereka terlebih dahulu tanpa mempedulikan Lala yang menangis karena ketakutan.
Seekor serigala dengan kekuatannya yang naik lima kali lipat, karena evolusi dark shadow, membuat Leo bisa dengan mudah untuk menyebarkan rasa takut bagi mereka. Dark Shadow juga kini bisa dikontrol oleh Leo karena adanya Bone Creature yang ada di tubuh Dark Shadow tersebut.
Sebenarnya, Leo berharap bahwa Bone creature juga bisa berevolusi seperti halnya Shadow Beast menjadi Dark Shadow. Itu akan membuat entitas ciptaan Leo menjadi berevolusi lebih baik dan memiliki kekuatan yang baik berkali-kali lipat.
Mereka berteriak ketakutan saat mendengar sebuah langkah kaki hewan buas. Sebuah irisan pedang juga terdengar di dalam kegelapan, yang membuat satu persatu dari mereka kesulitan untuk bersikap tenang.
Salah satu orang, yang tampaknya merupakan pemimpin kelompok dengan level 4, dia tidak bisa berkutik. Mungkin hanya sisa dia, sehingga dia langsung melompat mundur untuk naik ke atas pohon untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.
Selain itu, dia mengulurkan tangannya, dia hendak mengeluarkan sebuah Rune sihir untuk melindungi diri segala ancaman. Karena dia bisa mendengar sebuah serangan dengan sangat jelas.
Namun sebelum itu, dia bisa melihat seekor serigala melompat ke arahnya saat hendak mengeluarkan sebuah rune sihir. Dia bisa melihat dengan jelas, karena rune tersebut sedikit mengandung sebuah pencahayaan.
Namun, saat serigala itu muncul, Rune sihir itu muncul belasan kupu-kupu dengan sedikit cahaya. Hanya saja, cahaya itu semakin terang dan semakin terang dan pada akhirnya meledak. Meledak tepat pada serigala bayang yang melompat ke arahnya.
Orang tersebut mungkin menganggap bahwa semuanya telah selesai. Tidak ada ancaman lagi karena teknik miliknya mungkin sudah membunuh serigala berwarna hitam pekat yang kekuatannya berkali-kali lipat dari sebelumnya. Dia juga menghela napas dan tertawa bahwa ternyata semudah itu untuk menyelesaikan sebuah masalah.
Tapi, sebuah dinding api tiba-tiba muncul di hadapannya. Dinding api itu juga mengeluarkan sebuah kobaran api yang cukup besar hingga membuat orang itu terkejut. Dia juga langsung terjatuh dari dahan pohon. Kakinya langsung hangus seketika, karena dinding api itu melebar mengenai kakinya hingga dia kehilang kaki tersebut.
Dia berteriak sangat keras, wajahnya menjadi pucat seputih kertas karena ketakutan yang begitu luar biasa. Dia menyadari, bahwa api itu juga membakar sebuah pohon yang ada di dekatnya, memberikan sebuah penerangan bahwa kakinya bagaikan sebuah daging gosong yang sudah tidak berbentuk lagi.
Selain itu juga, orang tersebut bisa melihat kerangka seekor binatang buas yang bergerak ke arahnya. Seekor binatang buas yang mungkin lebih condong kepada serigala dilihat dari tengkoraknya.
__ADS_1
“Tidak hentikan! Berhenti!” Dia berteriak ketakutan, mencoba untuk menggerakkan kaki yang satunya dan berharap bahwa serigala itu segera tulang itu berhenti dan menjauh. Tapi tetap saja, bagaikan seekor binatang buas yang kelaparan, serigala tengkorak itu tetap bergerak ke arahnya.
“Shadow Wolf manipulation.”
Dan yang paling keren, ketika sebuah bayangan hitam, melapisi serigala tulang itu bagaikan sebuah kulit dan daging. Hingga membentuk lah sebuah entitas yang sebenarnya itu adalah ciptaan Leo baru saja.
Orang itu cukup terkejut, itu persis dengan serigala yang melompat ke arahnya. Perbedaannya ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang tadi.
Terpaksa, dia mengeluarkan Rune lagi untuk menciptakan sebuah kupu-kupu ledakan untuk menghancurkan serigala itu.
Namun, tampaknya dia tidak mendengar siapa yang baru saja mengeluarkan seekor serigala bayang tersebut. Itu adalah kesalahannya karena tidak waspada akan sekitar.
