Ahli Pedang Berdarah Dingin

Ahli Pedang Berdarah Dingin
Hellfire Vs Ray


__ADS_3

Sosok bertubuh besar, dengan tubuh berbentuk seperti raksasa berapi dengan kulit hitam mengkilap dan mata berwarna merah menyala. Dua tanduk juga ada pada makhluk tersebut yang memberikan sebuah kesan cukup mengerikan.


Apalagi makhluk tersebut tiba-tiba tercipta seolah wanita itu mengalami evolusi, hanya saja, Leo sedikit mendengar bahwa wanita itu merupakan objek ketika dari percobaan Luvria yang tampakya sama sekali tidak begitu manusiawi.


Sangat berbeda bentuk dengan wanita itu sebelumnya. Ini semacam iblis dengan tubuh yang besar dan berubah menjadi bertelanjang dada tidak seperti wanita itu tadi.


Keadaan semakin panas, Leo mundur beberapa langkah karena kobaran api itu juga semakin membesar yang jelas memberikan hawa yang panas juga. Kondisi tersebut membuat api yang melahap rumah orang-orang juga semakin membesar dikala Hime dan para petualang yang lainnya mencoba untuk memadamkannya.


“Kau, kau akan mati!” Teriak makhluk itu yang sosoknya seperti roh iblis. Dan ya, dia mengakui dengan berkata, “Percobaan nona Luvria yaitu mengujiku dengan menjadikanku sosok roh iblis semauku. Rasakan amarah dari, Hellfire!”


Makhluk iblis, yang diketahui bernama Hellfire itu, dia mengayunkan tangannya dengan sangat cepat, sehingga sebuah kobaran api tercipta dan bergerak ke arah Leo.


Keberadaan Hellfire tampaknya sedikit kesulitan bagi Leo sendiri. Bagaimana tidak? mungkin levelnya sama sekali tidak naik, akan tetapi pola serangannya juga sedikit bertambah mulai dari atributnya yang mendadak juga berevolusi terlihat dari mata milik Leo.


Jelas, Leo harus terpukul mundur saat Hellfire berulang kali melancarkan sebuah serangan. Dia sama sekali tidak diberikan sebuah kesempatan untuk mendekati roh Hellfire yang membuat dia menggertakkan giginya.


“Tuan!” Hime berteriak. Namun dia masih sadar diri untuk tetap mundur dan sama sekali tidak memberikan sebuah bantuan atau yang terjadi Hellfire itu akan menjadi lebih ganas. Mengingat, atribut sihir milik Hime merupakan sebuah atribut dimana sangat lemah terhadap api. Alias justru memperkuat api itu sendiri, karena kayu merupakan bahan bakar api yang begitu rentan.


Leo mencoba untuk mengeluarkan entitas bayangan miliknya. Seperti beberapa singa dan juga serigala untuk mencoba melawan Hellfire.


Pukulan berapi dengan begitu telak sanggup menghilangkan keberadaan entitas Leo. Bahkan sampai tulang-tulangnya yang keras sekalipun seolah meleleh terbakar? Apalagi kondisi entitas milik Leo tidak bisa beregenerasi dengan begitu cepat.

__ADS_1


Tidak hanya satu pukulan satu serangan, beberapa entitas milik Leo bergerak dengan sedikit bebas dan melompat untuk memberikan sebuah serangan. Kemudian, Leo hanya berusaha mendekat dengan memberikan beberapa tebasan sebelum dia kembali mundur karena hawa panas yang tidak bisa untuk ditahan begitu saja.


“Jika terus begini, aku akan kesulitan. Wujudnya juga seolah berubah menjadi roh. Sialan!” leo menggertakkan giginya begitu kesal. Namun, matanya terbuka lebar saat dia memiliki sebuah ide yang tak terduga. “Aku, aku belum pernah melepaskan Ray bukan?”


Ray tersenyum dalam bentuk tulangnya. Selama dia bersama Leo, dia sama sekali tidak pernah keluar untuk bertarung dan menunjukkan wujudnya. Berada di dalam tubuh Leo juga membuatnya lelah karena tidak berbuat apa-apa. Sehingga, dia benar-benar ingin keluar apalagi musuhnya adalah manusia yang tiba-tiba berubah menjadi wujud yang sama persis dengan roh. Padahal menurutnya itu bukanlah roh.


“Ray, kamu bisa keluar!”


Sebuah kegelapan muncul dari dalam tubuh Leo, dengan sebuah kilatan gelap yang memukau, tubuh Ray terbentuk secara perlahan dengan komponen tulang yang tersusun secara satu persatu hingga membentuklah sang raja Skeleton. Keberadaan salah satu roh legenda milik Drake yang hanya tinggal cerita dan tidak ada satu orang pun yang tahu di zaman ini.


