
Leo pergi ke kamarnya untuk mengurangi rasa malas. Setidaknya untuk menunggu waktu malam untuk melakukan sesuatu untuk meluruskan semua ini.
Malam hari telah tiba ....
Leo dan kedua bawahannya memutuskan untuk keluar dari kediaman Baron. Dia memang sengaja untuk menampakkan diri agar orang suruhan dari saudagar Morgart bisa menangkapnya.
Setidaknya itu akan membuat Leo bisa memberikan kelurusan. Entah itu secara lembut, ataupun secara kasar tergantung bagaimana saudagar itu menyikapinya. Tapi yang pasti Leo sedikit menebak bahwa dia akan melakukannya secara kasar.
“Itu dia, dia adalah orang yang menyakiti tuan muda Jian! Tangkap dia!”
“Tuan, sebaiknya berada di belakang kami.” Ucap Melina yang langsung berdiri di depan Leo dengan menarik belati miliknya. Sedangkan Iris, dia juga langsung bergerak cepat untuk segera menahan mereka.
Namun, Leo langsung menghentikan kedua bawahannya untuk tidak bertindak gegabah.
“Kita akan menyerahkan diri. Tentunya untuk meluruskan masalah ini, baik secara halus maupun secara kasar. Tergantung bagaimana mereka menyikapinya nanti.”
Iris dan Melina mengerti. Senyum cerah terukir dalam bibir mereka. Terlihat begitu senang karena kemungkinan akan ada pertumpahan darah untuk hari ini. Karena masalahnya, sudah lama mereka tidak menumpahkan darah seseorang.
“Apakah ini akan ada pembantaian?” Gumam Iris senang.
Beberapa orang suruhan dari keluarga Morgart langsung menodongkan tombak kepada mereka bertiga. Tetapi mereka bertiga bertindak sangat tenang dan tidak ada rasa panik sedikitpun.
Padahal hari sudah malam, atau lebih tepatnya hampir tengah malam. Tetapi banyak orang yang keluar, baik itu muda ataupun orang tua.
Mereka bertiga jadi sorotan umum. Mungkin seribu satu pertanyaan terkilas di pikiran mereka tentang apa yang terjadi? Karena pada halnya mereka sama sekali tidak ingin ikut campur atau yang terjadi mereka akan mendapatkan hal yang tidak-tidak. Namun setelah mengerti bahwa mereka adalah suruhan dari keluarga milik Morgart, mereka langsung meyakini bahwa ketiga orang itu adalah sosok yang mereka cari.
“Habislah mereka.”
“Mereka benar-benar bernasib buruk.”
Beberapa ungkapan keluar dari mulut mereka. Bahkan Leo bisa mendengarnya. Akan tetapi, apakah Leo peduli? Tentu saja tidak.
“Hei kau, jangan sentuh aku! Aku bisa berjalan sendiri. Apa kau mau bernasib sama dengan tuan muda bajinganmu itu?” Ucap Iris dengan nada tinggi.
__ADS_1
“Tetapi setelah ini kau akan menjadi sebuah mainan. Jadi mungkin sama saja. Hahahaha.” Kata salah satu dari mereka.
“Jalan dan ikuti kami!”
Iris merasa jijik dengan mereka apalagi setelah mereka berkata demikian. Jelas meskipun dia adalah seorang budak, tapi yang berhak menyentuhnya adalah tuannya. Sehingga Iris masih merasa dia memiliki harga diri yang besar.
Menuruti kemauan mereka semua, Leo, Iris dan Melina berjalan perlahan. Seolah diarak dan menjadi tontonan publik. Akan tetapi Leo sendiri sama sekali tidak peduli. Karena apa yang Leo lakukan adalah membiarkan atau orang suruhan Morgart untuk senang terlebih dahulu sebelum habis.
...****************...
“Salam Tuan, ini adalah orang yang kalian cari.” Kata pemimpin dari mereka langsung mendorong Leo, Iris dan Melina ke depan.
Jean benar-benar senang saat Leo ditangkap. Wajahnya menunjukkan kebahagiaan karena rasa malunya terbayar.
Leo bisa melihat bahwa di hadapannya mungkin tidak hanya Morgart dan anaknya saja. Tetapi ada beberapa seperti para bawahan yang mungkin keberadaannya tidak terlalu penting bagi Leo.
“Kau tahu, apa kesalahanmu? Kau hampir membunuh anakku. Itu adalah sebuah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan!” Ucap Morgart dengan nada yang cukup tinggi.
Morgart sendiri tampaknya berada di level ‘6’ awal. Tapi entah kenapa dia memiliki keberanian yang begitu besar.
