Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Dark shadow


__ADS_3

Pemimpin penjahat, Mateo mengerti bahwa dia terlalu banyak membuat sumber cahaya. Sehingga, membuat sebuah bayangan dari kemampuan lawannya tercipta. Jelas-jelas, itu akan merugikan dirinya.


Sehingga dia memadamkan dinding api miliknya sendiri, yang membuat tidak ada sumber cahaya sama sekali. Karena apa? Karena bayangan sendiri tercipta apabila sumber cahaya yang dihasilkan, itulah pemikiran Mateo tentang sebuah bakat bayangan, atau shadow magic milik Leo. Dan itulah mengapa, Leo membawa obor pada malam hari yang notabene itu adalah senjatanya sendiri.


Jelas-jelas bahwa suasana menjadi gelap, tidak ada cahaya setitikpun. Tidak ada sebuah rembulan karena ini berada dalam bulan baru. Hanya pernak-pernik bintang yang sama sekali tidak berpengaruh dalam sebuah pencahayaan.


Leo berada di balik kegelapan sambil memegang erat pedangnya, ini akan menjadi sebuah masalah yang begitu serius jika dirinya berada di kegelapan. Dan yang benar saja, dia merasakan sebuah gundukan tanah terangkat yang membuat dia harus mundur ke belakang.


“Sihir gundukan tanah? Mereka mampu menebak dimana diriku berada.” Batin Leo dengan cukup lirih.


Dia tahu persis, bahwa penglihatan sama sekali tidak berguna. Insting yang perlu digunakan dalam bertarung seperti ini. Dalam analisinya, dua orang bawahan pemimpin preman tersebut, mereka terlihat sama sekali tidak berguna karena memiliki sihir elemental biasa. Sedangkan milik Mateo bukan hanya sekedar elemental.


Intinya bagaikan milik pak tua Gin yang secara umum seharusnya adalah Wind Magic, tapi justru apa yang dia miliki adalah Shizen no Kaze.


“Rasakan ini!” Salah satu orang berteriak yang menandakan bahwa ada sebuah serangan yang akan dilancarkan.


Hal tersebut membuat Leo mengikuti kemana arah datangnya suara. Hanya saja, dia juga harus siaga penuh di berbagai sisi karena tidak hanya satu orang yang berada di sini. Dia juga memposisikan pedangnya secara vertikal untuk menahan sebuah tebasan pedang.


Suara pedang yang terdentum, memberikan sebuah percikan api yang memberikan sedikit pencahayaan. Leo membuka matanya lebar-lebar saat melihat harimau berwarna hitam pekat berada di belakang orang tersebut seolah hendak menerkamnya.


Siapa yang menyangka bahwa Leo sama sekali tidak takut atau panik, jelas dia hanya langsung mundur karena pertarungannya sudah mulai di kala sebuah teriakan dan kulit dicabik-cabik begitu brutal yang membuat Leo sedikit ngilu.


“Apa yang terjadi?” Kata salah satu orang dengan wajah panik. Begitupun dengan Mateo yang merasa ini tidak mungkin untuk menyalakan api karena akan membuat bayangan milik Leo tercipta.

__ADS_1


“Kau menganggap bahwa bakatku memerlukan sebuah entitas cahaya? Itu salah besar!” Teriak Leo menanggapi bawahan Mateo yang seharusnya bertanya kepada dirinya sendiri.


Meskipun, Leo sendiri juga menggertakkan giginya, serta menggertakkan giginya kuat-kuat tentang harimau bayang yang menyerang bawahan Mateo. Apalagi, Leo sudah mendengar kedua kalinya yang menandakan bahwa bawahan Mateo telah tercabik-cabik.


Bukan tanpa alasan bahwa harimau bayangan itu merupakan masalah yang besar? Membawa obor bukan berarti dia membutuhkan sumber cahaya, itu tidak sepenuhnya salah. Akan tetapi, cahaya itu sendiri yang akan memperlemah objek bayangan, terutama hewan buas yang dibuat bayangan oleh Leo.


Dan justru ketika tidak ada cahaya, hewan bayang tersebut akan sangat bertambah kuat, besar, dan semakin buas. Keadaannya juga akan sangat sulit untuk dikontrol, dan bisa-bisa akan menjadi sebuah senjata makan tuan bagi Lei itu sendiri.


Loe menyebutnya ini adalah Dark Shadow, yaitu evolusi karena keadaan tertentu dari sebuah objek bayang, terutama hewan bayang.


