
Pak tua Gin pernah mengajarkan kepada Leo bahwa selain perjanjian budak, tentunya juga ada yang namanya perjanjian biasa. Namun efeknya juga tidak main-main apabila berkhianat. Namanya adalah sebuah perjanjian darah yang mana dengan mengorbankan kedua darah dari dua belah pihak. Ini biasanya lebih sering ke perjanjian perdagangan dan perjanjian kerajaan serta lainnya.
Namun juga tergantung apa yang diucapkan dalam perjanjian untuk menjadi seorang bawahan tersebut.
Morgart mengerti, padahal sangat beruntung apabila menjadi budak seorang pureblood karena itu akan membuat dirinya bisa berevolusi menjadi lebih baik. Karena memang begitu, banyak orang yang menjual dirinya kepada pureblood untuk menjadi seorang yang kuat dan bisa berevolusi atribut sihirnya.
Tapi ada juga seorang pureblood yang menyadari dan enggan untuk dijadikan alat seseorang agar bisa menjadi instant. Dan sebagai balasannya, pureblood dalam sebuah kaisar tersebut sedikit memiliki dukungan dalam lingkup keluarga besar.
Berbeda dengan Leo, yang mana dia sama sekali tidak memiliki kejelasan dari kaisar mana dia berada, sehingga dia sama sekali tidak membutuhkan sebuah dukungan yang besar untuk menjadi orang penting seperti menjadi pangeran mahkota kekaisaran. Bahkan dia juga enggan dan tidak sudi untuk menjadikan orang lain budak dan membuat budak itu berevolusi. Baginya, memiliki setidaknya 10 lebih budak lebih dari cukup, walaupun entah kenapa dia sedikit menyesal karena seharusnya memiliki lima budak bawahan yang kuat-kuat lebih dari cukup.
Maka dari itu, bagi Morgart sangat disayangkan untuk tidak menjadi budak langsung seorang pureblood. Tapi disisi lain dia juga masih sayang dengan nyawanya dan tidak bisa menolak perjanjian darah yang mana akan membuat konsekuensi yang besar apabila melanggar.
Iris yang mengerti, kemudian dia mengangkat leher Morgart dan membuatnya langsung bersujud di hadapan Leo.
“Cepat, ucapkan perjanjian itu di hadapan tuan Leodric, dan itu akan membuat Leodric akan mempercepat proses perjanjiannya.” Ucap Iris dengan sangat kasar.
“Ba-baik, a-aku Morgart Artur berjanji dengan menggunakan perjanjian darah bahwa seluruh apa yang aku punya akan menjadi milik tuan Leodric. Jika aku melanggarnya, apa yang lebih buruk dari hukuman dewa kematian akan menimpa diriku.” Ucap Morgart dengan terbata-bata.
Di sisi lain, perjanjian darah tentunya memerlukan media selain sebuah darah. Yaitu kertas rune. Sayangnya itu tidak sesederhana yang Leo bayangkan karena untuk menciptakan kertas rune setidaknya orang itu berasal dari akademi, sehingga dia menatap Iris.
Iris paham, nyatanya bahkan dia sudah mengeluarkan kertas rune yang langsung dia tunjukkan kepada Leo dengan menghimpitnya menggunakan kedua jarinya. Kemudian, dia menyerahkan kertas rune itu kepada Leo.
__ADS_1
Leo langsung mengoleskan darah pada kertas rune tersebut. Sehingga membuat tulisan kuno menjadi merah darah. Kemudian, dia melemparkan kertas rune itu kepada Mort untuk melakukan hal yang sama yaitu menyentuhkan sidik jarinya yang berdarah sebagai tertanda perjanjian tersebut.
Biasanya seseorang akan menyimpan kertas yang sudah tertanda tersebut pada tempat tersembunyi. Tetapi tampaknya Leodric memiliki cara paling extrem, dimana setelah Morgart menyelesaikan tandanya, dia mengambil kertas tersebut dan memberikannya kepada Melina.
“Hahahah, sangat disayangkan sekali perjanjian ini tidak bisa dibatalkan. Alias berlaku selamanya.” Ucap Melina dengan membakar kertas tersebut.
