
"Ivy? Si-siapa Ivy?" Hime sedikit merinding saat dia ditatap serius oleh Luvria.
"Hime, lari!"
Saat Shin berkata seperti itu, sebuah akar menjalar muncul dari lantai dan menghempaskan Shin dengan sangat kuat. Kemudian, Luvria berjalan ke arah Hime dengan sedikit perlahan dan merasakan sebuah ketidakpercayaan yang luar biasa. Dia, dia menganggap bahwa ini semua adalah sebuah mimpi.
Yuuki dan Araka sendiri seolah tidak bisa bergerak. Tekanan aura yang sangat besar seolah keluar dari Luvria. Perbandingan level yang sangat jauh, membuat Yuuki dan juga Araka menyadari diri. Namun, Yuuki menyadari sesuatu.
"Bukankah dia benar-benar sangat mirip dengan kakak Hime? Bahkan kekuatannya."
"Ivy, kau?" Luvria berdiri di depan Hime, air matanya menetes membasahi pipinya. Dia masih menganggap bahwa ini adalah mimpi. Bahkan, Luvria sendiri menyentuh pipi Hime menganggap bahwa ini bukanlah sebuah ilusi belaka.
Percaya, Luvria mengeluarkan lebih banyak air mata. Bahkan dia mengeluarkan isak tangis dan langsung memeluk Hime secara langsung.
"Ivy, ini ibumu! Ini ibu kandungmu nak!"
Semua orang benar-benar sangat terkejut, baik itu Shin, si kembar bahkan sosok Darian dan juga Henry. Mereka melihat pemandangan yang membuat tubuh mereka bergetar. Tak terkecuali Hime sendiri yang juga terkejut.
Meski begitu Hime seolah merasakan sebuah
Merasakan sebuah kehangatan yang begitu besar. Seolah baru kali ini dia mendapatkan sebuah pelukan Hangat dari wanita. Bahkan ibu yang merawatnya tidak pernah melakukan seperti ini.
__ADS_1
"I-ibu kandungku? A-apa maksudnya?"
Luvria masih mengeluarkan sebuah tangisan. Dia kemudian menjelaskan, "Kau, kau adalah putriku! Kau satu-satunya putriku. Namamu adalah Ivy! Hanya saja saat kau berumur 8 bulan, seseorang menculikmu."
"Inilah yang membuat sosok Luvria harus menculik anak-anak, mencari keberadaan Ivy kecil yang merupakan milik ibu. Meski juga, alasan lain agar orang tua lainnya merasakan rasa sakit yang tidak bisa dipendam saat kehilangan putranya."
"I-ibu?" Hime sedikit tersenyum. Dia, dia merasakan kehangatan saat Luvria memeluknya seperti ini. Kemudian, apa yang dilakukan adalah membalas pelukan hangat dari Luvria.
......
“Raven, aku membutuhkan beberapa jawaban yang aku tanyakan. Seharusnya kamu mengetahui hal ini.”
Lebih tepatnya ini masalah Verva orde. Selama dia menjadi seorang Shadow Hunter sekalipun, banyak penjahat dan pembunuh yang sama sekali tidak mengetahui jawaban yang dibutuhkan oleh Leo. Sehingga Leo benar-benar tidak tahan untuk mendengarnya.
“Apa keuntungan yang kami dapatkan, jika kami menjawab pertanyaanmu.” Raven mundur sejenak dan menjaga jarak. Posisinya sudah tidak lagi memojokkan Melina atau membuat Melina sama sekali tidak bergerak. Posisinya dalam kondisi bersandar di pohon dengan bersedekap menatap serius Leo itu sendiri.
“Aku akan melindungi kalian dari pihak kerajaan. Aku serius! Terutama Luvria dengan anak-anak yatim piatu yang dia perbuat, dan, siapa yang berpikir aku akan menanggung anak-anak karena Luvria. Serta, penelitian Luvria, aku akan membuatnya menjadi lebih sehat. Namun, itu juga tergantung apa tujuanmu yang sebenarnya membentuk sebuah organisasi ini.” Leo bertanya dengan serius pula.
“Kami, kami sama seperti dirimu. Kamu mengerti? hanya saja, jika dirimu membunuh orang-orang jahat, tapi kami membunuh orang-orang yang melakukan kejahatan dalam diam. Seperti kecurangan berdagang, korupsi, perundungan anak, sosial, dan kecurangan politik. Bahkan kau seharusnya tahu tentang kebusukan kerajaan hingga aku seolah harus memberontak. Kejahatan yang tidak tampak itu, aku pikir, kamu pasti berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah.” Raven menjawabnya.