Ray terlihat kuat dan lebih besar daripada saat dia berada dalam tubuh Leo. Dan saat dia menginjakkan kakinya saat muncul, menimbulkan sebuah getaran yang mengguncangkan tanah.


Andaikan dia memiliki bola mata secara jelas, Leo dan yang lainnya bisa melihat bahwa dia menatap Hellfire dengan pandangan penuh percaya diri.


Sebuah pedang dan perisai tulang tercipta di kedua tangan Ray, kemudian dia bergerak dengan sangat cepat ke arah Hellfire untuk melepaskan kekuatan tulang yang sangat kuat kepada musuhnya.


Apalagi, dalam sekali pukulan perisai, membuat Hellfire terlempar ke belakang dengan sedikit kerusakan pada tubuh bagian depannya.


“Ba-bagaimana bisa?” Hellfire terkejut. Sosok raja Skeleton seolah anti panas yang membuat dia merasa sangat kesulitan. Sayangnya, saat Hellfire mencoba untuk berdiri dan melepaskan kekuatan semburan apinya, perisai dari Ray berhasil memblokir serangan tersebut menggunakan perisainya, sehingga kobaran api seakan pecah dan tidak mampu untuk memberikan kerusakan kepada Ray itu sendiri.


Kemudian, Ray muncul di depan Hellfire dengan mengayunkan pedangnya. Bersamaan dengan itu juga, Hellfire berteriak dengan mengeluarkan sebuah kobaran api yang begitu besar untuk memberikan serangan Ray dari jarak yang begitu dekat.

__ADS_1


Kejadian itu hanya membuat Ray hanya terdorong ke belakang dan tidak terkena dampak yang begitu signifikan. Mungkin tulangnya berubah menjadi sedikit berwarna hitam karena kepulan asap yang sedikit tebal saat Hellfire melancarkan sebuah serangan berapinya kepada Ray.


Leo hanya mengamati, tapi dia memilih untuk menolong Hime pergi dari sini karena dia tampaknya terjebak di belakang. Keberadaan tentang Hellfire akan terus membuat tempat kebakaran meskipun mereka akan berusaha untuk memadamkan apinya. Sehingga bisa dibilang begitu sia-sia.


“Tuan, aku sama sekali tidak melihat adanya mayat orang-orang. Mungkin hanya satu atau dua, itupun mereka adalah para orang tua.” Hime berkata saat dia dibawa pergi oleh Leo


Leo membawa Hime menjauh dari pertarungan atau yang terjadi Hime akan terkena dampaknya. Apalagi saat dia melirik ke belakang, pertarungan Ray benar-benar tanpa ampun saat menyerang Hellfire, bahkan Hellfire seolah tidak diberikan kesempatan untuk bernapas karena Ray menyerang secara membabi-buta.


Merespon ucapan Hime baru saja sambil menurunkan Hime, Leo berkata, “Syukurlah, itu artinya mereka sedang bersembunyi. Atau mungkin sudah mengungsi saat para orang tua sedikit mengulur waktu untuk mereka.”


“Hime, sebaiknya kamu pergi terlebih dahulu.”


“Tidak.” Hime menahan tangan Leo untuk tidak pergi mengikuti pertarungan. Masalahnya pertarungan Ray dan Hellfire menjadi sangat mengerikan seolah menjadi pertarungan besar yang Hime lihat selama hidupnya.


Bahkan pertarungan Ray dan Hellfire membuat tanah menjadi bergetar.


Leo berpikir sejenak, dia membenarkan apa yang Hime pikirkan bahwa Leo akan diam saja. Tidak, sebenarnya dia tidak menuruti apa kata hati Hime, melainkan dia ingin melihat kemampuan pertarungan Hellfire dan juga Ray.


Posisi Hellfire babak belur ketika Ray memukul habis-habisan, seolah tubuh Hellfire tidak bisa untuk diregenerasi kembali secara cepat meskipun setelah Ray menebasnya, Hellfire bisa meregenerasi tadi.


Maka dari itu, Ray seolah tidak memberikan remunerasi kepada Hellfire, seolah dia memberikan sebuah serangan secara terus menerus secara ampun dan tiada henti.

__ADS_1


Hellfire dengan begitu geram, dia berteriak sehingga sebuah aura panas keluar dari tubuhnya. Keberadaan itu membuat Ray sedikit terdorong ke belakang. Hanya saja, saat itu juga Ray langsung melemparkan perisai tulang ke arah kepala Hellfire hingga kepala Hellfire sedikit retak sebelum beregenerasi kembali.


Jeda itulah yang membuat Hellfire bisa beregenerasi walaupun sedikit. Sehingga, tidak membuang kesempatan lebih lama lagi, Ray menciptakan pedang kembali sehingga saat ini dia memiliki dua pedang untuk diayunkan secara terus menerus kepada Hellfire.


__ADS_2