
“Iris?” Reginald terkejut, dia melihat perubahan Iris yang cukup signifikan. Levelnya yang juga sama dengannya, serta fisiknya yang jauh lebih dewasa dibandingkan sebelumnya, membuat Reginald sendiri hampir muntah darah.
Beberapa anggota keluarga Cavendish kemudian berdiri setelah mereka melakukan pertemuan dengan Reginald atau patriark dari keluarga Cavendish. Sama seperti Reginald, mereka juga benar-benar sempat terkejut dengan perubahan Iris.
“Aku, aku tidak melakukan politik kotormu. Selain itu, seharusnya kamu menyadari bahwa Raven pasti akan meminta sebuah timbal balik yang menguntungkan baginya. Kemudian, aku juga ingin membunuh kalian semua setelah perbuatan kalian kepadaku.”
Iris menggigit bibir bawahnya setelah berkata demikian. Dia tahu, bagaimana rasanya menjadi sebuah alat untuk kepentingan politik keluarganya. Selain itu, satu malam saat dia melakukan evolusi, pikirannya terlalu berat saat memikirkan timbal balik apa yang diberikan Cavendish kepada Raven. Hanya saja, dia sempat berpikiran bahwa timbal baliknya adalah .....Dia sendiri.
Lebih tepatnya keluarganya pasti menjual Iris kepada Raven dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Reginald seketika tertawa dengan begitu lebar. Kemudian dia mengambil sebuah pedang yang tergeletak di atas meja. Tampaknya, dia sudah tidak peduli lagi bahwa di hadapannya adalah putrinya. Lagipula putrinya sudah memberontak, putrinya sudah membunuh seluruh anggota keluarga Cavendish.
Tidak hanya itu saja, setidaknya ada sekitar 7 keluarga Cavendish yang lain yang juga bersiap untuk menyerang Iris. Tidak peduli level Iris meningkat dengan cepat, lagipula sebelumnya level Iris juga meningkat cepat karena sebuah artefak.
“Daripada aku hidup dengan sampah seperti kalian, aku hidup dengan tuanku. Yaah, setelah kejadian itu terjadi, aku diselamatkan oleh tuanku, dan kini aku berevolusi!”
Setelah berkata demikian, tubuh Iris dilapisi sebuah elemen petir berwarna kuning. Selain itu, tubuhnya juga melayang dari permukaan lantai dengan elemen petir yang terus keluar dari kedua tangannya.
“Dia, dia baru saja memiliki kekuatan seperti itu? Dia, berkata dia telah berevolusi? Sialan, dia memiliki tuan Pureblood?” Reginald yang mendengarnya cukup terkejut.
Namun, dia tidak begitu peduli. Di hadapannya adalah Iris, bukan Pureblood. Jadi dia masih sedikit lega dan sama sekali tidak memiliki rasa yang begitu takut. Pedang dia pegang erat-erat, tatapan wajahnya benar-benar sangat dingin meski ada sedikit senyuman di wajah keriputnya.
“Meski begitu, di sisi ayahmu ada banyak pengikut. Sedang Kan kamu sendirian. Apa yang harus kamu lakukan. Apakah aku harus mengirimmu ke tempat ibumu?”
__ADS_1
Iris yang mendengar itu, dia benar-benar sangat marah. Entah kenapa, secara spontan dia langsung bergerak ke arah Reginald dengan sangat cepat. Bahkan saat dia bergerak, gelombang petir seolah muncul memenuhi kediaman di rumah Cavendish ini.
Hanya saja, Reginald masih bisa mengikuti pergerakan Iris. Saat Iris bergerak seperti itu, dia hanya perlu mengayunkan pedangnya secara Horizontal karena dia yakin bahwa Iris pasti tidak akan bisa berhenti secara mendadak.
Namun, beberapa inchi sebelum pedang itu menusuk Iris yang bergerak. Leo dengan sangat cepat bergerak, menarik kerah baju milik Iris dan menariknya ke belakang dengan sangat cepat. Selain itu, sebuah dinding lahar muncul dari lantai yang kemudian terbelah karena ayunan pedang milik Reginald.
“Jangan gegabah Iris.” Leo berkata dengan singkat.
“Tuan tapi dia ....”
“Pegerakanmu tadi bisa membuatmu celaka.” Kata Leo membalasnya. “Aku mengerti bahwa pembahasan ibumu tampaknya cukup sensitif setelah aku mendengarkannya.”
Saat itu juga, Shin, Melina dan Hime, mereka semua datang. Keadaan mereka cukup payah karena baju mereka dipenuhi oleh sebuah darah. Bukan darah karena luka mereka, melainkan noda darah karena perbuatan mereka membunuh seisi keluarga Cavendish.
“Jadi kau tidak sendirian?” Reginald menggertakkan giginya. Dia tampaknya mengerti bahwa perbuatan ini semua bukanlah Iris yang melakukannya sendiri. Melainkan berkelompok yang menjadikan bahwa perbuatan ini tampaknya direncanakan.