“Kamu mungkin memiliki sebuah atribut untuk melihat masa lalu seseorang. Hanya saja kemungkinan terbesar kamu hanya berspekulasi bahwa orang-orang seperti mereka kehilangan empati dan menjadi sosiopat. Kamu salah besar! Lagipula, mana ada orang yang merasakan masa lalu yang buruk harus menciptakan masa lalu yang buruk bagi orang lain?” Sambungnya.
__ADS_1
“Luvria?”
“Dia hanya wanita gila. Lagipula kebanyakan anak yang dijadikan objek penelitian akan kembali kepada orang tuanya dengan selamat. Luvria menjadikan anak-anak yang mendapatkan sebuah perundungan besar karena status sosial menjadi lebih baik. Walaupun, ada oknum yang tidak bertanggung jawab dari bawahan Luvria yang membunuh orang tua korban, mereka sama sekali tidak memiliki masa lalu yang buruk. Meski begitu, Luvria bertanggung jawab dengan mengasuh mereka sama seperti Hellfire, atau nama aslinya adalah Lyra..”
Bahkan Raven sendiri berkata bahwa Leo melakukan aksi sepihak. Kelakuan Leo kurang lebih juga sama seperti penjahat lainnya yaitu membunuh orang-orang. Melihat sebagian masa lalu memang kemampuan Leo, tapi yang terlihat hanya masa lalu buruk. Dan setelah itu berspekulasi bahwa penjahat di bawahan Raven membunuh orang yang tidak bersalah.
Padahal, korban Raven adalah orang yang memang bajingan dari pihak bangsawan atau orang yang berada di status tinggi.
Kelakuan Leo sama seperti mereka, itu menurutnya. Apa bedanya? Katanya memang begitu. Jika Raven melakukan aksi pihak pada yang menjadikan dia penjahat tahap kedua atau membunuh penjahat utama, maka Leolah yang menghukum aksi sepihak dengan aksi sepihak pula sehingga menjadikan Leo penjahat tahap tiga yaitu membunuh pembunuh para penjahat. Apa bedanya?
Leo terdiam, yaa! Seolah dia membeku. Semuanya sebuah kesalahpahaman. Dia tidak bisa berkutik dengan begitu jelas bahwa apa yang dia lakukan merupakan sebuah aksi sepihak dan seolah menjadi penjahat tahap ketiga. Karena jika yang dibunuh Raven dan bawahan Raven adalah penjahat pertama yang berbuat kecurangan, dan dianggap Leo tak bersalah, sedangkan Raven dan bawahannya sendiri menjadi penjahat tahap kedua karena membunuh penjahat tahap pertama. Sedangkan Leo? Apa yang dia lakukan adalah membunuh penjahat tahap kedua seperti bawahan Raven.
“Jika kamu membunuh seorang penjahat, itu tidak mengubah fakta bahwa jumlah penjahat di dunia ini tidak bertambah atau berkurang satu. Kau juga penjahat! Aku tahu ini semua kesalahpahaman Leo.” Kata Raven dengan menatap sinis Leo.
Leo mengangkat kedua telapak tangannya, memperhatikan dengan begitu seksama bahwa apa yang dia perbuat juga tidak lebih seperti perbuatan seorang penjahat. Melakukan aksi sepihak bahkan juga tidak ada hubungannya dengan orang yang membunuh orang tuanya sendiri hanya karena Leo sendiri benci dengan para pembunuh.
Bisa disimpulkan, bahwa Leo juga bisa dibunuh kapan saja oleh orang yang memiliki pemikiran seperti Leo sendiri.
“Lupakan itu semua. Aku hanya ingin bertanya sesuatu. Apakah kalian berdua tahu tentang organisasi Verva Orde?” Leo kembali ke topik utamanya.
Raven tersenyum, dia kemudian menjawab pertanyaan Leo. “Aku pikir orang biasa sepertimu sama sekali tidak mengetahui apa itu Verva Orde. Tidak, baik aku akan menjelaskan. Sebenarnya tujuan organisasi ini dibentuk adalah mencari ketua Verva Orde yang membubarkan secara sepihak organisasinya.”
__ADS_1