Tangannya terpotong, bukan karena pedang, tapi karena sebuah siluet bayangan yang memotongnya. Sehingga tidak ada lagi rune untuk mengalahkan seekor serigala tersebut. Bersamaan dengan itu pula, dia melihat seorang remaja yang tengah menyeret pedangnya. Dia bisa melihatnya dengan jelas karena cahaya dari pohon yang terbakar.
“Jadi, aku akan bertanya langsung pada poinnya saja. Apa tujuanmu untuk menculik anak kecil?” Tanya Leo dengan tatapan datar kepada orang tersebut.
Serigala bayang itu mungkin juga menjadi sebuah tekanan bagi orang tersebut. Ketakutan menyelimutinya karena dia sudah tidak memiliki satu kaki dan tangan. Dia tidak bisa mengeluarkan sihir untuk melawan remaja yang ada di depannya.
Leo kemudian menendang dagu orang tersebut dengan cukup kasar. Hingga dia sedikit terlempar ke belakang dengan darah yang mengalir deras membasahi tanah hingga merah.
“Tidak tuan, ampuni aku! Aku hanya menjalani tugas. Aku hanya menjalani tugas, ku mohon maafkan aku!”
“Apakah menurutmu aku suka dengan orang yang memberikan cerita setengah-setengah? Apakah menurutmu aku akan memaafkanmu apabila kamu hanya berkata seperti itu?” Ujar dan tanya Theon sambil mengangkat alisnya. Dia juga menancapkan pedangnya di atas tanah.
“Aku hanya disuruh untuk menculik anak berumur 5 sampai 15 tahun. Kami hanya disuruh oleh salah satu anggota organisasi gelap!” Jawab orang tersebut dengan suara tangisan dan rintihan karena kesakitan.
__ADS_1
“Organisasi gelap? Verva maksudmu? Apakah Verva?”
“Tidak tuan! Organisasi itu sudah berhenti. Ini bukan Verva, ini lain.” Kata orang tersebut.
Leo menyentuh dagunya. Tampaknya apa yang dikatakan oleh orang tersebut benar bahwa ini tidak ada hubungannya dengan Verva. Lagipula, dari informasi yang didapat dari Voldegod, Verva telah bubar 11 tahun yang lalu. Dia tidak bisa menyangkalnya lagi. Meski begitu, dia benar-benar penasaran tentang organisasi gelap yang membayar ini untuk menculik anak berumur 5 sampai 15 tahun.
Karena, siapa tahu ada anggota Verva yang bergabung di organisasi ini setelah Verva bubar? Itu tidak menutup kemungkinan begitu. Karena penyebab Verva bubar dirumorkan karena ketuanya sudah pensiun dan tidak menjalankan tugasnya lagi. Sehingga anggota Verva tidak bisa untuk mempertahankan Verva tanpa seorang ketua.
"Aku bersumpah tuan, aku akan menjadi lebih baik, maafkan a...."
Sebelum orang itu melanjutkan ucapannya, Leo mengangkat pedangnya dan menebas leher tersebut.
Leo tertunduk sambil menghela napas. “Kau ingin bersumpah? Daripada kamu berbohong dan ternyata melanggar sumpahmu, lebih baik aku membunuhmu langsung. Itu lebih baik daripada kamu ternyata melanggar sumpahmu. Sebenarnya tidak bermasalah jika kamu ingin berbohong, tapi jangan sampai mengucapkan kata sumpah. Lagipula apabila kamu berbohong atau tidak, aku tetap membunuhmu.”
“Tuan Leo, kami sudah mendapatkan Lala. Dia bergidik ketakutan tuan.”
Leo yang mendengar itu, dia menghancurkan entitasnya dan menoleh ke belakang. Melihat, Melina yang menggendong Lala dalam kondisi ketakutan. Namun, di belakang Melina ada anak perempuan remaja yang tertunduk dengan tubuh paranoid karena ketakutan.
“Dan dia ....” Melina melirik ke arah wanita tersebut.
“Siapa namamu?” Tanya Leo kepada wanita tersebut.
“Na-namaku, namaku adalah Hime. Te-terimakasih telah menyelamatkan hidup saya.” Kata wanita tersebut dengan perasaan yang cukup ketakutan.
Dengan pencahayaan api, Leo bisa melihat bahwa wanita itu tampaknya memiliki rambut berwarna hijau. Bahkan matanya berwarna hijau yang membuat wanita tersebut seperti serba hijau.
__ADS_1
“Hei bocah, ini seperti menemukan harta karun. Aku bisa membacanya, atribut atau bakat sihirnya adalah Nature Aura, namun dia memiliki sebuah bakat yaitu seorang Alkemis.”