Selain itu, Reginald cukup merasakan aura yang cukup besar saat menatap mata sosok yang baru saja menarik Iris dari bahaya. Meskipun tampaknya pemuda tersebut memiliki level yang lebih rendah dibandingkan dengan putrinya, atau Iris, tapi Reginald lebih mewaspadai Leo itu sendiri.
Dinding yang dikeluarkan Melina seketika menyembur, mengeluarkan sebuah kobaran api dan menyerang Reginald. Sayangnya, Reginald sendiri menebaskan pedangnya, sehingga sebuah elemental berwarna petir menghancurkan itu semua.
“Tampaknya ayah Iris memiliki atribut yang sama dengan Iris sendiri. Emm, tidak, elemental sendiri biasanya menjadi sebuah atribut keturunan.” Batin Leo saat melihat teknik yang dilakukan oleh ayah Iris.
“Tuan, bisakah aku menghancurkan mereka semua?” Shin berkata dengan datar sambil melihat anggota keluarga Cavendish yang gemetar.
__ADS_1
“Tidak, sebaiknya kita duduk manis. Biarkan Iris yang mengurus semuanya. Karena ini urusan Iris. Tapi sebelum itu ....” Leo menghentikan ucapannya sendiri.
“Kau cukup bodoh saat melakukan sebuah pelengseran walikota. Selain itu, kau juga cukup bodoh saat diperalat dengan Raven, atau anggota Stealth Brigade.”
“Apa urusanmu!?” Reginald menggertakkan giginya. Kemudian, dia memerintahkan seluruh keluarganya untuk menyerang Iris dan juga teman-temannya.
“Ada sekitar tujuh orang. Ditambah dengan ayah Iris.” Leo berkata. “Iris, serang ayahmu sendiri. Sedangkan kamu Hime, serang anggota keluarga Iris. Jangan khawatir, setelah kalian berevolusi, kekuatan kalian bertambah berkali-kali lipat meskipun level rendah seperti Hime. Shin, berjagalah di luar karena kemungkinan ada beberapa warga yang mendengar keributan. Aku dan Melina akan menonton sebuah pertunjukan.”
“Tapi tuan!” Hime mengajukan protes. Sebenarnya dia benar-benar tidak takut untuk menghadapi ketujuh orang walaupun rata-rata dari mereka memiliki level yaitu empat sama seperti Hime. Hanya saja, ini merupakan kali pertama Hime bertarung secara serius dan tidak pernah membunuh. Apalagi bakatnya externalnya sebagai seorang Alkemis, mungkin membuat dia cukup kesulitan. Namun, untuk menuruti permintaan tuannya, Hime tidak bisa menolak. “Baik tuan, aku mengerti.”
Iris sendiri juga sudah bersiap untuk menghadapi ayahnya. Tampaknya tuannya sendiri memberikan sebuah kebebasan untuk tidak ikut campur.
“Nature Life Area!” Hime sudah memulai serangan sambil mengulurkan kedua tangannya.
Sebuah akar yang ukurannya setebal manusia keluar dari lantai, kemudian akar-akar itu menyerang seluruh keluarga Cavendish yang tersisa. Hanya saja, mereka bisa menghindar dengan lihai sambil memberikan sebuah serangan kembali kepada akar dan Hime itu sendiri.
Sedangkan Iris, tampaknya dia mengeluarkan sihir dari jarak jauh untuk menyerang ayahnya. Meski sama-sama memiliki atribut petir, tapi ayah Iris merupakan seorang pengguna pedang. Berbeda dengan Iris yang merupakan seorang mage.
Pertempuran dahsyat terjadi di rumah ini, di tempat pertemuan keluarga ini dengan cukup sengit. Dari pihak Hime, Leo bisa melihat bahwa Hime tampaknya bisa lebih serius meski ini adalah pertarungan serius pertamanya. Hanya saja, untuk bela diri Hime sangatlah minim, sehingga mungkin Leo akan meminta bantuan Shin untuk melatihnya.
Meski begitu, atribut sihir milik Hime tidak bisa diremehkan, jangkauan penyerangan yang cukup luas meskipun dalam keadaan yang cukup jauh. Cukup beruntung saat Hime memukul mundur mereka agar mereka tidak melakukan penyerangan fisik.
Dari pertarungan Iris pula, tampaknya ayah Iris juga kewalahan. Dia tidak menyangka bahwa putrinya akan sekuat ini. Selain itu, dari segi jarak, Iris juga sangat diuntungkan untuk terus menerus melepaskan elemen petirnya.
__ADS_1
Walaupun Reginald sendiri juga sedikit bisa untuk mengeluarkan sihir jarak jauh. Hanya saja, dia benar-benar kurang ahli. Sehingga apa yang bisa dia lakukan hanyalah melompat, menghindar, berusaha mendekat, menyerang namun berhasil terpukul mundur oleh serangan Iris itu sendiri.