“Dasar ja*ang! Kau harus tahu siapa lawan bicaramu! Setidaknya kamu harus mem ....”
“Slash!”
Belum orang di belakang Leo berbicara, Leo sudah memotongnya. Baik memotong ucapan, memotong secara harafiah dengan bergerak menggunakan bayangan ke belakangnya.
“Berhentilah membual, ini urusan kami jadi jangan ada sesiapapun yang ikut campur.” Ucap Leo tanpa sedikit ekspresi.
Semuanya langsung terdiam saat mendengar keganasan Leo yang bertindak sesuka hatinya. Bahkan Morgart sekalipun langsung terkejut saat Leo ternyata tidak tanggung untuk membuat seseorang untuk diam.
“Kau, serang dia!” Teriak Morgart yang tidak terima dengan itu semua. apalagi kediamannya langsung bersimbah darah.
Iris dan Melina tidak tinggal diam. Dia langsung mengerahkan seluruh tekniknya untuk melawan mereka. Bahkan dengan sangat mudah, yang membuat keadaan seolah hancur dalam beberapa detik.
__ADS_1
Bagaimana tidak? seolah petir dan api bergerak bebas dan mengamuk. Jika bukan karena evolusi, ini semua tidak akan terjadi.
Duarr! Buum!
Ledakan terjadi, Iris tampaknya tidak tanggung untuk mengeluarkan elemen petir untuk menghabisi mereka yang nyatanya tidak memiliki kemampuan apa-apa. Begitupun dengan Melina yang membakar habis mayat mereka di dalam sebuah kediaman.
“A-ayah.” Jean berkata dengan gugup saat Leodric bergerak ke arahnya sambil menyeret pedang.
“Seharusnya kamu berterima kasih saat aku menyembuhkanmu tadi.” Ucap Leo.
Namun, Morgart langsung bergerak dengan melompat ke arah Leo dengan mengayunkan pedang bergerigi miliknya. Dia berniat untuk menghabisi Leo karena sudah membuat emosinya memuncak.
“Kau, kau merupakan seorang yang paling jahat! Aku tidak akan mengampunimu!” Kata Morgart di saat dia melompat ke arah Leo.
Leo langsung bergerak secepat bayangan untuk menghindar. Kemudian, dia bergerak ke belakang Morgart dengan mencekik lehernya dan membantingnya dengan sangat keras.
Menurut lord of eye nya. Morgart sendiri memiliki atribut yang tidak terlalu mencolok. Hanya sekedar memiliki elemen logam. Mungkin itulah yang membuat dia bisa menjadi sosok yang kaya. Apalagi dia memiliki kecerdasan dalam berdagang, sehingga tidak heran dia menjadi seorang saudagar.
Leo mengaliri pada pedangnya, sehingga mengeluarkan sebuah siluet bayangan pedang yang bergerak dengan sangat cepat.
Tentu saja, Jean langsung bergerak menghindari siluet pedang milik Leodric. Sayangnya, kecepatannya benar-benar sangat lambat sehingga membuat siluet pedang itu menusuk lehernya sebelum pedang itu menghilang.
"Tidaaak!"
Morgart berteriak dengan sangat keras. Kemudian dia memposisikan dirinya untuk menyeret tubuhnya seolah hendak pergi begitu saja. Namun, saat melihat keadaan rumahnya yang dipenuhi oleh darah dan mayat, membuat tubuh Morgart kaku dan tidak bisa bergerak sama sekali. Yang mana kemudian api melahap hingga tidak menyisakan bahkan tulang sekalipun.
“Aku akan menghancurkan pusat mana mu. Tampaknya itu terlihat sangat menyenangkan.” Kata Leo dengan dingin.
“Tidak, kumohon! Ampuni aku. Baik, anakku yang salah karena mengganggu macan tidur. Aku minta maaf!”
Leo menyeret pedangnya dan menggores pipi Morgart. Kemudian dia memiliki sebuah ide yang cemerlang.
“Bagaimana jika kau bekerja sama denganku? Dengan kau menjadi seorang saudagar, jelas itu akan bisa memasarkan dan menjual ramuanku secara lebih besar. Bagaimana? Tapi, itu tidak sesederhana yang kau kira, kau akan terikat kontrak. Bukan perjanjian budak, melainkan perjanjian biasa. Karena aku tidak sudi darah murniku harus membuatmu berevolusi.”
__ADS_1
Morgart terkejut. Dia berpikir, apakah di hadapannya adalah seorang pureblood? Jika memang iya, tampaknya dia mendapatkan masalah yang begitu besar.