Masalah seperti ini yang jelas pak tua Gin mengetahuinya. Dahulu, Leo pernah dikunci di dalam gua dalam kondisi bersama hewan buas bayang. Hal tersebut akan menjadi sebuah latihan bagi Leo tentang bagaimana cara mengendalikannya. Itu bisa-bisa akan membunuh dirinya sendiri, karena hewan buas bayang tersebut mempu untuk mencabik Leo.


Dan sampai saat ini Leo sendiri juga akan kesulitan untuk mengontrol Dark Shadow seolah bergerak dengan kemampuan hewan itu sendiri. Namun, itu sama sekali tidak mungkin untuk menjinakkannya.


“Apa! Apa yang terjadi?” Mateo itu seketika menjadi panik ketika mendengar suara teriakan dan suara dicabik-cabik dari hewan buas.


Sehingga tidak ada jalan lain baginya kecuali mengeluarkan bola api dari tangan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya?


Bersamaan dengan itu pula, dia bisa melihat dia ekor harimau bayang yang ukurannya tiga kali lipat dari sebelumnya tengah melompat ke arah Mateo yang membuat dia benar-benar sangat terkejut.


Secara refleks Mateo akan mengeluarkan defensive fire untuk menghalau harimau bayang yang tidak bisa dikontrol tersebut. Namun, ternyata harimau itu tidak menghilang setelah menembus dinding api yang preman tersebut ciptakan.


"Defensive fire spear!"

__ADS_1


Tak ingin menyerah, dia membuat dinding lagi di depannya, yang mana dinding api itulah yang digunakan untuk pertahanan. Hanya saja, dinding itu memiliki puluhan tombak api, sehingga yang mendekat tidak hanya terbakar, tapi terluka berat. Seharusnya itu akan sangat mudah untuk menghilangkan sebuah bayangan.


Dua harimau dark shadow justru memiliki pikiran selayaknya manusia. Memanfaatkan kelincahan alami yang harimau memiliki, dua hewan bayang itu justru mengambil jalan memutar untuk menyerah pemimpin preman tersebut.


Sehingga, tembakan tombak api milik pemimpin preman tampak begitu sia-sia.


"Tidak, tunggu!”


Dia hanya bisa berteriak karena tidak tahu harus bagaimana. Namun, bersamaan dengan itu juga, Leo muncul secepat bayangan yang kemudian  mencekik salah satu harimau bayangan milikinya dan membantingnya di atas tanah. 


Sehingga, benturan tersebut membuat harimau bayang menghilang. Sedangkan harimau bayang yang satunya setelah melihat rekannya mati, dia langsung bergerak ke arah Leo untuk melakukan serangan.


Itu sangat wajar, karena harimau bayang setelah mengalami dark shadow tidak akan bisa dikontrol. Namun, pasti akan bisa dijinakkan bagaikan Leo menjinakkan hewan liar seperti biasanya.


Sehingga Leo melompat ke arah harimau tersebut tanpa ada rasa takut sama sekali. Apa yang dia lakukan hanyalah menunggangi harimau bayang hingga hewan tersebut akan tunduk dan tenang. Meski itu tidak mudah seperti Leo harus merasakan guncangan dan amarah dari harimau bayang miliknya sendiri.


Sebenarnya itu sama sekali tidak lama dan hanya berlangsung beberapa menit. Sebelum, harimau bayang dengan Leo yang menungganginya bergerak ke arah pemimpin penjahat tersebut dalam keadaan sedikit merasa ngeri.


"Sebelumnya, apakah kau mengerti tentang pembunuh bayaran dengan lambang daun menjari?" 


"Aku sama sekali tidak tahu! Aku di sini hanya disuruh. Yaa, kami menjadi penjahat kecil tidak tanpa alasan, seolah kami bekerja dibawah tekanan dan perbudakan. Karena apabila tidak ada setoran, mungkin kami akan dipukuli dengan bongkahan kayu hingga memar." Kata orang tersebut dengan penuh ketakutan.


Di sisi lain, dia juga tidak percaya bahwa dirinya akan menjadi sangat memalukan. Bagaimana tidak? Dia yang berada di level '4' awal tampaknya harus menanggung kekalahan secara tidak hormat di tangan seseorang dengan level '3' menengah. Jelas-jelas itu akan menjadi berita buruk baginya apabila ada orang lain yang melihatnya.

__ADS_1


"Perbudakan?”


__ADS_2