Morgart menelan ludah secara kasar. Dia tidak akan menyangka akan berakhir seperti ini. lebih tepatnya dia akan terkekang selamanya dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
“Perjanjian ini masih berlanjut. Bukankah kamu saudagar? Semua hasil yang kamu hasilkan seperti hasil penjualan yang kamu miliki akan menjadi milikku secara lima puluh persen. Selain itu, bukankah kamu memiliki komunikasi yang luas? Aku akan mengirimkan seratus botol ramuan penyembuhan tingkat empat dan kamu akan menyebarkannya, baik itu di luar kerajaan.” Kata Leodric. “Tenang saja, kamu akan mendapatkan bagian 10% jadi kamu jangan khawatir.
Dengan tatapan dingin sembari membalikkan badan, Leodric bergegas pergi keluar. Dengan begini dia akan menjadikan dirinya akan sedikit berkuasa saat memimpin desa, dan desa yang dia pimpin juga akan berubah menjadi kaya. Dengan begini, komunikasi Leo juga akan bertambah luas untuk menemukan siapa yang membunuh orang tuanya.
Keesokan harinya, nampaknya tidak ada kabar apa-apa tentang kematian putra dari seorang saudagar. Bahkan Morgart pun juga tutup mulut dan tidak berani berkata apa-apa karena tidak ingin dia mati tanpa disentuh oleh Leodric.
“Tu-tuan Leo? Sejak kapan Anda datang?” Tanya Tristan tidak percaya.
“Dua hari yang lalu.” Jawab Leo singkat.
Tristan masih tidak percaya. Tapi kemudian Leo menjelaskan bahwa ini ada hubungannya dengan Stealth Brigade. Bahkan dia juga menjelaskan bahwa anggota Stealth Brigade menjebaknya.
“Jika begini, maka sebaiknya kita harus menuju ke Duke sekarang juga.” Kata Tristan.
__ADS_1
“Ah tentu saja. Semakin cepat semakin baik bukan?” Tanya Leo.
Kemudian Leo berpamitan dengan baron Nate dan segera menuju Duke dengan menggunakan kereta kuda.
Tak disangka. Kota pusat wilayah duke benar-benar sangat ramai. Orang-orang berjualan ke sana kemari yang menjadikan bahwa kota ini terlihat maju dibandingkan dengan kota Little pear. Tapi juga membuat doa penasaran tentang bagaimana keramaian yang ada pada ibu kota kerajaan.
“Benar, aku tidak menyangka bahwa ini ada campur tangan anggota Stealth Brigade.” Ucap Tristan yang satu kereta dengan Leo.
“Terus terang tuan, ini ada hubungannya dengan Viscount wilayah timur kota Little Pear. Mereka menculik alkemisku. Untungnya dengan bantuan artefak milik tuan Tristan, aku berhasil menyelamatkannya.” Ungkap Leo.
Tristan menghela napas. Dari gerak-gerik yang muncul pada utusan viscount saat itu juga sangat mencurigakan. Bagaimana tidak? hanya mengundang nona Hime dan ada larangan untuk membawa orang lain jelas itu sangat mencurigakan.
“Ya, dan ini juga ada hubungannya dengan kota Floppa. Aku sepertinya telah menyenggol kota tersebut. bagaimana tidak? seharusnya Anda paham kan tuan Tristan?” Kata Leo.
Tapi dia sedikit tenang. Dengan adanya dukungan dari seorang duke, tidak ada seorang pun yang berani menyenggol dirinya. Apalagi dengan kota Floppa yang tidak akan Leo takuti. Hanya saja, setelah mendengar dari ucapan Raven bahwa dia harus berhati-hati dengan walikota Galen. Meski dia juga tidak percaya sepenuhnya, tapi apa salahnya untuk berjaga-jaga?
“Aku paham. Tapi tenang saja. Duke lebih tertarik dengan orang sepertimu daripada walikota Floppa.” Kata Tristan dengan begitu yakin.
Sesaat kemudian, mereka akhirnya telah sampai di sebuah gerbang kastil yang terlihat sangat megah. Kereta kuda milik Tristan dan kereta yang dipinjamkan Baron Nate untuk ditumpangi bawahan milik Leo pun disambut dengan hangat sebelum mereka semua turun dengan sambutan tersebut.
“Ah, selamat datang tuan. Di kastil Duke Selatan.” Ucap Tristan mempersilahkan masuk.
__ADS_1
Leopun pada akhirnya masuk dengan jalan setapak yang menghubungkan antara gerbang dan juga kastil. Dia juga melihat air mancur yang tepat di depan kastil membuat wilayah ini terlihat sangat apik.